Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 93


__ADS_3

Nabila bergelayut manja di pelukan Aditya yang saat ini sedang sibuk melihat e-mail e-mail penting yang masuk di ponselnya.


" Mas ngeliat apa sih "


" Mas lagi cek e-mail masuk sayang, ini tentang pekerjaan bukan hal lain " ucap Aditya sembari mengelus lembut rambut panjang Nabila.


Nabila kembali berencana menggoda suaminya, tangannya mulai bergeliriya, Nabila mengelus lembut dada Aditya, perlahan turun dan memasukkan tangannya di balik kaos Suaminya, ia pun mulai memberikan sentuhan hangat tangannya meraba - raba dada bidang suaminya, turun ke perut Aditya yang berbentuk kotak - kotak itu.


" Sayang, jangan menggoda ku " ucap Aditya tidak menatap Nabila dan masih fokus dengan ponselnya.


Nabila tidak bergeming, ia masih saja mengelus - elus perut suaminya itu, kembali naik keatas ke dada bidang Aditya, dan kembali turun ke perut Aditya.


Aditya meletakkan ponsel, ia membalik badan menarik Nabila dan kini Nabila berada di bawah kungkungannya, Nabila menatap suaminya itu sembari tersenyum manja.


" Apa kau tidak mendengar yang Mas katakan Hah, jangan menggoda Mas lagi dengan senyum manis mu itu " ucap Aditya menjentik hidung Nabila dengan jari telunjuk nya.


Aditya mengecup kening Nabila, kemudian kedua mata Nabila, beralih ke kedua pipi Nabila, dan terakhir mengecup mesra bibir istrinya itu yang selalu membuatnya ketagihan.


" Emm... ahsssss.. " Des*ah Nabila merasakan ciuman Aditya yang semakin dalam.


Aditya menghentikan ciumannya dan kembali menatap istrinya itu.


" Sudah puas " ucap Aditya.


" Belum Mas "


" Cup " Nabila menyambar bibir Aditya, merangkulkan kedua tangannya di leher Aditya.


Cup


" sayang, sudah ya, mas gak mau.. "


Cup


" Sayang, kalau Mas gak tah...


Cup


Nabila kembali menyambar bibir Aditya, ia tidak membiarkan Aditya selesai berbicara.


Aditya melepaskan ciumannya, dan meraih kedua tangan Nabila yang masih merangkul di lehernya.


" Mas, aku ingin " rengek Nabila.


" Ya Tuhan, kenapa istriku jadi agresif begini, apa ini bawaan ibu hamil " batin Aditya.


" Tapi sayang, Mas tidak ingin menyakit mu dan juga buah hati kita " ucap Aditya mengelus lembut perut Nabila yang masih rata.


" Pelan - pelan aja Mas " rengek Nabila dengan menunjukkan wajah imut dan senyum manisnya,membuat Aditya tidak tahan melihat tingkah istrinya itu,entah mengapa Nabila begitu ingin sentuhan dari Aditya, ia sangat merindukan suaminya itu, ia juga selalu ingin berada di pelukan Aditya.


" Baiklah, Mas akan melakukannya dengan pelan " ucap Aditya.


Aditya menarik tengkuk leher Nabila, ia mencium bibir manis Nabila, Mel*matnya, memasukkan lidahnya kedalam rongga mulut Nabila, dan menjangkau semua didalamnya.


Aditya sebenarnya juga sangat merindukan istrinya, dan ini adalah hal yang ia tunggu - tunggu, namun kali ini ia akan melakukannya dengan perlahan, tidak buas seperti yang biasa ia lakukan.


Aditya yang sudah tidak tahan, langusng memasukkan kepemilikannya ke dalam kepemilikan istrinya, dengan perlahan, dan juga menghentakkan nya dengan perlahan.


" Mas.. Akhhh.. " des ah Nabila begitu mencapai kenikmatannya.


Aditya merasakan cairan hangat yang keluar dari kepemilikan istrinya yang membasahi kepemilikannya yang masih tertancam di sana.


" Akhhhh sayang.. " de sah Aditya begitu merasakan kepemilikannya seperti tersedot kedalam oleh kepemilikan Nabila.


Perlahan Aditya kembali menghentakkan miliknya, namun semakin lama semakin cepat dan..

__ADS_1


" Akhhh... Shtttt... " de sah Aditya begitu mencapai kenikmatannya.


" Terima kasih sayang " ucap Aditya mengecup kening Nabila.


Aditya menggendong Nabila menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, dan setelah itu mereka kembali ke tempat tidur.


" Baby twins Ayah, tidur ya sudah malam, Bunda juga ingin istirahat, cepat besar, ayah ingin sekali bertemu dengan kalian " ucap Aditya kemudian mengecup perut Nabila.


" Apa kau sudah puas " ucap Aditya.


