
Seminggu kemudian, Nabila sudah di perbolehkan pulang. Semua keluarga sudah menunggu kedatangan mereka di rumah, adik Aditya, Risa dan Rona, bahkan kedua orang tua Rona dan Risa, dan juga pastinya Fajar beserta kedua orang tua nya sudah menunggu kedatangan mereka.
Sesampai di rumah mereka di sambut dengan suka cita, semua orang bergembira dan mereka saling berebut baby twins Nabila dan Aditya. Hafidz dan juga Zahira terlihat sangat posesif dengan adiknya. Mereka memarahi orang - orang yang akan mencium adek kembar nya. Dan tingkah lucu mereka itu membuat semua orang di sana tertawa.
Setelah umur baby twins mereka genap satu bulan, Aditya dan Nabila mengadakan acara Tasmiyah dan Aqiqah yang di selenggarakan secara sederhana di kediaman mereka. Aditya dan Nabila memberi nama baby girl mereka dengan nama Alenna Putri Prakasa, dan baby boy dengan nama Adnan Putra Prakasa, nama yang juga sederhana namun dengan makna yang baik.
Walaupun acara nya sederhana, tapi para undangan cukup banyak yang datang. Karena maklum saja seluruh karyawan Aditya di perusahaan tidak ada yang absen untuk di undang, begitu pula dengan kolega perusahaan.
" Ayah, Bunda, kado buat adek banyak sekali " ucap Zahira begitu melihat banyak nya tumpukan kado yang ada di ruang keluarga. Sumi memindahkan semua kado itu di sana setelah rumah tampak sepi karena para tamu sudah banyak yang pulang.
" Alhamdulillah Zahira, nanti Zahira sama Hafidz bantuin mba Sumi untuk bukain kadonya ya, biar cepat di beresin semua nya "
" Hore.. siap Bunda " Zahira semringah, karena memang sejak tadi ia sangat penasaran dengan isi dari kado tersebut.
Setelah menyusui Alenna dan menaruhnya di box bayi, Nabila lanjut menyusui Adnan. Karena kelelahan, Nabila tertidur dengan posisi duduk dan mulut Adnan masih menempel di pu ting bunda nya.
Aditya kembali ke kamar setelah menemui beberapa kolega nya, Aditya tersenyum melihat Nabila yang sedang tertidur sambil menyusui buah hatinya.
Aditya mengecup lembut kening Nabila, dan menunggu sebentar sampai Adnan melepas mulutnya dari pu ting Bunda nya, dan setelah mulut Adnan tidak menempel lagi, perlahan Aditya menggendong Adnan dan menaruhnya di box bayi.
Aditya mengelus - elus kedua wajah buah hatinya, dan mencium wajah mereka, Aditya benar - benar bahagia. Kini ia sudah menjadi Ayah yang sesungguhnya, ia mempunyai anak dari buah cinta nya sendiri dengan Nabila.
Setelah puas menciumi wajah kedua anaknya, Aditya beralih ke Nabila. Aditya mengambil tisu basah yang ada di atas meja lalu perlahan mengelap pu ting dan buah dada Nabila yang masih basah karena habis menyusui baby mereka.
Nafsu Aditya jadi timbul melihat buah dada istri nya, lalu Aditya mengecup sebentar buah dada istrinya, Nabila yang merasa terganggu pun terbangun.
" Mas Adit, aku ketiduran Mas " ucap Nabila lalu mencoba memperbaiki kancing bajunya.
" Eh.. jangan di tutup "
" Kenapa Mas? "
" Mas juga mau "
" Mau nyusu juga? "
Aditya hanya senyum - senyum, Nabila menggeleng- geleng kan kepalanya melihat tingkah manja suaminya.
" Boleh ya sayang? "
" Gak boleh "
Aditya tidak perduli, ia menarik tubuh istrinya dan kini sudah di bawah kungkungan nya.
" Mas, jangan nakal "
__ADS_1
Emmuachh... emuachh.. emmuachh..
Aditya menciumi setiap inci wajah Nabila, lalu beralih ke leher jenjang istrinya. Aditya sangat mencintai Nabila, bahkan setelah melihat bagaimana perjuangan Nabila melahirkan kedua anaknya, Aditya semakin cinta dengan istrinya. Aditya tidak ingin kehilangan Nabila.
