Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 130


__ADS_3

Sesuai dengan keinginan Aditya, Aditya membawa istrinya melakukan pemeriksaan kandungan, kedua anak mereka dan juga Sumi ikut serta, Nabila memaksa Sumi untuk ikut karena Nabila ingin memeriksa kesehatan Sumi, padahal Sumi merasa ia sudah sehat.


Setelah memeriksa kesehatan Sumi, giliran Nabila yang memeriksa kan kandungan nya, Zahira ikut masuk ke dalam ruangan sedangkan Hafidz menunggu di luar bersama Sumi.


Di Rumah sakit, secara tidak sengaja Fajar juga kebetulan ke sana untuk memeriksa kondisi nya, ya walaupun sudah sembuh dari kelumpuhan, namun dokter tetap menyarankan untuk Fajar rutin melakukan pemeriksaan setelah pulang dari luar negeri.


Begitu keluar dari ruang pemeriksaan, tatapan Fajar langsung menuju pada sosok anak kecil yang sedang duduk bersama seorang perempuan.


" Hafidz " batin Fajar, ia ingat jika waktu itu Nabila memberi nama anak mereka itu Hafidz, yang sudah ia campakan semenjak lahir.


" siapa wanita itu? dimana Nabila? " batin Fajar dan mencoba melihat sekeliling nya namun tidak melihat keberadaan Nabila.


Fajar memberanikan diri untuk menemui Hafidz, dan duduk tepat di samping Hafidz. Sumi tidak mengenali fajar, karena saat Nabila mengajak nya untuk tinggal bersama nya, status Nabila sudah bercerai dengan fajar. Nabila pernah bercerita mengenai fajar, namun tidak pernah menunjukkan foto fajar.


Hafidz melirik ke arah Fajar, Fajar tersenyum melihat Hafidz, dan kedua matanya mulai berkaca - kaca, karena baru kali ini ia bisa melihat Hafidz dengan jarak dekat.


" Anak nya ya Mba? " tanya Fajar kepada Sumi, berpura - pura tidak tau.


" Oh bukan, ini ponakan saya " ucap Sumi dan memperhatikan Fajar, yang wajah nya mirip dengan Hafidz.


" Lelaki ini siapa ya? kok di lihat - lihat mirip sama Hafidz " batin Sumi begitu melihat Fajar, lalu kembali menatap Hafidz.


" Om ngapain di sini? Om mau peyikca? " tanya Hafidz yang masih belum fasih berbicara.


" Om, seandainya kamu tau kalau aku ini Ayah kamu nak, ayah kamu " batin Fajar, ia berusaha menahan air mata nya, dan tersenyum kepada Hafidz.


" Iya sayang, Om tadi habis periksa, kalau kamu ngapain di sini? " tanya Fajar sembari membelai pipi tembem Hafidz.


" Hafidz lagi temani bunda peyikca di dalam, peyikca adek Hafidz " ucap Hafidz.


" Jadi Nabila lagi periksa kandungan " batin Fajar.


Sumi terus memperhatikan Fajar, ia merasa ada yang mencurigakan dari Fajar, karena Fajar tiba - tiba saja datang dan mengajak Hafidz ngobrol, serta berani menyentuh Fajar.


" Bunda nya lagi periksa, kenapa gak ikut kedalam? " tanya Fajar dan kembali membelai pipi Hafidz.


" Maaf Mas, kami mau masuk dulu " ucap Sumi dan langsung membawa Hafidz masuk kedalam menemui Nabila dan juga Aditya.


Fajar menarik nafas panjang melihat Sumi yang membawa Hafidz masuk.


" Wanita itu pasti curiga kepada ku, padahal aku masih ingin berlama - lama dengan Hafidz " batin Fajar.


" Mba " ucap Sumi begitu masuk kedalam, dan kebetulan Nabila dan juga Aditya ingin keluar dari ruangan.


