Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 65


__ADS_3

Hanya butuh waktu sekitar lima belas menit, Mobil mewah yang di tumpangi Mama Maya dan juga Nabila sudah tiba di parkiran depan Butik langganan keluarga Aditya.


Butik nya tidak terlalu besar, namun untuk kualitas pakaian tidak bisa di ragukan lagi, Mama nya Rona yang bernama Zulfa sudah menunggu kedatangan mereka.


Tante Zulfa adalah pemilik Butik tersebut, sebenarnya Tante Zulfa adalah sahabat dari Mama Maya dan sudah sejak lama menekuni bidang menjahit dan desain, dulu Tante Zulfa hanya membuka toko jahit di depan rumahnya, sedangkan suaminya adalah seorang dokter yang bekerja di rumah sakit kecil dengan gajih yang tidak terlalu besar, dan waktu itu Rona masih duduk di kelas SMA yang juga kebetulan sebangku dengan Aditya, mereka memang berteman semenjak masih kecil.


Karena ketulusan dan kebaikan Mama Maya dan juga Aditya kepada keluarga Rona, akhirnya kini keluarga Rona sudah hidup berkecukupan, dan bahkan Mama Maya dan Aditya tidak segan-segan mengeluarkan dana yang besar untuk membantu kuliah Rona sehingga Rona menjadi seorang dokter.


Dan juga Butik ini pun sengaja Mama Maya dirikan untuk di berikan kepada Mama nya Rona dan dikelola sangat baik oleh Tante Zulfa sehingga menjadi sukses hingga sekarang.


" Assalamu'alaikum Zulfa"


" Waalaikumsalam Maya"


" Lama gak jumpa sama kamu May, terus terang aku senang dengar kabar dari kamu kalau Aditya sudah menikah dan mau ngadakan resepsi"


" Iya Zulfa, oh ya ini lo menantu kesayangan saya namanya Nabila"


" Wahh.. kamu cantik sekali sayang " ucap Mama Zulfa sembari memeluk Nabila.


" Tante ni, Nabila jadi malu, Tante juga cantik "


" Oh ya Ma, berarti Tante Zulfa ini Mama nya kak Rona ya? "


" Iya benar, kamu kenal sama Rona? " tanya Tante Zulfa.


" Kenal Tante, beberapa kali pernah ketemu"


" Wah, ternyata Rona lebih dulu kenal sama Nabila dari pada aku May"


" Oh ya keasikan ngobrol jadi lupa, ayo kita masuk ke dalam, kita lihat -lihat rancangan busana untuk resepsinya.


Mama Maya dan Nabila mengiringi langkah Tante Zulfa masuk kedalam dan naik ke lantai dua, di sana Tante Zulfa menunjukkan beberapa busana pengantin yang akan di pakai Nabila dan juga Aditya.


" Ngomong- ngomong Aditya mana May"


" Gak tau Ni Zulfa, anak itu memang selalu begitu, kerja suka lupa waktu, Jangan-jangan lupa lagi Aditya tu"


" Ntar Nabila coba hubungi Mas Adit ya Ma" ucap Nabila kemudian merogoh ponselnya.


Dritt.. Dritt... Dritt..


" Assalamu'alaikum Mas, Mas dimana? "


" Wa'alaikumussalam, ini Mas lagi di jalan mau ke butik nya Tante Zulfa, kamu sudah di sana ya? "


" Iya sudah Mas, ya sudah hati-hati di jalan Mas?"


" Assalamu'alaikum "


" Waalaikumsalam sayang"


" Ma, Mas Adit sudah di jalan katanya"


" Ya sudah kalau gitu kamu langsung coba dulu yang ini Nabila sambil nunggu Aditya datang" ucap Tante Zulfa menunjukkan sebuah baju pengantin berwarna biru.



Nabila pun di bawa oleh Tante Zulfa ke dalam kamar ganti untuk membantu Nabila mencoba baju pengantin yang akan ia pakai nanti acara resepsi pernikahan nya.


" Nabila, gimana malam pertama kamu sama Aditya nak,pasti Aditya semalaman makan kamu kan..hahaha... hahaha... " ucap Tante Zulfa tertawa.


Tante Zulfa memang orangnya suka ceplas ceplos dan gak di takar lagi kalau ngomong, suka blak-blakan juga, sehingga tidak heran kalau Rona mempunyai sifat yang sama seperti Mama nya itu.


