Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 120


__ADS_3

" Mama sama yang lain tunggu di bawah ya, Nabila mau nyusul Mas Adit dulu di kamar Ma " ucap Nabila dan di balas anggukan oleh Mama Maya dan yang lainnya.


" Astaga Mas, Mas ngapain aja kenapa baru selesai mandi " ucap Nabila begitu melihat Aditya yang baru keluar dari kamar mandi.


" Maaf ya sayang, tadi Mas ketiduran " ucap Aditya sambil terkekeh.


" Ya sudah, cepat pakai baju nya Mas, ni " ucap Nabila memberikan kemeja putih kepada suaminya.


Tanpa rasa malu Aditya langsung saja melorot kan handuk yang melilit di pinggangnya, membuka laci lalu mengambil kain segitiga Bermuda yang ada di sana dan memakainya.


Nabila hanya menggeleng - geleng kan kepalanya melihat kelakuan suaminya itu, sedangkan Aditya tampak santai karena menurutnya untuk apa ia harus malu atau merasa canggung, toh mereka adalah suami istri.


Melihat gaya Aditya yang lambat, Nabila bergegas mengambil kemeja yang ada di atas ranjang dan membantu Aditya memakainya.


" cepat dikit geraknya Mas, kasian Mama sama yang lain udah nungguin kita di bawah " ucap Nabila sembari mengancingkan satu persatu kemeja Aditya.


" Mas " ucap Nabila menatap suaminya yang malah menggengam tangannya.


" Kamu cantik sekali sayang, tapi lipstik kamu terlalu merah " ucap Aditya sembari tersenyum kepada Nabila.



" Mas juga tampan " ucap Nabila dengan tersenyum juga.



Aditya menangkup wajah Nabila lalu menyambar bibir istrinya itu, me ***** nya bahkan membuat Nabila hampir kehabisan nafas.


" Hmm.. Hmm.. " lenguh Nabila sembari menepuk - nepuk dada suaminya.


" Aku hampir kehabisan nafas Mas "


Aditya hanya terkekeh, lalu mengelus bibir Nabila, dan kembali mencium bibir istrinya itu sekilas.


CUP


" Sudah cukup, lipstik kamu udah gak terlalu merah lagi, di sana nanti pasti banyak laki - laki, Mas gak mau mereka melihat bibir indah kamu ini karena lipstik kamu yang terlalu merah " ucap Aditya.


Padahal sepertinya itu cuma akalan Aditya aja ya gaes, cari kesempatan buat cium Nabila.


" Terserah Mas Aditya " ucap Nabila lalu kembali mengancingkan kemeja suaminya, dan memasang jas yang berwarna pink,warna yang senada dengan yang di pakai Nabila anggota keluarga lain nya, dan setelah selesai mereka bersama turun kebawah untuk menemui Mama, Sumi, dan juga anak mereka yang sudah menunggu.


Sesampai di tempat acara, kebetulan sekali rombongan Rona dan Risa bertemu dengan rombongan keluarga Aditya, mereka saling sapa dan berbarengan masuk ke dalam rumah Lula, di sana sudah banyak sekali para undangan.


" SAH "


" SAH "


" SAH "


Terdengar suara teriakan dari dalam rumah Lula, termasuk Rona yang juga antusias mengucapkan kata SAH, ia jadi ingin secepatnya menikah dengan Risa.


Semua orang di dalam mengucap syukur, termasuk kedua mempelai yaitu Haris dan Lula, terlebih Lula yang memang sejak lama menyukai Haris, sangat berharap agar suatu hari nanti ia bisa menikah dengan Haris, dan kini semua itu menjadi kenyataan, perasaaan nya terhadap Haris tidak bertepuk sebelah tangan, Haris juga menyukai dan mencintai nya, dan jadilah saat ini perasaan cinta itu mereka ikrarkan dalam ikatan suci pernikahan.


" Selamat ya Mba, semoga langgeng dunia akhirat, dan kebahagiaan selalu menyertai kalian berdua, dan semoga cepat dapat momongan Mba, nyusul aku " ucap Nabila sembari memeluk Nabila.


" Terima kasih ya Bil " ucap Lula.


Risa juga ikut memberi selamat kepada Lula dan juga Haris, begitu pula Rona dan Aditya.