" Mba sudah selesai Mi, ayo kita keluar "


Sumi hanya manggut - manggut dan kembali keluar, padahal ia ingin bercerita mengenai lelaki yang ada di depan tadi, namun ia urungkan, ia akan bercerita lain kali saja.


Mendengar suara pintu yang terbuka, Fajar bergegas lari dan bersembunyi, tapi dari kejauhan Fajar masih bisa melihat mereka.


Sembari berjalan keluar dari rumah sakit, Aditya terus menggenggam tangan Nabila, dan sebelah tangan nya menggenggam tangan Hafidz, dan begitu pula Nabila sebelah tangan nya juga menggenggam tangan Zahira, sedangkan Sumi mengekor di belakang mereka.


Fajar terus memperhatikan mereka, dan diam - diam juga mengikuti mereka sampai di depan Apotik.


" Sayang tunggu di sini ya, Mas mau tebus obat dulu "Aditya memberikan resep obat kepada petugas apotik, kemudian kembali duduk di samping Nabila.


" Alhamdulillah bayi kita sehat Mas "


" Alhamdulillah sayang "


" Mas denger kan kata Dokter Rossa tadi, aku juga sehat Mas, jadi walaupun berat badan ku gak naik dan tetap aja itu gak jadi masalah Mas, yang penting kondisi tubuh aku sehat "


" Iya.. iya Mas dengar, Mas kan cuma khawatir sayang " ucap Aditya sembari mengelus lembut pucuk kepala Nabila.


Kedua mata Fajar kembali berkaca - kaca melihat bagaimana Aditya sangat memperhatikan dan sayang kepada Nabila, ia kembali mengingat bagaimana dulu sewaktu Nabila mengandung Zahira dan juga Hafidz, Fajar tidak pernah memperhatikan nya.


Fajar juga bisa melihat bagaimana Aditya begitu sayang dan perhatian kepada kedua anaknya, bahkan Zahira dan Hafidz terlihat bahagia sekali saat bercanda gurau dengan Aditya.


Hingga Aditya dan yang lainnya berada di parkiran dan ingin kembali kerumah mereka, Fajar masih saja mengikuti mereka secara diam - diam.


" Sepertinya suami mu sangat mencintaimu Bil, begitu juga dengan kedua anak kita, aku benar - benar minta maaf Bil, maafkan aku " Fajar menyeka air mata nya, lalu pergi dari rumah sakit setelah mobil Aditya juga pergi dari sana.

__ADS_1


*****


" Mba, gimana tadi pemeriksaaan nya? baby nya sehat? " tanya Sumi di sela - sela perjalanan menuju rumah.


" Alhamdulillah sehat Mi, ya sekitar dua bulan lagi Mba sudah melahirkan, Mba jadi gak sabar Mi " ucap Nabila sembari menatap Sumi lalu menatap suaminya.


Aditya tersenyum kepada Nabila, bukan hanya Nabila yang tidak sabar, ia pun merasakan hal yang sama.


" Mba Sumi tau gak kalau adek Zahira itu cewe, jadi Zahira punya teman deh "


" Yang bener, wah berarti Mba juga punya temen dong, kasian Hafidz gak ada temennya " ucap Sumi sembari tertawa bersama Zahira, sedangkan Hafidz juga ikut tertawa, ia tidak mengerti apa yang di maksud oleh Sumi dan Zahira.


" Cewe kedua - dua nya Mba? "


" Kalau dari hasil USG cewe Mi, tapi itu baru baby yang satunya baru kelihatan, kalau yang satu nya belum Mi, mulai dari awal periksa sampai sekarang baby yang satunya selalu membelakangi Mi, jadi gak keliatan jenis kelamin nya apa "


" Kalau yang satunya cowo gimana Mba, iih berarti Hafidz juga ada temannya dong "


" Mau cewe atau cowo nantinya, selalu di syukuri Mi " ucap Aditya.


" Iya Mas, alhamdulillah " jawab Sumi.


