Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 106


__ADS_3

Ameliya sudah memantapkan hatinya untuk kembali kepada kevin, membuka kesempatan kedua untuk kevin, dan saat ini Ameliya tengah sibuk membereskan pakaian nya dan juga anaknya, dan tentunya di bantu oleh kevin.


" Semua sudah selesai, kita berangkat sekarang " ujar Kevin.


" Ya Tuhan, semoga jalan yang ku ambil ini yang terbaik untuk ku dan anakku, semoga saja kevin bisa memegang ucapannya " batin Ameliya.


Kevin menatap Ameliya, Kevin mengerti jika Ameliya sebenarnya masih ragu padanya, tapi kali ini Kevin tidak mau kehilangan Ameliya untuk kedua kalinya, ia berjanji akan membahagiakan Ameliya dan juga anaknya.


" Vin, sebelum kita balik ke Surabaya, kita ke Rumah Aditya dulu ya, aku ingin bertemu dengan nya dan juga istrinya, aku hanya ingin meminta maaf kepada mereka " ucap Ameliya.


" apa kau yakin? " tanya Kevin.


" Yakin Vin, aku sudah berbuat banyak kesalahan kepada Aditya, dan yang pasti juga menyakiti hati istrinya, aku ingin mereka memaafkan ku, perasaan ku belum tenang kalau aku tidak secara langsung meminta maaf kepada mereka "


" Baiklah, memang itu yang terbaik Mel " ucap Kevin kemudian melajukan kendaraan nya menuju ke kediaman Aditya.


Tak lama kemudian mereka sampai di depan Rumah Aditya, Kevin tercengang melihat kediaman Aditya yang begitu megah.



" Benar ini rumahnya Mel? " tanya Kevin.


" Sepertinya benar Vin, alamatnya memang di sini, Bima yang memberitahuku waktu itu "


" Mama " ucap Ameliya begitu melihat Mobil yang mengantar Mama Maya dan kedua cucunya Zahira dan Hafidz keluar dari kediaman Aditya.


" Siapa Mel? " tanya Kevin.


" Dia mantan mertua ku, kamu tunggu di sini aja, aku masuk sendirian aja " ucap Ameliya.


" Aditya tunggu di mobil aja dulu sama Papa ya nak " ucap Ameliya menoleh ke belakang berbicara kepada anaknya.


" Iya Ma "


Ameliya bergegas turun dan berlari menyeberangi jalan karena mobil mereka terparkir di seberang rumah Aditya, Ameliya mempercepat langkahnya karena melihat pagar rumah Aditya yang ingin di tutup oleh Pak Nanang.


" Pak.. Pak.. tunggu " teriak Ameliya.


Pak Nanang menoleh ke sumber suara, ia terkejut melihat Ameliya, mantan istri Tuan nya.


" Bu Ameliya "


" Pak Nanang kan, Bapak masih ingat saya "


" i.. i... ngat Bu, maaf ada keperluan apa ya kesini Bu? "


" Hmm.. saya ingin bertemu dengan Aditya, Aditya nya ada? "


" Ehh.. itu Aditya " ucap Ameliya begitu melihat Aditya keluar bersama Nabila "


" Bu Ameliya mau kemana? " tahan Pak Nanang, ia tidak bisa membiarkan Amelia masuk begitu saja tanpa persetujuan dari Tuan nya.

__ADS_1


" Sebentar saja Pak, injinkan saya bertemu mereka " ucap Ameliya.


" Tapi Bu, anda di larang masuk " ucap Pak Nanang.


Ameliya tetap memaksa, ia berlari masuk ke dalam, namun langkahnya di hentikan oleh dua orang bodyguard kepercayaan Aditya yang juga bertugas berjaga di depan rumah.


" Tolong Pak, sekali ini saja injinkan saya masuk " ucap Ameliya.


Terjadilah keributan antara Ameliya dan beberapa bodyguard Aditya di sana, Ameliya sangat kekeh untuk bertemu Aditya dan Nabila sebelum ia kembali ke Surabaya.


" Mas, itu kenapa ya kok ribut - ribut " ucap Nabila menengok ke belakang, saat ini ia dan Aditya sudah berada dalam mobil dan bersiap pergi.


Aditya menoleh ke belakang, dan samar - samar Aditya bisa melihat Ameliya di sana.


" Mau apa lagi dia kesini, kalau tau begini lebih baik aku penjarakan saja dia " batin Aditya.


" Tunggu di sini ya Sayang " ucap Aditya lalu turun dan menemui Ameliya.


" Ada apa ini ribut - ribut " ucap Aditya.


" Aditya "


" Mau apa lagi kau ke sini, apa kau masih ingin mengganggu kehidupan dan keluarga ku lagi " ucap Aditya.


" Tidak Dit, tidak seperti itu, aku ingin meminta maaf kepada mu dan juga Nabila "


" Nabila, sudahlah.. kamu tidak perlu bertemu istriku, yang ada jika ia melihat mu, kau hanya akan menyakiti hatinya "


" Bukannya itu Mba Ameliya, mantan istrinya Mas Adit kan " ucap Nabila begitu melihat Ameliya, Nabila pun turun dari mobil dan menemui mereka.


" Aditya tunggu " ucap Ameliya.


" Ada apa ini Mas " ucap Nabila membuat suasana di sana hening seketika, dan mereka semua menatap Nabila.


" Ternyata Nabila saat ini sedang mengandung " batin Ameliya begitu melihat Nabila.


" Nabila... " ucap Ameliya yang mencoba meraih tangan Nabila.


