Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 126


__ADS_3

Nabila terbangun dari tidurnya tepat Tengah malam, semakin tua usia kandungan nya, membuat Nabila semakin susah tidur, dan setiap malam sering bolak balik ke kamar mandi hanya untuk buang air kecil.


Setelah buang air kecil, Nabila kembali ke tempat tidur, Nabila membalikkan tubuh nya ke samping, dan memandangi wajah tampan Aditya, lalu mengelus lembut pipi Aditya.


" Terima kasih ya Mas, Mas Adit selalu ada buat aku dan anak - anak, bahkan selalu berusaha memenuhi keinginan ku, Terima kasih sudah mencintaiku dan juga Zahira dan Hafidz, bahkan setelah mengandung, rasa sayang dan cinta Mas kepada Zahira dan Hafidz tidak berubah, Terima kasih ya Allah, Terima kasih "


Itulah yang biasa Nabila lakukan setiap malam, sembari memandangi wajah suaminya, dalam batinnya selalu memanjatkan syukur kepada Sang pencipta dan juga berterima kasih dengan apa yang sudah Aditya berikan kepada nya.


Nabila membalik tubuhnya, dan menatap langit - langit kamar, Nabila jadi teringat akan ayah kandung Zahira dan Hafidz, yaitu mantan suaminya.


" Dimana ya Mas Fajar sekarang, apa dia memikirkan kedua anaknya, pasti tidak, bahkan ia sendiri tidak mengakui Hafidz sebagai anaknya " batin Nabila.


Nabila kembali mengingat bagaimana dulu perlakuan Fajar kepadanya dan juga kedua anak mereka, mengingat itu membuat dada Nabila terasa sesak, begitu menyakitkan buatnya.


" Sudahlah, itu semua masa lalu, dan aku harus berusaha ikhlas menerimanya " batin Nabila, lalu ia menutup kedua matanya, berniat untuk melanjutkan tidur malam nya.


Dug


Tiba - tiba saja baby twins Nabila menendang, dan membuat Nabila kembali membuka kedua matanya.


Dug


Baby twins Nabila kembali menendang, ini adalah tendangan pertama yang begitu terasa bagi Nabila, Nabila tersenyum lalu mengelus - elus perutnya.


" Kalian sudah bangun, keras sekali menendangnya? " ucap Nabila berbicara sendiri, mengajak bicara kedua anaknya yang masih di dalam perut.


Baby twins di dalam perut Nabila kembali bergerak dan menendang, seolah memberi tanda jika mereka mengiyakan pertanyaan dari ibunya.


" Hehehe.. apa kalian marah karena Bunda kembali mengingat Masa lalu, dan kembali bersedih mengingat itu, maafkan Bunda ya sayang, Bunda janji tidak akan bersedih lagi " ucap Nabila lalu kembali memejamkan kedua matanya.


Baby twins Nabila kembali bergerak di dalam sana, Nabila memiringkan badannya menghadap Aditya, dan kembali lagi Baby twins nya bergerak dan menendang, Nabila mengganti posisi tidurnya, ia berbalik badan dan membelakangi Aditya.


" Begini apa lebih nyaman sayang? " ucap Nabila.


Aditya terbangun begitu mendengar suara Nabila yang sedang berbicara sendiri, dan begitu kedua matanya terbuka, ia kembali mendengar Nabila berbicara sendiri sembari membelakangi nya.


" Nabila mengigau " batin Aditya, Aditya memeluk istrinya, menciumi leher belakang Nabila sembari mengelus - elus perut istrinya, ia tidak tau jika Nabila sebenarnya tidak tidur, melainkan sedang berbicara dengan baby twins mereka yang masih di dalam perut.


" Sepertinya Mas Aditya terbangun " batin Nabila, ia tidak berbalik badan,Nabila hanya diam merasakan hangatnya pelukan dari Aditya.


Baby twins mereka kembali menendang, kali ini Aditya merasakan pergerakan dari baby nya, Aditya berhenti sejenak, ia tidak lagi mengelus - elus perut istrinya, ia kembali ingin merasakan pergerakan dari baby nya.


