
Di Ruangan kerjanya, Aditya tampak kesal sembari melihat ke arah laptop yang ada didepannya.
" Laki-laki itu, berani sekali dia mengajak istriku untuk menikah dengannya" ucap Aditya melihat Bara mengungkapkan perasaannya kepada Nabila.
Flashback on
Ting.. suara pesan masuk di ponsel Alex.
" Apa kau membawa kamera kecil mu? "
" Iya Kak, ada apa? "
" Ingat Lex, kawal Nabil sampai di dalam kampus, bawa dan hidupkan kameranya ketika kau sudah sampai di dalam kampus istriku "
" Memangnya ada apa kak, apa kakak sedang mencurigai seseorang?
" Ya, nanti kau akan tau sendiri"
" Baik kak" balas Alex.
Alex mengeluarkan sebuah pulpen dari laci mobil, lalu menyelipkannya di kantong depan jasnya, didalam pulpen itu terdapat sebuah kamera kecil yang terhubung langsung ke laptop Aditya.
Sesampai di kantor, Aditya langsung menyalakan laptopnya dan menyambungkan ke kamera milik Alex, dan dugaan Aditya benar, Bara datang mencari Nabila, bahkan dengan terang-terangan berani mengatakan cintanya kepada istrinya itu.
Flashback off
Alex nampak terkejut mendengar ucapan Bara, namun tidak dengan Nabila, Nabila tampak biasa saja karena ia sudah menduga jika hal yang ingin di bicarakan Bara adalah tentang ini.
" Jadi yang di curigai Kak Adit itu laki-laki ini, Kak Adit pasti kesal sekali sekarang mendengar ucapan laki-laki itu" batin Alex.
Nabila menyodorkan sebuah undangan kepada Bara dan sontak saja membuat Bara terkejut, timbul perasaan yang tidak enak di hati Bara.
" Ini apa Bil "
" Lihatlah dulu Bar"
" Jangan katakan kalau surat undangan ini adalah surat undangan pernikahan mu Bil" batin Bara mulai menangis.
Dengan tangan yang sedikit bergetar,perlahan Bara membalik surat undangan itu dan dugaannya benar, tertulis Nama Aditya dan juga Nabila di surat pernikahan itu.
Hati Bara begitu sakit, ia tidak menyangka jika ternyata orang yang di cintai nya sudah di miliki oleh orang lain.
" Maafkan aku ya Bar, aku tidak bisa membalas Cintamu, aku tidak memiliki perasaan yang sama dengan mu Bar, dan aku sudah menikah"
Hati Bara semakin hancur mendengar penolakan dari Nabila,apalagi mendengar jika Nabila sudah menikah.
" Siapa Bil, siapa laki-laki yang sudah menikahi mu "
" Apa dia laki-laki yang waktu itu di Rumah sakit" ucap Bara mengingat akan Aditya.
" Benar Bara, dan dia adalah suami ku sekarang"
" Tapi kenapa Bil, kenapa kamu lebih memilih dia dari pada aku, aku tulus mencintaimu Bil,hanya saja aku tidak sekaya seperti dirinya, tapi aku sanggup Bil, aku sanggup menafkahi mu dan juga kedua anakmu, dan juga apa kau yakin dia benar-benar mencintaimu, aku lihat dia begitu arogan, aku tidak yakin jika ia mencintaimu dengan tulus"
" Ck.. lihat dia, dia begitu berani menjelek-jelekkan ku di depan istriku sendiri" umpat Aditya dari kejauhan sana.
" Jangan bilang seperti itu ya Bar, aku tidak punya perasaan apapun kepadamu jauh sebelum aku mengenal Mas Aditya, Mas Aditya memang tampak arogan Bar, tapi sebenarnya ia adalah orang yang baik, aku yakin dia mencintaiku tulus begitu juga dengan kedua anak-anak ku, dan aku juga mencintainya Bar"
Senyum terukir di wajah Aditya, mendengar ucapan Nabila.
" suatu saat kamu akan menemukan cinta mu yang sesungguhnya, seseorang yang juga akan mencintamu dengan tulus, dan aku yakin dan percaya kamu mampu untuk menafkahi nya lahir dan batin Bar"
" Kamu adalah laki-laki yang baik Bar, hanya saja kita bukan di takdirkan berjodoh, percayalah di luar sana pasti ada wanita terbaik yang sudah Allah siapkan untukmu"
Mendengar penjelasan Nabila, Bara mulai menerima semuanya, ia juga tidak ingin memaksakan cintanya itu, terlebih Nabila kini sudah berstatus istri orang.
