
Hari ini adalah hari pertama Nabila bekerja di restaurant miliknya Bima, sehabis mengantar Risa pulang, Nabila bergegas melajukan sepeda motor nya menuju restaurant.
Nabila memarkirkan sepeda motor nya di tempat parkir karyawan yang sudah di sediakan, tak lupa mengucapkan basmallah, Nabila masuk ke dalam dan terlebih dahulu bertemu dengan manager restaurant yaitu Bima.
Sesampai di ruangan ternyata Bima tidak ada dan didalam sudah ada dua orang wanita yang sedang berbincang.
Tok.. Tok.. Tok..
" Permisi "
" Ya masuk " sahut Sasa.
Nabila pun masuk ke dalam, Sasa tampak memperhatikan Nabila dari atas sampai bawah, Nabila tampak risih di perhatikan begitu oleh Sasa.
" Kamu yang bernama Nabila " tanya Sasa.
" Ia Mba, Mba pasti Mba Sasa kan" tanya balik Nabila.
" Iya benar, Bima sudah bercerita tentang kamu kemarin, dan mulai hari ini kamu sudah bisa bekerja, untuk sementara tugas kamu hanya mengantar makanan dan minuman, dan yang di samping saya ini nama nya Bu Linda, dia karyawan senior di sini, untuk detail tugas dan aturan kerja nanti akan di jelaskan oleh Bu Linda "
" Bagaimana kamu sudah siap "
" Siap Mba Terima kasih " ucap Nabila sembari tersenyum ramah kepada Sasa, awalnya Nabila mengira jika Sasa orangnya sedikit galak namun ternyata sebaliknya, Sasa terlihat sangat friendly dan juga cantik.
" Mari saya antar ke ruangan karyawan untuk ganti pakaian Mba" ucap Bu Linda dan Nabila dengan sigap mengikuti langkah Bu Linda.
Setelah berganti pakaian, Nabila di ajak oleh Bu Linda untuk berkenalan dengan beberapa karyawan di sana, dan di sambut hangat oleh mereka.
" Bismillah.. aku harus semangat " batin Nabila menyemangati dirinya sendiri sebelum memulai pekerjaannya.
Nabila tampak cekatan dalam bekerja, beberapa pelanggan restaurant sangat senang dengan keramahan Nabila begitu juga dengan beberapa anak muda yang senang di layani oleh Nabila karena paras Nabila yang cantik.
" Ternyata Bima tidak salah juga memilih wanita itu bekerja di sini, kerjanya cukup bagus " ucap Sasa yang diam - diam memperhatikan pekerjaan Nabila.
Sedangkan di tempat lain, Bima tampak santai duduk di kursi kebesarannya, kini ia telah menjabat sebagai pimpinan utama perusahaan Mega group yang sebelumnya di pimpin oleh Papa Brata, dan bukan hanya menggantikan posisi Papa, perusahaan itu juga sudah di wariskan untuk Bima.
" Bima, Papa sudah lega sekarang Nak, kini saatnya Papa bersantai dan menikmati masa tua Papa " ucap Papa Brata.
" Oh ya Bima, Papa mau kamu harus bisa menyaingi perusahaan Prakasa Jaya yang dipimpin oleh Aditya "
Mendengar nama Aditya, Bima pun dengan serius mendengar penjelasan Papa nya.
" Perusahaan itu merupakan perusahaan terbesar dan sudah memiliki banyak saham yang berada di berbagai daerah bahkan di luar negeri, Papa mau kamu harus bisa menyaingi nya, kalau bisa rebut semua investor - investor yang sudah bekerja sama dengannya"
__ADS_1
" Dulu Papa sempat ingin bekerja sama dengan perusahaan itu ketika perusahaan itu masih di pimpin oleh Papa nya Aditya, namun kerja sama itu tiba-tiba saja di putus sepihak oleh Papa Aditya hanya karena ada seorang karyawan Papa yang berbuat korupsi dan menyelewengkan dana milik mereka, padahal Papa tidak tahu menahu akan hal itu"
" Gara - gara itu, Papa Aditya menarik semua saham mereka dan perusahaan Papa hampir bangkrut karena nya"
" Beberapa anak buah Papa sudah Papa kirim untuk berkerja di cabang perusahaan Aditya di Jepang, Papa sengaja menyuruh mereka bekerja di sana agar dapat lebih mudah memata - matai dan menjatuhkan perusahaan Aditya dari dalam"
" Dan Papa harap dengan adanya kamu, kamu bisa melanjutkan rencana Papa ini " ucap Papa Brata sembari menepuk pelan pundak anaknya kemudian meninggalkan Bima.
" Ternyata ayah dan anak sama saja, Papa tenang saja, aku akan merebut semua nya Pa, termasuk Nabila, aku akan merebutnya dari Aditya " batin Bima.