Dan benar saja, baby Twins mereka kembali menendang, kali ini sangat terasa di tangan Aditya.


" Apa Mas merasakannya? " tanya Nabila begitu membalikkan tubuhnya menghadap Aditya.


" Kamu gak tidur sayang, aku pikir tadi sedang mengigau "


" Belum Mas, tadi aku bangun mau buang air kecil, terus begitu mau tidur lagi, anak kita menendang dan bergerak terus Mas, aku rasa mereka sedang bangun juga saat ini, dan ingin mengobrol Mas, apa Mas merasakannya? "


" Ya sayang, Mas merasakannya? " ucap Aditya tanpa melepas tangannya di perut Nabila, bahkan masih saja mengelus - elus perut istrinya.


" Anak kita menendang lagi Mas " ucap Nabila.


" Iya sayang " ucap Aditya dengan kedua mata mulai berkaca - kaca, Aditya begitu bahagia, ia jadi tidak sabar ingin segera bertemu dengan baby twins ini.


Aditya mengubah posisi nya, kini wajah Aditya tepat berada di depan perut Nabila, membenamkan wajahnya di perut Nabila, sembari mengelus - elus perut istrinya.


" ini Ayah, apa kalian mendengar ayah? " tanya Aditya, dan baby twins mereka kembali menendang, mengisyaratkan jika mereka mengatakan iya.


" Anak kita menjawab Mas, mereka menendang lagi " ucap Nabila sembari melirik ke bawah, melihat Aditya yang sedang menciumi perutnya.


" Apa kalian rindu ayah? apa kalian ingin di jenguk? " pikiran mesum Aditya timbul.


" Mas Adit jangan nakal " ucap Nabila sembari menepuk pelan tangan Aditya.


" Hehehe... Bunda kalian marah tu " ucap Aditya.


Aditya terus saja mengoceh sendiri, mengajak berbicara baby twins nya, Aditya begitu antusias, sudah hampir sejam Aditya mengajak baby twins nya berbicara, bahkan tidak tau jika Nabila saat ini sudah tertidur.


Merasakan tidak ada lagi tendangan yang terasa di perut Nabila, Aditya menghentikan obrolan nya, menurutnya kedua anaknya pasti sudah tertidur, ia mencium perut Nabila lalu tubuhnya ia naikkan ke atas, sejajar dengan Nabila.


" Sudah tidur, gagal deh jenguk anak kita sayang? " ucap Aditya terkekeh sembari mengelus - elus wajah Nabila.


CUP...Aditya mengecup sekilas bibir Nabila dan kening nya.


" Selamat tidur sayang, I Love You My wife " ucap Aditya lalu ia memeluk Nabila dan ikut memejamkan kedua matanya.


******


Jika Aditya harus gagal menjenguk anaknya karena Nabila sudah tertidur, beda halnya dengan Rona, yang awalnya juga sempat gagal, kali ini ia tidak mau merasa gagal lagi.

__ADS_1


Risa yang sebelumya tertidur lebih dahulu karena sangat kelelahan, tiba - tiba saja terbangun tengah malam dan mendapati Rona yang juga ikut tertidur di sampingnya, Risa baru ingat jika ia sudah menikah dengan Rona.


Risa memandangi wajah tampan Rona, dan mulai membelai wajah tampan Masgal yang kini sudah sah menjadi suaminya itu, Risa tersenyum sembari memandangi wajah Rona, ia kembali mengingat bagaimana pertemuan pertama nya dengan Rona, mereka sudah mengenal sejak lama, namun lebih dekat nya hanya dalam waktu dua bulan ini, dan dalam waktu dua bulan itu saja Rona sudah bisa membuat nya jatuh cinta.


Risa terus saja membelai wajah Rona, ia tidak tau jika sebenarnya Rona belum tidur, Rona tiba - tiba saja membuka kedua matanya, dan langsung mengungkung Risa, Risa di buat tekejut dan hanya pasrah karena posisi Rona sudah berada di atasnya.