Sesampai di Rumah, ternyata ada Alex yang sudah menunggu kedatangan mereka, tujuan Alex bukan lain adalah bertemu Sumi, Alex khawatir dengan keadaan Sumi karena kemarin ia sakit.


" Alex, mau ketemu Sumi ya? " tanya Nabila.


" Mba tau aja " ucap Alex.


" Hei kak " sapa Alex kepada Aditya.


" Hei Lex, kami masuk dulu " ucap Aditya dan memboyong anak dan istrinya masuk kedalam, meninggalkan Sumi dan Alex berdua di teras rumah.


" Duduk Mas "


" Gimana keadaan mu Mi? "


" Alhamdulillah udah sehat Mas, ni tadi di kasih vitamin sama dokter " Sumi menunjukkan kantong plastik yang berisi obat kepada Alex.


" Seseorang? siapa Mas? "


" ada deh, tapi mau ya? "


" Hmm.. ntar aku ijin sama Mba Nabila juga sama Mas Aditya dulu Mas "


" Gak perlu Mi, biar aku aja nanti yang minta ijin sama mereka, sekalian ntar mau minta ijin buat.. buat.. "


" Buat apa Mas? "


" Buat.. buat nikahin kamu..."


" Mas Alex mah mulai gombal nya " Sumi tidak menanggapi serius ucapan Alex, karena menurutnya Alex hanya bercanda, padahal sudah sering kali Alex berkata seperti itu padanya.


Melihat Sumi yang tidak menganggapnya serius, kali ini Alex mencoba untuk meyakinkan Sumi, Alex beranjak dari duduknya, dan berlutut di depan Sumi, Alex meraih kedua tangan Sumi.


" Mi, tatap aku " Sumi pun menatap Alex.


" Mi, aku sungguh - sungguh, menikahlah dengan ku? "


Glek.. jantung Sumi rasanya mau copot, ajakan Alex kali ini tidak seperti biasanya, biasa nya Sumi hanya menganggap jika Alex bercanda, namun kali ini terlihat keseriusan di mata Alex.


" Mas Alex, Mas Alex ngapain, ayo bangun "


" Aku tau mungkin selama ini kamu mengganggap semua rayuan dan ajakan menikah untuk mu hanya bercanda, tapi sebenarnya aku serius Mi "


" Aku mencintai mu, kau juga mencintaiku kan? "


Sumi bingung harus bagaimana, ia sebenarnya juga mencintai Alex, tapi rasanya ia masih belum siap menikah, ia masih ingin melanjutkan pendidikannya, ia takut jika menikah nanti, ia tidak bisa berkuliah, karena itu juga cita - cita nya.


Sumi mengajak Alex untuk bangun dan kembali duduk di sampingnya, dan kali ini Sumi juga akan berbicara serius dengan Alex.


" Mas, sebenarnya.. aku juga mencintai Mas Alex "

__ADS_1


Alex senang sekali mendengar kata cinta dari Sumi, senyum mengembang di wajahnya.


" Tapi Mas.. " wajah Alex seketika berubah begitu Sumi mengatakan tapi.


" Tapi Apa Mi? "


" Hmm.. untuk menikah, aku akan memikirkan nya lagi Mas "


Alex tersenyum kepada Sumi, ia mengerti jika Sumi mungkin perlu waktu dan mungkin ajakan Alex untuk menikah dengannya terlalu cepat, yang penting bagi Alex saat ini adalah Sumi juga mencintai nya.


" Baiklah Mi, aku akan menunggu "


" Makasih Mas "


Alex tersenyum kepada Sumi, lalu ia memeluk Sumi, Sumi membulatkan kedua matanya, baru kali ini ia merasakan di peluk oleh seorang laki - laki, dan lelaki itu adalah Alex, orang yang ia cintai, degup jantung kedua nya saat ini berdegup kencang.


" Ehemm.. Ehemm.. " Aditya tiba - tiba saja datang dan reflek Sumi melepas pelukan Alex padanya, kedua pipi Sumi memerah, ia mencoba menahan malu di depan Aditya dan juga Nabila yang bersembunyi di belakang suaminya, saat ini Nabila berusaha menahan tawanya.


