
Nabila benar - benar terkejut, setelah bertahun - tahun fajar menghilang dan tidak tau kabar, sekarang sudah berdiri di depan nya, dan bukan hanya Nabila yang terkejut, Fajar juga begitu, ia merasa masih belum siap untuk bertemu dengan Nabila, tapi ternyata Tuhan berkehendak lain.
Kedua mata Fajar kembali berkaca - kaca, baru ini juga Fajar bisa melihat wajah Nabila secara dekat, seseorang yang dulu sangat mencintai nya, memberikan segalanya buat Fajar, dan wanita itu hanya di anggap mainan, dan di sia - siakan nya begitu saja.
Fajar menundukkan kepalanya, sembari mencoba menghapus air mata yang ingin keluar dari kedua matanya.
" Nabila " ucap Fajar, dan membangunkan Nabila dari lamunannya.
" Fajar " Nabila memanggil nama Fajar tanpa Mas di depannya.
" Nabila, tolong jangan menghindar, aku.. aku ingin menjelaskan semuanya, aku.. maafkan atas semua kesalahan ku selama ini, maafkan aku karena sudah meninggalkan kamu dan anak kita "
Kedua mata Nabila juga mulai berkaca - kaca, tapi ia berusaha kuat, dan mencoba ikhlas menerima semuanya.
" Aku sudah memaafkan mu Fajar "
" Benarkah Nabila, Terima kasih Bil, Terima kasih " Fajar senang sekali, ekspektasi nya selama ini salah, ia mengira jika kelak ia bertemu Nabila, Nabila akan marah besar, atau mungkin mengusirnya, tapi ternyata tidak, dan ingin sekali rasanya Fajar memeluk Nabila sekarang, tapi ia sadar jika Nabila sekarang sudah menjadi istri orang.
Pandangan Fajar beralih kepada Zahira, Zahira langsung bersembunyi di belakang Nabila, ia tau jika itu ayah nya, namun ia justru takut, ia kembali teringat bagaiamana dulu Fajar pernah menyakiti Nabila di depannya.
" Dia... dia Zahira kan Bil? anak ku " ucap Fajar.
Nabila menghala nafas Fajar, semudah itu Fajar menyebut Zahira anaknya, Nabila kembali teringat bagaimana kelakuan Fajar dulu.
" Ya benar " jawab Nabila singkat.
Fajar membungkukkan badannya, ia mencoba menyapa Zahira, namun Zahira seperti takut dan terus bersembunyi di belakang Nabila.
" Sepertinya Zahira tidak ingin bertemu denganmu "
" Maafkan aku Bil, aku benar - benar menyesal, maafkan aku sudah meninggalkan kalian " Fajar kembali mensejajarkan tubuh nya dengan Nabila.
Nabila hanya diam saja, ia tidak menjawab apapun yang keluar dari mulut Fajar.
" Maaf Fajar, kami harus pergi "
" Tunggu Nabila " Fajar meraih lengan Nabila, Aditya melangkah maju begitu melihat Fajar yang berani memegang lengan istrinya, ya sebenarnya sejak tadi Aditya sudah lama keluar dari toilet, dan mencari Nabila dan juga Zahira, hingga akhirnya ia bisa melihat dari kejauhan pertemuan Nabila dan juga Fajar.
" Ayah Berhenti!!!! " ucap Zahira dan langsung melepas tangan Fajar yang memegang lengan Nabila.
" Jangan sakiti Bunda lagi " ucap Zahira dan langsung menarik Nabila pergi meninggalkan Fajar.
Aditya menghentikan langkahnya begitu melihat Zahira yang sudah terlebih dahulu melepas tangan Fajar dari Nabila, dan Aditya kembali masuk kedalam karena melihat Zahira dan Nabila yang ingin kembali ke dalam resto.
" Ayah " ucap Fajar.
" Zahira.. kamu masih ingat dengan Ayah nak " batin Fajar dengan kedua mata yang mulai berkaca - kaca.
Perasaan Fajar saat ini campur aduk, bahagia karena Zahira masih mengingatnya, bahkan menyebutnya Ayah, tapi sedih juga karena sepertinya Zahira takut kepadanya, dan tidak menyukainya.
__ADS_1
Nabila dan Zahira kembali duduk, dan tak lama Aditya datang bersama Hafidz, Aditya berpura - berpura seperti tidak melihat apa - apa.
" Lama ya nunggu ayah? " ucap Aditya.
Aditya melihat Nabila yang sedang melamun, sedangkan Zahira juga sama,mereka berdua tidak menyadari jika Aditya dan Hafidz sudah ada di depan mereka.
" Hei.. sayang.. Zahira " ucap Aditya membelai lembut pipi Zahira dan Nabila.
" Eh.. Mas " ucap Nabila begitu tersadar dari lamunan nya.
" Kalian kenapa? janjian melamun nya "
" Yah, kita pulang aja ya " ucap Zahira kepada Aditya, bahkan Nabila belum sempat berbicara apa - apa.
" Kenapa pulang sayang? "
" Zahira mau makan di rumah aja " ucap Zahira.
" Aku juga mau makan di rumah aja Mas, kita bungkus aja makanan nya " ucap Nabila.
" Hmm.. oke.. oke.. kalau begitu tunggu di sini sebentar, Mas mau datangin pramusaji nya dulu "
Aditya beranjak dari duduknya, dan sekitar lima belas menit
Aditya sudah datang dengan membawa beberapa kantong plastik yang berisi makanan.
Aditya mengelus - elus lembut pucuk kepala Nabila dengan sebelah tangan nya, dan sebelah nya lagi fokus memegang stir kemudi. Nabila tersenyum kepada Aditya, begitu pula dengan Aditya.