__ADS_1
" Baiklah Bil, aku akan Terima semua ini, tapi aku mau kita tetap berteman, dan beritahu aku jika laki-laki itu berani menyakitimu"
" Iya.. iya Bar, kita akan tetap berteman "
" Kalau begitu aku pamit pulang Bar, jangan lupa hadir di acara resepsi pernikahan ku " ucap Nabila kemudian beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Bara.
Bara hanya tersenyum melepas kepergian Nabila, masih ada rasa sakit yang tertinggal di hatinya.
" Aku akan berusaha ikhlas Bil, jika kau bahagia maka aku juga bahagia, tapi aku tidak akan tinggal diam jika suatu saat suami mu itu menyakitimu " batin Bara menangis di dalam hatinya.
****
" Zahira, Hafidz, bunda pulang nak" teriak Nabila begitu sampai di Rumah.
" Kok sepi ya, mereka kemana? " ucap Nabila kemudian naik ke atas menuju kamar kedua anaknya.
" Lo kok gak ada"
" Sumi juga gak ada "
" Kemana mereka"
Nabila tampak kebingungan karena kedua anaknya dan juga Sumi tidak ada di rumah.
Nabila kembali turun ingin menemui Bi Inah, namun langkah nya terhenti ketika ponselnya berdering dan mertuanya yang menghubunginya.
" Assalamu'alaikum Ma "
" Waalaikumsalam sayang"
" Nabila, Mama cuma mau ngasih tau kalau anak-anak dan juga Sumi ada di rumah Mama, Mama tadi ke Rumah kamu nak, rencana nya mau ajak kalian makan malam di Rumah Mama, tapi kamunya gak ada jadi Mama ajak mereka untuk duluan ke Rumah Mama, nanti kamu sama Aditya nyusul ya nak, Mama tunggu"
" Nabila berangkat sekarang aja Ma, Nabila bantuin Mama masak"
" Gak usah nak, kamu bareng Aditya aja, bentar lagi kan Aditya juga pulang, ada Salsa dan juga Sumi yang bantu Mama di sini"
Nabila mengakhiri telponnya, ia bergegas ke kamar untuk membersihkan diri, selesai mandi, Nabila di kejutkan dengan Aditya yang sudah duduk di tepi ranjang sembari membuka dasi nya.
" Mas sudah pulang " ucap Nabila berjalan ke arah Aditya membantu suaminya itu melepas dasi dan juga jasnya.
" Ya Allah, Terima kasih sudah menciptakan Nabila untukku, wanita yang begitu sangat memperhatikan ku dan mencintaiku " batin Aditya menatap istrinya yang tengah sibuk melepas dasi yang mengait di lehernya.
" Sudah Mas, Mas mandi sekarang, habis itu kita sholat magrib bareng terus berangkat ke Rumah Mama"
Aditya menangkap tubuh Nabila dan membawanya duduk di pangkuannya dengan posisi tubuh Nabila yang membelakangi nya.
Aditya memeluk istrinya dan membenamkan kepalanya di punggung Nabila, menghirup aroma sabun di tubuh Nabila yang saat ini masih berbalut dengan handuk saja.
"Mas, ayo cepat mandi, kalau begini terus ntar kita kemalaman sampe di Rumah Mama"
" Sebentar ya sayang, biarkan seperti ini" ucap Aditya merasa tenang berada di pelukan Nabila, rasa lelah sehabis bekerja kini hilang begitu memeluk istrinya itu.
Cukup lama, akhirnya Aditya melepas pelukannya dan pergi untuk membersihkan diri, setelah semua siap, mereka pergi ke Rumah Mama Maya dan sebelum itu Nabila dan Aditya menyempatkan diri untuk mampir ke sebuah toko kue untuk membeli kue yang akan di bawa ke Rumah Mama Maya.
Nabila melihat -lihat cake yang tertata rapi di lemari kaca dengan bentuk dan hiasan.
Aditya tidak ikut masuk kedalam toko, ia hanya menunggu di dalam mobil saja.
Saat di dalam mobil, Aditya mendengar teriakan seorang wanita di luar seperti meminta pertolongan.
Begitu Aditya keluar dari mobil, ternyata benar ada seorang wanita bersama seorang anak yang sedang di hadang oleh dua orang laki-laki.
" Hei.. cepat bayar hutang mu, atau kami akan membawa mu dan menjual mu kepada lelaki hidung belang " ucap salah seorang dari laki-laki itu.