Jam telah menunjukkan pukul 9 malam, Restaurant sudah tampak sepi dan Nabila bersiap - siap untuk pulang, Nabila keluar dari restaurant pukul 9 lewat 15 menit, ketika hendak beriap menaiki sepeda motor nya, tiba-tiba saja Bima datang dan menghentikan langkah Nabila.
" Nabila.. Nabila tunggu " teriak Bima sembari berlari ke arahnya.
" Pak Bima, ada apa Pak " tanya Nabila kemudian turun dari sepeda motor.
" Kamu sudah mau pulang, sudah makan belum, gimana kalau kita makan malam dulu" ajak Bima.
" Maaf Pak, saya harus cepat pulang, saya takut kemalaman kalau sampai Rumah" ucap Nabila menolak.
" Bagaimana kalau besok "
" Maaf ya Pak, saya beneran gak bisa soalnya saya benar - benar gak ada waktu Pak,saya harus cepat balik ke Rumah kalau semua pekerjaan saya selesai "
Nabila berniat meninggalkan Bima, namun ponsel Nabila berdering dan setelah di lihat itu panggilan masuk dari Aditya.
" Mas Adit, pasti dia mau tanya aku lagi dimana, nanti aja deh aku angkat kalau dah di Rumah " batin Nabila kemudian mengembalikan ponsel ke dalam tas nya.
" Saya duluan Pak " ucap Nabila dan hanya di balas anggukan oleh Bima kemudian Bima berbalik ingin masuk ke dalam restaurant.
Nabila bersiap menyalakan motornya, namun tiba-tiba ia teringat akan Aditya, Nabila mematikan mesin motor kemudian berlari mengejar Bima.
" Pak.. Pak Bima.. " teriak Nabila.
" Yes.. bener kan batin ku, dia pasti sekarang berubah pikiran dan mau di ajak makan malam " batin Bima semringah karena Nabila memanggilnya.
" Iya ada apa Bila?"
" Begini Pak, bisa kah saya minta tolong sama Bapak, tolong jangan katakan kepada Mas Aditya kalau saya bekerja di restaurant Bapak ya " ucap Nabila.
" Wah ini kesempatan ku " batin Bima.
" Baik, aku tidak akan memberitahukan kepada Aditya, tapi ada syaratnya" ucap Bima.
__ADS_1
" Apa Pak "
" Kamu harus mau aku ajak makan malam "
Nabila berpikir keras, ia bingung harus menerima tawaran Bima atau tidak, tapi kalau tidak ia juga tidak mau jika Bima akan memberitahukan kepada Aditya jika ia sekarang sedang bekerja di restaurant nya.
" Bisa Pak, tapi bagaimana kalau makan siang saja, soalnya kalau malam saya gak bisa Pak, saya harus cepat pulang "
" Yes, akhirnya berhasil " batin Bima.
" Oke, aku jemput kamu besok "
" Hah.. gak usah Pak, biar saya berangkat sendiri saja, Bapak beritahu saja alamatnya"
" Oke kalau gitu "
" Iya Pak kalau begitu saya permisi " ucap Nabila kemudian bergegas pulang.
" Kayaknya kamu senang banget Bim " sapa Sasa ketika bertemu dengan Bima.
" Ada deh " ucap Bima yang senyum - senyum sendiri sejak tadi.
" Aku tau Bim kenapa, sepertinya kamu suka sama Nabila, tidak bisa kah kamu menyukai ku Bim " batin Sasa sembari menatap Bima.
Sesampai Di rumah, suara dering ponsel Nabila kembali berbunyi, entah sudah yang keberapa kalinya Aditya menghubungi Nabila.
" Assalamu'alaikum Mas"
" Waalaikumsalam "
" Kenapa kamu gak angkat telpon ku Bila, kamu dimana"
" Aku di Rumah Mas, maaf Mas aku sibuk banget tadi soalnya banyak pengunjung di kedai Mas, terus karena cape aku ketiduran, ini baru bangun " ucap Nabila berbohong.
" Jadi begitu, ya sudah tidur aja lagi " ucap Aditya merasa lega karena Nabila ada di Rumah.
" Iya Mas Assalamu'alaikum "
" Waalaikumsalam " ucap Aditya kemudian mengakhiri teloonnya kepada Nabila.
"Maafin aku ya Mas, aku minta maaf udah bohong sama kamu, aku gak mau kamu tau keadaan aku sekarang Mas, kalau Mas tau keadaan aku sekarang, aku yakin Mas pasti segera bantu aku, tapi aku gak mau Mas, aku gak mau menyusahkan Mas Aditya, maafkan aku " batin Nabila terpaksa membohongi Aditya.
*Bersambung...
__ADS_1
jangan lupa like dan vote yang banyak ya readers... 😍*