
Begitu sampai di perusahaan nya, Bima kembali di serbu dengan banyak pertanyaan oleh puluhan wartawan yang sudah menunggunya.
Bima tidak menanggapi mereka, Bima terus saja berjalan masuk kedalam dan langsung menuju ke ruangannya, sesampai di ruang kerja, Papa Bima sudah menunggu nya di sana.
PLAKK.. satu tamparan keras yang Bima dapat dari Papa nya itu.
" Bikin malu saja kamu " ucap Papa Bima.
Wajah Bima memerah, ia mencoba menahan amarahnya kepada sang Papa sembari mengelus - elus pipinya yang habis di tampar Oleh Papa Bima.
" Aku tidak tau kalau bisa seperti ini Pa, padahal rencana ku sudah berhasil "
" Berhasil apanya, kau tidak pandai Bima, sudah berapa kali Papa mengajarimu untuk bermain cantik, dan Papa juga lihat kau lebih berambisi untuk mendapatkan istrinya Aditya kan, bukan berambisi menjatuhkan perusahaan Aditya "
" Dan sekarang, bukan perusahaan Aditya yang akan hancur, melainkan perusahaan mu sendiri, Papa juga ikut malu Bima, Papa bisa bilang apa kepada rekan - rekan bisnis Papa "
Tok.. Tok.. Tok.. suara ketukan pintu menghentikan pembicaraan Bima dan Papa nya.
" Permisi Pak, maaf menggangu "
" ada apa " ucap Bima.
" Ada polisi di bawah Pak, katanya ingin bertemu dengan Pak Bima "
GLEKK.. Bima dan Papanya sama - sama terkejut dengan kedatangan polisi yang mencari Bima.
" Polisi Pa " ucap Bima mulai resah.
" Kau baru tau akibat kecerobohan mu sekarang kan, lebih baik sekarang kau tunggu di sini, biar Papa yang temui mereka " ucap Papa Bima, walaupun kesal terhadap Bima, ia masih berusaha untuk melindungi anak nya itu.
" Baik Pa " ucap Bima.
Papa Bima pun keluar dan turun menemui polisi itu bersama asisten Bima, sedangkan Bima hanya menunggu di dalam ruang kerjanya.
Bima tampak frustasi, ia benar - benar tidak tau jika Aditya ternyata lebih pintar dari nya, ia tidak mau jika akhirnya ia harus masuk penjara.
" Sial.. sial.. sial.. ini semua gara - gara kamu Aditya, dan Ameliya.. brengsek wanita itu, ini juga ulahnya.. aku harus bagaimana, aku tidak ingin masuk penjara " ucap Bima sembari mengacak - ngacak rambutnya sendiri.
******
Di perusahaan Prakasa Jaya
Nabila masuk kedalam kamar pribadi Aditya, ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang, karena bosan Nabila mencoba mengutak - atik ponselnya, Nabila langsung terbangun dan duduk ketika melihat sebuah berita viral hari ini mengenai pengakuan Ameliya mantan istri suaminya itu.
" Astaga.. jadi selama ini Pak Bima pelakunya " ucap Nabila tak percaya.
__ADS_1
Nabila kembali menagis, ia sedih sekali karena bima tega melakukan semua ini kepada suaminya, dan ingin menghancurkan rumah tangga mereka.
" Berarti kejadian malam itu, Mas Aditya gak berbuat apa - apa dengan mantan istrinya, ini semua akalan Pak Bima, dan yang mengirim pesan kepada itu, itu pasti juga ulah Pak Bima, Pak Bima pasti sudah merencakan semunya " ucap Nabila.
Hiks.. Hiks.. Hiks.. Nabila kembali menangis.
" Maafkan aku Mas " ucap Nabila.
Nabila masih saja menangis, menangisi kesalahannya yang terlalu egois dan tidak mau mendengarkan penjelasan suaminya.
Sedangkan di ruang Rapat, Rapat penting yang begitu mengesankan tadi akhirnya usai, satu persatu kolega bisnis Aditya berjabat tangan dengannya, memberi selamat karena akhirnya dalang dari semua masalah yang di hadapi Aditya sudah terkuak, karena dengan adanya masalah itu juga berdampak buruk terhadap perusahaan mereka.
" Selamat ya Pak Aditya, alhamdulillah semua sudah usai, dan saya berharap semoga Pak Bima bisa mendapatkan hukuman setimpal " ucap Pak Iwan.
" Terima kasih Pak, ini semua juga berkat bapak, Terima kasih karena selama ini selalu percaya kepada saya " ucap Aditya.
Pak iwan hanya tersenyum kepada Aditya, lalu pamit pergi, dan kini hanya tinggal Aditya dan Haris di ruangan itu.
" Tuan, kenapa tidak menahan Pak Bima saat ia ingin pergi "
" Aku sengaja Ris, aku sudah menghubungi polisi, dan kita tunggu saja kabar penangkapan Bima nantinya, aku yakin jika polisi saat ini sedang mencarinya "
" Baik Tuan, alhamdullilah semua sudah terungkap " ucap Haris.
Walaupun kejahatan Bima sudah terungkap, hati Aditya sebenarnya masih gusar, karena istrinya belum mau berbicara dengannya, ia takut jika Nabila masih tidak percaya dan pergi meninggalkannya.
