
Keesokan harinya..
Amelia tampak sibuk membuka lembar demi lembar sebuah koran yang terletak di atas meja sofa nya.
" Arghhh Sial... dimana lagi aku bisa mencari perkerjaan"
" Semua tidak ada yang sesuai dengan apa yang aku inginkan, jika harus menjadi model lagi, siapa yang akan menerima ku, aku kini sudah tidak seperti dulu, aku sudah punya anak, dan tubuhku.. ahh.. bahkan untuk membeli sabun mandi saja aku terkadang tidak sanggup " ucap Amelia sembari melihat tubuhnya yang kini terlihat dekil, dan tidak terawat "
" Jika harus bekerja di restaurant atau yang lain, siapa yang akan menjaga Aditya, tidak mungkin aku membawanya ke tempat kerja ku "
" Belum lagi hutang - hutang ku yang semakin menumpuk di mana-mana "
" Oh Tuhan.. aku harus bagaimana " ucap Amelia.
Amelia bingung harus mencari pekerjaan di mana, selama ini ia hanya hidup dengan belas kasihan tetangga dan orang lain, begitu juga hidupnya yang harus tergantung dengan berhutang kepada rentenir.
Aditya datang keluar kamar dan duduk di samping Mama nya, ia meraih remot Televisi yang berada di atas meja, dengan sekali pencetan, Televisi jadul yang berukuran kecil itu menyala dan kebetulan menayangkan berita mengenai pernikahan Aditya dan Nabila yang di adakan kemarin.
" Mama.. Mama... coba liat Ma"
" Liat apa sih Dit, Mama lagi pusing ni " ucap Amelia mengabaikan anaknya.
" Mama... itu liat, itu kan Om hebat Ma, yang pukul orang - orang Jahat.. ciat.. ciat.. " ucap Aditya sembari mepraktekkan bagaimana Aditya waktu itu menolong mereka dari preman jahat.
Amelia yang awalnya tampak acuh dan tidak mendengarkan ocehan anaknya, secepat kilat memalingkan wajahnya ke arah Televisi.
Amelia begitu terkejut ketika melihat berita mengenai resepsi pernikahan Aditya dan Nabila, yang baru saja kemarin di selenggarakan.
" Benarkah itu kamu Dit, ternyata wanita itu adalah istrimu"
" Pernikahannya terlihat mewah dan meriah sekali, jauh lebih meriah di bandingkan pernikahan kita dulu "batin Amelia.
Kedua mata Amelia beralih melihat Mama Maya yang terlihat berdiri di samping Aditya, ia melihat raut wajah Mama Maya yang juga begitu bahagia.
" Mama.. bahkan Mama juga lebih terlihat bahagia dengan pernikahan Aditya yang sekarang, tidak sebahagia ketika dulu aku menikah dengan Aditya "
Amelia tidak bisa menahan tangisnya, ia berlari menuju kamar, dan menumpahkan semua air mata nya yang tidak lagi dapat ia tahan.
" Hiks.. Hiks...Hiks.. Hiks.. "
" Ya Tuhan, ternyata sesakit ini rasanya, begitu lah sakit yang dulu pernah aku berikan kepada Aditya "
" Aku bodoh.. aku bodoh.. aku bodoh telah menyia-nyiakan kamu dulu Aditya " ucap Amelia kembali menyesali perbuatannya dan menangisi pernikahan Aditya.
*******
Nabila menggeliat, merasakan sentuhan - sentuhan jemari Aditya yang menyentuh punggung belakangnya dari atas hingga ke bawah.
" Hhmmm.... Mas.. " ucap Nabila membalikkan badannya ke arah Aditya.
" Mas sudah bangun, Mas juga sudah mandi ya, kenapa tidak membangunkan ku Mas" ucap Nabila melihat suaminya yang sudah terlihat segar dengan rambut yang masih terlihat basah.
Nabila memejamkan kembali matanya, entah mengapa ia merasa masih sangat mengantuk.
" Emuachh... emuachh... " kecupan yang Aditya berikan di ceruk leher Nabila yang begitu halus, kemudian kecupan itu beralih ke bib*r Nabila yang begitu membuat Aditya ketagihan.
" Hmmm Mas.. aku belum mandi " ucap Nabila ingin beranjak dari tempat tidur.
Aditya menarik Nabila dan Aditya kini berada di atas Nabila, siap kembali ingin menerkam istrinya itu.
__ADS_1
Aditya kembali memberi kecupan - kecupan dulu ceruk leher Nabila, dan sesekali menggigit telinga Nabila.
" Aww... Mas... Mas geli.. " ucap Nabila.
" Mas, aku mandi dulu ya, belum sikat gigi juga Mas "
" Biarkan saja sayang, Mas menginginkanmu sekarang " ucap Aditya kembali menyambar bib*r Nabila.
" Sshhhh.... emmmmm... " des*h Nabila.
Mereka kembali memadu cinta di pagi hari yang cerah itu, dan berakhir ketika Aditya telah mencapai kenikmatannya dan
Aditya ambruk di samping Nabila, kemudian menarik Nabila kedalam pelukannya.