" singkirkan tangan mu dari istriku " ucap Aditya menepis tangan Ameliya.


" Biarkan saja Mas " ucap Nabila mengelus - elus lengan Aditya, lalu Aditya menggenggam jemari tangan Nabila.


" Aditya, Nabila, hari ini aku akan ke Surabaya, aku akan kembali menempuh kehidupan baru ku bersama kevin, namun sebelum itu aku ke sini hanya ingin meminta maaf kepada kalian, maafkan atas semua perbuatan ku, maafkan aku yang waktu itu sudah berusaha menghancurkan rumah tangga kalian, aku mohon maafkan aku "


" Sudah kau bicara, lebih baik sekarang kau pergi " ucap Aditya yang memang masih membenci Ameliya, ia ingin Ameliya segera pergi dari sana, ia takut jika Ameliya di sini akan membuat hati Nabila sakit dan kembali marah kepadanya.


" Mas " ucap Nabila menatap suaminya.


" Kami sudah memaafkan mu Mba, dan semoga Mba bisa berbahagia dengan keluarga Mba " ucap Nabila.


Aditya menatap ke arah Nabila, Aditya tidak menyangka jika Nabila akan mengatakan hal itu, ia pikir Nabila kan marah - marah saat ini kepada Ameliya.

__ADS_1


" Benar kalian sudah memaafkan ku,kau juga sudah memaafkan ku kan Dit " ucap Ameliya semringah.


" Mas " ucap Nabila menatap ke arah Suaminya agar menjawab pertanyaan dari Ameliya.


" Ya " hanya satu kata itu saja yang keluar dari mulut Aditya.


" Terima kasih Dit, Terima kasih Nabila, sekarang aku sudah tenang, Terima kasih juga Dit karena kamu tidak memenjarakan dan menuntut ku atas kasus ini "


" Jangan berterima kasih kepadaku, berterima kasih lah kepada istriku, karena dia yang memaksa ku untuk tidak memenjarakan mu " ucap Aditya.


Ameliya terkejut mendengar ucapan Aditya, ia tidak menyangka jika ternyata Nabila lah yang menyuruh Aditya untuk tidak memasukkan nya kedalam penjara.


" Benarkah itu Nabila, Terima kasih ya Nabila, kau masih saja baik kepada ku, padahal secara tidak langsung aku juga sudah menyakiti hatimu " ucap Ameliya.


" Syukurlah kalau Mba menyadari kesadaran Mba, aku melakukan itu hanya karena tidak ingin jika anak Mba nanti tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu, terlebih lagi psikisnya juga akan terganggu jika mengetahui ibunya adalah seorang narapidana "


" Semoga dengan ini Mba benar - benar menyadari kesalahan Mba dan tidak lagi mengganggu kehidupan ku bersama Mas Aditya, jika Mba masih saja mengganggu kami, aku tidak akan lagi mengampuni Mba Ameliya " tegas Nabila.


" Aku mengerti Nabila, aku berjanji tidak akan mengganggu hidup kalian, kalau begitu aku permisi, sekali lagi Terima kasih " ucap Ameliya lalu pergi meninggalkan mereka.


" Ayokk Mas kita berangkat, nanti aku terlambat masuk kelas " ucap Nabila lalu menggandeng suaminya berjalan menuju mobil.


" Ya sayang " ucap Aditya.


" Mas " tanya Nabila di sela - sela perjalanan mereka.


" Kenapa sayang " tanya Aditya.


" Maaf ya Mas, aku tau Mas sangat membenci Mba Ameliya, maaf kalau aku memaksa Mas untuk memaafkannya, aku kasian melihat anaknya Mas yang jika nanti harus tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu, dan juga aku tidak ingin rasa benci Mas terhadap Mba Ameliya terus tertanam di hati Mas, rasa benci dan sakit itu hanya akan menyakiti diri Mas sendiri, ini juga gak mudah buat aku Mas, tapi aku berusaha ikhlas, dan aku ingin Mas juga begitu "


Aditya menepikan mobilnya di tepi jalan begitu mendengar penjelasan Nabila.


" Kenapa berhenti di sini Mas? " tanya Nabila.


Aditya membalikkan badannya menghadap Nabila, kemudian ia meraih kedua tangan Nabila lalu menciuminya, Aditya menarik dan membawa Nabila dalam pelukannya.


" Mas " ucap Nabila begitu Aditya memeluknya.


" Terima kasih sayang, Terima kasih sudah datang dalam hidupku, kamu memang terbaik, terbaik untuk ku, Terima kasih karena sudah mencintaiku, memperhatikan ku,mengobati segala luka di hatiku, dan mengajarkan ku dalam segala hal, mengajarkan ku apa artinya sabar,mengajarkan ku agar tidak membenci,dan mengajarkan ku arti cinta yang sesungguhnya " jelas Aditya panjang lebar, ia begitu bangga kepada istrinya itu, dan tanpa sadar Aditya meneteskan air matanya.


" Terima kasih sayang " ucap Aditya melepaskan pelukannya kepada Nabila lalu mengecup lembut Bibir istrinya.


" Aku juga berterima kasih Mas, Mas selalu ada buat ku, dan juga sangat mencintai dan menyanyangi ku " ucap Nabila.


" Ya sayang " ucap Aditya kembali memeluk Nabila.


**Bersambung...


jangan lupa singgah di kolom komentar ya, like dan beri hadiah yang banyak juga buat aku jangan lupa... 😅


Tetap stay tune... 😘😘**

__ADS_1


__ADS_2