Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 68


__ADS_3

Semua persiapan resepsi pernikahan Nabila dan Aditya sudah hampir seratus persen rampung, dan semua undangan telah di bagikan, di antara nya di bagikan kepada rekan bisnis, sahabat dan kerabat Nabila dan juga Aditya.


Dan dari beberapa orang itu, Nama Bima termasuk salah satu orang yang di undang dalam acara resepsi pernikahan Aditya dan Nabila.


Melihat undangan pernikahan yang bertuliskan nama Aditya dan juga Nabila, Bima langsung naik pitam dan melempar undangan itu ke sembarang arah, ia mengepalkan kedua tangannya dan memukul meja yang ada di depannya.


" BRENGSEK..!!! "


" Aku sudah kecolongan, kenapa mereka bisa menikah"


" Lihat saja Aditya, aku akan merenggut kebahagiaan mu dan merebut Nabila dariku"


" Tunggu saja tanggal mainnya nanti"


****


" Mas, rencananya hari ini aku mau ke kampus, ada beberapa kesalahan di laporan magang yang aku buat Mas, dan harus sedikit di perbaiki bersama dengan dosen pembimbing, dan sekalian aku juga mau bagikan undangan ke dosen dan beberapa teman di kampus Mas"


" Baiklah sayang, tapi di temani Alex ya!! "


" Bolehkan aku naik motor aja Mas, aku sudah lama gak naik motorku Mas, aku juga berangkat ke kampus bareng Risa, nanti aku jemput dia dulu di sana, boleh ya Mas? " ucap Nabila sembari tersenyum manja ke suaminya itu.


" Tidak, kamu harus tetap naik mobil dan di temani Alex"


Nabila cemberut mendengar penolakan Aditya, ia hanya merasa tidak nyaman jika harus di kawal terus, dan juga ia sudah rindu dengan sepeda motor bututnya yang terparkir rapi di garasi Rumah mereka.


" Tapi Mas, kali ini aja ya, please... " ucap Nabila kembali memohon.


" Tidak sayang, Mas tidak mau terjadi sesuatu kepadamu, pokoknya kamu harus di antar dan di temani Alex"


" Baiklah Mas" ucap Nabila menyerah, ia tidak mau berdebat lagi dengan Aditya.


" Ya sudah, jangan cemberut lagi ya, Mas mau berangkat dulu"


Aditya melihat ke beberapa bodyguard dan juga Haris yang berada di depannya, melihat tatapan Tuannya itu, mereka serempak langsung menutup kedua mata mereka, mereka sudah sangat paham akan maksud Aditya.


" CUP "


Aditya menangkup wajah istrinya dan mencium bibir istrinya itu sekilas kemudian masuk ke dalam mobil.


" Nanti kabari Mas kalau kamu sudah di kampus dan juga jika sudah pulang ke Rumah"


" Iya Mas, hati - hati di jalan, semangat cari uangnya ya" ucap Nabila sembari tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Aditya.


" Aku akan terus bersemangat Nabila, kamu dan anak-anak adalah penyemangat hidupku" batin Aditya


" Mba, apa kita berangkat juga sekarang? " tanya Alex yang berdiri di depan Nabila.


" Iya Lex, oh ya apa kamu sudah sarapan? kalau belum ayo masuk kedalam sarapan dulu, aku juga mau siap-siap, kayaknya Sumi juga masih belum selesai sarapan di dalam"


Sebenarnya sebelum berangkat Alex sudah sarapan di Rumahnya, namun ketika mendengar nama Sumi, Alex dengan sigap menerima tawaran Nabila dan ikut masuk kedalam untuk sarapan bersama Sumi.


" Jangan buru-buru makannya, tungguin aku ya" ucap Alex mengagetkan Sumi karena tiba-tiba saja datang dan langsung duduk di samping Sumi.


" Mas Alex bikin kaget aja" ucap Sumi yang kini sudah tidak jutek lagi dengan Alex.


" Mas mau sarapan, sini aku ambilin nasinya" ucap Sumi sembari menuangkan Nasi kedalam piring Alex.


" Anak ini kenapa, tumben dia gak jutek sama aku" batin Alex.


" Kenapa ngeliatin aku kayak gitu "


" Gak, kamu beda aja"


" apanya yang beda Mas? "


" Sudah gak usah di bahas"


" Oh ya kapan-kapan kita jalan yuk"


" Kenapa sih Mas gak bosan-bosannya ngajak aku jalan "


" Karena aku suka sama kamu"


"Uhuk... Uhuk... Uhuk..." Sumi tersedak mendengar ucapan Alex.


" Minum dulu" ucap Alex memberikan segelas air putih kepada Sumi.


