Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 92


__ADS_3

Haris mendapat informasi jika selingkuhan Ameliya yang dulu kini tinggal di surabaya, tempat yang sama dengan tempat tinggal Ameliya sebelum ia pindah ke Jakarta.


Mendengar informasi dari Haris, Rona bergegas mengajak Haris untuk segera ke Surabaya menemui lelaki itu yang bernama kevin.


" Mudahan saja informasi yang kau dapat ini benar Ris, dengan begitu kita bisa dengan cepat menyelesaikan masalah ini " ujar Rona.


Dritt... Dritt... Dritt.. ponsel Haris berbunyi, Rona melirik sekilas ke arah ponsel Haris yang bertuliskan My Honey.


" ciehh Haris, bisa juga Honey.. Honey an " batin Rona sembari terkekeh.


" Iya ada apa? " ucap Haris dingin.


" Kenapa Mas Haris jadi dingin gini, aku gak salah telpon kan " batin Lula.


" Ini Mas Haris kan, kenapa ngomongnya dingin gitu, biasanya juga panggil aku sayang " ucap Lula.


" Aku sedang bersama Pak Rona, nanti saja telponnya " ucap Haris,ia sebenarnya malu di depan Rona, ia malu jika Rona harus mendengarnya memanggil Lula dengan sebutan sayang.


" Tapi Mas, aku mau membahas masalah pernikahan kita, kapan rencananya Mas mau ngelamar aku " ucap Lula.


" Pernikahan " batin Rona yang samar - samar mendengar suara Lula di telepon.


" Nanti saja ya kita bicara masalah itu, aku lagi sibuk "


" Di kantor juga sibuk, di luar juga sibuk, jadi kapan kita bisa ngebahas ini Mas " ucap Lula mulai kesal.


" Sabar ya Lula, aku sekarang sedang di perjalanan menuju Surabaya, aku dan Pak Rona ingin menemui lelaki selingkuhan Bu Ameliya yang dulu, kami ingin segera menyelesaikan masalah yang menimpa Tuan, setelah itu baru kita membahas ini " ucap Haris.


Mendengar penjelasan Haris, Lula terdiam, ia jadi merasa bersalah karena sempat kesal dengan Haris, seharusnya ia bisa mengerti jika saat ini Haris pasti sangat sibuk menangani masalah yang menimpa Aditya.


" Iya Mas, aku minta maaf tadi sudah sempat marah, ya sudah Mas hati - hati di jalan ya, nanti kabarin aku kalau udah sampai di Jakarta "


" Iya " jawab Haris dingin kemudian memutuskan sambungan teleponnya.


Kini tahap hubungan Lula dan Haris semakin serius, dan rencananya Haris akan melamar dan menikahi Lula, namun rencana itu harus tertunda karena ia terlebih dahulu harus membantu menyelesaikan masalah yang menimpa Aditya.


" Lula ya Ris? " tanya Rona.


" Iya Pak "


" Kapan rencana mau nikahnya "


Haris terkejut mendengar pertanyaan Rona, ternyata pembicaraan nya di telepon tadi masih bisa terdengar oleh Rona.


" Hmm... secepatnya Pak, setelah masalah yang menimpa keluarga Tuan Aditya sudah kita selesaikan "


" Aku doa kan semoga kamu selalu bahagia bersama Lula "


" Terima kasih Pak "


" Jangan lupa doain aku juga Ris, semoga bisa cepat nyusul " ucap Rona sembari tersenyum kepada Haris.


" Pasti Pak "


" Kapan aku bisa bertemu dengan jodohku yang sesungguhnya, teman wanita ku memang banyak, tapi mereka tidak ada yang bisa membuat ku jatuh cinta " batin Rona.


******


Kevin semakin hari semakin sering mengunjungi Ameliya dan juga Aditya anaknya, Ameliya mau tidak mau mengijinkan kevin untuk datang karena takut akan ancaman kevin waktu itu.