" Masgal " kedua pipi Risa memerah karena malu, Rona pasti merasakan belaian tangan nya Risa di wajahnya.


Rona mengecup kening Risa, Risa terpejam mendapat kecupan hangat dari Rona, Rona mencium setiap inci di wajah Risa, lalu kembali menatap Risa.


" Apa boleh aku minta sekarang sayang? " tanya Rona dengan lembut.


Hati Risa sangat tersentuh mendengar Rona yang menyebutnya dengan panggilan sayang, tidak dengan sebutan budeg yang biasa Rona ucapkan, dan kali ini Rona benar - benar berbicara dengan lembut kepadanya.


Risa tidak tau harus bagaimana, ia masih malu, dan juga sedikit gugup, ia tidak mungkin juga menolak, karena memang sudah kewajibannya melayani sang suami.


Risa hanya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya, melihat itu Rona tersenyum kegirangan, lalu ia langsung menyambar bibir Risa.


Cup


Cup


" Balas ciuman ku sayang " ucap Rona, dan membuat kedua pipi Risa kembali memerah.


Rona kembali melu mat bibir Risa, dan kali ini Risa mencoba membalas ciuman Rona,


Sebenarnya ini juga hal pertama buat Rona, namun Rona adalah pria dewasa, dan tidak munafik baginya jika ia tidak pernah menonton film dewasa, jadi sudah cukup paham dan mengerti akan hal ini, tidak terlalu sulit buatnya, dan ia juga akan mengajari Risa secara perlahan.


" Ya seperti itu sayang " ucap Rona di sela - sela ciuman panas mereka, sembari memberi luang untuk Risa bernafas, Risa sudah mulai membalas ciuman dari Rona.


Ciuman mereka semakin lama semakin dalam dan panas, bahkan ciuman Rona lebih ganas dan menuntut, Rona menjelajahi semua rongga mulut Risa, mereka sama - sama saling mengecap, merasakan bibir mereka yang kini sudah sangat basah.


Setelah puas dengan bibir Risa, ciuman Rona turun mengarah ke leher Risa, menyecapnya, dan memberi tanda kepemilikannya di sana,sembari tangan Rona yang mulai membuka satu persatu kancing baju tidur Risa. Lalu Rona membantu Risa membuka bajunya, dan Risa bisa merasakan ada sesuatu yang tegang di bawah sana.


Rona sudah berhasil membuka semua kancing baju Risa, dan tampaklah buah dada Risa yang terlihat besar dan sangat penuh, yang masih tertutup oleh kain penyangga.


Rona menelusupkan tangannya di belakang Risa, dan dalam sekejap Rona sudah berhasil membuka kaitan penyangga buah dada itu, dan melemparkan nya ke sembarang arah.


Risa reflek menutup buah dada nya dengan kedua tangan, ia masih malu di depan Rona.


" Jangan di tutup sayang, jangan malu, aku suami mu, dan ini sudah menjadi miliku " ucap Rona mencoba melepaskan tangan Risa yang menutupi buah dada nya.


Bukan hanya Risa, Rona pun di buat terkesima dengan kemolekan tubuh Risa yang hanya tersisa celana da lam yan tersisa di tubuh Risa, buah dada yang besar dan terlihat menentang itu membuat nafsu Rona semakin meningkat.


Rona kembali mencium bibir Risa, lalu ciumannya turun ke leher, dan sampai di buah dada Risa, Rona memberi tanda kepemilikannya di sana, dan Rona meng*lum pu ting Risa yang berwarna pink dan terlihat sudah sangat mengencang.


Risa merasa tubuhnya tersengat listrik, Rona benar - benar membuat nya melayang, Rona melakukannya pelan dan sangat lemah lembut.


" Mmmm " suara lenguhan yang coba di tahan oleh Risa.


" Jangan di tahan sayang, men de sah lah " bisik Rona di telinga Risa.


