
Ameliya sampai di kediamannya, ia melempar tasnya ke sembarang arah, ia sangat kesal karena rencananya hari ini gagal.
Dritt... Dritt.... dering ponsel Ameliya berbunyi..
" Ya Hallo " ucap Ameliya.
" Bagaimana, apa rencananya berhasil?
" Tidak, bahkan aku sudah meyakinkan dia dengan mengikuti saranmu untuk mengajukan Tes DNa, tapi dia tetap tidak percaya denganku "
"Baiklah, kau tenang saja, aku punya rencana lain "
" Rencana lain, kalau begitu beritahu aku sekarang "
" Kau tunggu saja nanti "
" Heii tunggu.. aku belum selesai bicara " ucap Ameliya kesal karena sambungan teleponnya di putuskan begitu saja.
" Huhh dasar, aku kan belum selesai bicara"
" Aditya.. Aditya.. dulu aku tidak mencintaimu, tapi melihat mu sekarang membuat ku menyukai mu dan aku hampir gila karena mu " ucap Ameliya.
********
Nabila bangun dari tidurnya, ia duduk dan melihat Aditya tidak ada di sampingnya. Nabila meraih jilbab nya di atas nakas kemudian memakainya, ia ingin keluar dari kamar berniat untuk mencari suaminya itu.
Baru saja kakinya melangkah, perut Nabila teras keram,ia memegangi perutnya itu, ia mencoba untuk melangkah lagi, namun rasa keram di perutnya semakin kuat.
" Aduh... perutku.. kenapa rasanya keram.. aduh sakit.. " pekik Nabila sembari memegangi perutnya dengan kedua tangan.
" Mas Adit... "
" Mas.. "
Keram di perut Nabila semakin kuat, dan terasa nyeri, Nabila merasa tidak tahan lagi kemudian berteriak kencang memanggil Aditya.
" MAS ADITYA.....!!! " teriak Nabila.
" NABILA " ucap Aditya begitu mendengar teriakan Nabila dari dalam kamar.
Dengan sigap Aditya beranjak dari duduknya dan berlari menuju kamar, Aditya terkejut melihat Nabila terduduk di atas lantai sembari memegangi perutnya.
" Sayang..kamu kenapa " ucap Aditya meraih tubuh Nabila dan membantunya berdiri.
" Perutku Mas, aww... " pekik Nabila.
" Perutmu kenapa sayang, yang mana yang sakit " ucap Aditya panik.
" Perutku keram Mas.. Mas aku.. "
Tiba-tiba Nabila tidak sadarkan diri, dan untung saja Aditya dengan sigap menahan tubuh istrinya.
" Sayang.. sayang ayo bangun " ucap Aditya sembari menepuk-nepuk pipi Nabila.
__ADS_1
" Aku harus membawanya ke rumah sakit " ucap Aditya sembari menggendong Nabila keluar dari kamar.
" Haris, cepat kita ke rumah sakit "
" Nabila " ucap Lula terkejut melihat Nabila yang tidak sadarkan diri di gendongan Aditya.
Haris bergegas mengiringi Aditya, beberapa karyawan di sana juga ikut terkejut melihat Aditya yang tengah berlari sembari menggendong Nabila dari lift menuju lobi kantor dan kemudian masuk kedalam mobil.
" Sayang.... tolong jangan begini, sadar sayang " ucap Aditya sembari mengelus - elus pipi Nabila dan sesekali mencium keningnya.
" Haris, tolong hubungi Rona sekarang, katakan kita dalam perjalanan ke rumah sakitnya "
" Baik Tuan "
*****
" Ahhhh.. akhirnya aku bisa bersantai juga, pasien hari ini cukup banyak " ucap Rona sembari duduk bersandar di kursi kerjanya.
Baru saja memejamkan kedua matanya, dering ponsel Rona berbunyi yang alhasil membuatnya tersadar.
" Hallo Ris, kenapa menelpon ku " ucap Rona malas.
" Pak, istri Tuan Aditya pingsan dan kami dalam perjalanan menuju rumah sakit "
" APA !!! " ucap Rona terkejut.
" Baik, aku akan menunggu di bawah dan menyiapkan semuanya"
Sambungan telepon Haris dan Rona terputus, Rona langsung berlari keluar dan menunggu kedatangan Nabila di ruang gawat darurat.
" Kenapa Nabila Dit "
" Tolong periksa Nabila, aku juga tidak tau kenapa Ron, tadi ia terlihat kesakitan dan dia mengatakan jika perutnya keram "
Rona langusng memeriksa Nabila, mulai dari detak jantung dan tekanan darah Nabila.
" Semuanya normal " batin Rona.
" Suster, tolong panggilan dokter kandungan sekarang " ucap Rona kepada salah seorang suster di sana.
" Baik Dok "
" Bagaimana Ron, kenapa harus memanggil dokter kandungan, apa istriku baik - baik saja " ucap Aditya dengan wajah panik.
