
Selesai menidurkan Zahira dan Hafidz, Nabila kembali ke kamarnya, seperti biasa ia akan melakukan ritual malam sebelum tidur yaitu membersihkan wajahnya dan juga memberi sedikit pelembab di wajah cantiknya itu.
Sedangkan Aditya berada di ruang kerjanya, ia sedang menelepon seseorang, dan orang itu adalah Alex, Aditya ingin menanyakan sesuatu mengenai pipi Nabila yang sebelah kanan terlihat memerah saat bertemu di Butik tadi siang.
" Alex, apakah ada sesuatu yang terjadi kepada Nabila tadi pagi sebelum bertemu denganku di butik? "
Alex diam sejenak, ia bingung harus mengatakan apa, ia ingin jujur kepada Aditya, tetapi ia juga sudah berjanji kepada Nabila agar tidak memberitahukannya kepada Aditya.
" Alex, kenapa diam, aku bertanya kepadamu" ucap Aditya menyadarkan lamunan Alex.
" Begini kak,maaf sebelumnya karena aku sudah teledor menjaga Mba Nabila, soalnya waktu Mba Nabila mau ke toilet, aku sudah menawarkan diri untuk menemaninya, tapi dia tidak mau. Dan ternyata ada seorang wanita yang sudah menyerang Mba Nabila di toilet itu dan sempat menampar wajah Mba Nabila karena Mba Nabila tidak bisa menghindari Kak"
Dibukan jam kerja, biasanya Alex akan memanggil Aditya dengan sebutan kakak, karena sejak dulu ia memang menganggap Aditya sebagai kakaknya, namun jika pada waktu kerja, ia akan memanggil Aditya dengan sebutan Tuan karena ia sangat menghormati Aditya dan juga keluarganya.
Mendengar penjelasan dari Alex, Aditya mengepalkan tangannya, wajahnya memerah karena ia kesal mendengar ada seseorang yang sudah berani menyakiti istrinya.
" Kenapa kau tidak mengatakan nya sejak tadi siang Lex"
" Dan aku sudah katakan Lex, jaga istriku, kenapa kau bisa lengah!"
" Katakan siapa wanita yang sudah berani menyakiti istriku? "
" Maaf kak, Mba Nabila memintaku untuk tidak mengatakan kepada kakak karena ia tidak ingin kakak khawatir"
" Dan kalau tidak salah Mba Nabila mengatakan wanita itu bernama Nana Kak, sepertinya wanita itu memang ingin mencelakai Mba Nabila kak, cuman waktu aku masuk ke dalam toilet, aku kagum kak melihat wanita itu ternyata sudah tidak berdaya di tangan Mba Nabila, aku tidak menyangka jika Mba Nabila hebat juga membela diri kak"
" Nana, wanita pengganggu itu " batin Aditya.
" Tapi tetap saja Lex, aku tidak ingin semua ini terjadi, dan aku tidak ingin lagi hal ini terulang, kau mengerti Lex"
" Iya Kak aku mengerti "
" Baiklah " ucap Aditya mengakhiri sambungan teleponnya.
" Maafkan aku ya Mba Nabila, aku rasa Kak Aditya harus tau semua ini" batin Alex.
" Berani sekali kau menyakiti istriku Nana, kau harus di beri pelajaran! " ucap Aditya begitu kesal.
" Mas Aditya mana ya, lama sekali di ruang kerjanya" ucap Nabila duduk di tepi ranjang.
Nabila beranjak dari duduknya, ia menuju pintu untuk keluar menemui suaminya, namun ketika membuka pintu Nabila di kejutkan dengan Aditya yang baru saja datang dan berdiri di depan pintu.
" Astagfirullah Mas, bikin kaget aja" ucap Nabila sembari menepuk-nepuk dadanya karena terkejut melihat Aditya.