Nabila menepuk pelan dada Aditya, ia malu karena mengingat jika ia memaksa Aditya untuk melakukannya.


" Mas Ah.. malu tau " ucap Nabila.


" Mas juga senang sayang, tidurlah " ucap Aditya membawa Nabila kedalam pelukannya.


*******


" Akkhh Mas sakit " ucap Nabila ketika bangun dari tempat tidur, berniat ingin ke kamar mandi.


Aditya langsung berlari ke arah Nabila, begitu melihat istrinya yang tampak kesakitan.


" Sayang, yang mana yang sakit "


" Mas bilang apa kan, apa perut mu keram lagi " ucap Aditya panik.


" Tunggu sebentar Mas telpon dokter dulu "


" Mas Tapi... "


" Tapi apa.. apa sakit lagi "


" Tapii.. tapii bo Ong.. ongg... " ucap Nabila kemudian tersenyum ke arah Aditya.


PLETAKK... Aditya menepuk jidat Nabila.


" Kamu tu gak lucu, kamu gak liat Mas panik tadi " ucap Aditya mulai kesal.


" Maaf ya Mas, cuma bercanda kok, aku gak kenapa napa Mas, nih liat " ucap Nabila menggoyangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri sembari memegangi selimut yang masih membalut tubuh polosnya.


" Sudah sana mandi " ucap Aditya.


" Iya.. Iya.. " ucap Nabila cemberut dan berjalan lunglai ke kamar mandi.


Selesai Mandi, Nabila dan Aditya melakukan sholat subuh bersama, dan setelah itu Nabila kembali ke tempat tidur, sedangkan Aditya masih duduk diam di tepi ranjang sembari memainkan ponselnya.


"Mas "


" Mas Adit "


" Isshh.. apa Mas Adit masih marah ya " batin Nabila.


Perlahan Nabila mendekati Aditya, ia memeluk suaminya itu dari belakang. Aditya tersenyum melihat tangan Nabila yang melingkar di perutnya.


" Mas, maaf ya "


" Hmm " jawab Aditya


" Jangan marah Mas, aku kan cuma bercanda " ucap Nabila.


" Hmm " jawab Aditya masih asyik memainkan ponselnya.


Nabila melepas pelukannya,menggeser sedikit tubuh nya ke samping Aditya.


" Mas "

__ADS_1


" Hmm "


" Ham.. Hmmm... Ham... Hmm aja dari tadi, liat aku Mas " ucap Nabila kemudian merebut paksa ponsel Aditya.


" Berikan ponselnya " ucap Aditya.


" Gak, sebelum Mas maafin aku "


" Balikin " ucap Aditya.


Aditya sebenarnya sudah tidak kesal lagi dengan Nabila, namun ia hanya ingin mengerjai Nabila, apalagi ia juga sangat senang melihat tingkah manja istrinya itu.


" Oke, aku balikin, tapi maafin aku ya Mas " ucap Nabila memberikan kembali ponsel Aditya.


Aditya tidak bergeming, ia kembali memainkan ponselnya.


" Sepertinya Mas Adit bener - bener marah, aku nyanyi aja deh buat Mas Adit " batin Nabila.


"Jreng.. jreng..." ucap Nabila.


" Apalagi yang akan kamu lakukan sayang " batin Aditya mencoba menahan tawanya.


Mas Adit jangan marah - marah


Takut nanti lekas tua


Mas Adit baik orangnya


Memang Nabila cinta


Dari jutaan bintang


Mas Adit paling gemerlapan


Dari segenap lelaki


Mas Adit lah yang paling Nabila cinta


Huwoo.. oo.. oo..


Nabila berhenti bernyanyi, namun suaminya itu masih biasa saja, masih asyik memainkan ponselnya.


" Mas ni nyebelin ah, udah minta maaf, udah di nyanyiin, masih juga marah, aku pergi aja " ucap Nabila beranjak dari duduknya.


" Eh Mas " ucap Nabila begitu lengannya di tarik oleh Aditya dan kini ia berada di pangkuan suaminya itu.


Aditya menangkup wajah Nabila dan mencium bibir Nabila sekilas.


" Mas sudah gak marah " ucap Nabila semringah.


" Mas gak akan bisa marah sama kamu sayang "


" Berarti Mas ngerjain aku aja ya dari tadi, ih nyebelin "


" Gantian dong, emangnya kamu aja yang bisa ngerjain Mas, tapi lain kali jangan kelewat gitu ya becanda nya sayang, jujur Mas khawatir sekali "


" Iya Mas, aku minta maaf ya " ucap Nabila meraih tangan Aditya dan mencium punggung tangan suaminya itu.


" Ya sayang, Love You "


" Love you too Mas "


**Bersambung...


Gak jadi puasa nih ya Babang Adit..😂😂

__ADS_1


jangan lupa like, vote, dan singgah di kolom komentar 😘😘**


__ADS_2