" iihh... Tante.. Nabila jadi malu dengarnya "


" Haha... hahaa... Tante cuma bercanda ya nak, gak usah di masukin di hati"


" Iya Tante.. haa.. haha.. " ucap Nabila juga ikut tertawa.

__ADS_1


Di parkiran Butik, Aditya tidak sengaja berpaspasan dengan Rona yang kebetulan ingin mampir menemui Mama nya.


" Adit...!! " teriak Rona.


" Gak usah teriak kenapa Ron"


"Ngapain kamu disini? " tanya Aditya.


" Ini kan Butik Mama ku Dit, seharusnya aku yang nanya kamu ngapain di sini, kapan kamu pulang dari Jepang, aku udah coba hubungi kamu beberapa kali gak bisa, sok sibuk betul Dit.. Dit.. "


" Aku mau fitting baju nikah"


"APA!! "


" Aku gak salah dengar Dit, kamu nikah sama siapa, jangan bilang habis pulang dari Jepang kamu dapat calon istri di sana, terus Nabila gimana, kamu kemanain dia" ucap Rona yang sebenarnya memang tidak mengetahui pernikahan Aditya dan Nabila, semenjak pergi dari Rumah Rona pagi itu, aditya hanya memberinya kabar jika ia pergi ke Jepang, sedangkan setelahnya Aditya tidak menghubungi Rona, bahkan Rona pun mencoba menghubungi Aditya susah untuk di hubungi.


" Dasar cerewet " ucap Aditya meninggalkan Rona masuk kedalam Butik.


" Aditya.. tunggu.. ehh kok malah masuk duluan " ucap Rona menyusul Aditya masuk kedalam.


" Oke sudah siap Nabila, kamu terlihat cantik sekali nak, ayo kita keluar" ucap Tante Zulfa sembari membawa Nabila keluar dari kamar ganti.


Begitu keluar dari kamar ganti, Aditya yang baru saja sampai di buat terpana melihat betapa cantiknya Nabila memakai baju pengantin itu, dan tidak hanya Aditya, Mama Maya dan juga Rona di buat terpana oleh Nabila.


" Mas Aditya" ucap Nabila.


" Gimana Dit, May, cocok kan, Nabila terlihat cantik sekali"


" Cantik Ma " ucap Rona menjawab ucapan Mama nya, Aditya langsung menoleh ke arah Rona dan memberinya tatapan tajam.


" Suami Nabila bukan kamu, tapi aku, kenapa malah kamu yang kasih komentar" ucap Aditya ketus.


" haha... haha.. santai Dit, posessif banget jadi orang" ucap Rona sembari menunjukkan jarinya yang berbentuk V kepada Aditya.


Mama Maya, Tante Zulfa dan Nabila hanya terkekeh melihat tingkah dua sahabat itu.


" Sudah.. sudah.. jangan berantem" ucap Tante Zulfa.


" Sudah nikah malahan Ron" celetuk Tante Zulfa.


" Sudah nikah!! jadi Mama sudah lebih tau dari pada Rona, kenapa tidak memberitahu ku Ma"


" Mama lupa Ron, lagian kamu kan juga sibuk terus"


" Sudah lah Ron, sekarang kan kamu juga udah tau" ucap Aditya sembari berjalan ke arah Nabila.


"CUP" Aditya tiba-tiba mencium pipi Nabila dan sontak membuat wajah Nabila memerah menahan malu di hadapan mertuanya, Tante Zalfa dan juga Rona.


Mama Maya dan juga Tante Zulfa hanya terkekeh melihat kelakuan Aditya, dan sebenarnya mereka senang akhirnya Aditya sudah menemukan kembali kebahagiaannya.


" Gak usah pamer kemesraan di sini Dit, jiwa jomblo ku jadi meronta - ronta ni" ucap Rona.


" Makanya Ron, buruan nyusul Aditya " ucap Mama Maya.


" Doain aja ya Tan" ucap Rona.


" Gimana May, Aditya,kalian suka kan dengan baju yang di pakai Nabila ini"


" Suka banget Zulfa, Aditya juga pasti Suka kan" ucap Mama Maya melirik ke arah Aditya.


" Ia tante, Aditya pilih yang ini"


" Oke kalau begitu sekarang giliran kamu Dit, cobain pakaian yang sudah Tante siapkan" ucap Tante Zulfa mengiring Aditya dan Nabila kembali ke kamar ganti, sedangkan Rona dan juga Mama Maya menunggu di luar.


" Kalian tunggu di sini ya, Tante mau ambil Jas nya dulu" ucap Tante kemudian meninggalkan Aditya dan Nabila di ruangan itu.