" Sayang.. kamu memang sudah membuat Mas gila " ucap Aditya sembari mengecup kening Nabila.
Nabila hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya itu, ia merasa bahagia karena bisa memuaskan suaminya.
" Oh ya Mas, ini sudah jam berapa ya, Mama sama anak - anak pasti menunggu kita Mas "
Belum sempat Aditya menjawab pertanyaan dari Nabila, suara ponsel Aditya berbunyi dan Mama Maya melakukan video call kepada mereka.
Aditya yang melihat itu beranjak duduk, begitu pula dengan Nabila. Mereka gelabakan karena saat ini mereka berdua tidak memakai sehelai kain pun, tidak mungkin mereka menjawab video call dari Mama Maya.
" Mas.. Mas.. cepat ambilkan baju ku " ucap Nabila sembari menutupi tubuhnya dengan selimut.
Aditya segera bangkit memungut baju Nabila dan juga bajunya, dengan cepat mereka memakai baju dan menutup bagian bawah tubuh mereka dengan selimut.
" Bentar Mas, jangan di angkat dulu.. liat rambutku udah rapi belum Mas" ucap Nabila sembari merapikan rambutnya.
" Sudah sayang " ucap Aditya membantu merapikan rambut Nabila.
" Waalaikumsalam sayang "
" Kalian kemana aja sih lama banget baru angkat telponnya "
Aditya dan Nabila saling memandang, kemudian tertawa bersama, mengingat kelakuan mereka tadi.
" Kalian berdua kok malah ketawa sih " ujar Mama Maya.
" Gak ada apa-apa Ma, oh ya Ma kok kayaknya Mama sekarang lagi di Rumah "
" Iya benar Nabila, Mama, Sumi sama cucu - cucu Mama udah duluan pulang ke Rumah "
" Lo Ma, kok ninggalin Nabila sama Mas Aditya "
" Habisnya pintu kamar kalian Mama ketuk -ketuk gak ada jawaban "
" Oh itu Ma.. hehehe... " ucap Nabila terkekeh.
" Gak pa-pa sayang, Mama ngerti kok, kamu pasti capek kan.. Aditya pasti gak biarin kamu tidur semalaman " ucap Mama Maya yang membuat Nabila malu.
" Mama... Nabila jadi malu.. "
" Oh ya dimana Aditya "
" Ada apa Ma " tanya Aditya kemudian menampakkan dirinya.
" Gak pa-pa, jangan terlalu di porsir ya Dit, kasian istri kamu nanti kecapean"
__ADS_1
" Gak Ma, Nabila kuat kok "
" Mas ini apaan sih " ucap Nabila menepuk dada Aditya, Aditya hanya tertawa melihat istrinya yang sedang menahan malu.
" anak - anak mana Ma " tanya Aditya.
" Mereka lagi asyik Main, oh ya Dit, Nabila, Mama udah pesanan kalian tiket pesawat untuk bulan Madu, Haris lagi di jalan untuk antar tiketnya ke kalian"
" Bulan madu Ma "
" Iya Nabila, anggap itu hadiah pernikahan Mama untuk kalian "
" Terus anak - anak gimana Ma"
" Gak usah di pikirin ya sayang, anak - anak biar sama Mama"
" Tapi Ma, gak repotin Mama nanti "
" Gak sayang, kamu tenang aja, yang penting kalian senang - senang ya "
" Makasih ya Ma " ucap Aditya dan Nabila bersamaan.
" Iya sayang, cepat bawakan Mama cucu ya kalau pulang nanti "
" Siap Ma.. makanya Aditya usaha terus ni Ma "
" Iya Dit, tapi ingat harus pikiran kesehatan Nabila juga "
" Iya Mama sayang "
" Ya sudah, Happy terus ya sayang.. Assalamu'alaikum "
" Waalaikumsalam Ma " balas Aditya dan Nabila bersamaan.
" Ya sudah Mas, aku mau mandi dulu ya "
" Mas ikut "
" Gak ah Mas, Mas kan udah mandi "
" Mau mandi lagi sama kamu " ucap Aditya sembari memeluk Nabila.
" Mas.. jangan mulai " ucap Nabila menatap horor kepada suaminya.
" Hahahaha... ia sayang..gak kok, ya sudah mandi sana " ucap Aditya kemudian melepas pelukannya.
Nabila bergegas masuk ke kamar mandi, dan diam-diam Aditya menyusul Nabila, Aditya mencoba membuka pintu kamar mandi namun pintunya terkunci.
" Sayang.. sayang.. ternyata pintunya kamu kunci..Hahaha... kamu takut ya kalau aku mau makan kamu lagi... "
" Hahaha... tunggu aja nanti ya sayang " ucap Aditya tidak berhenti tertawa.
Bersambung...
***gagal deh rencana Aditya ya... 😂😂
Next tunggu bulan madu Aditya dan Nabila ya readers... 😍
jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini... 😊***
__ADS_1