
Nabila sedang mondar - mandir di depan teras rumahnya, ia sedang menunggu kedatangan Aditya, sudah pukul 8 malam, Aditya belum kunjung pulang, di hubungi pun Aditya tidak bisa, membuat Nabila semakin khawatir.
" Mba, kenapa mondar - mandir gitu " ucap Sumi.
" Mba lagi nunggu suami Mba belum pulang - pulang " ucap Nabila.
" Mungkin sibuk Mba, masuk aja yok Mba di luar dingin, tuh liat ada petir juga, bentar lagi mau turun hujan " ucap Sumi.
Nabila mengikuti saran Sumi dan ikut masuk ke dalam, Nabila memilih untuk ke kamar Zahira dan Hafidz, mengajak mereka bermain sembari menunggu kedatangan suaminya itu, sedangkan Sumi kembali ke kamarnya, karena ingin mengangkat telpon dari Alex yang baru saja menghubungi nya.
******
" Kita harus cari kemana lagi dit, mana mau hujan lagi " ucap Rona.
Mereka sudah mengelilingi kota, mulai dari restaurant, pusat perbelanjaan, taman kota dan tempat lainnya dimana tempat itu yang biasa di kunjungi Ameliya atau Bima.
Ting.. suara pesan masuk di ponsel Aditya.
Jika kau ingin Ameliya selamat, datang ke hotel Bintang sekarang, hanya seorang diri, jangan mencoba menghubungi polisi, atau dia tidak akan selamat.
" Dari siapa dit? " tanya Rona yang melihat raut wajah Aditya berubah menjadi cemas.
" Lihat " ucap Aditya.
" sialan... pasti itu Bima "
" cepat kita ke hotel bintang sekarang Ris " ucap Rona.
Haris pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, agar segera sampai ke hotel itu secepat mungkin.
" Kau keterlaluan Bima " ucap Ameliya yang tubuhnya sudah di ikat di atas ranjang oleh Bima.
Flashback on
Bagitu sampai di rumahnya, Ameliya menjelaskan semua kepada Kevin, dan menyetujui keputusan Kevin, ia ingin kembali ke Surabaya, ia ingin memulai kehidupan barunya, ini semua ia lakukan untuk Aditya.
Kevin tentu saja sangat gembira dengan hal itu, kevin pun membantu Ameliya untuk berkemas, namun saat sedang sibuk berkemas, ponsel Ameliya berbunyi, sebuah pesan masuk dan itu dari Bima.
Aku ingin bertemu dengan mu sore ini di tempat biasa, aku sudah tau semua tentang mu, jangan coba lari dariku, atau kau mau tau akibatnya.
Awalnya Ameliya mengabaikan pesan itu, namun ponsel Ameliya kembali berbunyi dan satu pesan dari Bima kembali masuk.
Jangan mengabaikan ku, ikuti perintah ku, jika tidak aku akan mencelakai anakmu dan juga mantan suami mu yang bernama Kevin itu.
Ameliya merasa panik, ia sebenarnya takut akan ancaman dari Bima, ia berusaha tidak menceritakan masalah Kevin kepada Bima,entah bagaimana Bima bisa tau semuanya. ia berusaha kuat, dan ia akan menemui Bima, dan baginya ini yang terakhir, dan setelah itu iya akan pergi bersama Kevin.
Sesuai kesepakatan, Ameliya pergi ke tempat biasa ia dan Bima bertemu, yaitu di taman dekat rumah Risa, yang baru saja tadi pagi mereka bertemu disana.
" Apalagi maumu Bima, jangan coba mengancam ku, aku juga bisa melaporkan mu balik dan mengatakan semua ini kepada Aditya " ancam Ameliya.
" Berani sekali wanita ini " batin Bima.
Ameliya tidak menyadari jika di belakangnya sudah ada anak buah Bima yang siap membiusnya, dan benar saja, Ameliya di bungkam oleh anak Buah Bima dengan sebuah sapu tangan yang sudah berisi cairan bius, dan dalam sekejap Ameliya tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Begitu tersadar, Ameliya merasa pusing di kepalanya, dan Ameliya terkejut jika kini ia berada di atas ranjang dengan tangan dan kaki yang di ikat ke sisi - sisi ranjang.
" Sudah sadar kau rupanya " ucap Bima yang beranjak dari duduknya kemudian berjalan ke arah Ameliya.
" Lepaskan aku, apa yang kau lakukan "
" Aku terpaksa melakukan ini sendiri, karena kau menolak, lebih baik kau diam dan menunggu saja " ucap Bima kemudian menutup mulut Ameliya dengan kain yang sudah terikat di leher nya.
Setalah mengirim pesan kepada Aditya, Bima mengambil sebuah pisau di atas nakas, Ameliya melotot melihat Bima, ia takut jika Bima akan melukainya.
Ameliya meronta- ronta ketika bajunya mulai di gunting - gunting semrawut oleh Bima, kini Ameliya tampak seperti orang yang sudah di perk*sa, pakaiannya sudah tidak karuan, kebetulan ia memakai dress panjang berwarna hitam, kini dress ya itu sudah robek memperlihatkan paha mulusnya dan juga dadanya karena ulah Bima.
Flashback off
Mobil yang di tumpangi Aditya,Haris dan juga Rona sampai di parkiran Hotel tersebut, baru saja mereka bertiga ingin turun, suara pesan masuk kembali terdengar di ponsel Aditya.
aku bilang datang sendiri, jangan berani - berani membawa orang lain, atau nyawa Ameliya terancam.
Bima sudah tau kedatangan Aditya, beberapa anak buahnya sudah stay di bawah, dan pastinya secara diam - diam tanpa di ketahui Aditya, Haris dan juga Rona.
