
Aditya dan Rona kembali ke dalam menemui Nabila dan Risa yang sedang asyik mengobrol.
" Mas, Pak Haris telpon kenapa,apa ada sesuatu?" tanya Nabila kepada Aditya, Nabila merasa khawatir.
" Tidak pa-pa sayang, cuman membicarakan masalah pekerjaan" ucap Aditya.
Tak lama Dokter Rossa datang bersama seorang perawat, melihat Dokter Rossa, Risa beranjak dari duduknya dan berdiri di samping Rona, ia mempersilahkan Dokter Rossa untuk duduk di samping Nabila dan memeriksa Nabila.
Risa melirik ke arah Rona, yang kebetulan Rona juga melirik ke arahnya, Risa menjulurkan lidahnya sedikit, mengolok Rona, sedangkan Rona membulatkan kedua matanya, melotot ke arah Risa yang tengah mengoloknya.
Aditya tersenyum melihat tingkah Risa dan Rona, Aditya merasa jika Rona menyukai Risa.
" Ibu Nabila sudah boleh pulang hari ini, nanti saya akan meresepkan vitamin untuk ibu, tolong di minum setiap hari ya Bu Nabila "
" Baik Dokter Terima kasih " ucap Nabila sembari tersenyum.
" Ingat ya Pak Aditya, istrinya tolong di jaga baik-baik, jangan sampai kecapean atau strees, bulan depan silahkan kembali lagi ke sini ya Bu, InsyaAllah kita akan rutin melakukan pemeriksaan kandungan Bu Nabila setiap bulan "
" Terima kasih Dokter " ucap Aditya.
" Sama - sama Pak, Bu, kalau begitu saya pamit " ucap Dokter Rossa kemudian pergi dari ruangan itu.
" Hmm.. kalau gitu aku pamit ya Bil, kan kamu udah boleh pulang "
" Kamu pulang sama siapa Sa, ntar bareng aku sama Mas Adit aja "
" Biasa Bil naik taksi, Papa sama Mama masih ngelarang aku buat bawa kendaraan sendiri "
" orang tua kamu yang ngelarang, atau kamunya yang males, biar bisa numpang orang terus " celetuk Rona.
Risa melirik ke arah Rona dengan tatapan tajam, ia sangat kesal mendengar Rona berbicara seperti itu.
Rona yang melihat tatapan tajam dari Risa, membuang wajahnya ke sembarang arah, berpura-pura seperti tidak ada sesuatu yang ia katakan tadi.
Nabila dan Aditya saling memandang, kemudian sama - sama melempar senyum melihat tingkat Risa dan Rona.
" Kalau gitu, kamu aja Ron yang antar Risa "
" Hah !! Aku !! ogah Dit " ucap Rona.
" Siapa juga yang mau di antar sama kamu " ucap Risa.
" Hahaha... sudah.. jangan berantem, nanti jatuh cinta lo " ucap Nabila.
" Amit - amit " ucap Risa dan Rona bersamaan, kemudian mereka saling memandang karena mereka berbicara bersamaan.
" Hahahaaha " tawa Aditya dan Nabila.
" Tu kan bener, ngomongnya aja barengan, berarti jodoh tu " ucap Nabila kembali menggoda Risa dan Rona.
__ADS_1
" Apaan sih Nabila " ucap Risa sembari cemberut.
Risa merogoh ponsel, berniat untuk memesan taksi online, namun ketika melihat layar kaca ponselnya, Risa terkejut melihat notifikasi di ponselnya yang memberitakan mengenai seorang CEO tampan, terkaya yang bernama Aditya Wijaya Prakasa ternyata memiliki seorang anak laki-laki dengan mantan istrinya yang dulu.
Di berita itu mengatakan jika Aditya tidak mengakui anaknya, dan bahkan selama 3 tahun lebih membiarkan anaknya hidup susah payah, dan tidak pernah menafkahi anaknya itu.
Risa sangat shock melihat berita itu, apalagi melihat komen - komen beragam dari beberapa orang di berita itu, ada yang berkomentar biasa, ada yang menyemangati, ada juga yang berkomentar pedas.
Risa melirik ke arah Aditya, kemudian melirik lagi ke arah Nabila, dengan ponsel yang masih ia genggam.
" Nabila, apa kamu... "
" Hmm... Hmmm.. "
Rona membungkam mulut Risa, Rona sengaja melakukan itu agar Risa tidak bertanya akan berita mengenai Aditya yang saat ini sedang heboh, Rona sudah paham, dan bisa menangkap gerak-gerik Risa ketika Risa membuka ponselnya.
" Nabila, nanti biar anak ini aku yang antar pulang " ucap Rona kemudian membawa Risa keluar dengan tangannya yang masih membungkam mulut Risa.
