Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 55


__ADS_3

Dengan langkah lunglai, Nabila mencoba berjalan menuju sepeda motornya dengan air mata yang tidak hentinya mengalir, Nabila tidak menghiraukan siapa pun di sekelilingnya, terutama Bima yang beberapa kali meminta maaf kepada Nabila begitu melihat Nabila datang.


Nabila hanya melihat Bima sekilas, kemudian pergi meninggalkan Bima seorang diri.


Senyum licik terukir di wajah Bima, dengan sesekali menyentuh ujung bibirnya yang berdarah, ia senang sudah melihat Aditya yang begitu marah besar terhadap Nabila.


Pikiran Nabila saat ini hanya ada Aditya, ia menghentikan sepeda motornya sejenak di pinggir jalan.


Nabila menutup wajahnya dengan kedua tangan, kemudian kembali menangis sejadi - jadinya.


" Maafin aku Mas, aku memang salah, aku seharusnya jujur dari awal sama Mas Aditya... hiks.. hiks.. hiks"


" Rumah.. ya Rumah, aku harus ke Rumah Mas Adit sekarang"


Nabila segera melajukan sepeda motornya menuju kediaman Aditya, namun setelah sampai di sana, Aditya ternyata belum pulang, dan alhasil membuat Nabila kembali menangis.


Sekitar dua jam, Nabila duduk sendiri di luar menunggu kedatangan Aditya, beberapa kali Pak Nanang berusaha membujuk Nabila untuk menunggu di dalam namun Nabila menolak.


" Mas Adit kemana sih, aku harus cari kemana lagi Mas"


Karena hari sudah larut malam, Nabila tidak pulang ke Rumah melainkan ke tempat sahabatnya Risa.


Sedangkan Aditya, kini tengah berada di sebuah bar sedang meneguk minuman beralkohol, terlihat ada lima buah gelas kosong yang ada didepan Aditya, dan satu gelas lagi masih sisa setengah, pertanda jika sudah hampir enam gelas minuman yang sudah ia habiskan.


Sepanjang jalan menuju Rumah Risa, Nabila kembali menghentikan sepeda motornya di pinggir jalan berniat menelpon Haris.


" Hallo "


" Hallo Pak, Pak Haris ini Nabila, Pak apa Mas Aditya sekarang sedang bersama Bapak? " tanya Nabila.


" Sepertinya suara Nabila sedang menangis" batin Haris.


" Tidak ada Nabila, memangnya ada apa? "


Nabila menceritakan kesalahpahaman yang terjadi di antara ia dan Aditya, setelah sambungan mereka terputus, Haris bergegas menuju ke kediaman Rona, ia yakin jika Aditya berada di Rumah Rona sekarang.


Nabila kembali menangis selepas menghubungi Haris, ia berharap Aditya bersama Haris sekarang namun nyatanya tidak.


Saat ini Risa sedang duduk di Ruang tamu menonton siaran TV favoritnya, sedangkan kedua orang tuanya sudah terlebih dahulu masuk ke kamar.


Suara bel Rumah mengejutkan Risa, dan bergegas Risa mengintip sedikit ke jendela ingin melihat siapa yang datang ke Rumahnya larut malam begini.

__ADS_1


Risa terkejut melihat sepeda motor Nabila terparkir di depan Rumahnya, dan Risa pun langsung membuka pintu untuk Nabila.


" Risa.. Hiks.. Hiks.. " ucap Nabila memeluk langsung Risa di depannya.


" Ehh.. Nabila, kamu kenapa Bila? "


" Ayo kita langsung ke kamar ku aja ya" ucap Risa membawa Nabila ke kamarnya.


" Kamu tenang ya Bila, ayo minum dulu, habis itu cerita semua nya sama aku "


" Hiks.. Hiks.. Hiks.. " Nabila pun mulai menceritakan semuanya kepada Risa, termasuk masalah terhadap Bang Jono.


" Ya Allah.. yang sabar ya Bila, yang sabar, aku gak tau kalau ternyata masalah yang kamu hadapi seberat ini Bila"


" Padahal aku sahabat kamu sejak lama, tapi aku gak bisa menyadari kalau ternyata dari balik senyuman dan ketegaran kamu itu, begitu banyak masalah yang kamu pendam Bila"


" Maafkan aku ya, aku gak sadar selama ini Bila.. Hiks.. Hiks.. Hiks.. " ucap Risa sembari memeluk kembali sahabatnya itu.


" Sebenarnya aku ingin berterus terang kepada Mas Adit,aku ingin menemuinya besok Sa, tapi ternyata sudah terlambat Sa.. Hiks.. Hiks.. "


" Sudah.. sudah.. mending sekarang kamu istirahat dulu ya, kamu tenangkan diri kamu dulu, Pak Aditya itu sayang sama kamu Nabila, dia hanya merasa kecewa karena kamu udah gak jujur sama Dia, tapi kalau dia sudah tau semua alasan kamu melakukan itu, aku yakin dia pasti gak akan marah sama kamu Bila"


Nabila merasa tenang mendengar ucapan Risa dan mulai menenangkan dirinya.