" Hei Mel "

__ADS_1


" cepat masuk "


Ameliya menyuruh Kevin masuk ke dalam rumahnya, Ameliya celingak celinguk melihat sekeliling rumahnya, dan setelah itu menutup pintu rumah dan menguncinya rapat, ia hanya ingin memastikan jika tidak ada yang melihat kedatangan Kevin.


" Dimana Aditya? "


" Di kamar, tidur, lebih baik kau pulang saja " ucap Ameliya ketus.


" Ijinkan aku melihatnya sebentar ya "


Ameliya tidak menjawab pertanyaan Kevin,ia meninggalkan kevin begitu saja menuju dapur, ia membiarkan kevin masuk ke dalam kamarnya untuk melihat Aditya yang sedang tertidur.


" Ya Tuhan, kenapa dia harus kembali lagi di dalam hidupku, bisa - bisa semua rencana ku gagal " ucap Ameliya sembari memotong - motong sayuran yang sejak tadi ia lakukan, aktivitasnya itu terhenti ketika kevin datang dan mengetuk pintu rumahnya.


" awww " pelik Ameliya ketika jari manisnya tergores pisau dan mengeluarkan sedikit darah, karena kesal ia jadi tidak berkonsentrasi.


" Ameliya " ucap Kevin mendengar teriakan Ameliya, ia langsung berlari ke dapur dan terkejut melihat jari manis Ameliya yang berdarah, dan secepat kilat Kevin meraih jemari tangan itu dan melu*atnya.


Deg...


Deg..


Deg..


Suara detak jantung Ameliya berdegup kencang, ia mematung sejenak, merasakn ******* hangat dari mulut Kevin di jemari manisnya.


" Lepaskan " ucap Ameliya begitu tersadar.


" Kau tidak pa-pa? " tanya Kevin.


Ameliya pergi meninggalkan Kevin, namun baru selangkah, lengan Ameliya di tarik oleh kevin, dan Kevin langusng menangkup wajah Ameliya, menyambar bibir manis Ameliya.


Kevin menghentikan ciumannya, memandang wajah Ameliya yang masih terpejam, Kevin kembali ingin mencium bibir Ameliya, namun Ameliya keburu membuka matanya, dan mendorong kevin, lalu berlari ke menuju ke kamarnya, mengunci rapat pintu kamarnya itu.


" Aku yakin kau masih mencintaiku Mel " batin Kevin dengan senyum yang mengambang di wajahnya, ia segera menyusul Ameliya ke kamar.


" Mel, buka pintunya, maafkan aku Mel, aku... aku melakukan itu karena aku merindukan mu "


" Pergilah vin, aku tidak ingin berbicara dengan mu " ucap Ameliya mencoba menahan tangisnya.


" Please Mel, keluarlah, aku ingin bicara dengan mu "


Ameliya tidak menghiraukan teriakan kevin, ia hanya menangis tanpa bersuara di dalam kamar, hingga akhirnya kevin menyerah dan pulang.


" Aku akan kembali lagi besok, aku tidak akan menyerah " ucap Kevin.


Hiks.. Hiks.. Hiks.. Ameliya mengeluarkan suara tangisnya, begitu terdengar suara pintu rumahnya yang terbuka dan di tutup kembali, menandakan jika kevin telah pulang.


" Ya tuhan, kenapa dengan diriku, kenapa aku tidak menolak ciumannya tadi " batin Ameliya.


Dritt.. Dritt.. Dritt.. suara dering ponsel Ameliya berbunyi, Ameliya melihat nama Bima yang tertera di layar kaca ponselnya.


" Dia lagi.. " ucap Ameliya dan mengabaikan panggilan dari Bima.


Entah mengapa Ameliya merasa enggan untuk menjawab panggilan dari Bima, hati dan pikirannya sangat kacau saat ini.


" Shttt.. kemana wanita itu, berani sekali dia tidak mengangkat telpon ku " ucap Bima kesal.


