
Begitu sampai di Rumah, Aditya melihat mobil yang biasa mengantar istrinya terparkir rapi di dalam garasi, menandakan jika Nabila sudah ada di Rumah.
Aditya bergegas menuju kamarnya, Nabila tidak ada di sana, tapi mendengar suara gemercik air di dalam kamar mandi, membuat Aditya bernafas lega, karena Nabila ada dan saat ini pasti berada di kamar mandi.
Aditya berniat membuka pintu kamar mandi, tapi ternyata Nabila juga membuka pintunya. Dan refleks membuat Nabila terkejut.
" Mas Adit, kenapa berdiri di depan pintu begitu, jantung ku hampir copot Mas "
Aditya hanya tersenyum kepada istrinya, ia mencoba memperhatikan wajah Nabila dimana kedua matanya terlihat sembab.
Setelah berkata seperti itu kepada Suaminya, Nabila berjalan ke arah walk in closed, ingin mencari pakaian, karena saat ini Nabila hanya keluar dengan memakai handuk dan rambutnya pun masih basah, habis menangis, Nabila merasa gerah dan karena hari sudah sore, Nabila pun berniat untuk mandi.
" Sayang "
" Hmmm... kenapa Mas? " Nabila berusaha tegar kali ini, ia tidak mau seperti kemarin - kemarin, ia yakin jika sekretaris Aditya tadi benar - benar tidak tau tentangnya, ya walaupun masih ada sakit di hatinya karena suaminya tidak bercerita mengenai sekretaris barunya itu.
Aditya merasa ada yang berbeda dari Nabila, ia kira istrinya ini akan kembali mencueki nya, tapi kali ini tidak, ya walapun Aditya bisa melihat jika Nabila seperti habis menangis.
" Tadi kamu datang ke kantor? "
Nabila menarik nafas panjang, lalu berjalan ke arah suaminya yang kini posisinya sudah duduk di atas ranjang.
" Iya Mas, dan tadi aku di larang masuk sama sekretaris Mas " ucap Nabila sembari membuka satu persatu kancing baju Aditya, seperti biasa yang dilakukan Nabila jika Aditya sudah pulang kerja, pasti membantu Aditya melepaskan pakaian nya.
Aditya menelan ludah melihat istrinya, belahan dada Nabila sangat terlihat, karena Nabila masih memakai handuknya, terlebih lagi rambut Nabila yang masih basah, membuat Aditya jadi bernafsu dan ingin memakan istrinya.
" Maaf ya sayang, sekretaris Mas tidak tau jika kalau kamu istri nya Mas "
" Gak pa - pa Mas, aku ngerti kok "
Aditya mengernyitkan dahinya, dan terus menatap wajah istrinya.
" Istriku tidak marah " batin Aditya sembari terus memperhatikan wajah Nabila.
Padahal Nabila berusaha menahan bendungan air matanya.
__ADS_1
" Sudah Mas, cepat sana Mandi " Nabila tidak menatap Aditya, dan langsung beranjak kembali menuju walk in closed, tapi Aditya bisa melihat kedua mata istrinya yang sudah berkaca - kaca.
Aditya mengekor di belakang Nabila, dan langsung memeluk istrinya dari belakang, dan menyandarkan dagunya di pundak Nabila.
" Hiks.. Hiks.. Hiks... " air mata Nabila tumpah, ia tidak bisa menahan nya lagi.
Aditya membalik tubuh Nabila, menangkup wajah istrinya, dan menyeka air mata yang membasahi pipi Nabila, Aditya sudah paham sekali, pasti Nabila akan seperti ini, tidak mungkin Nabila bisa baik - baik saja, dan Aditya juga menyesal karena lupa memberi tahu Nabila mengenai sekretaris barunya.
" Maafkan Mas ya sayang, Maafkan Mas " ucap Aditya membenamkan kepala Nabila di dadanya.
" Maaf atas kelakukan sekretaris Mas, dia tau kalau kamu istrinya Mas, dan maaf juga karena Mas lupa bercerita mengenai sekretaris baru Mas itu "
" Iya Mas gak pa - pa, tapi Mas, kenapa sekretaris Mas itu muda sekali, terus cantik lagi, aku kan dah bilang jangan cari sekretaris yang muda, terus kalau bisa jangan cewek.. hiks.. hiks.. hiks.. "
Nabila kembali menangis, jiwa kecemburuan nya timbul, semenjak hamil Nabila sangat pencemburu, dan mudah menangis.