" Mba, ini ada hadiah dari aku sama Nabila, tapi ini baru satu Mba, yang lainnya tu ada di sana " ucap Risa sembari menunjukkan tumpukan kotak kado yang berada di depan pintu masuk rumah Lula, Risa hanya bisa membawa masuk kotak kado yang kecil, tidak bisa membawa masuk semuanya ke dalam karena kotak kado nya terlalu besar dan juga banyak orang di sana.


" Makasih ya Risa, Nabila " ucap Lula sembari tersenyum.


" Lo Bila, itu apa? " tanya Risa begitu melihat Nabila yang juga membawa kotak kado tapi bentuknya kecil dan panjang.


" Nah, kalau ini hadiah dari aku sama Mas Aditya " ucap Nabila lalu memberikan hadiah itu kepala Lula dan Haris.


" Lucu banget kotaknya Bil, jadi penasaran pengen tau isinya " ucap Lula.


" Jangan di buka sekarang Mba, ntar aja kalau lagi berduaan " ucap Nabila.

__ADS_1


" Apa sih isinya Bil,aku jadi penasaran juga " ucap Risa.


" Rahasia dong " ucap Nabila.


" Pelit banget kamu Bil " ucap Risa.


Aditya, Haris dan juga Rona hanya mengulum senyum melihat ketiga wanita yang mereka cintai itu.


Dan Setelah acara akad nikah selesai, keluarga Aditya pamit terlebih dahulu kembali ke rumah karena Zahira dan Hafidz merengek ingin segera pulang.


*****


Malam harinya, acara resepsi pernikahan Haris dan Lula di gelar, acara di gelar di sebuah hotel ternama di Jakarta.


" Mas sudah siap, ayo kita berangkat " ucap Nabila.


" Ya sayang " ucap Aditya lalu menggenggam jemari tangan Nabila, membawa Nabila keluar dari kamar.


Haaaacim... tiba - tiba saja Nabila bersin, dan langkah mereka terhenti di depan pintu kamar.


" Kamu gak pa - pa sayang? "


" Aku baik - baik aja Mas.. Haacimm.. " Nabila kembali bersin.


" Kamu Flu sayang " ucap Aditya menangkup wajah Nabila dan melihat hidung Nabila yang memerah.


Haaciim.. Nabila kembali bersin di hadapan Aditya.


" Maaf Mas " ucap Nabila.


" Kita gak usah kemana - mana, sekarang kamu lebih baik istirahat " ucap Aditya lalu mengajak Nabila berbaring di atas ranjang.


" Kamu tunggu di sini, Mas mau bilang sama Mama dan yang lain kalau kita gak jadi ke acara resepsi Haris dan Lula "


Nabila hanya manggut - manggut, kini kepala nya mulai terasa pusing.


" Nabila mana Dit, kenapa gak turun bareng kamu? " tanya Mama Maya yang melihat Aditya sendirian.


" Tapi Nabila baik - baik aja kan sayang,atau kami juga gak usah ke sana aja "


" Jangan Ma, gak enak sama Haris kalau di antara kita gak ada yang datang ke resepsi mereka, Mama tenang aja ada Aditya yang jaga Nabila "


" ya sudah kalau gitu Mama, Sumi sama anak - anak ke sana, jangan lupa telpon dokter Dit biar segera memeriksa keadaan Nabila "


" Ya Ma "


Mama Maya dan yang lain pun naik ke mobil dan tancap gas ke acara resepsi pernikahan Haris dan juga Lula, mereka di antara oleh Alex yang juga ikut menghadiri acara itu.


Aditya kembali ke kamarnya, di sana Nabila sudah menunggu sembari bersandar di sandaran ranjang.


" Apa ada yang sakit sayang? " tanya Aditya duduk di samping Nabila, ikut bersandar di sandaran ranjang lalu membenamkan kepala Nabila di dada nya.


" Kepala ku sedikit pusing Mas " ucap Nabila lalu memeluk Aditya.


" Kamu pasti kelelahan sayang, Mas sudah telpon dokter, mungkin sebentar lagi dokternya datang "


" Jadi gak enak sama Mba lula dan juga Pak Haris, kita gak bisa datang ke acara resepsi mereka Mas "


" Kita kan sudah datang di acara akad nya tadi pagi, lagian sudah ada Mama dan juga anak - anak di sana sayang, kamu gak usah mikirin itu, kesehatan kamu yang terpenting sekarang"


" Iya Mas,, hmmm Mas.. aku jadi pengen makan kebab "


" Kebab? "


" Ya Mas, tapi yang pedas "


" No, kamu gak boleh makan pedas, kemarin - kemarin udah banyak makan yang pedas - pedas, gak boleh keseringan sayang "


" Tapi Mas "


" Gak ada tapi - tapi " ucap Aditya lalu merogoh ponselnya dan memesan secara online "

__ADS_1


" Cuma kebab, ada yang lain? " tanya Aditya sembari mengutak atik ponselnya.