" Aku sudah bilang kan, beri aku waktu, dan kenapa kalian menghadang ku di jalan seperti ini " ucap wanita itu.
__ADS_1
" Hiks.. Hiks.. Mama.. Aditya takut Ma" ucap anak dari wanita itu.
Dua orang laki-laki itu tidak memperdulikan ucapan wanita itu, mereka menarik paksa lengan wanita itu dan ingin membawanya pergi.
" Hiks.. Hiks.. Mama... Mama.. "
" Hei LEPASKAN" ucap Aditya datang berniat membantu.
" AMELIA " batin Aditya begitu melihat wanita yang sedang diganggu oleh kedua orang preman itu adalah Amelia mantan istrinya.
" ADITYA " ucap Amelia begitu terkejut melihat Aditya, mantan suaminya yang dulu pernah ia khianati.
" Hei bung, pergilah.. ini bukan urusan mu" ucap salah seorang dari laki-laki atau preman itu.
Aditya begitu kesal melihat Amelia, awalnya ingin membantu, namun ia urungkan dan pergi meninggalkan Amelia, ia sudah tidak perduli dengan apa yang terjadi dengan Amelia.
Namun, mendengar tangisan dari anak laki-laki yang bersama Amelia, meluluhkan hati Aditya sehingga Aditya memukul dua orang preman yang mengganggu mereka dan Aditya pun beradu jotos sehingga kedua preman itu kalah dan pergi terbirit-birit.
Aditya pergi meninggalkan Amelia setelah preman tadi ia kalahkan, namun Amelia berteriak dan mengejar Aditya.
" ADITYA... " teriak Amelia.
" Tunggu Dit, tunggu aku" ucap Amelia sembari menarik lengan Aditya sehingga Aditya memberhentikan langkahnya.
" lepaskan " ucap Aditya sembari menghempas tangan Amelia yang memegang lengannya.
" Dit, Terima kasih sudah membantu ku, aku benar-benar menyesal dengan semua yang telah ku lakukan dulu Dit" ucap Amelia menyesali perbuatannya.
Amelia kagum melihat Aditya, menurutnya Aditya masih terlihat tampan, bahkan setelah sekian tahun lamanya setelah ia bercerai dari Aditya, ia sangat menyesal telah mengkhianati Aditya.
" Dit, aku.. "
" Mas, Mas ngapain disini " ucap Nabila datang menghampiri Aditya.
Amelia menghentikan ucapannya, lalu melihat ke arah Nabila.
" Tidak apa-apa sayang, ayo kita pergi " ucap Aditya menggenggam erat jemari tangan Nabila dan membawa Nabila
ke mobil.
" Ehh.. Mas.. tapii wanita itu.. " ucap Nabila terbata-bata karena Aditya menariknya dan membawanya pergi, Nabila belum selesai bertanya atau menyapa wanita yang tadi bersama Aditya.
" Sayang, apa dia kekasih baru Aditya " batin Amelia.
" Ya tuhan, wanita itu cantik, terlihat cocok sekali dengan Aditya, aku sangat menyesal telah mengkhianati mu Dit" batin Amelia yang sebelumnya ada sedikit rasa harap di hatinya untuk kembali kepada Aditya setelah pertemuannya tadi.
Terjadi keheningan dia dalam mobil sepanjang perjalanan menuju ke rumah Mama mereka.
Nabila bingung harus berkata apa,sesekali ia melirik ke arah suaminya yang tampak fokus menyetir. ia melihat Aditya sekarang seperti memikirkan sesuatu, apalagi semenjak bertemu dengan wanita itu.
" Mas, apa ada yang mengganggu pikiran Mas sekarang? " tanya Nabila memecah keheningan di antara mereka.
" Aku baik-baik saja sayang" ucap Aditya kemudian menggenggam jemari tangan Nabila.
Aditya kembali fokus menyetir mobilnya dan kembali terjadi keheningan di sepanjang perjalanan menuju ke kediaman Mama Maya.
***Bersambung..
Author mau kasih bonus lagu juga yakk buat Bara..
Ku lepas, dirimu dengan ikhlas..
Semoga engkau... bahagia... di sisiNya... Ea.. Ea... 😂😂
Aduh.. nih Mantan kenapa bisa muncul ya gaes, padahal Nabila sama Aditya baru memulai kehidupan baru mereka...
__ADS_1
Tetap stay tune ya teman-teman.. jangan lupa tinggalkan jejak kalian... 😍😍***