" Sudah jangan menangis, maafkan Mas ya, wanita itu sepupu nya Lula, Mas sengaja menyuruh Lula sendiri yang mencari pengganti untuknya, karena menurut Mas kalau Lula sendiri yang mencari, pasti itu yang terbaik, dan ternyata pekerjaan nya juga bagus, sama seperti Lula, tapi Mas gak jadi masalah, jika harus memecat dia sayang, lagian dia juga sudah salah, karena mengusir istri Mas yang cantik ini " jelas Aditya sembari menggoda Nabila.
" Gak perlu Mas, gak usah di pecat, kalau memang kerjanya bagus ya gak masalah " ucap Nabila, ia juga tidak mau egois, apalagi tau jika wanita itu sepupu Lula, Lula juga tidak mungkin mencari sembarang orang untuk di jadikan sekretaris suaminya.
" Iya yakin Mas, aku juga gak mau egois, kasian anak orang pasti juga pengen cari makan, ya walaupun sebenarnya aku sempat kesel sama dia Mas "
" Baiklah sayang, Mas akan menegurnya nanti, dan kamu jangan berpikir yang aneh - aneh ya, Mas hanya mencintaimu "
" Iya Mas, aku juga mencintaimu " ucap Nabila.
" Sudah mandi sana Mas "
" Temenin Mas mandi " Aditya mulai manja, ia juga senang karena Nabila sudah tidak sedih lagi.
" Aku udah mandi Mas, dingin juga "
" Kan bisa pake air hangat "
" gak ah, ntar di dalam kita bukannya mandi Mas.. tapi.. "
__ADS_1
" Tapi apa.. Hmm? " Aditya kembali menciumi ceruk leher Nabila.
" Itu.... hmm.. itu maksudnya ntar Mas pasti minta jatah kan? "
" Itu kamu tau, ayok sayang temanin Mas Mandi ya, lagian anak kita harus sering di jengukin sayang, kan bentar lagi kamu mau lahiran, biar jalannya juga lancar "
Nabila mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Aditya, suaminya ini dapat ilmu dari mana bisa mengetahui akan hal itu.
" Mas tau dari mana tentang itu? "
" Diam - Diam Mas sering baca artikel tentang ibu hamil sayang, bahkan sebelum kamu hamil pun Mas sudah sering baca - baca mengenai itu, dan setelah tau kamu hamil, Mas jadi sering deh baca - baca tenteng ibu hamil, tentang apa yang boleh dan tidak boleh ibu hamil makan,tentang kondisi dan sikap bumil yang sering berubah - berubah, dan termasuk hal itu "
"Masak sih Mas, atau akal - akalan Mas aja " ucap Nabila, padahal Nabila senang karena ternyata segitu perhatiannya suami nya ini kepadanya.
" Benar sayang, Mas lakuin itu karena Mas pengen yang terbaik buat kamu, Mas pengen jadi suami yang siaga "
" Makasih ya Mas " ucap Nabila dan langsung menyambar bibir Aditya.
Aditya dengan senang hati menerima nya, bahkan membalas ciuman istrinya lebih dalam, bahkan hanya dengan sekali tarikan, handuk yang di pakai Nabila tadi sudah terbang ke sembarang arah.
" Mas Adit, handuk nya " ucap Nabila setelah melepas ciumannya.
" Kamu tambah sek si kalau begini sayang " ucap Aditya kemudian kembali me lu mat bibir Nabila.
Aditya meremas kedua buah dada Nabila, dan memilin pu ting yang berwarna pink itu, dan terasa semakin membesar.
Aditya mendorong Nabila sehingga Nabila bersandar di lemari, Aditya mengangkat kedua tangan Nabila ke atas dan menahan nya, lalu menji lat, dan mulai meng ulum pu ting Nabila, Nabila di buat mabuk kepayang oleh sentuhan suaminya, dan terus mende sah, nafsu Aditya semakin bergelora mendengar desa han yang keluar dari mulut istrinya itu.
Karena sudah tidak tahan, Aditya menggendong Nabila dan membawanya ke dalam kamar mandi, dan di sana terjadi lah aktivitas panas mereka.
**Bersambung...
Sisanya bayangin sendiri ya gaes... 😆
Nabila gak jadi marah gaes, dan udah di ganti dengan adegan panas... 😂😂😂
__ADS_1
jangan lupa kritik dan sarannya ya... 😘**