" bukan muhrim, gak boleh peluk - peluk " ucap Aditya.


" Ahh Kak Aditya, ganggu aja " ucap Alex santai, Alex tidak melihat jika Sumi saat ini benar - benar malu.


" Sudah Mas Alex pulang aja, aku juga mau masuk kedalam, permisi Mas Aditya, Mba Nabila " Sumi langsung berlari masuk kedalam Rumah.


" Eh.. Sumi.. Sumi..tunggu dulu.. " Sumi tidak menghiraukan Alex yang memanggil nya.


" Sudah pulang, sudah malam ni " ucap Aditya yang juga berusaha menahan tawanya.


" Baru jam 9 malam Kak, gara - gara Kakak kan, Sumi masuk tu ke dalam, padahal masih mau ngobrol " ucap Alex.


" Ngobrol atau mau peluk - pelukan Lex? " tanya Nabila.


" Mba sama Kak Adit kayak gak pernah muda aja, ya sudah aku pergi dulu, Assalamu'alaikum " Alex pergi dengan wajah kesal, karena Aditya mengganggu nya, sehingga ia hanya sebentar saja bertemu dengan Sumi.


" Hahaaha...Alex kayaknya kesal tu Mas "


" Biar aja sayang... hahaha..." Aditya ikut tertawa, Nabila dan Aditya sebenarnya diam - diam mengingtip Sumi dan juga Alex di balik jendela, mereka hanya ingin tau apa yang di bahas dan di lakukan Sumi dan Alex di luar.


Kali ini giliran Aditya dan Nabila yang duduk santai di kursi depan Rumah, Nabila menjatuhkan kepalanya di dada Aditya, dan sebelah tangan Aditya mengelus - elus punggung Nabila.


" Mas, sepertinya sebentar lagi kita akan menggelar acara pernikahan "


" Benar sayang, Mas yakin kalau Alex benar - benar mencintaimu Sumi, kamu jangan khawatir ya "


" Iya Mas, aku percaya kok " Nabila mendongakkan kepalanya dan tersenyum kepada Aditya, Aditya menatap Nabila dan ingin mencium bibir istrinya.. tapi tiba - tiba saja..


" Ehem.. ehem... " Alex datang dan mengagetkan Nabila yang juga refleks melepas pelukan nya dari Aditya.


" Ngapain kamu balik lagi " ucap Aditya dongkol karena Alex mengganggunya.


" Kunci motor ku ketinggalan Kak, awas " ucap Alex menyuruh Aditya minggir dan mengambil kunci motornya berada di belakang Aditya.


" Padahal aku kan cuma meluk Sumi aja tadi, Kak Adit marah, nah sekarang Kak Adit malah lebih parah, cium - ciuman di sini " ucap Alex dan membuat kedua pipi Nabila memerah, Nabila mencoba menahan malu nya di depan Alex.


" Terserah aku dong, kan ciuman sama istri aku sendiri, yuk sayang kita masuk " ajak Aditya dan meninggalkan Alex sendirian.


" Dasar Kak Adit, pinter banget ngelesnya " ucap Alex lalu pergi.


" Mas Adit ih malu tau di depan Alex tadi, Mas juga kebiasaan gak tau tempat kalau mau cium aku "


" Kan di rumah kita juga sayang, gak di depan umum "


" Iya, tapi kan di luar rumah Mas, malu aku Mas sama Alex jadinya "


" Udah gak usah di pikirin, kita lanjutin di kamar ya " goda Aditya.


"Mas kan mulai.. hahaha... " Nabila tertawa, begitu pula dengan Aditya sembari bergandengan tangan menuju kamar mereka.


**Bersambung...


jangan lupa kritik dan saran nya teman - teman... 😘

__ADS_1


Like, vote dan hadiah nya juga jangan lupa ya... 😂**


__ADS_2