
Nabila dan Aditya mengantar Zahira dan Hafidz sampai di teras Rumah, hingga mobil Fajar dan juga Alex keluar dari rumah dan tidak terlihat lagi barulah Nabila dan Aditya masuk ke dalam dan kembali ke kamar mereka.
Sesampai di kamar, mereka kembali ke tempat tidur, posisi mereka kini berbaring saling berhadapan.
" Masih pusing ya Mas? " tanya Nabila sembari memijat - mijat kepala suaminya.
" Sedikit sayang, sudah gak usah di pijitin ntar kamu capek "
" Ya gak lah Mas, ntar kalau aku capek, aku berhenti Mas "
" Begini aja lebih baik " Aditya meraih tangan Nabila dan menggenggam nya, ia tidak ingin Nabila kelelahan hanya karena memijiti kepalanya.
" Mas, Mas tadi ngomong apa sama Zahira,sampe Zahira mau ketemu sama ayahnya "
" Ada deh " ucap Aditya sembari tersenyum kepada Nabila.
" Mas ih main rahasia - rahasian, hmm.. makasih ya Mas, makasih untuk semuanya "
" Apapun akan Mas lakukan untuk kamu sayang, untuk keluarga kita, bagaimana pun Fajar itu Ayah kandung Zahira dan juga Hafidz, mereka harus tau akan hal itu, dan Mas berharap semoga dengan ini semua ingatan buruk Zahira hilang "
" Ya Mas, semoga saja "
Aditya tersenyum kepada Nabila, lalu mempererat pelukannya, Nabila mengelus lembut kepala Aditya hingga Aditya tertidur, dan Nabila tak lama juga ikut tertidur.
*****
Sekitar pukul sebelas siang, Nabila terbangun dari tidurnya, ia melihat Aditya yang masih tertidur, Nabila kembali mengecek suhu tubuh Aditya, namun badan Aditya masih panas, ternyata obat yang ia berikan masih belum mempan.
Nabila meraih ponselnya, berniat untuk menghubungi Rona, dan kebetulan ada telepon masuk dari nomor yang tidak di kenal, Nabila mencoba mengangkat telpon tersebut, dan ternyata yang menelpon adalah Fajar.
" Hallo Bil, ini aku Fajar, maaf aku dapat nomor ponsel kamu dari Sumi "
" Oh iya " jawab Nabila singkat.
" Bil, aku, Ayah, sama ibu mau minta ijin untuk jemput anak - anak di sekolah, dan sekalian mau ajak mereka jalan - jalan "
" Bil, ini Ibu, ibu mau ajak cucu ibu jalan - jalan boleh Bil? " tanya Bu Fidiya yang langsung saja menyambar ponsel Fajar karena ingin langusng meminta ijin kepada Nabila.
" Ya Bu, silahkan Bu, kalau mau ajak anak - anak nginep di rumah Ibu juga gak pa - pa, biar anak - anak lebih akrab Bu, kan sudah lama sekali gak ketemu "
" Yang bener Nak, ya Allah Nabila,makasih banyak nak " ucap Bu Fidya senang sekali mendengar penuturan Nabila.
" Iya Bu, tapi ntar kabari aja lagi Nabila ya Bu "
" Iya Nak, makasih ya Nabila "
" Sama - sama ibu "
Walaupun sebenarnya masih ragu, tapi Nabila yakin jika mantan mertuanya dan suaminya itu benar - benar sudah berubah, dan lebih baik juga seperti ini, agar Zahira dan Hafidz bisa lebih akrab dan dekat dengan Ayah dan nenek kakak mereka.
Setelah sambungan telepon terputus, Nabila berniat menghubungi Rona, namun beberapa kali di telpon Rona tidak menjawab telponnya, dan Nabila memilih untuk menelpon Risa setelahnya.
Tutt... Tutt.. Tutt...
__ADS_1
" Assalamu'alaikum Bila..... " Teriak Risa, suara cempreng nya membuat Nabila harus menjauhkan ponsel nya sedikit dari telinganya.
" Jangan teriak - teriak kenapa sih Sa "
" Hehehe... kangen sama kamu Bil "
" Kak Rona mana Sa, ada gak di Rumah? "
" Mas Rona, idih.. kenapa tanya - tanya suami aku Bil, aku yang kangen sama kamu, kamu malah cari suami aku, bukannya tanya kabar aku "
" Emangnya kenapa kalau aku cari suami kamu, kamu cemburu"
" Iya cemburu.. hehehe... " tawa Risa.
" Lebay, udah bucin ya sekarang "
" Ho oh Bil, Mas Dokter udah membuat aku tergila - gila... hahaha.. "
Nabila hanya menggeleng- geleng kan kepalanya mendengar ocehan Risa.
" Mana Kak Rona Sa? "
" Suami aku lagi di Rumah sakit Bil, emangnya kenapa? coba langsung telpon dia aja Bil "
" Sudah Sa, tapi gak di angkat "
Risa mendengar suara pintu terbuka, dan bergegas keluar, dan suaminya baru saja datang.
" Siapa sayang? " tanya Rona.