Rona tersenyum melihat Aditya, ia tidak pernah melihat Aditya sepanik ini sebelumnya.
" Begitu besar cintamu kepada Nabila Dit, kau tampak khawatir sekali,aku senang melihatnya, dan sebentar lagi kau akan mendengar kabar bahagia " batin Rona.
" Hei Ron, kamu kenapa senyum - senyum, apa yang terjadi dengan istriku "
" Santai.. santai Dit, istri kamu gak pa-pa "
" Gak pa-pa gimana, dia pingsan begini Ron, kamu bilang baik - baik saja "
__ADS_1
" Permisi " ucap Rossa dokter kandungan yang di perintahkan oleh Rona memeriksa Nabila.
" Ada apa dokter, kenapa memanggil saya " ucap Rossa.
" Perutnya keram, dan tadi sempat pingsan, aku rasa kamu lah yang lebih tau tentang hal ini " ucap Rona.
Dokter Rossa mulai memeriksa Nabila, sedangkan Aditya masih tampak mondar - mandir kebingungan melihat istrinya yang masih belum sadarkan diri.
" Maaf Pak, apa sebelum ini anda sempat berhubungan badan dengan istri anda?? " tanya Dokter Rossa.
" Iya benar, memangnya ada apa dok? " ucap Aditya yang mengingat jika memang ia dan Nabila beberapa jam lalu melakukan aktivitas panas mereka.
Dokter Rossa tersenyum mendengar ucapan Aditya, begitu pula dengan Rona yang tampak terkekeh mendengar ucapan Aditya.
" Sebelumnya saya ucapkan selamat ya Pak, istri anda saat ini sepertinya sedang mengandung, dan keram perut yang di alami istri anda kemungkinan di karenakan aktivitas hubungan badan yang bapak dan istri bapak lakukan sebelumnya, tapi itu biasa terjadi Pak, nanti setelah istri bapak sadar, saya akan memeriksa lebih lanjut Pak "
Mendengar penjelasan Dokter Rossa, Aditya begitu merasa bahagia, ternyata Tuhan telah mengabulkan doanya, Tuhan akhirnya memberikan ia seorang anak, yang selama ini ia dambakan.
" Terima kasih dokter, saya sangat bahagia mendengar berita ini, tapi dok, kenapa istri saya bisa sampai pingsan, dan sampai sekarang belum sadar dok "
" Kondisi istri bapak saat ini sangat lemah, mungkin ia terlalu lelah dan juga kurang makan, itu biasa terjadi di awal semester kehamilan Pak, biasanya istri anda akan merasa mual, sensitif, mudah marah, dan juga cepat lelah, keram juga biasa terjadi di awal kehamilan seperti ini Pak "
" Mudah marah, mungkin itu sebabnya beberapa minggu ini sikap Nabila sedikit berubah " batin Aditya.
" Baiklah dok, saya mengerti "
" Kalau begitu saya permisi ya Pak, saya akan kembali jika istri anda sudah sadar, kemungkinan sebentar lagi ia kan siuman Pak, ia hanya perlu istrahat yang banyak saat ini "
" Iya dok Terima kasih "
" Selamat ya Dit, sebentar lagi kau akan menjadi ayah " ucap Rona sembari memeluk Aditya.
" Terima kasih Ron, aku memang sudah menjadi seorang ayah, kamu lupa kalau aku sudah punya anak 2 "
" Hahaha.... ia bener Dit, aku jadi lupa "
" Iya Ron, hanya saja ini anak dari hasil benih ku sendiri, aku sangat bahagia Ron "
" Iya Dit, aku juga senang dengarnya, jadi aku punya keponakan lagi "
" Kalau begitu aku permisi ya, aku akan datang lagi nanti, aku akan mengurus perpindahan Nabila ke ruang VVIP " ucap Rona kemudian meninggalkan Nabila dan Aditya.
Aditya menatap sendu wajah istrinya yang masih terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rawat, Aditya meraih tangan Nabila, mencium punggung tangan Nabila, kemudian mengelus lembut perut Nabila yang masih tampak rata.
" Hallo anak ayah, baik - baik di sana ya, jangan buat bunda kesusahan, ayah janji akan selalu menjaga mu dan juga bunda " batin Aditya.
Tatapan Aditya beralih ke wajah Nabila, mengelus lembut pucuk kepala Nabila, sembari terus mencium punggung tangan istrinya itu.
" Ayo cepat sadar sayang, kamu pasti juga bahagia mendengar kabar ini "
**Bersambung...
Rencana apa lagi ya kira-kira yang akan dilakukan Amelia dan juga sekongkolannya itu.. 🤔🤔
__ADS_1
Dan buat Nabila dan Aditya, akhirnya mereka punya Aditya junior...😍😍
Tetap stay tune ya readers setia ku.. jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini.. 😊**