
" Sayang..sayang.. ayo bangun "
" Aku masih ngantuk Mas"
" Kita sudah sampai sayang "
Mendengar Aditya menyebut kata sampai, Nabila baru teringat jika mereka bukan di rumah, melainkan di pesawat. Secepat kilat Nabila membuka kedua matanya.
" Astagfirullah Mas, sudah sampai ya, kenapa baru bangunin Mas " ucap Nabila sembari celingak celinguk ke kiri dan kanan melihat sekeliling ruangan pesawat yang tampak sepi karena semua orang sudah keluar dari pesawat, tinggal mereka berdua saja di dalam pesawat itu.
" Kamu tidurnya udah kayak kebo, Mas udah coba bangunin kamu dari tadi "
" Hehehe... maaf ya Mas, aku ngantuk berat "
" Iya gak pa-pa sayang, yuk kita keluar "
Aditya dan Nabila keluar dari pesawat, kemudian menunggu beberapa menit untuk kembali naik ke pesawat lain menuju Bandara Kalimarau di Berau.
" Mas, kita mau kemana lagi? " tanya Nabila bingung karena Aditya membawa kembali masuk ke bagian pemeriksaan dan kembali naik ke pesawat lain.
Aditya tidak menjawab pertanyaan dari istrinya, ia terus saja berjalan sembari menggandeng tangan Nabila, Nabila tidak hentinya mencecar Aditya dengan berbagai pertanyaan.
Samar-samar Nabila mendengar percakapan orang yang baru melintas di samping mereka yang juga sama-sama berjalan masuk menuju pesawat, orang itu mengatakan kepada temannya jika mereka akan pergi ke Berau.
Nabila begitu semringah mendengar akan hal itu, ia sudah yakin jika tujuan mereka adalah ke pulau derawan atau pulau Maratua tempat yang selama ini ia impikan.
" Mas.... apa kita akan ke pulau derawan, atau ke pulau Maratua? "
"Iya "jawab Aditya singkat.
Mendengar jawaban dari Suaminya, Nabila begitu senang dan langsung memeluk Aditya, langkah mereka seketika terhenti, Nabila yang biasanya malu jika Aditya memeluknya atau menciumnya di depan umum kini malah tidak memperdulikan lagi orang lain di sekitarnya, ia lantas memeluk erat suaminya itu.
" Apa kau akan terus begini? " tanya Aditya kepada istrinya yang masih memeluknya erat.
" Aku senang banget Mas " ucap Nabila tidak hentinya menebar senyum manisnya itu kepada Aditya sembari melepas pelukannya.
" Kenapa tidak bilang sejak awal Mas, kata Mas kita gak akan kesana "
" Mas ingin memberimu kejutan, dan akan memberitahumu nanti begitu kita sampai di tempat itu, tapi kamu udah tau duluan "
" Hehehehe... makasih ya Mas " ucap Nabila kembali memeluk suaminya itu.
" Sayang, nanti kita bisa ketinggalan pesawat kalau terus begini"
__ADS_1
" Ehh... hehehee... iya Mas, lets go.. kita masuk kedalam Mas" ucap Nabila sembari menggandeng Aditya dan mempercepat langkahnya untuk masuk kedalam pesawat.
Aditya hanya menggeleng-geleng kan kepalanya melihat tingkah istrinya itu.
" Sayang.. sayang.. biasanya juga selalu malu kalau aku peluk atau cium kamu di depan umum, sekarang jadi malah sebaliknya " batin Aditya sembari tersenyum.
Perjalanan mereka ini memakan waktu yang cukup lama dari sebelumnya, kalau di total kira-kira dari jakarta menuju Bandara Kalimarau mereka harus menempuh jarak sekitar 3 sampai 4 jam.
Sesampai di bandara Kalimarau, perjalanan kembali mereka lanjutkan dengan naik mobil ke Tanjung Batu melalui Tanjung Redeb( kabupaten Berau) . Dari Bandara tersedia mobil Carter yang akan mengantar para wisatawan, jaraknya sekitar 2 jam lamanya.
Sesampai di Tanjung Batu, di sana akan banyak boad Carter yang akan mengantar mereka menuju pulau maratua. Kira-kira waktu tempuh 2.5 jam pada saat laut teduh, dan 3 - 4 jam pada saat keadaan berombak.
Perjalanan yang lumayan jauh membuat Aditya terlihat kelelahan, sedangkan Nabila, tidak tampak raut wajah kelelahan darinya, ia begitu semangat menuju pulau Maratua.