Aditya mulai meluncurkan aksinya, ia mulai melahap buah dada istrinya, Aditya tidak mau kalah dengan kedua anaknya.
" Ehmmm... ahhh.. " de sah Nabila.
Rasanya Aditya ingin sekali memakan Nabila, namun ia sadar ia harus berpuasa, setelah puas melahap buah dada istrinya, Aditya merapikan kembali kancing baju Nabila, lalu mensejajarkan tubuhnya dengan Nabila dan membawa Nabila dalam peluk nya.
" Sayang, sampai kapan aku harus berpuasa? "
" Sampai masa nifas ku selesai Mas, bisa sampai 40 hari "
" Wah, sebentar lagi dong, kan udah sebulan " ucap Aditya semringah.
" Tapi lebih bagusnya seratus hari Mas, lebih tepatnya tiga bulan "
" Tiga Bulan? "
" Ho oh "
Aditya cemberut, bagaimana bisa ia menahan nya selama tiga bulan, sudah sebulan ini saja rasanya sudah sangat mencekik bagi Aditya.
" Kenapa Mas? Mas gak tahan ya? "
" Mau nya.. hahaha.." Nabila ikut tertawa.
" Mas akan menunggu sayang, lebih baik sampai tiga bulan saja, Mas rasa itu waktu yang cukup, dan Mas yakin tubuh mu juga pasti sudah sangat pulih "
" Iya Mas "
" Tapi setelah tiga bulan nanti, kamu harus bersiap, karena Mas mungkin akan membuat mu tidak tidur semalaman "
Nabila melepas pelukannya, dan menatap tajam kepada Aditya.
" Kenapa menatap Mas seperti itu? "
" Mas hanya bercanda sayang... hehehe.. " Aditya mencium kening Nabila dan kembali membawa Nabila kedalam pelukannya.
*****
Risa dan Rona sampai di apartemen mereka. Risa diam saja dan terus cemberut, ia marah kepada suaminya. Karena Rona menolak untuk singgah di warung bakso setan yang dimana di sana menjual bakso yang pedas nya tingkat dewa.
Rona menolak bukan tanpa alasan, ia tidak mau istrinya terus menerus makan yang pedas - pedas, Setiap makan apapun Risa tidak pernah absen dengan cabai, dan cabenya pun tak tanggung - tanggung. Sebagai dokter Rona sangat tau apa yang baik dan tidak baik untuk istri dan calon buah hatinya. Ia hanya ingin yang terbaik untuk anak istrinya, dan tidak ingin Risa kenapa - kenapa apalagi usia kandungan masih cukup muda.
Risa masuk kedalam kamar, setelah membersihkan diri ia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan posisi miring.
__ADS_1
Rona yang baru masuk ke kamar, bergegas membersihkan diri dan ikut berbaring di samping istrinya.
" Sayang, jangan ngambek lagi ya, Mas lakuin itu juga buat kamu dan calon buah hati kita "
" Sayang, apa kau sudah tidur? "
Tidak ada jawaban dari Risa, Risa masih kesal dengan suaminya.
Rona menarik Risa kedalam pelukannya, Rona tidak perduli dengan Risa yang memberontak.
" Lepasin Mas, gak usah peluk-peluk "
" Kirain kamu sudah tidur, jangan marah lagi ya sayang "
" Hmm "
" Hmmm apa? masak cuma gitu jawabnya "
" Iya "
" Maafkan Mas ya, Mas cuma gak mau kamu kenapa - kenapa, boleh makan pedas tapi berjarak sayang, jangan terus terusan. Sekarang kamu mau nya apa? "
" Gak ada "
" Ya udah, kalau gitu tidur aja udah malam "
Entah mengapa rasa ingin makan yang pedas hilang, dan sekarang Risa malah ingin makan nasi goreng.
" Mas "
" Kenapa sayang? "
" Aku gak mau tidur, aku mau nasi goreng sekarang "
" Nasi goreng? tunggu ntar Mas pesankan dulu "
" Gak usah Mas, aku.. aku mau nya Nasi goreng buatan Pak Aditya "
" HAH... buatan Aditya? "
Rona terkejut, sedangkan Risa senyum - senyum kepada Rona.
**Bersambung..
maaf up nya lama ya teman - teman.. 🙏🙏
jangan lupa like, kritik dan saran nya 😘😘**
__ADS_1