" Maaf ya sayang, Mas baru mau ke kamar, emangnya kamu mau kemana? "
" Ya mau datangin Mas ke ruang kerja, soalnya Mas lama kirain udah ketiduran di sana"
" Kamu kangen ya sama Mas" ucap Aditya merayu Nabila sembari memeluk istrinya itu dari belakang.
" PD banget sih Mas" ucap Nabila tersipu malu.
" Ya sudah ayo kita tidur" ucap Aditya mengiring istrinya untuk naik ke atas ranjang.
Aditya dan Nabila berbaring di atas ranjang, mereka saling berhadapan, Aditya menatap Nabila begitu dalam, Aditya merasa kecewa karena tidak bisa melindungi istrinya dari kejahatan Nana.
__ADS_1
" Apa alergi mu sudah sembuh? " tanya Aditya sembari mengelus pipi Nabila yang di tampar oleh Nana.
" Sudah Mas"
" Aku sunggu terharu mendengar Alex yang bilang kalau kamu sengaja tidak ingin memberitahu ku masalah ini hanya karena kamu tidak ingin aku khawatir, pasti sakit kan sayang, maafkan aku tidak ada saat itu, aku berjanji akan selalu melindungi mu" batin Aditya.
" Mas, kenapa ngeliatin aku kayak gitu? "
" Gak pa-pa sayang, kamu cantik " ucap Aditya kemudian mencium lembut bibir Nabila dan dibalas lembut juga oleh Nabila.
Tok.. Tok.. Tok...
Ciuman mereka berdua yang sudah mulai memanas harus terhenti ketika mendengar suara pintu di ketuk.
" Siapa? " tanya Aditya.
"Maaf Tuan menggangu, ada Tuan Rona di depan sedang mencari Tuan" ucap Bi Inah.
" Rona, ngapain dia disini, menggangu saja " batin Aditya kembali ingin mencium bibir istrinya itu.
" Mas, itu kak Rona kan, temui aja dulu Mas mungkin ada yang penting" ucap Nabila.
" Cup.. Cup.. Cup.. " ucap Aditya mengecup bibir Nabila berulang kali.
" Biarin aja sayang, paling juga dia lagi galau " ucap Aditya yang sudah tau akan sifat sahabatnya itu, sudah kebiasaan Rona jika tengah malam menemui Aditya pasti karena Rona sedang ada masalah, terutama masalah percintaan.
" Mas, ayo temui dia dulu " ucap Nabila mendorong tubuh Aditya.
" Baiklah sayang, aku turun dulu ya, tunggu aku jangan tidur duluan " ucap Aditya sembari memberi lagi kecupan di bibir Nabila.
" Ngapain malam-malam kesini, ganggu orang tidur" ucap Aditya ketus melihat Rona yang duduk di sofa.
" Dit, aku mau cerita sama kamu"
" Pasti masalah wanita kan, Ron.. Ron.. sudah bisa aku tebak"
" Kok kamu tau Dit"
" Aku sudah lama bersahabat sama kamu Ron, aku sudah tau tujuan mu ke sini malam-malam pasti ada masalah kan, dan masalah itu pasti mengenai wanita"
Rona hanya terkekeh mendengar ucapan Aditya, ia baru menyadari jika apa yang di katakan oleh Aditya benar.
" Dit, aku mau di jodohkan oleh kedua orang tua ku" ucap Rona sedih.
