
Acara resepsi pernikahan mewah dan megah yang berlangsung akhirnya selesai pada pukul 10 malam. Salsa bersama anak dan suaminya memilih untuk langsung pulang ke Rumah, sedangkan yang lain tetap tinggal di hotel.
Mama Maya tidur sekamar dengan Sumi, dan tidak lupa mengajak kedua cucunya Zahira dan Hafidz untuk ikut juga tidur bersamanya, Mama Maya ingin anak dan menantunya itu menjalani kebersamaan tanpa gangguan apapun, Hafidz yang semula tidak bisa tidur di samping Nabila, kini sudah mulai terbiasa, sehingga tidak sulit untuk membujuknya tidur bersama dengan Mama Maya.
Kasih sayang dan perhatian yang di berikan oleh Mama Maya juga membuat Zahira dan Hafidz merasa nyaman, bahkan mereka kini sangat senang jika di ajak tidur bersama Mama Maya.
Semenjak Nabila bercerai dengan Fajar, mereka tidak pernah merasakan lagi kasih sayang dari seorang nenek ataupun kakek, Fajar mengatakan kepada orang tuanya jika Nabila lah yang berselingkuh, menjelek - jelekkan Nabila, bahkan menyebut jika Hafidz bukan anaknya, karena pada saat itu Hafidz masih bayi.
Sayang dan cinta yang mendalam terhadap Fajar, membuat kedua orang tuanya percaya begitu saja dengan ucapan anaknya itu, dan ikut membenci Nabila bahkan membenci pula Zahira dan Hafidz.
Semenjak perceraiannya itu, mereka tidak pernah menjenguk Zahira dan Hafidz, bahkan walaupun hanya untuk sekedar menanyakan kabar pun tak pernah.
Setelah perceraian nya itu Nabila memilih untuk pulang kampung dan tinggal di Rumah peninggalan kedua orang tuanya, sejak saat itulah ia juga tak pernah tau lagi kabar dari mantan suaminya atau pun mantan mertuanya itu.
Nabila terlebih dahulu masuk ke kamar hotel bersama dengan anak buah tante Zulfa yang akan membantu Nabila membuka gaun pengantinnya itu, sekalian membawa kembali gaun pengantin itu ke butik.
Sedangkan Aditya masih tertahan di tempat acara karena masih ada beberapa rekan bisnis penting Aditya yang datang terlambat, Aditya tidak nyaman jika harus menolak bertemu dengan mereka.
Selain membantu Nabila berganti pakaian, anak buah Tante Zulfa juga membantu Nabila untuk membersihkan makeup yang masih melekat di wajah Nabila.
" Sudah cin, duii..duii..walaupun tanpa makeup, kamu tetap terlihat cantik, pantes aja si babang ganteng itu jatuh cinta sama kamu " ucap anak buah Tante Zulfa yang gayanya agak gemulai itu.
Nabila hanya terkekeh mendengar ucapan anak buah Tante Zulfa itu, ia jadi teringat jika ia pernah bertemu dengan seseorang yang gayanya hampir sama seperti di depannya ini, yaitu waktu ia di make-up untuk pernikahan paksa nya dengan Bang Jono.
" Kalau begitu eke pamit ya cin, salam buat suami kamu yang ganteng itu "
Begitu membuka pintu, anak buah Tante zulfa di kagetkan dengan kehadiran Aditya yang sudah berdiri di depan pintu.
" Aww... " teriak anak buah Tante Zulfa kaget melihat Aditya.
Aditya pun juga tak kalah kaget melihat anak buah Tante Zulfa yang tampak seperti laki - laki tapi dengan gaya yang gemulai.
" aduh mas ganteng, kok ngagetin eke sih, untuk jurus laki eke gak keluar tadi hihihi... "
__ADS_1
" Ya sudah, eke pamit ya.. istri mu sudah menunggu di dalam...dadah mas ganteng " ucap anak buah Tante Zulfa sembari menyempatkan diri untuk mengelus lengan Aditya kemudian berlalu pergi.
Aditya bergidik merasakan sentuhan dari anak buah Tante Zulfa itu, ia tidak menyangka jika harus bertemu dengannya di sini.
