
Setelah keluar dari ruang meeting, wajah Aditya tampak kacau, itu karena besok ia harus berangkat ke luar kota untuk mengunjungi pembangunan cabang pabrik parfum wanita yang katanya sudah rampung, dan sekaligus menghadiri acara pergelaran launching parfum wanita terbaru di sana.
Kali ini Aditya tidak bisa menolak, karena memang dialah yang harus hadir di sana, tidak bisa di wakilkan oleh siapa pun, yang jadi masalah bagi Aditya adalah kegiatan itu tidak cukup memakan waktu satu hari, melainkan lima hari, dan kemungkinan juga bisa sampai seminggu.
Aditya tidak tega meninggalkan Nabila yang saat ini hanya menunggu kelahiran, ya walaupun tanggal kelahiran di prediksi masih sekitar dua minggu lagi, tapi Aditya tetap saja harus siaga.
Sesampai di rumah, Aditya langsung mencari istrinya yang sedang asyik bermain bersama Zahira dan Hafidz, melihat kedatangan Aditya, Nabila beranjak dan menemani suaminya untuk berganti pakaian.
Aditya memeluk pinggang Nabila, dan membenamkan kepalanya di perut Nabila.
" Mas, Mas kenapa? " tanya Nabila, karena semenjak Aditya datang, Nabila bisa melihat wajah Aditya yang terlihat kusut.
" Mas mau mandi dulu sayang " Aditya beranjak ke kamar mandi, Nabila bergegas menyiapkan baju ganti untuk suaminya.
" Sayang "
" Iya kenapa Mas? " Nabila yang sedang berada di walk in closed segera menemui suaminya yang saat ini sedang duduk di tempat tidur.
" Sayang, besok rencana nya Mas akan keluar kota "
" Keluar kota, ada acara apa Mas? "
" Pabrik parfum milik Mas di sana pembangunan nya udah rampung, dan Mas harus turun langsung mengecek pembangunannya, karena mulai awal pembangunan Mas belum pernah kesana, dan juga sekaligus launching pertama parfum milik perusahaan Mas itu disana "
" Oh.. ya gak pa - pa Mas, namanya juga tuntunan kerja mau gimana lagi "
" Tapi sayang.. Mas kemungkinan lama, bisa sampai seminggu di sana, gimana dong sayang, kamu gak pa - pa Mas tinggal? "
" Bisa - bisa kangen berat nih aku sama Mas Aditya, kalau di tinggal seminggu " ucap Nabila sembari terkekeh.
" Kamu nih malah ketawa, Mas juga pasti kangen sama kamu sayang "
" Hehehe.. ya Mas, ya gak masalah, Mas pergi aja "
" Yakin kamu gak pa-pa, Mas gak tega ninggalin kamu, apalagi kamu bentar lagi kan mau lahiran "
" Yakin Mas, prediksi kelahiran kan masih lama juga Mas, Mas tenang aja, lagian ada anak-anak, Sumi, Bi Inah, Pak Nanang, sama bagas di rumah ini Mas, aku gak sendirian "
" Ntar Mas suruh Mama deh temani kamu di rumah ya, biar Mas gak tambah khawatir "
__ADS_1
" Iya Mas, ya udah kita turun yuk Mas makan malam udah siap "
Aditya dan Nabila keluar dari kamar dan langsung menuju ruang makan.
Ting.. Tong.. Ting.. Tong..
" Bi Inah tolong bukain pintu " pinta Nabila karena ia sedang sibuk melayani makan anak dan suaminya.
" Nabila...ponakan onty... " teriak Risa dari kejauhan, ternyata Risa dan Rona yang datang berkunjung ke rumah Aditya.
" Risa, Kak Rona " Nabila dan Aditya beranjak dari duduk mereka dan saling menyapa kepada Risa dan Rona.
" Wah.. pas banget, aku lagi bawain cake ni, ntar kita makan bareng ya "
" Kalau gitu makan bareng aja ama kita Sa, Kak Ron "
" Wah jadi gak enak Bil " ucap Rona.
