Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 128


__ADS_3

Fajar mengamati Nabila dan juga kedua anaknya itu di dalam mobil, ingin sekali rasanya ia ke luar menemui mereka, dan meminta maaf kepada Nabila.


Namun ia tidak berani, ia sudah mengira jika Nabila dan kedua anaknya pasti akan terkejut, dan Nabila pun pasti akan mengusir dan memarahinya, bahkan mungkin tidak ingin lagi bertemu dengannya, dan bisa saja Nabila melarangnya untuk bertemu dengan kedua anaknya.


Air mata Fajar terus saja mengalir, sembari terus mengamati Nabila dan kedua anaknya dari kejauhan, Fajar menyadari jika kesalahan nya begitu besar kepada Nabila dan kedua anaknya, terlebih kepada Nabila, begitu banyak hal menyakitkan yang ia pernah berikan kepada Nabila.


" Nabila, maafkan aku " ucap Fajar.


Fajar mengamati Nabila, lalu Fajar tersenyum, karena melihat Nabila yang menurutnya sangat cantik dan anggun, lalu ia melihat perut Nabila yang membuncit.


Fajar kembali menangis, ia merutuki dirinya sendiri begitu melihat Nabila yang sedang mengandung, ia ingat jika dulu ketika Nabila hamil, ia selalu mengabaikan Nabila, bahkan saat melahirkan ia menyebut jika anak yang di lahirkan Nabila itu bukan anaknya.


Flashback on


Saat bercerai dan meninggalkn Nabila, Fajar menikah dengan selingkuhannya, awalnya ia tampak bahagia, namun tak lama istrinya meninggalkannya, karena ternyata istrinya itu juga berselingkuh di belakangnya, ya sepertinya apa yang ia lakukan kepada Nabila, kini sama dengan yang ia rasakan.


Dan setelah itu, Fajar terus saja mabuk - mabuk kan, minum minuman keras, melakukan **** bebas di luar, bahkan sesekali Fajar berani menggunakan barang haram hanya untuk membuatnya tenang.


Hingga suatu malam ia pulang dalam keadaan mabuk, ia mengalami kecelakan hebat sehingga ia mengalami koma,hampir dua bulan lamanya Fajar mengalami koma, bahkan dokter pun mengatakan kepada kedua orang tua Fajar jika hanya keajaiban lah yang bisa membangunkan Fajar dari koma nya.


Dan benar saja, keajaiban itu datang, Fajar tersadar dari koma.


perlahan Fajar membuka kedua matanya, dan melihat hal itu, kedua orang tua Fajar sontak terkejut dan langsung memanggil dokter.


" Fajar, kamu sudah sadar nak, alhamdulillah.. hiks.. hiks.. " tangis ibu Fajar, karena akhirnya keajaiban datang dan kembali membawa anaknya.


" Nabila mana Ma, anak - anak Fajar? " itulah kata pertama yang di ucapkan oleh Fajar.


Ibu Fajar yang bernama Fidiya mengernyit kan keningnya begitu mendengar pertanyaan dari Fajar.


" Mereka tidak ada di sini sayang "


" Aku mau bertemu dengan mereka Ma, Awww.. " pekik Fajar saat ia berusaha bangkit namun kedua kakinya tidak bisa bergerak "


" Kamu kenapa Fajar, apa ada yang sakit? "


" Kaki ku Ma, kaki ku " ucap Fajar.


" Ada apa Ma? tanya Ayah Fajar datang bersama seorang dokter yang selama ini menangani Fajar.


" Ini Yah, Fajar mengeluh sakit pada kakinya "


Dokter pun segera memeriksa Fajar, dan betapa terkejutnya mereka ketika mengetahui Fajar mengalami kelumpuhan, dan setelah itu kedua orang tua Fajar membawa Fajar untuk berobat keluar negeri, selama bertahun-tahun Fajar harus terapi penyembuhan.


Antusias Fajar untuk sembuh sangat kuat, karena setelah ia sembuh ia berniat untuk mencari Nabila dan juga kedua anaknya, ia ingin menebus semua kesalahannya, dan akhirnya Tuhan menjawab doanya, ia berhasil sembuh dan bisa berjalan kembali, dan saat itulah ia kembali ke Indonesia, dan betapa kecewa nya Fajar setelah mengetahui Nabila telah menikah.

__ADS_1


Sebenarnya terbesit di dalam hatinya jika suatu saat ia bisa menemukan Nabila, ia bisa kembali dan membina rumah tangga nya lagi, walaupun sebenarnya itu sulit.


Tapi setelah mengetahui Nabila menikah, fajar ikhlas, dan kini harapan nya hanya kepada kedua anaknya, ia ingin menebus semua kesalahan nya yang dulu pernah menelantarkan mereka.


Flashback off


Fajar terus saja mengamati Nabila dan kedua anaknya, hingga mobil yang membawa mereka pergi dari sana. Nabila dan kedua anaknya tidak tahu sama sekali jika Fajar sudah kembali, dan bahkan mengamati mereka sejak tadi.


Nabila dan kedua anaknya, tidak langsung pulang kerumah, melainkan ke rumah Mama Maya. Mama Maya sangat senang karena menantu dan cucu kesayangannya datang, ia sudah menyiapkan berbagai makanan dan cemilan begitu banyak, karena sebelumnya Nabila sempat menghubunginya jika mereka akan bermalam di rumahnya.


" Oma " teriak Zahira dan Hafidz bersamaan begitu sampai di rumah Mama Maya dan langsung memeluk oma nya.