Setelah penantian yang panjang akhirnya sore hari atau tepatnya menjelang malam, Nabila dan Aditya sampai di pulau Maratua, tempat impian yang sangat ingin Nabila datangi.
Di pulau Maratua terdapat berbagai resort, hotel dan juga restaurant, sesampai di sana ternyata sudah ada seorang laki-laki paruh baya yang menunggu kedatangan Nabila dan Aditya, ia adalah pemandu wisata yang khusus di pesan oleh Mama Maya untuk melayani Nabila dan Aditya.
Aditya dan Nabila langsung di ajak ke hotel termewah di sana, yaitu hotel Arasatu, salah satu hotel atau villa termahal di sana.
Sesampai di kamar, Nabila di buat takjub lagi dengan keindahan kamar, walaupun tidak terlalu besar, namun kesan romantisnya tetap terlihat.
Aditya langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang, ia sangat kelelahan karena sebelumnya Aditya belum pernah melakukan perjalanan jauh seperti ini.
Melihat suaminya yang tengah berbaring, Nabila menghampiri Aditya dan ikut berbaring di sampingnya, Nabila memiringkan badannya ke arah Aditya yang masih berbaring lurus dengan mata terpejam.
" Mas cape ya, pasti Mas gak pernah jalan - jalan sejauh ini kan, apalagi beberapa kali harus berganti kendaraan"
" Terima kasih ya Mas, sudah mau menempuh jarak sejauh ini demi aku " ucap Nabila kemudain melingkarkan tangannya memeluk Aditya.
Merasakan pelukan dari istrinya, Aditya langsung berbalik badan dan sekarang posisinya berada di atas Nabila.
Netra mereka saling bertemu, Aditya menyambar bibir Nabila dan Mel*matnya dengan mesra, Nabila pun membalas ciuman Suaminya itu tak kalah mesra dan ciuman mesra mereka makin lama makin memanas.
__ADS_1
Kruk... Kruk... Kruk...
Tiba-tiba saja perut Nabila berbunyi, Aditya melepas ciumannya kemudian menatap Nabila, dan setelah itu mereka tertawa bersama.
" Hahaha... "
"Hahaha... "
" Kamu lapar sayang? " tanya Aditya.
" Hmm... iya Mas sepertinya begitu " ucap Nabila mencoba menahan malu.
" Tahan sebentar ya, biarkan Mas makan duluan "
" Maksud Mas "
Aditya tidak menjawab pertanyaan istrinya, ia langsung menyambar bibir istrinya dengan rakus, kemudian berbisik di telinga Nabila.
" Mas juga sudah sangat lapar, dan mau makan kamu dulu" bisik Aditya.
Nabila hanya tersenyum mendengar ucapan Suaminya dan kemudian membalas mesra ciuman suaminya itu.
" Sshhhtt..Hmmm...ahhh.. " Des*han keduanya.
Aditya membuka semua pakaian Nabila, begitu juga dengan Nabila yang membantu Aditya membuka semua pakaiannya.
Mereka kini tidak memakai sehelai kain pun, Aditya terus mencium bibir Nabila, Nabila merangkulkan kedua tangannya di leher Aditya, dan Aditya kemudian menggendong Nabila menuju kamar Mandi.
Di kamar Mandi mereka kembali bercinta, kini posis Nabila membelakangi Aditya, Aditya menghujam istrinya dari belakang, dan terus menghentakkan kepemilikannya ke dalam kepemilikan istrinya.
" Shhhhtt... akhh... Shhhhtt... " des*ahan keduanya bergema memenuhi seisi kamar mandi.
Dan Akhirnya Aditya dan Nabila kembali mencapai kenikmatan mereka bersama dan kemudian mereka melanjutkan dengan mandi bersama.
Kali ini Aditya tidak ingin terlalu lama melakukan aktivitas percintaannya, karena ia tau Nabila juga sangat kelelahan dan kelaparan saat ini.
Selesai makan malam, Nabila dan Aditya memilih untuk kembali ke Villa dan menghabiskan malam mereka dengan kembali melakukan aktivitas panas mereka di ranjang dan di lanjut dengan obrolan-obrolan manis hingga keduanya tertidur karena kelelahan.
***Bersambung...
Aditya sama Nabila suka banget mandi bareng ya gaes... 😂😂
Dan akhirnya Aditya dan Nabila sudah sampai tempat tujuan..
__ADS_1
Tetap stay tune readers setia kuuhh, jangan lupa like, vote dan beri komen atau saran kalian... 😊***