Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 116


__ADS_3

Malam harinya, Risa sedang menonton televisi bersama kedua orang tua nya, Papa dan Mama Risa saling tatap, rencana nya mereka akan kembali membahas tentang perjodohan Risa dan menurut mereka inilah saat yang tepat.


" Pa, cepat ngomong "


" Iya Ma "


" Ehemm.. Risa? "


" Kenapa Pa? "


" Papa sama Mama mau bicara mengenai perjodohan kamu Nak? "


" Risa pikir masalah itu sudah selesai Pa, Ma, kan Risa sudah bilang kalau Risa gak mau perjodohan ini di lanjutkan Pa "


" Papa dan Mama mau kamu menikah dengan anak sahabat Papa itu, dan kali ini Papa gak mau mendengar penolakan dari kamu "


" Papa kok jadi maksa gitu " kedua mata Risa mulai berkaca - kaca.


" Karena Papa sama Mama mau yang terbaik untuk kamu, Papa sudah gak mau dengar lagi penolakan dari kamu Risa, Papa sudah berbicara baik dengan kamu, tapi kamu tetap ngeyel, dan bulan depan kamu sudah harus menikah dengan anak sahabat Papa itu " tegas Papa Risa.


" Apa!!! bulan depan? "


" Ya bulan depan, Papa sudah berbicara dengan keluarga nya, dan mereka juga sepakat bulan depan kami akan menyelenggarakan pernikahan kalian "


" Hiks.. Hiks.. Hiks.. "


" Papa jahat, Papa kenapa jadi maksa gitu sama Risa, itu nama nya Papa sama Mama gak sayang sama Risa, lebih mementingkan ego Papa dan Mama, Risa aja belum selesai kuliah, dan lagian Risa juga belum siap untuk menikah "


Mama Risa menarik lengan suaminya, memberi isyarat agar tidak terlalu keras kepada Risa, Mama Risa tidak tega melihat Risa menangis seperti itu.


" Umur kamu sudah cukup untuk menikah, begitu pula dengan anak dari sahabat Papa, bahkan umurnya lebih jauh dari kamu Risa, Papa yakin dia pasti bisa membimbing kamu, dan kamu masih bisa kuliah setelah menikah "


" Pokoknya Risa gak mau!!! "


Risa pergi ke kamarnya, dan meninggalkan kedua orang tuanya yang belum selesai berbicara.


" Itu anak kok ngeyel "


" Sudah Pa, sudah cukup, nanti biar Mama yang bicara lagi sama Risa "


Mama Risa mencoba menenangkan Suaminya yang terlihat mulai emosi.


Di dalam kamar, Risa kembali menangis, ia sedih karena tidak biasanya Papa nya marah seperti itu kepadanya, bahkan memaksa nya.


" Hiks.. Hiks.. Hiks.. Papa kenapa sih, waktu itu katanya terserah aku, tapi sekarang kenapa jadi maksa "


Ting.. suara chat masuk di ponsel Risa.


Hei Budeg... selamat malam, lagi Apa?

__ADS_1


" Masgal, tumben dia chat " batin Risa.


Risa mengabaikan pesan Rona sejenak, ia masih memikirkan omongan Papa nya, ia bingung harus apa sekarang, sebenarnya Risa bukannya tidak siap menikah, ia hanya tidak sanggup membayangkan jika ia harus menikah dengan seseorang yang tidak ia cintai, bagaimana ia akan menjalani rumah tangga tanpa rasa cinta, bahkan saat ini saja ia tidak pernah tau lelaki seperti apa yang ingin Papa nya jodohkan dengan nya.


Di tempat lain Rona tampak gelisah karena Risa hanya membaca pesannya, namun tidak membalas pesan darinya.


" Cuma di read, apa dia marah sama aku karena kejadian tadi siang? " batin Rona.


Karena penasaran, akhirnya Rona memberanikan diri untuk melakukan video call kepada Risa, dan cukup lama menunggu bahkan harus menghubungi yang kedua kalinya barulah Risa mengangkat video call dari Rona.


" Assalamu'alaikum Masgal "


" Waalaikumsalam "


Rona mencoba menahan tawanya begitu melihat Risa yang sedang memakai kacamata hitam.


" Dilarang berkomentar, mood aku lagi gak baik sekarang " ucap Risa terlebih dahulu sebelum mendengar komentar dari Rona, ia tau jika Rona saat ini pasti ingin tertawa melihatnya memakai kacamata hitam, Risa memakai kacamata itu hanya agar Rona tidak bisa melihat kedua matanya yang masih sembab karena habis menangis.


" Gak kok, kamu cantik " ucap Rona blak - blakan.


Dan wajah Risa merah merona karena Rona malah menyebut nya cantik, bukan mengejek nya seperti hal sering Rona lakukan kepadanya.


" Kenapa telpon Masgal? "


" Kamu gak balas chat aku, maka nya aku video call, mau mastiin kamu baik - baik saja "


Hati Risa kembali tersentuh mendengar ucapan Rona, entah mengapa Rona seharian ini begitu perhatian kepadanya.