" Adit.. Adit.. gak pernah aku liat kamu kayak gini, dulu saat di selingkuhi sama Amel, kamu gak gini- gini amat, tapi sekarang baru liat Nabila di peluk Bima aja udah kayak gini, dasar lo Dit, nyusahin aja " ucap Rona memarahi sahabatnya yang sedang tidak sadarkan diri itu.


Esok harinya, cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah jendela kamar membangunkan Aditya dari tidur lelapnya semalam, sayup-sayup Aditya mencoba membuka kedua matanya.


sembari memegang kepalanya yang teras berat, Aditya mencoba mengingat kembali yang terjadi semalam.


" Cepat bangun Dit, aku tunggu di bawah" ucap Rona.


Setelah membersihkan diri, Aditya langsung menuju ke bawah menemui Rona yang sudah menunggunya.


" gimana udah baikan" ucap Rona.


" Hmm" balas Aditya cuek.


" Haris udah cerita semua sama aku, cobalah untuk mendengarkan penjelasan Nabila dulu Dit, kamu kan tau sifat Bima seperti apa, mungkin semua ini cuma akal-akalan Bima saja ingin membuat mu emosi"


" Tapi Nabila sudah berbohong kepada ku Ron, ternyata selama ini dia bekerja di restaurant milik Bima"

__ADS_1


" Mungkin Nabila punya maksud lain di balik itu Dit, mungkin aja dia sekarang tertimpa masalah besar, mungkin perlu uang banyak sehingga harus bekerja di Restaurant"


" Seharusnya dia kan bisa jujur aja sama aku, aku pasti bisa bantu dia Ron"


" Sebenarnya kamu tu benaran gak sih cinta sama Nabila, itulah bedanya Nabila dengan wanita lain Dit, dia tau kamu kaya, dia tau kamu pasti bisa memberikan semua yang di mau, tapi aku yakin Nabila hanya tidak ingin menyusahkan mu, semua karena dia sayang sama kamu"


" Gitu aja harus aku jelasin dulu, cepat temui Nabila dan langsung aja ajak nikah dia, kalau gak aku yang bakal ajak dia nikah sekarang "


" Jangan keburu terpancing emosi sob, pikirkan baik- baik, kalau begitu aku mau ke Rumah sakit dulu, aku sudah terlambat" ucap Rona kemudian meninggalkan sahabatnya itu.


Aditya termenung sendiri, ia mencoba memikirkan semua ucapan Rona, ia merasa bimbang sekarang, apa yang di katakan Rona menurutnya benar, namun dirinya masih kecewa dengan kebohongan Nabila.


" Permisi Tuan, hari ini adalah keberangkatan kita ke jepang, apa saya perlu menundanya" ucap Haris yang baru saja datang.


" Tidak perlu, kita berangkat sekarang" ucap Aditya bergegas menuju mobil kembali pulang ker Rumahnya kemudian berangkat ke Jepang.


"Aku akan menemui nanti setelah kepulangan ku dari Jepang, Aku akan menenangkan pikiran ku dulu Nabila" batin Aditya.


Sekarang Nabila sudah berada di kantor, ia datang lebih awal karena berniat menunggu kedatangan Aditya.


" Nabila, are you okey? "tanya Lula kepada Nabila, ia sudah tau semua mengenai kesalahpahaman yang terjadi kepada Nabila dan Bosnya karena Haris menceritakan semua semalam kepadanya.


Nabila tidak bisa menahan air matanya, ia menangis di depan Lula, tidak ada lagi Nabila yang dulu, Nabila yang selalu berusaha kuat di depan siapapun.


" Hiks.. Hiks.. Hiks" Nabila menangis di pelukan Lula.


" Mba sudah tau semua nya dari Haris, sabar ya Bila, Mba yakin sekarang Pak Aditya hanya perlu menenangkan dirinya, dia sayang sama kamu, dia pasti akan mengerti dan percaya sama kamu" ucap Lula sembari mengelus lembut belakang Nabila.


" oh ya, apa kamu tau kalau Pak Aditya hari ini berangkat ke Jepang? "


" Jepang Mba, ngapain Mas Adit kesana? " ucap Nabila sembari melepas pelukannya dari Lula.


" Cabang perusahaan di Jepang mengalami sedikit masalah, dan Pak Aditya juga Haris berangkat kesana untuk langsung menangani masalah itu"


" Berapa Hari Mba, berarti aku gak bisa bertemu Pak Aditya sekarang? " ucap Nabila kemudian air matanya kembali menetes.


" Aku juga gak tau masalah itu Bila, kata Haris jika masalah disana sudah selesai, mereka baru pulang"


" Sabar ya Bila.. sabar.. " ucap Lula mencoba menyemangati Nabila.


" Ia Mba terima kasih" ucap Nabila kemudian melamun memikirkan Aditya.

__ADS_1


***Bersambung..


jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini ya teman.. 😍***


__ADS_2