" Baru bilang suka aja kamu udah tersedak gini, gimana kalau aku bilang mau nikah sama kamu, bisa - bisa kamu pingsan nantinya" ucap Alex dengan santai sembari menyuap sesendok nasi ke mulutnya.

__ADS_1


" Eh mau kemana? " ucap Alex melihat Sumi yang beranjak dari duduknya menuju dapur.


" Aku mau cuci piring Mas" ucap Sumi, ia ingin segera pergi dari hadapan Alex karena ingin menyembunyikan wajahnya yang tampak memerah karena ucapan Alex.


" Mas Alex, kenapa dia kalau bicara selalu blak-blakan gitu sih, jantung ku, kenapa berdebar kencang gini, Mas Alex.. Mas Alex.. bisa - bisa jantungku copot kalau Mas selalu seperti ini" ucap Sumi sembari mengelus-elus dadanya.


" Ayo Lex kita berangkat"


" Eh.. Iya Mba " ucap Alex yang kebetulan sudah selesai dengan makannya.


" Lex, kamu serius suka sama Sumi? " tanya Nabila kepada Alex yang sedang fokus menyetir mobil.


" Iya Mba, semenjak pertama kali bertemu, aku sudah jatuh cinta padanya Mba" ucap Alex tanpa merasa canggung kepada Nabila.


" Mba cuma mau kamu jangan sakitin hati Sumi ya Lex, dia sudah seperti adik Mba sendiri, cuma Mba yang dia punya di dunia ini, Mba akan mendukung hubungan kalian"


Mendengar lampu hijau dari Nabila, Alex semakin bersemangat untuk mendapatkan cinta Sumi.


" Iya Mba aku janji"


Nabila hanya tersenyum mendengar ucapan Alex, ia sungguh berharap Alex dapat membahagiakan Sumi nanti dan mencintainya dengan tulus.


*****


" NABILAAAAA....!!! " teriak Risa sembari memeluk Nabila, ia sangat merindukan sahabatnya itu.


" Bila, aku kangen banget sama kamu"


" Iya Sa, aku juga kangen"


" Sa, om dan tante ada? " tanya Nabila.


" Papa udah berangkat kerja, cuma ada Mama di dalam, ayo masuk dulu Bila"


" Mama.. Mama.. ada Nabila ni " teriak Risa.


" Eh Nabila, gimana kabarmu nak? " ucap Mama Risa yang baru datang dari balik dapur.


" Baik Tante, oh ya tan, Nabila mau kasih undangan ini? "


" Wah.. ini undangan pernikahan kamu Bila? " ucap Mama Risa semringah begitu pula dengan Risa.


" Kalau itu Tante sudah dengar kabarnya dari Risa, dan Risa juga gak lama bakal nyusul kamu tu "


" Yang benar Sa, wah Alhamdulillah "


" Mama apaaan sih, gak benar itu Nabila.. Mama cuma bercanda "


" Ya sudah Ma, kami pergi dulu ya " ucap Risa sembari menggiring Nabila keluar bersamanya, ia tidak mau mendengar celotehan Mama nya lagi mengenai perjodohan itu "


" Ya nak, kalian hati-hati di jalan"


Didepan Rumah, Risa melongo melihat mobil mewah berwarna putih yang terparkir di depannya.


" kenapa jadi melamun Sa, ayo masuk"


" Hah.. iya Bil" ucap Risa sadar dari lamunannya.


" Kamu sekarang udah bisa jadi pesulap ya Bil"


" Maksud mu"


" Kamu bisa nyulap motor kamu jadi mobil mewah kayak gini Bil"


" Haha... haahaha.. bisa aja kamu Sa "


" Hahaha... hahaha... aku bercanda Bila "


" Kenapa sih Sa buru-buru banget tadi keluar dari Rumah, aku belum sempat pamitan dulu sama Mama kamu"


" Aku malas Sa dengar celoteh Mama, pasti dia mau cerita masalah perjodohan aku tu "


" Jadi kamu mau di jodohin? "


" ho oh " ucap Risa menampakkan wajah sedihnya.


" Sebenarnya aku gak mau Sa, tapi aku kasian sama Mama sama Papa, aku gak mau bikin mereka kecewa"


" Sudah.. jangan sedih ya, mungkin ini jalan terbaik buat kamu, Mama dan Papa kamu juga gak mungkin jodohin kamu sama orang yang gak benar, pasti dia laki-laki yang baik dan juga hebat"

__ADS_1


" Tapi kan aku gak kenal sama dia Bil, aku juga gak cinta sama dia"


" Cinta akan tumbuh dengan seiringnya, kamu bisa kenalan atau berteman dulu dengan dia sebelum menikah, Mama sama Papa mu pasti mengerti, mereka pasti akan menunggu dulu dan tidak langsung buru-buru menikahkan mu"


" Iya Bil, makasih sarannya " ucap Risa merasa lega mendengar penjelasan dari Nabila.