" Nabila, Mas, katanya dari tadi nelpon Mas tapi gak di angkat "
Risa memberikan ponselnya kepada Rona.
" Ada apa Bil? tadi aku lagi di jalan, ponsel ku taruh di tas "
" Gini Kak, Aditya demam, bisa gak minta tolong kerumah buat periksa Mas Adit, soalnya dari tadi pagi udah di kasih minum obat panasnya gak turun - turun Kak "
" Aditya demam!!! baiklah aku segera kesana " ucap Rona dan langsung mematikan sambungan telponnya.
Sekitar setengah jam Rona dan Risa sampai di kediaman Aditya, Rona dan Risa langsung menuju ke kamar Aditya dan Nabila, Nabila sudah menunggu kedatangan mereka. Dan Rona langsung memeriksa keadaan Aditya.
" Sudah lama demamnya Bil?
" Sejak subuh tadi kak, padahal sudah minum obat, tapi panasnya gak turun - turun kak "
Rona mengeluarkan peralatan medisnya, dan ia akan memasang alat infus kepada Aditya.
Wajah Nabila tampak khawatir karena Rona mulai memasang alat infus di tangan Aditya.
" Kak, Mas Adit gak pa-pa kan? memang harus di infus ya Kak? "
" Hanya begini, Aditya baru bisa sembuh Bil, aku akan kasih obat dan Vitamin lewat cairan infus, Aditya memang jarang sakit, tapi kalau sudah sakit bisa lama Bil, dan harus di infus begini, kalau cuma minum obat gak mempan buat dia Bil "
__ADS_1
Aditya masih saja tertidur, sampai di infus pun ia tidak sadar, ternyata tubuh Aditya sangat lemah sejak tadi, seharusnya Aditya istirahat, tapi karena penasaran dengan sosok tamu yang mencari istrinya, ia pun bangkit dan bertemu dengan Fajar dan kedua orang tua Fajar.
" Kenapa Mas Adit gak bangun - bangun ya Kak?" tanya Nabila yang kini kedua mata nya mulai berkaca - kaca, ia khawatir sekali dengan keadaan suaminya.
" Kondisi Aditya sangat lemah Bil, kalau sudah sakit, Aditya memang seperti ini, tapi kamu gak perlu khawatir, setelah ini dia pasti akan membaik, dia juga tidak perlu di bawa kerumah sakit "
" Sabar ya Bil, Pak Aditya pasti cepat sembuh " Risa mencoba menyemangati Nabila.
Setelah selesai memeriksa keadaan Aditya, Rona dan Risa pamit pulang.
" Kabari saja kalau ada apa - apa ya Bil " ucap Rona.
" Iya Kak "
" Nabila kami pamit ya " ucap Risa.
" Iya Sa "
Setelah mengantar Rona dan Risa sampai di teras depan, Nabila kembali ke kamarnya, Nabila berbaring di samping suaminya sembari memandangi wajah Aditya yang terlihat pucat.
" Hiks.. Hiks.. Hiks.."
Nabila menangis, ia sedih sekali melihat suaminya yang berbaring lemas, dengan wajah pucat seperti ini, suami yang selalu ada, dan selalu kuat untuk keluarga nya kini harus terbaring tak berdaya.
" Aku kan dah bilang sama Mas, suruh Mas istirahat, Mas ngeyel kan, gini jadinya, tadi juga pake gendong - gendong aku segala, udah tau akunya berat, padahal Mas sendiri lagi sakit "
" Hiks.. Hiks.. Hiks.. " Nabila terus saja menangis mengingat bagaimana Aditya selalu kuat demi dirinya, dan dalam keadaan sakit pun suaminya lebih memikirkan kepentingan dan kesehatan Nabila dari pada dirinya sendiri.
" Mas, cepat sembuh ya, aku gak kuat kalau liat Mas kayak gini, aku sayang sama Mas, hiks.. hiks.. hiks.."
" Sayang aja, gak cinta sama Mas " ucap Aditya yang sontak membuat Nabila terkejut.
"Mas Adit "
" Mas Adit udah sadar, Mas Adit.. hiks.. hiks.. hiks.. " Nabila kembali menangis sembari memeluk Aditya.
" Sudah.. jangan nangis terus, ntar anak kita juga ikut sedih " ucap Aditya.
" Mas bikin aku takut tau Mas "
" Maaf ya sayang, kamu jangan khawatir, Mas baik - baik saja "
" Ya Mas.. hiks.. hiks.. lain kali dengerin aku kalau ngomong Mas, jangan sok jago, ntar jadi sakit kayak gini kan "
" iya.. iya sayang ku, sudah jangan nangis lagi "
Aditya tersenyum sembari menciumi pucuk kepala istrinya, Aditya bahagia karena memiliki istri yang sangat mencintai dan memperhatikannya.
**Bersambung...
Jangan lupa kritik dan sarannya, tapi jangan kritik dan saran yang pedas - pedas ya teman - teman...aku gak kuat bacanya😅
jangan lupa juga like nya.. Terima kasih.. 😘**
__ADS_1