" Sial.. dia tau keberadaan kalian " ucap Aditya.
Aditya di landa kebingungan, ia tidak tau apa yang akan terjadi jika mengikuti apa kata Bima, bisa saja Bima menjebaknya, namun ia juga teringat akan ancaman Bima, dengan semua yang di lakukan Ameliya terhadapnya, Aditya tetaplah manusia biasa, ia juga masih punya rasa kemanusiaan, walaupun ia membenci Ameliya, tapi ia juga tidak mungkin membiarkan Ameliya yang nyawanya kini sedang terancam.
" Biar aku sendiri kesana Ron, kau segera hubungi Alex dan juga yang lain untuk segera kesini, aku yakin Bima juga bersama beberapa anak buahnya disini " ucap Aditya.
" Baik Dit, tapi apa kau yakin akan sendirian ke sana " tanya Rona.
" Baik Dit "
" Bos, dia sudah naik ke atas " ucap salah satu anak buah Bima di telepon.
Bima pun bersiap keluar dari kamar hotel itu, dan meninggalkan Ameliya sendiri, ia menunggu dan bersembunyi di kamar sebelahnya, ia mengintip kedatangan Aditya dari celah pintu, dan begitu melihat Aditya masuk, Bima langsung keluar dan mengunci pintu itu.
" Aditya sangat terkejut begitu melihat Ameliya yang terikat di ranjang dengan baju yang sudah robek "
Ameliya meronta- ronta meminta pertolongan dari Aditya, dan dengan sigap Aditya melepas ikatan yang membelenggu kedua kaki dan tangan Ameliya.
" Kau tidak pa-pa " ucap Aditya.
" Tidak Dit, aku baik - baik saja, Terima kasih sudah menolong ku " ucap Ameliya sembari menangis.
Aditya melepas jas hitam yang melekat di tubuhnya dan memberikannya kepada Ameliya.
" Pakai ini " ucap Aditya tanpa menatap Ameliya.
Ameliya mengambil jas itu dan memakainya, ia menutupi tubuhnya yang telihat terbuka karena pakaiannya yang sudah robek - robek ulah Bima.
" Ayo kita keluar " ucap Aditya.
" Terkunci " ucap Aditya mencoba membuka pintu.
" Sial "umpat Aditya.
__ADS_1
" ini pasti ulah Bima kan, benar kan Ameliya " ucap Aditya kesal.
" Benar Dit, maafkan aku, ini semua salahku.. Hiks.. Hiks.. Hiks.. " Ameliya terus menangis.
Entah karena efek obat bius yang masih terasa, tiba-tiba saja kepala Ameliya mendadak pusing dan ia hampir saja jatuh, untung saja Aditya segera membantunya dan Ameliya jatuh kepelukan Aditya.
Ceklek...
" Mas Aditya " ucap Nabila yang terkejut melihat Aditya sedang berpelukan.
" NABILA " reflek Aditya langsung melepas pelukan Ameliya, Ameliya pun juga tersadar begitu mendengar Aditya menyebut Nabila.
" Jangan mendekat Mas " ucap Nabila dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipinya.
" Sayang, dengarkan Mas, ini tidak seperti yang kau lihat " ucap Aditya kemudian melangkah maju untuk mendekati Nabila.
" Ku bilang jangan mendekat Mas " ucap Nabila sedikit keras dengan suara agak serak.
Nabila pun berlari keluar, dan Aditya segera menyusulnya, Bima tampak senang sekali melihat adegan ini, karena kali ini rencananya berhasil, Nabila mempercayai pesan yang ia kirim, kemudian begitu mendapat kabar dari anak buahnya jika Nabila datang, Bima bergegas membuka kembali pintu yang sudah ia kunci, dan di saat yang tidak tepat Nabila masuk dan melihat Ameliya tengah berbaring di dada Aditya dengan pakaian yang robek - robek dan juga memakai jas milik suaminya itu.
" Sayang tunggu,jangan berlari,ingat kamu sedang mengandung anak kita " teriak Aditya.
Rona dan Haris terkejut begitu melihat Aditya yang sedang berlari mengejar Nabila.
" Itu Nabila, kenapa dia ada di sini Ris "
" Tidak tau Pak, saya dari tadi tidak melihat Nabila masuk, atau dia datang dari arah lain "
" Pak cepat kita pulang " ucap Nabila yang sudah masuk kedalam mobil.
" cepat jalan Pak "
" sayang tunggu, jangan pergi " ucap Aditya mencoba menggedor - gedor jendela mobil dan berusaha membuka pintunya namun terkunci.
" Bagas buka pintunya " teriak Aditya kepada bodyguard nya itu.
" Gak usah di dengerin Pak, cepat jalan " ucap Nabila.
Bagas di landa kebingungan, ia bingung harus mengikuti perintah siapa, karena Nabila dan Aditya sama - sama majikan nya. Karena kasihan melihat Nabila yang sejak tadi menangis, Bagas akhirnya menuruti mau Nabila dan melajukan mobilnya meninggalkan Aditya.
Aditya menjambak rambutnya dengan kedua tangan, lalu ia berlari menemui Haris dan juga Rona.
" cepat jalan Ris, kita pulang " ucap Aditya.
" Apa yang terjadi Dit, kenapa Nabila bisa ada di sini " tanya Rona.
" Bima menjebak ku Ron, Nabila melihat ku bersama Ameliya, dan... ahh sial.. nanti saja ku jelaskan.. lebih cepat lagi Ris " ucap Aditya.
" Sayang... aku mohon percaya padaku " batin Aditya.
**Bersambung...
tetap stay tune oke, kalau banyak yang like dan comment, aku kasih up lagi tengah malam nanti.. 😁😁**
__ADS_1