" Mas, Risa.. "
" Biar saja sayang, biar Rona yang mengantar Risa pulang "
" Tapi Mas, kenapa Kak Rona begitu, tadi Risa belum selesai ngomong Mas "
" Sudah gak pa-pa sayang, ayo kita siap - siap "
Nabila masih melirik ke arah pintu, ia masih penasaran dengan pertanyaan Risa tadi yang belum sempat ia selesaikan.
Rona melepas tangannya yang membungkam mulut Risa begitu mereka sudah sampai di luar.
" Masnya mau nya apa sih, gak jelas banget, aku kan belum selesai ngomong sama Nabila " ucap Risa kemudian berbalik badan ingin kembali menemui Nabila.
" Eh.. eh.. tunggu " ucap Rona menghentikan Risa.
" Kamu mau buat Nabila jadi banyak pikiran kalau mendengar berita itu "
Risa menghentikan langkahnya mendengar ucapan Rona, dan berbalik badan mendatangi Rona.
" Mas galak sudah tau berita ini, kenapa tidak memberi tahu Nabila "
" Aku dan Aditya sengaja merahasiakan berita ini dulu dari Nabila, kamu kan tau kondisi Nabila saat ini sedang lemah, emangnya kamu mau buat Nabila ngedrop lagi "
Risa terdiam, ia berpikir jika yang di bicarakan oleh Rona benar.
" Tapi Mas, apa berita itu benar "
" Menurut kamu "
" Aku juga gak tau, tapi kalau memang Pak Aditya punya anak, Pak Aditya gak mungkin melantarkan anaknya begitu aja "
__ADS_1
" Nah itu tau, sebenarnya aku dan Aditya tidak percaya kalau itu anaknya Aditya, karena kami yakin jika mantan istri Aditya itu cuma mau menghancurkan rumah tangga mereka, dan juga ingin menjatuhkan Aditya "
" Aku dan Aditya masih menyelidiki masalah ini "
" Kasian banget ya Nabila sama Pak Aditya, baru aja dengar kabar bahagia, sekarang udah dapat cobaan lagi " ucap Risa.
" Ya sudah kalau gitu aku pulang aja " ucap Risa kemudian meninggalkan Rona.
" Kamu mau kemana " teriak Rona
" Mau pulang " ucap Risa menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Rona.
" ya sudah pulang sana "
Risa membalik tubuhnya kemudian berjalan lagi meninggalkan Rona.
" Ishhhh... kirain mau nganterin aku pulang, kan lumayan aku bisa menghemat ongkos taksi, jadi laki-laki kok gak ada perhatiannya ya, gak kasian liat cewe cantik kayak aku gini pulang sendirian naik taksi.. huhuhu.. " batin Risa.
*****
Aditya dan Nabila telah bersiap untuk pulang, Haris sudah menunggu mereka di lobi Rumah sakit,dengan perlahan Aditya mendorong kursi roda yang diduduki Nabila, ini sesuai perintah dari Dokter Rossa agar Nabila tidak terlalu kelelahan jika harus berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ke lobi depan.
" Mas "
" Kenapa sayang.. " ucap Aditya yang baru saja menutup pintu.
" Pak Bima " ucap Nabila begitu melihat Bima yang berada tidak terlalu jauh di depan mereka yang sedang berdiri di depan nurse station.
Begitu Aditya menoleh ke arah Bima, Bima juga secara bersamaan melihat ke arah Aditya dan Nabila, Bima saat itu tidak mengetahui jika Nabila di rawat di sana, ia di sana berencana menjenguk Sasha yang tengah sakit sehabis operasi usus buntu.
Aditya memberi tatapan tajam kepada Bima, sedangkan Bima tidak terlalu memperhatikan Aditya, pandangannya justru ke Nabila yang saat ini duduk di kursi roda.
Bima berniat menemui Nabila dan Aditya, namun Aditya dan Nabila sudah bergegas pergi, dan Bima mengurungkan niatnya.
" Ada apa dengan Nabila, kenapa dia duduk di kursi roda, dia sakit apa " batin Bima yang di penuhi rasa penasaran.
" Suster, pasien yang di kamar VVIP no 1 itu, pasiennya sakit apa ya Sus " tanya Bima yang kembali ke nurse station untuk menanyakan keadaan Nabila.
" Oh, pasien yang di VVIP no 1 itu sedang hamil Pak, kemarin baru masuk ke rumah sakit karena mengalami keram perut dan pingsan "
" Baik suster Terima kasih " ucap Bima dan di balas anggukan oleh suster itu.
" Jadi Nabila hamil "
" Akhh sial.. seharusnya aku yang menjadi suami mu Nabila, dan seharusnya kamu mengandung anakku sekarang, bukan anak dari kutu buku itu " batin Bima begitu kecewa.
**Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya gaes.. ☺☺**
__ADS_1