" Jangan sok gak mau, biasanya juga gak tawarin langsung makan " ucap Aditya.
" Hehehe.. diam aja kenapa sih dit " ucap Rona.
Setelah makan malam selesai, Aditya dan Rona memilih untuk duduk di teras depan sembari ngobrol, sedangkan Risa dan Nabila di ruang keluarga bersama Zahira dan juga Hafidz.
" Bil, aku ada kabar bahagia lo buat kamu "
" Bahagia, pantes aja dari tadi wajah kamu tu keliatan banget lagi bahagia "
" Yang bener Bil, hehehe.. Bil, aku hamil " bisik Risa di telinga Nabila.
"Hamil.. alhamdulillah... selamat ya Sa "
" Makasih Bil, aku senang banget Bil, akhirnya aku bisa ngerasain jadi ibu, dan rasanya gak sabar pengen baby aku cepat besar kayak ponakan aku yang di dalam ini, ucap Risa sembari mengelus - elus perut Nabila.
" Aku juga turut bahagia Sa, berati Kak Rona hebat juga ya Sa, baru dua bulan menikah udah bunting kamu nya. hehehe... "
" Kayak apa gak hebat Bil, orang aku di gempur terus siang malam, apalagi waktu bulan madu di Korea, sampe tiga hari aku tu gak keluar kamar sama Mas Rona, kerjaan kami makan, mandi, tidur, begituan, ntar bangun mandi, makan, begituan lagi "
" Begituan apanya Sa...Hahahaa... " goda Nabila.
__ADS_1
" Bila ih.. masak gak paham, ada Zahira dan Hafidz tu, jadi harus pake kata - kata lain ngomongnya "
" Hahaha... becanda Sa "
Lain kisah Nabila dan Risa, lain pula Aditya dan Rona yang juga asyik ngobrol di depan Rumah, ya lebih dominan Rona sih yang ngomong, yang ngerocos dan cerita terus dari tadi.
" Hebat kan aku Dit, baru dua bulan aja aku udah bisa buat istriku hamil "
" Gitu aja bangga "
" Bangga dong Dit, ternyata usaha ku gak sia - sia Dit "
" Emang nya kamu usaha apa, usaha makanan, minuman "
" Aditya, lagi serius juga "
Aditya terkekeh melihat Rona yang tampak kesal.
" Bukan itu maksud ku Dit, usaha buat bikin anak "
" Oh... hahahaa "
" Waktu bulan madu di Korea, aku gak ijinin istriku untuk keluar kamar hotel Dit, selama tiga hari aku sama istriku cuma habiskan siang malam buat bercinta, terus sampai di Indonesia juga gitu, pokoknya aku gempor terus dit..hahahaha.. "
" Ron.. Ron.. parah kamu tu " ucap Aditya.
" Yang penting kan udah menghasilkan anak sekarang Dit "
" Ngeles aja bisanya "
" Hehehee.. ternyata surga dunia itu memang ada ya Dit, kalau tau rasanya enak gitu, mending dari dulu aku menikah, rasanya nagih dit, aku gak kebayang waktu kamu masih menduda bertahun - tahun Dit, kamu hebat bisa tahan, untung aja sekarang udah ketemu Nabila "
Aditya hanya tersenyum sembari menggeleng - geleng kan kepalanya mendengar penuturan Rona, sahabat nya yang satu ini memang gak di takar kalau ngomong, tidak pernah menyembunyikan sesuatu dari Aditya, dan tidak pernah malu untuk berbicara seperti itu kepada Aditya, persis seperti Risa yang juga tidak pernah malu - malu untuk membicarakan hal intim kepada Nabila, karena bagi mereka Aditya dan Nabila itu sudah di anggap seperti saudara sendiri.
**Bersambung...
jangan lupa kritik dan saran, like dan vote juga yakk😘
jangan lupa mampir di novel kedua aku teman - teman.. tinggalkan kritik dan saran kalian juga di sana, biar aku tambah semangat nulis ceritanya... ☺**
__ADS_1