Rona kembali menyusu, ia meng*ulum, menggigit, dan terus menyusu di buah dada Risa, sembari tangannya yang tidak diam, sebelah tangan Rona meraba - raba di bawah sana, yang terasa sudah mulai basah.


Puas menyusu, ciuman Rona kembali turun, menciumi perut langsing Risa, dan ciuman Rona terhenti begitu melihat bekas jahitan di perut Risa sebelah kiri, Risa menatap Rona, ia tau jika Rona pasti sedang memperhatikan bekas jahitan nya itu, Rona juga menatap Risa, lalu tersenyum kepada Risa, kemudian menciumi bekas jahitan itu, dan terus menciumi perut Risa, hingga ciumannya sudah berada di bawah sana.


Perlahan, Rona membuka kain segitiga yang menutup mahkota Risa, Risa kembali menutup mahkotanya dengan kedua tangannya, ia malu sekali.


" Sudah ku bilang, jangan di tutup sayang, ini sudah menjadi miliku " bisik Rona di telinga Risa, lalu mencium bibir Risa sembari melepas tangan Risa yang masih menutup mahkotanya.


Setelah itu Rona kembali ke bawah sana, Mahkota Risa tampak bersih, bahkan tidak ada rambut - rambut halus yang terlihat di bawah sana, membuat Rona nafsu Rona semakin tinggi.


Rona langsung saja membenamkan wajahnya di bawah sana, mengecap, dan menarik turunkan lidahnya di bagian yang kecil dan menonjol di bawah sana.


" Akkhh Mas " de sah Risa yang tidak lagi bisa ia tahan.


Mendengar de sah an Risa, Rona tidak bisa lagi menahan nya,ia langsung membuka celana boxer nya dan terlihat juniornya sudah sangat tegang, Risa menutup kedua matanya begitu melihat junior Rona.


" Jangan malu sayang, ini sudah menjadi milikmu , sentuh lah " ucap Rona membawa tangan Risa untuk menyentuh junior nya itu.


Risa perlahan membuka kedua matanya, dan mengikuti saja Rona, dan kini tangannya merasakan pedang panjang dan besar itu, kedua pipi Risa kembali merona, Rona tersenyum melihat tingkah Risa yang sangat menggemaskan baginya.


" Sekarang ya sayang? "


" Pelan - pelan Mas " ucap Risa, ia takut sekali karena saat memegang junior Rona tadi, ia pasti mengira rasanya pasti sangat sakit apalagi junior Rona terlihat besar dan keras.


" Ya sayang, aku akan melakukan pelan "


" Aww.. sakit Mas " pekik Risa, padahal junior Rona belum masuk ke dalam milik Risa.


Rona sedikit kesusahan memasukkan miliknya ke dalam milik Risa, namun setelah perjuangan yang cukup lama, akhirnya...

__ADS_1


Jleb.. junior itu masuk sempurna ke dalam, Rona me lu mat bibir Risa, agar Risa merasa lebih rileks, Risa merasakan rasa sakit di bawah sana, bahkan air matanya mengalir,mahkota yang selama ini ia jaga,akhirnya malam ini luruh pertahannya ,dan ia berikan untuk orang yang ia cintai, Rona menyeka air mata di pipi Risa dengan jemari tangannya, lalu berbisik di telinga Risa.


" Setelah ini tidak akan sakit sayang, dan kali ini kau akan merasakan kenikmatan " bisik Rona di telinga Risa.


Merasa Risa sudah tenang, Rona mulai menghentakkan juniornya, Risa kembali di buat melayang oleh Rona, kali ini Risa terus mendesah.


" Masgal.. akkhh " de sah Risa.


" Panggil aku sayang my wife " ucap Rona sembari terus menghentakkan juniornya.


Rona terus saja menghentakkan juniornya, ia semakin melebarkan dan merentangkan kedua kaki Risa, bahkan hentakan Rona semakin dalam dan cepat.


Risa mulai meraskaan ada sesuatu yang ingin keluar dari tubuhnya, Risa meremat sprei dengan Kedua tangannya.