" Hmm apa ya Mas, kayaknya Martabak manis enak Mas,topping keju ama coklat yang banyak Mas "ucap Nabila, walaupun sedang flu dan sedikit pusing, hasrat makan Nabila tidak berkurang.


" Baiklah " ucap Aditya lalu memesan makanan sesuai keinginan Nabila.


*****


" Budeg "


" Iya kenapa Masgal? "


" pulang yuk, udah lama kita di sini, sebelum pulang kita jalan - jalan dulu " ajak Rona yang sudah begah melihat begitu banyak orang yang berdatangan dan memenuhi ruangan di acara resepsi pernikahan Haris dan Lula.


" Ya deh, udah lama juga kita disini " ucap Risa.


" Risa " sapa Sarah, salah satu karyawan di perusahaan Aditya, temannya Cindy, yang menjadi pembimbing Risa sewaktu magang di perusahaan Aditya.


" Mba Sarah " ucap Risa lalu memeluk Sarah.


" Kamu apa kabar? "


" Baik Mba, Mba gimana? "


" Alhamdulillah baik Sa "


" Ehemm.. ehemm " Rona berdehem, ia merasa di abaikan oleh Risa dan Sarah yang berdiri di samping Risa.


" Eh jadi lupa Mba, kenalin ini nama nya Mas Rona " ucap Risa memperkenalkan Rona kepada Sarah.


" Pacar kamu ya Sa, ganteng banget Sa, cocok sama kamu "


Rona tersanjung mendengar pujian dari Sarah yang menyebutnya ganteng, dan juga menyebut jika ia pacarnya Risa.


" Bukan Mba, dia bukan pacar saya, cuma teman "


Glek... entah mengapa hati Rona jadi sakit mendengarnya, ia berharap sekali jika Risa menyebut sebaliknya.


Risa melirik sekilas kepada Rona, yang wajahnya terlihat berubah ketika mendengar ia mengatakan jika Rona hanya temannya saja.


" Oh jadi gitu, kirain pacar kamu, kalau gitu aku mau ucapin selamat dulu buat Lula dan Haris, sampai ketemu lagi Risa " pamit Sarah.


" Ya Mba, sampai ketemu lagi " ucap Risa sembari melambaikan tangannya kepada Sarah.


" Yuk Masgal " ajak Risa, lalu mereka sama - sama keluar dari acara resepsi pernikahan itu.


Sepanjang jalan Rona hanya diam saja, Risa jadi bingung harus memulai pembicaraan dari mana, ia merasa Rona sedikit berubah.


" Masgal, kita mau jalan - jalan kemana? "


" Kita langsung pulang, jalan - jalan nya lain kali aja "


" Bukannya tadi Masgal yang antusias ngajak aku jalan, kenapa sekarang gak jadi " batin Risa.


Risa terdiam, hanya hening terasa di antar mereka, hingga Risa tidak menyadari jika kini mobil Rona sudah sampai di depan rumahnya.


" Makasih udah nganterin aku " ucap Risa lalu turun dari mobil.


Rona merasa tidak tega mendiamkan Risa, namun Rona merasa ia perlu melakukan itu, kali ini Rona ingin tau sejauh mana perasaan Risa kepadanya.


Rona hanya diam dan langsung tancap gas meninggalkan Risa yang masih berdiri dan mematung di depan Rumah nya.


" Masgal kok aneh ya, apa dia marah karena tadi aku bilang sama Mba Sarah kalau Masgal cuma teman aku, gak ada hubungan yang lebih, tapi kan memang benar " batin Risa lalu berjalan lunglai menuju kamarnya.


**Bersambung...


Bumil biar lagi sakit, tapi selera makan tetap tinggi ya gaes.. 😂


Dan Sekarang, giliran Risa yang di buat galau sama Rona..😅


tetap stay tune readers setia kuhh.. 😘**

__ADS_1


__ADS_2