" Kenapa Tante Zulfa memperkerjakan orang seperti itu, tidak ada orang lain apa " umpat Aditya sembari menutup pintu kamar.
Begitu masuk, Aditya tidak melihat Nabila, Aditya berjalan ke arah kamar mandi, melekatkan telinganya ke pintu, namun tidak ada suara, Aditya membuka pintu kamar mandi perlahan, dan membuka sedikit pintu untuk melihat apakah Nabila ada atau tidak.
" Sayang.. sayang.. apa kau berusaha menggoda ku" batin Aditya begitu melihat Nabila yang sedang membuka pakaiannya, Nabila berdiri membelakangi Aditya, sehingga Aditya dapat melihat jelas punggung Nabila yang putih dan mulus.
Aditya langsung masuk kedalam kamar mandi dan memeluk Nabila dari belakang.
Nabila reflek membalikkan tubuhnya begitu merasakan seseorang yang memeluknya.
" Mas Aditya "
" Apa kau terkejut sayang?" ucap Aditya merapatkan pelukannya kepada Nabila.
" Kau berusaha menggoda ku kan? "
" Terus kenapa pintu kamar mandi tidak di kunci, kalau ada orang lain masuk gimana? "
" Aku tau kalau Mas sudah datang, dan pintu kamar.. aku lupa menguncinya Mas " ucap Nabila berdalih.
" Emuach.. Emuachh... " Aditya menciumi teruk leher Nabila berulang kali.
" Ahhhh... Mas..." desah Nabila.
" Aku tidak bisa tahan sayang, aku sudah lama menunggu dan
menahannya selama 12 jam, aku merindukan tubuh mu sayang"
Aditya mel*mat bibir Nabila dengan ganasnya, menyapu bersih rongga mulut Nabila dengan lidahnya, kini lidah mereka saling bertautan, Nabila perlahan mundur dan tak sengaja menabrak keran shower di belakangnya dan membuat air dari shower turun membasahi tubuh Nabila.
__ADS_1
Ciuman Aditya mulai turun di ceruk leher Nabila, dan memberikan tanda kepemilikannya di sana sembari membuka kancing kemeja yang masih melekat di tubuh Aditya.
Nabila membantu Aditya melepas pakaiannya, dan kini mereka sama-sama tidak memakai sehelai benang pun, Nabila tercengang melihat kepemilikan suaminya yang sudah menegang.
Aditya menaikkan sebelah kaki Nabila, dan memasukkan kepemilikannya di lembah lembab Nabila.
" Jleb "
Aditya berhenti sejenak, ia merasakan kepemilikannya seperti di hisap kedalam oleh kepemilikan Nabila.
" Sshhhh... ahhh... " desah Aditya.
Aditya mulai menghentakkan panggulnya maju mundur, membuat Nabila mendesah.
" Mas.. Hmmmm... Ssshhhh.... ahhh.. "
Aditya kembali mel*mat bibir Nabila kemudian turun di buah dada Nabila, mel*mat habis pu* ting Nabila dan sesekali menggigitnya.
Nabila meremas rambut Aditya, menekan nya memberi tanda agar Aditya semakin memperdalam ciumannya, Nabila menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan sesuatu yang terasa ingin keluar.
Aditya semakin mempercepat hentakkannya, kepemilikan Aditya semakin menegang dan akhirnya Aditya menyemburkan cairan hangat ke dalam Rahim Nabila.
" Ahhhhhh... "
" Ahhhhh.. "
Aditya ambruk dan melepaskan tangannya yang sejak tadi menahan kaki Nabila agar tetap naik ke atas, kemudian ia memeluk istrinya itu dan membenamkan kepalanya di ceruk leher Nabila.
" Terima kasih sayang " bisik Aditya di telinga Nabila.
Nabila hanya membalas dengan anggukan, kemudian mereka melanjutkannya dengan mandi bersama dan berendam di bathub.
Bersambung...
__ADS_1
Author juga jadi ikut ngos-ngosan ngetiknya ngeliat Aditya sama Nabila yang lagi di mabuk cinta... 😂😂
jangan lupa like, vote, dan singgah di kolom komentar... 😊