" Kita balik ke ruangan Ris " ucap Aditya dan di balas anggukan oleh Haris.
" Pak Aditya " ucap Lula begitu melihat Aditya datang.
" Kenapa Lula " tanya Aditya yang masih terlihat lesu karena memikirkan Nabila.
" ada apa dengan tuan, masalah Bima kan sudah selesai kenapa wajahnya masih tidak bahagia " batin Haris.
" Istri Bapak sedang menunggu Bapak di dalam " ucap Lula.
Mendengar ucapan Lula, Aditya yang semula tampak tidak bersemangat kini wajahnya berubah dan senyuman mengembang di wajahnya.
Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Aditya, ia bergegas masuk ke dalam ruangannya.
" Nabila " ucap Aditya begitu membuka pintu, namun Nabila tidak ada.
" Mungkin dia ada di dalam kamar " batin Aditya lalu berjalan ke kamar pribadinya.
Ceklek..
__ADS_1
suara pintu terbuka, dan Nabila sedang tertidur di atas ranjang, Aditya tersenyum melihat Nabila, ia melangkah kan kakinya perlahan dan duduk di atas ranjang di samping Nabila, ia tidak mau membangunkan istrinya itu.
Aditya mengelus lembut pucuk kepala Nabila, lalu elusan tangannya turun ke perut Nabila yang mulai membuncit, Aditya turun dari ranjang, berjongkok di samping Nabila lalu mencium perut istrinya itu.
" Hey Baby twins Ayah, apa kalian merindukan ayah, seharian kemarin Ayah belum menyapa kalian, hmmm...apa bunda masih marah kepada Ayah? ucap Aditya berbicara sendiri dengan calon buah hatinya itu dengan suara pelan agar tidak membangunkan Nabila.
Merasa ada yang menyentuhnya, perlahan Nabila mencoba membuka kedua matanya, dan tatapannya langsung mengarah kepada suaminya itu, yang saat ini memandangnya dengan tersenyum.
" Mas Adit " ucap Nabila bangkit dari tidurnya, dan Aditya juga ikut berdiri.
" Mas, maafin aku.. Hiks.. Hiks.. Hiks.. " ucap Nabila kembali menangis sembari memeluk pinggang suaminya karena Aditya masih berdiri, sedangkan Nabila duduk di atas ranjang.
Aditya melepas tangan Nabila yang melingkar di pinggangnya, ia menggenggam kedua tangan Nabila lalu berlutut di depan Nabila.
" Jangan menangis ya sayang " ucap Aditya menyeka air mata yang membasahi pipi Nabila dengan kedua tangannya.
" Maafkan aku Mas, seharusnya aku gak dengerin penjelasan Mas dulu, gak egois, seharusnya di saat seperti ini aku menyemangati Mas Adit, tapi malah sebaliknya.. Hiks.. Hiks.. " ucap Nabila sembari sesegukan.
" Sudah.. sudah.. kamu gak salah, malam itu tidak ada yang terjadi antara aku dan Ameliya, aku hanya... "
" Cup " Nabila menangkup wajah Aditya dan mengecup lembut bibir suaminya itu.
" Gak perlu di jelasin Mas, aku udah tau semuanya, maafin aku ya Mas " ucap Nabila.
" Ya sayang, Mas bilang gak perlu minta maaf, ini bukan salah kamu, yang harus kamu tau Mas sangat mencintai kamu, hanya kamu " ucap Aditya.
Nabila tersenyum lalu mengajak Aditya berdiri dan memeluk suaminya itu, beberapa kali Nabila mencium dada bidang suaminya itu, merapatkan pelukannya, dan menghirup panjang aroma tubuh suaminya yang sangat ia rindukan, padahal baru sehari saja,sudah seperti seminggu lamanya ia tidak memeluk dan mencium aroma harum tubuh Aditya.
Aditya juga mencium kening Nabila, lalu ceruk leher Nabila, kemudian membenankam kembali kepala Nabila di dadanya, Aditya juga sama seperti Nabila, ia sangat merindukan istrinya.
" Aku mencintai mu sayang " ucap Aditya kepada Nabila, jika sudah mencintai seseorang, Aditya tidak akan pernah sungkan atau malu untuk mengungkapkan perasaannya kepada orang yang ia cintai, namun itu hanya jika mereka sedang berdua saja.
" Aku juga mencintaimu Mas "
Aditya tersenyum menatap istrinya itu, ia menarik tenguk leher Nabila lalu menyambar bibir Nabila yang sudah sangat ia rindukan, ciu man mereka makin mesra, saling me lu mat, sesekali Aditya melepas ci uma nya agar dapat memberikan ruang untuk Nabila bernafas, lalu setelah itu ia kembali me lu mat bibir candu istrinya itu.
Siang menjelang sore hari itu mereka habiskan dengan saling ber ciu man mesra melepaskan rasa rindu mereka.
**Bersambung...
Masih lanjut ya readers..
tetap stay tune, tunggu up ku selanjutnya.. 😊
jangan lupa like, dan beri komentar biar aku tambah semangat 😘😘**
__ADS_1