Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 123


__ADS_3

" APA MASGAL MENCINTAIKU?? "


Pertanyaan itulah yang akhirnya timbul dari sekian banyak pertanyaan yang akan Risa tanyakan kepada Rona, bahkan air mata Risa mulai turun membasahi kedua pipinya.


" Sebentar lagi aku kan menikah Masgal, tapi sebelum itu aku ingin dengar sekali lagi ungkapan cinta yang sering Masgal ucapkan kepadaku, tapi kali ini tanpa di selingi candaan "


Rona tersenyum mendengar penjelasan Risa, Risa tidak tau bahwa sebenarnya yang akan menikah dengannya adalah seorang lelaki yang sekarang berdiri di depan nya.


Karena Rona tidak bergeming dan masih membelakangi nya, akhirnya Risa memberanikan diri untuk memeluk Rona dari belakang, Rona terkejut ketika Risa memeluknya.


" AKU MENCINTAMU "


Rona tersenyum lebar mendengar ungkapan cinta dari Risa, itulah yang ia tunggu selama ini, dan ternyata gak sia-sia pengorbanan nya untuk menahan diri tidak bertemu bahkan bersikap dingin dengan Risa selama dua minggu ini, ternyata tebakan Aditya benar, Risa juga mencintai nya.


" Maaf aku telat menyadari semua nya, maaf selama ini aku hanya mengira semua yang Masgal katakan padaku itu hanya sebuah gurauan "


Rona berbalik badan, melepas pergelangan tangan Risa yang melingkar di perutnya, Rona menangkup wajah Risa, lalu menyeka air mata Risa dengan kedua jemari tangannya.


Mereka berdua saling tatap, lalu Rona memberanikan diri untuk mengecup bibir Risa, Risa hanya diam, ia menutup kedua matanya, merasakan manisnya ciuman yang diberikan oleh Rona untuk kedua kalinya.


Risa kembali membuka kedua matanya ketika Rona melepas ciuman nya, dan mereka kembali saling tatap.


"Apa itu cukup sebagai jawaban dari pertanyaan mu? Maaf atas sikap ku selama dua minggu ini, sebenarnya aku hanya ingin tau perasaan mu kepadaku, dan ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan " ucap Rona.


Hiks.. Hiks.. Hiks.. Risa kembali menangis mendengar ucapan Rona, bukan karena tidak bahagia, namun ia ingat jika ia sebentar lagi akan menikah dengan orang lain, dengan seseorang yang tidak ia cintai.


" Sudah jangan menangis " ucap Rona lalu membawa Risa kedalam pelukannya, dan mengelus - elus kepala Risa.


" Tapi Masgal, aku akan menikah sebentar lagi "


" Iya aku tau " ucap Rona, dan mendengar itu, Risa langsung melepas pelukannya, dan menatap Rona.


" Masgal tau? tau darimana? "


" Dari Papa kamu "


" Papa..jangan bilang kalau Masgal menjauh dari aku itu sebenarnya karena hal ini? " tanya Risa dan kedua matanya kembali berkaca - kaca.


Rona kembali membawa Risa kedalam pelukannya, Rona hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Risa.


" Papa bilang apa ke Masgal, apa Papa berbicara kasar, atau memarahi Masgal "


" Tidak, Papa mu hanya ingin yang terbaik untuk kamu "


" Aku terpaksa Masgal, aku tidak mencintai lelaki itu "


Rona melepas pelukannya, lalu mengajak Risa duduk di sofa.


" Cinta itu bisa tumbuh jika sering bersama " kata - kata Aditya yang di ingat Rona dan kembali ia ucapkan kepada Risa.


" Jadi, Masgal rela aku nikah sama lelaki yang gak aku kenal itu? "

__ADS_1


" Aku akan berusaha ikhlas, walaupun itu berat, dan aku mau kamu juga bisa ikhlas, restu kedua orang tua itu sangatlah penting, kita tidak bisa memaksa, walaupun kita saling mencintai "


" Lebih baik kita sekarang menemui Papa dan Mama, Masgal coba yakinkan sama Papa dan Mama, biar aku gak jadi nikah sama lelaki itu Masgal "


" Atau.. kita lari aja dari sini Masgal, atau..aku perlu mogok makan, atau aku pura - pura hamil anak Masgal aja, biar Papa dan Mama gak jadi nikahin aku sama lelaki itu " cerocos Risa.


Rona mengulum senyum melihat Risa yang mengoceh, sudah hampir dua minggu ia tidak mendengar ocehan Risa seperti ini, dan hati Rona juga tersentuh, segitu cintanya Risa kepadanya sampai harus berpikir seperti itu.


" Gak perlu begitu, hidup kita juga gak akan bahagia kalau kita berbohong kepada kedua orang tua kita "


" Tapi Masgal "


" Lebih baik sekarang kamu pulang, persiapkan diri kamu, kan kamu sebentar lagi mau menikah "


" Masgal ngusir aku, katanya cinta sama aku, kenapa nyerah gitu aja " umat Risa, ia mulai kesal kepada Rona.


" Bukan begitu budeg, aku hanya.. "


" Sudah cukup Masgal, aku kecewa sama Masgal, Masgal sepertinya memang gak serius cinta sama aku "


Risa beranjak dari duduknya dan berniat untuk keluar dari apartemen Rona.


" Tunggu.. dengarkan penjelasanku dulu " ucap Rona menarik lengan Risa mencoba menahan Risa untuk keluar.


" Masgal nyuruh aku pulang kan, lepaskan, sekarang aku mau pulang " ucap Risa lalu melepaskan tangan Rona yang memegang tangannya.