" Mas, tolong bukain dong resleting nya Mas" ucap Nabila terlihat kesusahan menggapai resleting baju di belakangnya.


Aditya bergegas membantu Nabila, namun begitu reseleting bajunya sudah selesai di buka, Aditya membalikkan tubuh Nabila dan langsung menyambar bibir Nabila, menciumnya dengan lembut dan cukup lama.

__ADS_1


Nabila menepuk - nepuk dada Aditya, dan Aditya pun melepas ciumannya.


" Mas, aku hampir kehabisan nafas, nanti lagi ya Mas, nanti kalau Tante Zulfa masuk terus liat gimana Mas, malu Mas"


" Biarin " ucap Aditya kembali mengecup bibir Nabila namun sebentar saja kemudian menakup wajah Nabila dengan kedua tangannya.


" Sayang, kenapa dengan wajah mu, kenapa pipi sebelah mu terlihat merah" ucap Aditya mulai curiga.


"oh..ini.. ini cuma sedikit alergi aja Mas"


" Sudah di obatin? "


" Sudah Mas"


" Kalau begitu aku tunggu di luar ya Mas" ucap Nabila kemudian meninggalkan Aditya.


Aditya kembali memperhatikan Nabila, ia merasa jika pipi Nabila itu memerah bukan karena Alergi.


"aku tau kau sedang membohongi ku sayang, aku akan tanyakan kepada Alex nanti" Batin Aditya.


" Ulala... ini sudah siap Dit, maaf lama ya, ayo cepat di coba" ucap Tante Zulfa baru datang dan langsung memberikan sebuah jas berwarna biru senada dengan busana yang di pakai Nabila.


Aditya pun memakai jas itu di bantu oleh Tante Zulfa, sedangkan Nabila sudah berada di luar bersama Mama Maya dan Rona.


" Duh.. cakep banget dit, cocok sama busana yang di pakai Nabila tadi" ucap Tante Zulfa terpukau akan ketampanan Aditya.


Aditya dan Tante Zulfa keluar dari kamar ganti, Nabila pun juga ikut dibuat terpana dengan ketampanan suaminya itu.



" Cocok kan jasnya, gimana May, Nabila? "


" Ya ampun Dit, kamu tampan banget nak"


" Iya Mas, Mas terlihat tampan"


" Keren Sobat" ucap Rona sembari mengancungkan jempolnya ke arah Aditya.


" Kalau begitu, kami pilih ini dan juga yang di pakai Nabila tadi ya Zulfa, rencana nya seminggu lagi resepsinya di adakan"


" Baik kalau begitu aku akan siapkan semuanya May"


Setelah semua nya deal, Mama Maya, Nabila dan juga pamit pulang kepada Tante Zulfa dan juga Rona yang masih tinggal di Butik itu.


Mama Maya pulang di antar oleh Alex, sedangkan Aditya pulang bersama Nabila dan juga Haris langsung menuju Rumah.


Mulai dari dalam butik, keluar dari butik sampai di perjalanan pulang pun Aditya tidak melepaskan genggaman tangannya kepada Nabila, Nabila menyandarkan kepalanya di dada suaminya, dan Aditya juga mengelus -ngelus lembut pucuk kepala Nabila sembari memberi ciuman lembut pucuk kepala Nabila.


" Mas sudah makan belum tadi siang? "


" Belum"


" Kenapa belum Mas, kalau gitu kita singgah aja dulu makan Mas"


" Gak usah aja sayang,di Rumah aja makannya"


" Ya sudah, kalau gitu Mas harus sabar nunggu ya, aku masak dulu buat Mas, tapi tadi aku suruh Bi Inah masak Mas buat makan siang anak-anak, pasti masih ada masakannya, ntar Mas makan masakan Bi Inah aja ya"


" Gak usah sayang, Mas gak mau masak- masakan Bi Inah, terus kamu juga gak usah masak"


" Mas ni aneh, terus Mas mau makan apa, kan belum makan siang Mas"


" Mas cuma mau makan kamu aja kalau udah sampai di rumah" ucap Aditya sembari mencium pipi Nabila.


" Ihh Mas mulai mesum... malu tau Mas, di dengar sama Haris tu" ucap Nabila sembari memukul-mukul ringan dada Aditya.


Aditya hanya tertawa melihat tingkah Nabila, begitu pula dengan Haris yang mencoba menahan tawanya melihat kelakuan Aditya yang senang membuat Nabila malu.


***Bersambung...

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya teman- teman..😍😍***


__ADS_2