" Ayo berpikir Bima, berpikir " ucap Bima mondar mandir di dalam kamarnya.


" Aku akan menemui wanita itu besok " ucap Bima.

__ADS_1


******


Kedatangan Rona dan juga Haris di kediaman Kevin tidak membuahkan hasil, dari informasi yang Rona dapat dari pembantu rumahnya, saat ini Kevin berada di luar kota, dan kedua orang tua Kevin baru saja keluar dan pergi ke Rumah saudaranya, Rona sempat bertanya mengenai Kevin yang sudah pernah menikah atau belum, namun pembantu itu mengatakan jika tidak mengetahui hal itu karena ia pembantu baru di sana.


" Pembantunya bilang kalau kevin keluar kota Ris, kita terlambat " ucap Rona.


" Apa Bapak sudah tanya keluar kotanya dimana " ucap Haris.


" Sial... aku lupa Ris " ucap Rona kembali lagi ke rumah Kevin dan kembali bertanya kepada seorang wanita paruh baya yang sedang berdiri di teras rumah kevin, yang tak lain adalah pembantu mereka.


" Bibi tunggu.. mau tanya lagi, kevin keluar kota kemana nya ya Bi " teriak Rona dari balik pagar rumah yang tidak terlalu tinggi.


" Hmm... Jakarta Pak "


" Oke makasih Bi " ucap Rona dan kembali ke dalam mobil.


" Jakarta Ris "


" Jakarta, apa yang dia lakukan di sana " ucap Haris.


" Kita jauh - jauh ke sini, dia malah sudah di Jakarta.. Hadeh.. " ucap Rona.


" Cepat kita pulang Ris, kita ke rumah Ameliya sekarang, kamu tau kan alamatnya "


" Tau Pak, untuk apa kita ke sana "


" Aku yakin jika kevin Saat ini berada di Rumah Ameliya "


Haris hanya mengikuti saja perintah Rona dan segera melajukan mobilnya kembali ke Jakarta.


Mobil Kevin baru saja keluar dari gang tempat tinggal Ameliya, dan berpapasan dengan mobil Haris yang ingin masuk kedalam, Haris dan Rona kembali terlambat, mereka tidak menyempatkan Kevin, dan juga tidak mengetahui jika di dalam mobil tadi adalah Kevin.


Haris memarkirkan mobilnya agak jauh dari Rumah Ameliya,walaupun jauh Rumah Ameliya masih tampak dengan jelas.


" Apa kita langsung kesana Pak " ucap Haris.


" Jangan Ris, kita tunggu di sini saja, aku yakin jika Kevin ke Jakarta pasti menemui Ameliya, dan kita tunggu kedatangan Kevin "


Sekitar dua jam lebih Haris dan Rona menunggu di dalam mobil, namun tidak tampak sesuatu yang mencurigakan atau sosok Kevin di Rumah Ameliya.


" Pak, ini sudah larut malam, apa kita bisa melanjutkan nya besok " ucap Haris yang sudah mulai lelah dan mengantuk.


Rona yang terbiasa bergadang, karena terbiasa sift malam jika di Rumah sakit, ia terlihat masih bugar dan fokus melihat Rumah Ameliya.


" Pak "


" Oh ya, baiklah kita lanjutkan besok " ucap Rona yang kasihan melihat Haris.


" Ris, besok biar aku saja yang mengamati Ameliya, kau istirahat saja dan segera urus pernikahan mu " ucap Rona kepada Haris yang sedang fokus menyetir mobil.


" Tapi Pak "


" Tidak ada penolakan, tidak usah takut kepada Aditya, aku akan berbicara padanya nanti, kau harus fokus kepada pernikahan mu, aku juga akan mengabari mu terus jika menemukan titik terang "


" Baik Pak " ucap Haris.


**Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini... ☺


Terima kasih sudah selalu menyemangati ku 😘😘**

__ADS_1


__ADS_2