Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 125


__ADS_3

Tamu undangan masih saja terus berdatangan di kediaman Risa, acara akad dan resepsi pernikahan di adakan sekaligus di kediaman Risa.


Acara di adakan mulai pukul 10 pagi hingga 8 malam, namun sudah sekitar jam 10 malam, beberapa kerabat dan para staff di Rumah sakit Rona masih saja berdatangan. Risa yang sudah sangat lelah lebih dahulu masuk ke kamar dan hanya Rona saja yang menemui para tamu itu.


" Ya ampun, kado nya banyak sekali " ucap Risa begitu melihat tumpukan kado yang berserakan di lantai kamarnya.


Risa membereskan tumpukan kado yang berserakan, menyusun dan menaruh di atas meja belajar nya, agar terlihat rapi dan tidak membuat kamarnya terlihat sempit.


" Ini kan kado dari Nabila, aku buka deh " ucap Risa dan membawa dua buah kotak kado dari Nabila lalu duduk di atas ranjang, ia penasaran sekali dengan isi kado yang di berikan oleh sahabat nya itu.


Risa membuka kotak kado yang pertama, dan isinya adalah sebuah tiket pesawat untuk nya dan juga Rona, yaitu tiket pesawat menuju korea, negara yang sangat ingin Risa kunjungi.


Risa sangat senang sekali, bahkan kedua mata nya mulai berkaca - kaca, setelah membuka kado pertama, ia membuka kado kedua dari Nabila, kado yang kedua ini tidak membuat kedua mata Risa berkaca - kaca lagi, melainkan membuat kedua pipi Risa memerah seperti tomat.


" Astaga Nabila " ucap Risa setelah merentangkan sebuah lingerie berwarna merah di depannya, itu adalah lingerie yang pernah Nabila tawarkan kepada Risa untuk membelinya sewaktu mereka membeli kan hadiah untuk Lula.


Ting.. sebuah pesan suara masuk di ponsel Risa, Risa mengambil ponselnya dan melihat Nabila lah mengirimkan pesan itu.


Kamu pasti udah liat kado dari aku kan? yang tiket itu hadiah dari aku dan suamiku, aku tau kamu sangat menginginkan ini Sa,sedangkan kado yang kedua khusus dari aku sendiri, waktu itu aku diam - diam beli buat kamu Sa, dan aku juga baru tau kalau ternyata orang yang di jodohin sama kamu itu Kak Rona, aku bahagia Sa, dan semoga kamu juga selalu bahagia bersama kak Rona, dan jangan lupa itu lingerie nya di pakai ya, di pakai malam ini juga, siap - siap di makan sama Kak Rona malam ini Hahahahahaha....


" Dasar Nabila " ucap Risa.


" Apa perlu aku pakai malam ini? malu... " ucap Risa masih memandangi lingerie yang ia rentangkan di depannya.


Ceklek... pintu kamar di buka oleh Rona,Risa langsung saja menyembunyikan lingerie itu di bawah bantal.


Rona menghampiri Risa, si budeg yang kini sudah sah menjadi istrinya itu, mereka berdua saling tatap, mereka sama - sama tidak menyangka jika akhirnya mereka kini menjadi pasangan suami istri.


" Apa yang kamu sembunyikan? " ucap Rona sembari melirik ke bawah bantal yang ada di belakang Risa.


" Hmm... gak.. gak.. ada " ucap Risa gugup.


" Yang benar? " ucap Rona dan perlahan mendekatkan tubuhnya arah Risa.


" Gak ada " ucap Risa.


" Yakin? terus ini apa? " ucap Rona yang sedang menggelantungkan sebuah lingerie di depan Risa, Risa tidak tau jika tangan Rona sejak tadi sudah menelusup kebawah bantal dan mendapati lingerie yang ia sembunyikan.


" Kembalikan Masgal " ucap Risa berusaha merebut lingerie itu dari suaminya, namun Rona berusaha menghindar.


" Kembaliin Masgal, itu hadiah dari Nabila, bukan aku yang beli "


" Kalau kamu yang beli juga gak pa-pa, dan sepertinya aku akan belikan kamu lebih banyak yang seperti ini " goda Rona dan kini malah membentangkan Lingerie itu di depannya Risa, sehingga membuat wajah Risa kembali memerah.

__ADS_1


" Masgal, malu tau.. sini balikin "


Karena berusaha merebut lingerie itu dari tangan Rona, tanpa sengaja kaki Risa tersandung karpet yang ada di depannya, dan tanpa sengaja ia jatuh di depan Rona, dan kini mereka sama - sama terjatuh di lantai dengan posisi Risa di atas Rona.


Deg.. Deg.. Deg.. detak jantung keduanya berdetak kencang, mereka bertatapan cukup lama, bahkan jarak di antara keduanya sangat dekat, mereka bisa merasakan hembusan nafas mereka masing - masing.