Wajah Risa kembali memerah karena Rona kembali mengingatkan Risa tentang kecupan singkat yang Rona berikan di bibirnya siang tadi, dan Rona bisa melihat dengan jelas wajah Risa yang tampak memerah karena menahan malu.


" Gak perlu di bahas lagi Mas, kalau di bilang marah, ya aku marah,bahkan aku ingin menjambak rambut Masgal sekarang, karena Masgal sudah merebut ciuman pertama ku, yang seharusnya aku berikan kepada calon suami aku kelak,bukan nya Masgal " ucap Risa gamblang.


Rona mengumbar senyum, ia senang karena dialah yang menjadi lelaki pertama yang mencium bibir ranum dan seksi Risa, dan nanti ia juga lah yang menjadi lelaki pertama dan terakhir yang akan menjadi pasangan hidup Risa.


" Kenapa senyam senyum, awas ya kalau Masgal berani kayak gitu lagi, aku laporin polisi " ucap Risa.


Rona kembali mengulum senyum melihat tingkah menggemaskan Risa.


" Itu baru bibir kamu Budeg, nanti kalau kita udah sah, aku bakalan lakukan yang lebih " batin Rona sembari cengar - cengir sendiri.


" Iya aku minta maaf, aku janji gak akan lakuin itu lagi, tapi kamu juga harus janji kurangin cerewet kamu itu "


" Emangnya kenapa kalau aku cerewet? masalah buat Masgal? Masgal juga suka cerewet kalau sama aku "


" Ya masalah budeg, soalnya bikin aku gak tahan "


"Gak tahan, gak tahan apanya? " ucap Risa polos.


" Sudah lupakan " ucap Rona, Rona yakin jika Risa pasti tidak mengerti dan tidak perlu di lanjutkan, kalau di lanjutkan yang ada ntar Risa makin banyak tanya dan cerewet.

__ADS_1


" Kamu udah makan malam belum? "


" Sudah, kalau Masgal? "


" Belum "


" Kenapa belum? "


" Malas makan, soalnya gak ada yang temenin makan "


" Ya minta temani pacar Masgal aja, ajak makan bareng " ucap Risa.


" Aku gak punya pacar "


" Masak gak punya, kata Nabila, Masgal itu playboy kelas kakap, pasti pacar Masgal banyak kan, nah tinggal pilih aja tuh yang mau di ajak makan malam bareng yang mana "


" Playboy kelas kakap, Risa tau nya dari Nabila, Nabila.. ahh sial.. pasti Aditya ni yang pernah cerita sama Nabila, jadi Risa sekarang nganggep aku kayak gitu " batin Rona.


" Itu gak bener, aku itu bukan playboy,mereka aja yang suka ngejar - ngejar aku, aku gak punya pacar, dan aku sekarang cuma mau cari calon istri "


" Calon istri? menurut ku gak terlalu sulit juga buat Masgal cari calon istri,kata Masgal tadi banyak cewe yang ngejar - ngejar Masgal kan, jadi tinggal di pilih aja yang mana yang cocok "


" Emang nya pakaian tinggal di pilih - pilih, mulut kalau ngomong gak di takar- takar dulu " ucap Rona dan membuat Risa terkekeh.


" Hahaha... bercanda Masgal "


" Kalau kamu jadi calon istri aku mau gak? " tanya Rona blak - blakan.


Uhuk.. uhuk... tiba - tiba Risa tersedak mendengar pertanyaan Rona, padahal ia tidak ada makan atau minum sesuatu.


" Hahaha... gak usah bercanda Masgal "


" Aku gak bercanda, aku serius "


" Sudah ah Masgal, gak usah ngerjain aku terus, lagian kita itu gak cocok, kalau kita menikah yang ada entar kita perang terus"


" kalau perang cinta - cintaan kan gak masalah Budeg "


" Apaan sih Masgal nih, gak jelas, ya sudah ya aku ngantuk, assalamualaikum "


Risa menutup panggilan video nya kepada Rona, Risa berusaha menghindari Rona, ia tidak ingin Rona melihat kembali wajahnya yang memerah karena malu atas ucapan Rona tadi.


Risa yang awalnya sedih, kini dengan mudah melupakan ucapan Papa nya, dan jadi senyam - senyum sendiri mengingat gombalan - gombalan yang Rona ungkapkan kepadanya, dan juga perhatian yang di berikan Rona seharian ini kepadanya.


Sedangkan Rona juga sama, ia juga senyam senyum sendiri di kamarnya, Rona benar - benar sudah di buat jatuh cinta oleh Risa.


**Bersambung..


Masih bercerita tentang kisah cinta manis dari Rona dan Risa di pagi hari yang manis dan untuk readers ku yang manis - manis.. 😊

__ADS_1


Terima kasih selalu setia menunggu ceritaku..


jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini... 😘**


__ADS_2