Kedua nya saling me n desah, Rona begitu msnikmati lubang sempit milik Risa.


" Sayang.. rasanya aku.. " ucapan Risa terhenti ketika Rona langsung menyambar bibir nya, nafsu Rona semakin meningkat begitu mendengar Risa menyebutnya sayang.


" Kita keluarkan sama - sama sayang " ucap Rona dan semakin cepat menghentakkan junior nya di lubang sempit Risa.


" Akhh... "


" Akhh... "


Suara de sah an kuat terdengar dari mulut keduanya, Risa dan Rona mencapai kenikmatan mereka bersama, cairan hangat menyembur kedalam rahim Risa, Risa bisa merasakan cairan hangat yang ada didalam perutnya.


" Terima kasih my wife, aku mencintaimu " ucap Rona, mengecup kembali bibir istrinya, dan setelah itu ambruk di samping Risa.


" Kita bersih - bersih dulu yuk yang? " ucap Rona.


" Ntar aja ya Mas, rasanya masih sakit " ucap Risa.


" Jangan nanti - nanti, gak boleh kelamaan di biarkan, aku bantu kekamar mandi " ucap Rona lalu menggendong Risa masuk kedalam kamar mandi.


" Biar aku aja Mas "


" Biar Mas aja "ucap Rona membantu membersihkan milik istrinya, Risa hanya diam saja dan menurut.


Rona menelan ludah, ia kembali bernafsu melihat tubuh polos istrinya, namun ia coba tahan, karena ia tahu jika Risa pasti sangat lelah, dan setelah selesai membersihkan diri,Rona kembali menggendong Risa dan membawa nya ke tempat tidur.


Rona memakai boxer nya, lalu mengambil sesuatu yang ada di dalam tasnya.


" Masgal mau ngapain? " tanya Risa ketika Rona ingin membuka selimut yang menutupi tubuh polos istrinya.


" Aku mau obatin itu sayang, cepat buka " ucap Rona sembari melirik sesuatu di bawah sana.


" Malu ah Mas "


" Mas sudah liat semuanya dan sudah merasakan setiap inci tubuh kamu, gak perlu malu lagi " ucap Rona, lalu menarik kaki Risa dan merentangkan ya.


Risa hanya diam saja, kedua pipinya kembali memerah saat ini.


Rona dengan telaten mengoleskan salep di mahkota istrinya, yang terlihat membengkak.


" Sudah, lebih baik kamu istirahat sekarang " ucap Rona.


Setelah menaruh kembali salep tadi ke dalam tasnya, Rona kembali ke tempat tidur, dan membawa Risa kedalam pelukannya.


" Tadi salep buat apa Mas? "


" Itu untuk meredakan sedikit nyeri dan meredakan bengkak di mahkota kamu " ucap Rona.


" Emangnya bengkak ya tadi Mas? iihh gara - gara Masgal tu "


" Ia sedikit bengkak, tapi kamu menikmatinya kan? " goda Rona.


" Masgal ah " ucap Risa sembari menepuk pelan dada Rona.


" Hahahaha... ya sudah, cepat tidur, kalau gak mau Mas makan lagi? " ucap Rona.


Risa membulatkan kedua matanya mendengar ucapan Rona, dan langsung menutup kedua matanya, mencoba untuk tidur, ia takut jika harus di makan lagi oleh Rona, sedangkan di bawah sana saja masih terasa sakit.


Rona hanya terkekeh melihat tingkah Risa, dan mempererat pelukannya kepada Risa.


**Bersambung...


Belah duren di malam hari.. paling enak sama suami.. di belah bang... di belah.. silahkan di belah... 😂😂😂😂😂


2000 kata lebih ku persembahkan untuk kalian para readers setia kuh, selengkap dan sedetail nya... 😊


jangan lupa like, vote, dan beri hadiah yang banyak yakkk.. tetap stay tune.. 😘😘**

__ADS_1


__ADS_2