Risa kembali menangis, lalu ia berlari dan bergegas masuk ke dalam lift, Rona berusaha mengejar, namun pintu lift sudah tertutup.


" Hiks.. Hiks.. Hiks.. Masgal jahat " tangis Risa di dalam lift.


*****


Sehabis makan malam, Nabila dan Aditya beserta kedua anaknya memilih untuk bersantai di ruang keluarga, sembari menonton acara televisi kesukaan Zahira dan juga Hafidz.


" Ayah, Bunda, coba lihat, ini mainan baru adek ama tatak " ucap Hafidz lalu menunjukkan sebuah boneka dan juga mobil - mobilan kepada Aditya dan juga Nabila.


" Bagus sekali sayang, siapa yang belikan? Oma ya? " tanya Aditya.


" Bukan Yah, tadi Pak satpam di sekolah yang kasih " ucap Zahira menjawab pertanyaan Aditya.


Nabila dan Aditya saling tatap begitu mendengar penjelasan dari Zahira.


" Satpam? yang benar Zahira? " tanya Nabila balik.


" Iya bener Bunda, kata Pak satpam ada orang yang nitip hadiah itu sama ,katanya buat di kasih ama adek dan juga kakak "


" Zahira tau orangnya siapa? " tanya Aditya.


" Gak tau Yah "


" Aku coba tanya Sumi dulu ya Mas " ucap Nabila beranjak dari duduknya.

__ADS_1


Ting.. Tong.. Ting.. tong.. suara bel berbunyi.


" Ada tamu Mas "


" Kamu tunggu di sini aja, biar Mas yang bukain pintunya, nanti kamu capek " ucap Aditya dan Nabila hanya mengikuti perintah suaminya.


" Padahal jarak ke pintu depan gak beberapa meter, gak berkilo - kilo juga, ya gak mungkin capek lah Mas, Mas Adit.. Mas Adit.. " batin Nabila sembari menggeleng - geleng kan kepalanya.


Aditya membukakan pintu, dan ternyata Risa yang datang dengan kedua mata yang terlihat sembab.


" Nabila nya ada Pak? " tanya Risa.


" Ada, silahkan masuk " ucap Aditya mempersilahkan Risa masuk kedalam rumahnya.


" Nabila " ucap Risa dengan suara serak, ia mencoba menahan air matanya, karena ia tidak ingin menangis sekarang, karena masih ada Aditya dan juga kedua anak mereka.


" Zahira, Hafidz, kita ke kamar ya Nak, sudah waktunya tidur" ucap Aditya, mengerti jika saat ini Nabila dan Risa hanya perlu berdua saja.


" Oke, dadah onty Risa " ucap Zahira dan Hafidz bersamaan.


Setelah Aditya dan kedua anaknya tidak tampak lagi, Risa langsung menangis tersedu - sedu di depan Nabila.


" Risa, kenapa nangis, tenang ya.. coba cerita "


Merasa tenang, akhirnya Risa menceritakan semuanya kepada Nabila, dan Nabila jadi ikut menangis mendengar cerita dari Risa, ia sedih melihat Risa terpuruk seperti ini.


" Sabar ya Sa, sabar " ucap Nabila lalu memeluk Risa.


" Hiks.. Hiks.. Hiks.. aku kecewa sama Masgal, dia gak mau banget usaha biar aku gak jadi nikah sama lelaki itu Bil, Masgal nyerah gitu aja, kayaknya dia memang gak serius cinta sama aku Bil, bener kan yang aku bilang, Masgal itu memang awalnya cuma mau ngerjain aku aj, padahal aku udah jatuh cinta sama dia Bil.. Hiks.. Hiks.. "


Risa menumpahkan semua isi hatinya kepada Nabila, Nabila adalah tempat terbaik untuk nya meluapkan semua nya, dari dulu selalu seperti itu, Nabila juga selalu memberikan nasihat yang terbaik buat Risa, dan selalu menyemangati Risa.


Di saat Risa yang masih curhat kepada Nabila di ruang keluarga, lain halnya dengan Aditya, setelah menidurkan Hafidz dan Zahira, ia mengetuk pintu kamar Sumi, ia ingin menanyakan hal mengenai beberapa mainan yang di dapat oleh Zahira dan Hafidz.


" Ada apa Mas Adit? " tanya Sumi begitu pintu kamarnya terbuka dan melihat Aditya lah yang ternyata mengetuk pintu kamarnya.


" Kamu tau siapa yang memberikan mainan kepada Zahira dan Hafidz? "


" Gak tau Mas, soalnya pas kami mau keluar dari sekolah, Pak satpam langsung ngasih itu, katanya ada orang yang nitip haish itu buat Zahira sama Hafidz "


" Kamu tanya gak sama Satpam nya orangnya laki - laki atau perempuan? "


" Aduh, gak kepikiran aku Mas, ntar besok aku tanyain deh sama Pak satpam nya "


" Cepat kabari aku kalau kamu sudah dapat infomasi dari satpam itu, terus jangan Terima lagi hadiah dari siapa pun ya mi, terlebih dari orang yang tidak kita kenal " ucap Aditya tegas.


" Baik Mas "


Setelah itu Aditya mencoba menghubungi Alex, dan memerintahkan Alex untuk lebih siaga, karena Aditya merasa khawatir, ia takut jika ada seseorang yang berniat jahat kepada kedua anaknya itu.


**Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih udah selalu setia menunggu cerita dari aku.. 😊


jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini 😘**


__ADS_2