" Oh ya Bil, Bara kamu undang juga? "


" Iya Sa, ni aku bawa beberapa undangan lagi, rencananya mau di bagikan ke teman-teman dan dosen di kampus"


" Gimana reaksi Bara ya kalau tau kamu udah nikah Bil, dia kan cinta mati sama kamu, apa dia ada menghubungi mu? "


" Ada Sa, aku juga tau kalau dia suka sama aku, dan juga berulang kali ngajak aku jalan dan menghubungi ku, tapi aku mencoba menghindar Sa, jauh sebelum aku mengenal Mas Adit"


" Aku ngerti Bil, namanya cinta ya gak bisa di paksakan" ucap Risa yang sebenarnya ucapan nya barusan mewakili perasaannya sendiri dan ia mengingat kembali tentang perjodohan nya itu.


Sekitar tiga puluh menit, Nabila dan Risa sampai di kampus, orang-orang yang berada di sekeliling ada yang menatap kagum, dan ada juga beberapa menatap sinis kepada Nabila dan Risa yang baru turun dari mobil.


" Alex kamu mau kemana? " tanya Nabila.


" Mau ikut Mba masuk kedalam"


" Ngapain Lex, kamu tunggu di mobil aja"


" Maaf Mba, ini perintah Kak Aditya, dan aku juga gak mau kejadian waktu itu terluang Mba"


" Tapi Mba gak enak Lex, kamu gak liat semua orang memperhatikan kita"


Alex melihat sekeliling nya, namun ia tidak peduli dengan semua itu, ia hanya ingin mengerjakan tugasnya.


" Tapi Mba, ini sudah perintah, aku gak mau nanti di marahin sama Kak Adit"


Nabila terdiam, ia juga tidak ingin jika nantinya Aditya akan memarahi Alex, dan akhirnya membiarkan Alex untuk tetap menjalankan tugasnya.


" Ya sudah Lex, tapi nanti kalau Mba masuk ke ruangan, kamu tunggu di luar aja" ucap Nabila dan di balas anggukan oleh Alex.


" Nabila, Pak Aditya segitu sayang banget sama kamu ya, sampe - sampe kamu di kawal gini, duhh so sweet banget" ucap Risa, dan Nabila hanya tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu.


Selesai berdiskusi bersama dosen, Nabila dan Risa membagikan undangan pernikahannya kepada beberapa teman di kantor dan beberapa orang dosennya.


" Nabila... " teriak Bara dari kejauhan, ia sejak tadi sudah mencari - cari Nabila karena ia tau jika hari ini Nabila akan ke kampus.


" Nabila, akhirnya aku ketemu sama kamu" ucap Bara menatap Nabila dalam, ia begitu merindukan sosok Nabila yang sudah beberapa bulan ini sudah untuk di hubungi dan ia temui.


" Nabila, aku perlu bicara " ucap Bara langsung menarik lengan Nabila, namun dengan sigap Alex melepaskan tangan Bara.


" Tolong singkirkan tangan anda, jangan berani menyentuh Mba Nabila"


" Bila, siapa dia? " tanya Bara kebingungan.


" Lex, biarkan aku berbicara dengannya sebentar"


" Tapi Mba"


" Tolong Lex, dia tidak akan menyakiti ku "


" Baik Mba, tapi aku akan tetap mengawal Mba"


" Terserah mu Lex"


" ayo Bara, kita berbicara disana" ucap Nabila menunjuk sebuah kursi panjang yang berada di taman kampus.


" Kalau gitu aku tunggu kamu di kantin ya Bil" ucap Risa mengerti jika Nabila ingin menyelesaikan urusannya kepada Bara.


Bara dan Nabila duduk bersama di kursi panjang itu ditemani Alex yang setia berdiri di samping Nabila seperti sebuah patung.


" Katakanlah Bara, apa yang ingin kau sampaikan"


" Hmm.. bisakan dia pergi dulu dari hadapan kita" ucap Bara melirik ke arah Alex.


" Dia akan tetap di sini Bar, tidak jadi masalah, katakan saja "


Bara menarik nafas panjang, berusaha mengungkapkan perasaan cintanya yang sudah lama ia pendam, ia tidak lagi memperdulikan Alex yang mematung di samping Nabila.


" Nabila.. aku cinta sama kamu Bil, aku mau kamu jadi pacar aku, atau jika kamu tidak ingin pacaran, aku siap menikah dengan mu"


***Bersambung...


jangan lupa tinggalkan jejak kalian gengs... 😍😍

__ADS_1


kira-kira gimana reaksi Nabila kepada Bara ya, apalgi kalau babang Aditya sampai tau... 😂😂***


__ADS_2