" Haha.. hahah... hahah... "
" Adit, kenapa kamu malah tertawa"
" Ya bagus dong, mungkin orang tua mu sudah muak liat kamu yang selalu gonta - ganti pacar di luar sana"
" Aku kesini mau cari solusi Dit, bukannya mau dengar ketawa kamu"
" Oke.. oke.. kenapa tidak kamu Terima saja Ron"
" Aku sudah mengatakan iya kepada kedua orang tua ku Dit, tapi aku masih tidak yakin, apalagi yang aku nikahi ini bocah Dit"
__ADS_1
" Bocah, emangnya umurnya berapa? "
" Sekitar 20an lebih Dit"
" Itu mah bukan bocah lagi Ron, umurnya beda sedikit saja dengan istriku, gak jadi masalah Ron, lagian biar bocah udah bisa bikin anak tu Ron.. hahahaha... "
" Gak lucu Dit, tolongin aku ya Dit, bantuin aku gimana caranya perjodohan ini gak terjadi, aku gak mau Dit, aku gak mau nikah sama orang yang gak aku cintai"
" Kamu tu ya, sok-sokan kasih aku nasihat masalah percintaan, masalah kamu sendiri aja jadi galau gini, sudah ah aku mau tidur, kamu Terima aja perjodohan ini Ron, aku yakin wanita yang di pilihkan kedua orang tua mu itu yang terbaik untuk kamu" ucap Aditya sembari menepuk ringan pundak Rona dan kembali ke kamarnya.
Rona pun kembali ke mobilnya dan kembali ke apartemen, pikiran Rona saat ini sedang kacau, ia masih tidak Terima dengan perjodohan ini.
Sesampai di kamar, Aditya melihat istrinya yang ternyata sudah tertidur pulas, Nabila sangat mengantuk dan tidak bisa menunggu Aditya lagi.
Aditya naik ke atas ranjang, ia menatap wajah cantik istrinya itu, mengecup bibir Nabila sekilas, dan bibir Aditya turun ke leher Nabila, turun lagi dan perlahan membuka satu persatu kancing baju Nabila.
Ternyata Nabila tidur tidak memakai Bra, sehingga tampaklah bukit kembar Nabila yang menjenjang kencang itu, membuat Aditya tidak bisa menahan lagi na*sunya.
Perlahan Aditya memberi kecupan demi kecupan di bukit kembar istrinya itu dan membuat Nabila sedikit mengeluh.
Nabila masih setengah sadar, ia merasa sedang mimpi, namun ketika membuka kedua matanya, ia tersadar jika ini bukan mimpi dan terkejut merasakan pay*dara nya sedang di sesap oleh seseorang.
Nabila mencoba bangkit, namun Aditya membungkam mulut Nabila dan naik ke atas kemudian mencium lembur bibir Nabila.
Nabila merasa lega karena ternyata yang melakukan itu suaminya, ia mengira orang lain yang sudah mengganggunya, karena ia ingat jika suami itu sedang menemui Rona.
" Mas Aditya "
" Aku kan sudah bilang sayang, tunggu aku"
" Maaf Mas, aku ketiduran " ucap Nabila sembari tersenyum.
" Kalau begitu kamu harus aku hukum " ucap Aditya kembali mel*mat bibir Nabila.
Nabila mulai terbuai dengan ciuman dan sentuhan yang di berikan oleh suaminya itu, karena sudah tak tahan Aditya pun langsung meluncurkan juniornya masuk kedalam lembah lembab Nabila dan memompa nya perlahan - lahan kemudian mulai mempercepat tempo nya sehingga membuat Nabila mendesah kuat.
" Mas.. aku udah mauu... akhh.. "
" Sebentar sayang, kita keluar sama-sama ya" ucap Aditya semakin mempercepat guncangannya.
" Sayang... akhhh... " ucap Aditya setelah mencapai kenikmatannya dan kembali menyemburkan cairan hangat ke dalam rahim Nabila.
Aditya mengecup lembut perut Nabila berharap akan tumbuh calon Aditya junior dan kemudian berbaring di samping istrinya, mengecup lembut kening Nabila dan membawanya ke pelukannya.
" Terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu"
" Aku juga mencintai mu Mas" balas Nabila.
***Bersambung..
Hmm.. kira-kira Nana bakal di apain ya sama Aditya 🤔🤔
Author jadi baper juga ni gaes liat kemesraan Nabila dan juga Aditya.. gimana dengan readers... malam-malam author kasih yang bikin panas dulu ya.. 😂😂😂
jangan lupa like, vote dan singgah di kolom komentar 😉***
__ADS_1