Aditya sudah tau apa yang mengganggu pikiran istrinya saat ini, namun Aditya tidak mau memaksa untuk bertanya, ia akan mendengar sendiri penjelasan dari Nabila nanti.
Setelah habis memakan semua makanan yang mereka beli di resto tadi, Zahira dan Hafidz memilih untuk kembali kekamar dan bermain bersama, Zahira sudah tidak memikirkan Fajar lagi, dan kini asyik bermain.
Sedangkan Nabila masih saja diam, dan kini memilih untuk menonton acara televisi bersama Aditya.
" Sini sayang " ucap Aditya membawa Nabila kedalam pelukannya, Nabila membenamkan wajahnya di dada Aditya, menghirup panjang aroma tubuh suaminya, Nabila merasa tenang sekali.
Tangan kanan Aditya mengelus lembut punggung Nabila, sedangkan yang sebelah kiri mengelus - elus perut Nabila yang sudah sangat besar, dengan sesekali menciumi pucuk kepala Nabila.
" Mas " ucap Nabila yang memulai pembicaraan, ia harus menceritakan pertemuan nya tadi dengan Fajar.
" ya sayang? "
" Tadi..sewaktu Mas pergi ke toilet, aku gak sengaja liat seorang lelaki yang menjatuhkan dompetnya, terus aku dan Zahira kerja dia Mas "
" Hmm.. terus? "
" Ternyata lelaki itu.. " Nabila menghentikan pembicaraan nya.
" Lelaki itu.. ayah kandung Zahira dan Hafidz kan maksud kamu " ucap Aditya.
__ADS_1
Nabila melepas pelukannya, dan menatap Aditya dalam, ia tidak menyangka jika Aditya tau tentang ini.
" Mas sudah tau? "
" Mas tadi liat kamu ketemu sama lelaki itu, dan itu ayah kandung nya Zahira dan Hafidz kan? "
" Benar Mas, tapi kenapa Mas bisa tau, bukannya Mas belum pernah melihat ayah kandung nya Zahira dan Hafidz.
" Mas pernah liat fotonya "
" Fotonya, dimana Mas? " Nabila di buat penasaran oleh Aditya.
" Mas sudah tau semua tentang kamu sayang, bahkan saat Mas baru mulai mengenal kamu, termasuk mantan suami kamu itu, Mas juga sudah tau wajahnya seperti apa, dan perlakuan dia kepada mu seperti apa, hingga alasan kamu bercerai dari dia
" Mas tau semuanya, bagaimana bisa Mas? "
" Tidak sulit untuk Mas mengetahui semuanya sayang, awal mula Mas mulai mengenal dan menyukai mu, Mas sudah memerintah kan Haris untuk mencari informasi mengenai dirimu dan kehidupan mu, Mas hanya ingin tau sosok orang yang Mas cintai seperti apa, agar Mas tidak salah dalam melangkah "
Nabila hanya manggut - manggut, ia tidak menyangka jika suaminya ternyata sangat memperhatikannya.
" Mas gak marah kan? "
" Marah, buat apa? eitt... Mas sempat mau marah karena tadi Mas melihat kalau mantan suami mu itu memegang lengan mu, tapi ternyata Zahira mewakili isi hati Mas " ucap Aditya mengingat jika Zahira tadi melepas tangan Fajar dari lengan Nabila.
" Zahira tadi marah Mas, dan bilang kepada Fajar kalau jangan menyakiti ku lagi, sepertinya ingatan buruk itu terus saja membekas di pikiran Zahira, maaf ya Mas baru cerita sekarang "
" Gak perlu minta maaf sayang, Mas mengerti, justru Mas khawatir dengan keadaan kamu sekarang "
" Aku baik - baik aja Mas, aku cuma masih shock aja, gak nyangka harus bertemu lagi dengan ayah kandung nya Zahira dan Hafidz, aku sudah melupakan semua kelakuan buruk ayah nya Zahira dan juga Hafidz Mas, aku sudah ikhlas, aku sudah bahagia sekarang, ada Mas Aditya yang selalu ada buat aku, dan mencintaiku "
Aditya tersenyum mendengar penjelasan Nabila, dan kembali membawa Nabila kedalam pelukannya, dan menciumi pucuk kepala Nabila.
" Mas bangga sama kamu sayang, kamu memang punya hati yang mulia, setelah semua yang di lakukan mantan suami mu itu kepada mu, kamu dengan mudah mengikhlaskan semuanya, dan itu juga yang kamu ajarkan kepada Mas, sehingga Mas bisa dengan mudah melupakan mantan istri Mas, dan ikhlas menerima semua nya, dan tidak lagi membenci kepada mantan istri Mas itu " batin Aditya.
" Oh ya Mas, kalau suatu saat Fajar ingin bertemu dengan Zahira dan Hafidz, apa Mas mengijinkan? "
" Tentu sayang, Mas tidak akan egois, sejahat apa pun atau seburuk apapun kelakuan mantan suami kamu itu, tapi tetap saja dia adalah ayah kandung dari Zahira dan Hafidz, kita tidak boleh memisahkan mereka, tapi Mas juga tetap siaga, kalau sampai mantan suami kamu itu kembali menyakiti mereka, atau menyakit mu, Mas akan berpikir seribu kali jika harus mempertemukan mereka kembali "
" Terima kasih Mas Adit, aku sangat mencintaimu "
" Mas juga, sangat - sangat mencintaimu "
Nabila tersenyum mendengar balasan cinta dari suaminya dan semakin mempererat pelukan nya kepada Aditya.
**Bersambung...
Jangan lupa vote, like dan hadiah nya buat aku yakk 😁
jangan lupa juga kritik dan sarannya 😘**
__ADS_1