" Oma kangen sama kalian "


" Kita juga Oma "


" Apa kabar Ma? " tanya Nabila sembari memeluk Mama Maya.


"Baik sayang, oh astaga perut kamu semakin membesar sayang, sehat - sehat terus cucu oma di di dalam ya " ucap Mama Maya sembari mengelus perut Nabila.


Nabila hanya mengulum senyum, lalu mereka masuk kedalam Rumah bersama - sama.


" Bil, gimana keadaan kamu, kamu sehat aja kan? pasti kamu cepat lelah kan nak, semakin besar usia kandungan, pasti terasa berat, dan mudah lelah, dan Aditya, Aditya perhatiin kamu terus kan?


" Iya Ma, alhamdulillah Mas Adit selalu ada buat aku Ma, kalau aku capek, dia pasti mijitin aku, bahkan walaupun gak aku suruh juga dia udah mijitin aku Ma "


" Ya Ma, sama seperti Mama, penyayang " ucap Nabila lalu memeluk Mama Maya.


" Semoga kamu dan Aditya selalu bahagia ya nak, Mama sayang sama kamu " ucap Mama Maya dengan Mata yang mulai berkaca - kaca.


" Makasih ya Ma, Nabila juga sayang sama Mama " kedua mata Nabila juga berkaca - kaca, Nabila begitu merindukan ayah dan ibunya, dan di dalam pelukan Mama Maya, rindu itu terbalas, karena Mama Maya bukan hanya sekeder ibu mertua, namun sudah seperti ibu kandungan nya sendiri.


" Ehem.. ehemm.. " tiba - tiba saja Aditya datang, Nabila dan Mama Maya melepas pelukan mereka.


" Mas Adit " ucap Nabila lalu beranjak dari duduknya dan mencium punggung tangan Aditya, Aditya membalas dengan mencium kening Nabila.


Nabila menciumi tubuh Aditya, ia mencium bau parfum yang berbeda, tidak seperti bau parfum milik Aditya, wanginya seperti lebih ke parfum wanita, dan wajah Nabila mulai berubah, Aditya memperhatikan perubahan raut wajah Nabila.


" Mama ngapain peluk - peluk istriku " ucap Aditya lalu menjatuhkan tubuhnya di sofa.


" Emang kenapa sih Dit, gak boleh? "


" Gak boleh Ma, Aditya cemburu "


" Posesif banget, cuma Mama aja yang peluk gak boleh " ucap Mama Maya lalu melempar bantal sofa ke arah Aditya sembari tertawa.

__ADS_1


Nabila hanya diam saja, dan Aditya terus memperhatikan wajah istrinya.


" Kalian jadi tidur di sini kan? "


" Jadi Ma " ucap Aditya.


" Bagus, kalau gitu anak - anak biar tidur sama Mama "


" Hmm.. Ma, Nabila mau masuk kamar dulu ya "


" Oh ya sayang, kamu harus banyak istirahat, pasti lelah kan, sudah pergi saja, anak - anak biar Mama yang urus "


Nabila hanya mengangguk, dan pergi ke kamar, Aditya juga ikut menyusul di belakang Nabila, ia tau sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Nabila.


" Sayang kamu kenapa? Hmm? " tanya Aditya sembari memeluk Nabila dari belakang, dan menyandarkan dagunya di bahu Nabila.


" Gak pa - pa Mas "


" Kamu cape? sini Mas pijitin "


" Gak usah, Mas mandi aja dulu "


" Hmm.. baiklah " ucap Aditya lalu duduk di atas ranjang, ia berharap jika Nabila membantu membuka bajunya, namun Nabila tidak bergeming, Nabila sibuk bermain ponselnya dan duduk di sofa.


" Ada apa dengan nya? " batin Aditya sembari melirik ke arah Nabila.


Setelah selesai membuka baju, Aditya masuk ke dalam kamar mandi, dan setelah itu, Nabila beranjak dari duduknya, mengambil jas Aditya dan kembali mencium aroma parfum yang menempel di jas Aditya.


" Hmm.. tadi pagi kan bukan seperti ini baunya, kenapa sekarang berubah, ini lebih mirip parfum wanita " batin Nabila dengan kedua mata yang mulai berkaca - kaca, mulai timbul rasa curiga di hatinya, dan saat hamil ini hati Nabila mulai sensitif, ia sangat mudah sekali baper, dan juga menangis.


Ceklek.. suara pintu kamar mandi terbuka, dan Nabila bergegas menghapus air mata nya, dan merapikan pakaian Aditya lalu memasukkan nya ke dalam keranjang.


Aditya melirik ke arah Nabila, dan terus memperhatikan gerak - gerik istrinya, sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan Nabila darinya.


Nabila sibuk mencari pakaian Aditya di dalam lemari, Aditya menghampiri Nabila, membalik tubuh Nabila, dan menangkup wajah istrinya.


" Kamu kenapa sayang? apa kamu lelah? " tanya Aditya, Aditya bisa melihat wajah Nabila seperti sedang sedih.


" Gak pa - pa Mas, ini pakai bajunya, habis itu kita makan malam sama - sama " ucap Nabila melepas tangan Aditya dari wajahnya dan memberikan pakaian kepada Aditya.


" Aku keluar dulu Mas " ucap Nabila lalu bergegas keluar kamar.


Aditya menggaruk - garuk kepalanya, menurutnya Nabila sangat aneh, tadi baik - baik saja saat melihatnya datang, tapi kenapa d sekarang jadi berubah.


**Bersambung...

__ADS_1


jangan lupa like, kritik dan saran nya 😊**


__ADS_2