Setelah tersadar, Risa berusaha bangkit, namun Rona malah memeluknya, dan bahkan mempererat pelukannya.


" Masgal... lepasin " ucap Risa memberontak.


" Katakan kalau kau mencintaiku, baru aku lepas " ucap Rona.


" gak usah aneh - aneh Masgal " ucap Risa masih saja memberontak.


" Baiklah, kalau begitu aku tidak akan melepaskan mu "


" Masgal... " teriak Risa, namun Rona tetap tidak perduli dan masih saja memeluk Risa.


" Oke.. oke.. aku mencintaimu " ucap Risa singkat.


" Ulangi " ucap Rona.


" gak bisa di ulang "


Kedua pipi Risa kembali memerah, lalu ia menarik nafas dalam dan sekali lagi mengucapkan kata cinta di depan Rona dan kali ini menatap Rona dengan serius.


" Baiklah Dokter Rona Sahputra Pratama Adi Wijaya Kusuma, aku Risa Andriani Putri sangat mencintaimu, sangat - sangat mencintaimu, bahkan setelah kamu mengerjai ku, membuat ku galau, membuat ku menangis bombay, aku tetap mencintaimu " jelas Risa panjang lebar.


Rona tersenyum mendengar penjelasan dari Risa, dan tanpa berkata apa - apa, Rona menarik tengkuk leher Risa dan mencium bibir Risa, kedua mata Risa melotot, ini ciuman ketiganya bersama Rona, namun kali ini mereka sudah sah menjadi suami istri.


Risa hanya diam saja, Rona menggigit bibir Risa, sehingga membuat Risa sedikit terpekik dan membuka mulutnya, dan saat itulah Rona mulai menjelajahi rongga mulut Risa, menarik dan mengecap lidah Risa. Risa mulai terbuai dengan ciuman lembut yang di berikan oleh suaminya itu, bahkan kedua mata mereka saling terpejam, mereka begitu menikmati momen ini, dan melepas rindu karena sudah dua minggu lamanya mereka tidak bertemu.


Tok.. Tok.. Tok...


Rona dan Risa membuka kedua mata mereka, lalu melepas ciuman mereka, dan menoleh ke arah pintu.


Risa bergegas berdiri, begitu pula dengan Rona, Rona merapikan rambut Risa dan setelah itu Rona membuka pintu kamar.


" Mama " ucap Rona begitu melihat Tante Zulfa.


" Mama menggangu saja " umpat Rona.


" Mas " ucap Risa menepuk lengan Rona, dengan kedua pipi yang kembali memerah, bisa - bisa Rona mengatakan itu di depan Mama nya.

__ADS_1


" Mengganggu? emangnya kalian habis ngapain? " tanya Tante Zulfa pura - pura tidak tau.


" Emangnya harus di jelasin Ma "


" Hahahaha.. iya.. iya Mama ngerti, Mama kesini mau ketemu sama menantu Mama "


" Risa, Mama mau pamit pulang ya nak "


" Gak nginep tante, eh Mama maksudnya " ucap Risa yang belum terbiasa memanggil tante Zulfa dengan sebutan Mama.


" Gak sayang, lain kali aja ya, soalnya Papa kamu besok pagi - pagi ada urusan dan harus pergi keluar kota "


" Urusan apa Ma? " Tanya Rona.


" Kepo " ucap tante Zulfa.


" Mama " ucap Rona.


Risa hanya terkekeh melihat Rona dan Mama nya.


" Mama pamit ya Sa "


" Iya Ma " ucap Risa lalu mencium punggung tangan tante Zulfa.


" Ron, kalau main pelan - pelan aja jangan ngegas.. hehehe..Mama udah gak sabar nimang cucu " bisik Tante Zulfa di telinga Rona, namun Risa masih bisa mendengarnya, dan alhasil membuat kedua pipi Risa kembali memerah.


" Siap Ma " ucap Rona, lalu Tante Zulfa meninggalkan mereka berdua.


" Mau kemana? " tanya Rona begitu pintu kamar tertutup dan melihat Risa yang bergegas pergi.


" Mau ke kamar mandi Masgal "


" gak mau lanjutin yang tadi? " tanya Rona.


" Apaan sih Masgal "


" Hehehe... oh ya ni, jangan lupa di pake, malam ini pake itu aja ya " ucap Rona melemparkan lingerie yang jadi rebutan mereka berdua tadi.


" Gak Masgal, malu " ucap Risa kemudian melemparkan kembali lingerie itu kepada Rona, lalu bergegas masuk ke dalam kamar mandi, dan Rona hanya terkekeh melihat Risa yang tampak salah tingkah.


**Bersambung...


jangan lupa tinggalkan jejak kalian... 😘😘**

__ADS_1


__ADS_2