
" Selamat pagi menjelang siang Pak Rona " sapa Lula begitu melihat Rona datang.
" Selamat pagi menjelang siang juga Lula, oh ya Aditya ada? "
" Pak Aditya dan Pak Haris sedang meeting Pak, mungkin sebentar lagi selesai, karena meeting nya sudah di mulai sejak tadi pagi "
" Pantes aja dia gak angkat telpon ku " batin Rona.
" Lula, bagaimana persiapan pernikahannya " tanya Rona.
" Alhamdulillah sudah di siapkan semua Pak, tinggal penetapan tanggal aja Pak "
" Gimana sih La, sudah siap semua tapi tanggalnya belum di tentukan, gimana sih Haris tu, apa dia menunda lagi buat nikahin kamu " ucap Rona.
" Hahaha.. bukan begitu Pak, Kami berdua sepakat akan menentukan tanggal pernikahan setelah semua urusan dan masalah Pak Aditya selesai, karena kami tidak mau menggelar pernikahan bahagia kami ini sedangkan Pak Aditya masih terbelenggu dengan masalah nya Pak "
" Padahal aku sudah jelasakan sama Haris, masih saja dia ngotot, masalah Aditya biar aku urus La " ucap Rona.
" Iya Pak, kami sudah cukup lama bekerja dengan Pak Aditya, dan Pak Aditya sudah seperti keluarga sendiri, kami tidak mau berbahagia, sedangkan Pak Aditya masih menderita dengan masalahnya "
" Baiklah, aku mengerti Lula, dan aku menghargai itu, kalau begitu aku tunggu Aditya di dalam saja ya "
" silahkan Pak "
Rona masuk seorang diri kedalam ruang kerja Aditya, ia merebahkan badannya di sofa, dan tak lama ia terlelap, setelah makan, ia merasa ngantuk terlebih lagi ia juga sangat lelah.
" Rona bangun " teriak Aditya.
" Sebentar budeg, masih malam ni belum pagi " racau Rona.
Aditya dan Haris saling tatap, mereka sama - sama tidak mengerti siapa yang di sebut Rona budeg, dan Haris mencoba menahan tawanya melihat Rona yang masih tertidur tapi bisa mendengar ucapan Aditya.
" Bangun Ron, kamu bilang aku budeg gitu " ucap Aditya lebih keras lalu menepuk wajah Rona dengan bantal, dan membuat Rona langsung terbangun.
" Ahh Adit.. ganggu aja " ucap Rona lalu kembali berbaring dan memejamkan matanya.
" Bangun, aku dan Haris sudah menunggu mu selama satu jam, kalau mau tidur, pulang aja sana " ucap Aditya.
" Apa Dit, sudah satu jam? " tanya Rona yang kembali terbangun dan langsung duduk.
" Tu liat sendiri " ucap Aditya menunjuk jam dinding yang ada di ruangan itu.
" Hehehehe... sorry Dit, aku ngantuk berat "
" Oh ya Dit, aku ke sini ada hal penting, ni liat " ucap Rona sembari memberi ponselnya kepada Aditya.
" Ini Ameliya kan " ucap Aditya.
Haris pun ikut maju untuk melihat foto yang ada di ponsel Rona.
" Jadi begini Dit..." Rona mencoba menjelaskan kepada Aditya dan juga Haris.
" Pasti lelaki itu yang jadi dalang semua ini Tuan, pasti Ameliya bekerja sama dengan lelaki itu " ucap Haris.
" Ya Dit benar, kalau itu kevin tidak mungkin, dari postur tubuhnya saja tidak mirip " ucap Rona.
" Hmm.. apa itu Bima? " ucap Aditya.
Haris langsung mengambil laptopnya, ia mencoba mencari informasi mengenai Bima, dan mencoba melihat satu persatu foto Bima, Aditya dan Rona juga ikut duduk di samping kiri dan kanan Haris.
__ADS_1
" Stop.. stop.. " ucap Aditya begitu melihat foto Bima yang mengenakan topi, Aditya kembali menyamakan foto yang di ponsel Rona dengan yang ada di laptop, dan setelah di teliti, ternyata topi yang di pakai sama.
" Perbesar gambarnya Ris " ucap Aditya.
Setelah di perbesar, mereka kembali meneliti persamaan dari kedua foto itu, dan benar saja, tulisan yang ada di topi itu sama persis dengan kedua foto, dan mereka sangat yakin jika itu Bima.
" Kali ini dia ceroboh Dit " ucap Rona dengan menyunggingkan sedikit bibirnya ke kanan.
" Kau benar, simpan ini sebagai bukti Ris, dan kita perlu menemui Ameliya sekarang, kita harus membuat nya mengaku jika Bima juga ada di balik semua ini " ucap Aditya.
" Baik Tuan "
******
Bima baru sampai di tempat kerjanya, ia mencoba berpikir keras, mencari cara lain agar ia dapat menghancurkan Aditya, dan kali ini rencananya harus berhasil, tidak seperti sebelum - sebelumnya yang selalu mengalami kegagalan.
Cukup lama berfikir, Bima menyunggingkan bibirnya, ia seperti sudah mendapat ide untuk kembali menghancurkan Aditya.
*******
Risa sudah menunggu kedatangan Nabila di depan gerbang kampus, setelah libur beberapa minggu, akhirnya Nabila kembali dengan aktivitasnya, walaupun mual dan muntah masih melanda nya, tapi ia tetap semangat untuk turun kuliah, terlebih lagi kuliah nya sebentar lagi akan selesai.
" Nabila " sapa Risa begitu melihat Nabila turun dari mobil.
" Yuk masuk " ucap Risa dengan menggandeng lengan Nabila, seperti biasa Risa selalu seperti itu bila bersama Nabila.
Sesampai di dalam kampus, Nabila dan Risa langsung masuk ke ruangan dan menunggu dosen killer mereka datang.
" Wah Bila, perut kamu udah mulai buncit " ucap Risa sembari meraba-raba perut Nabila Dan Nabila hanya tersenyum kepada Risa.
" Baby twins bunda, ini onty Risa yang lagi sapa kalian " ucap Nabila sembari melihat ke perutnya.
" Sa, kenapa tadi pagi kamu minta nomor telpon kak Rona? "
" Hmm.. hmm.. gak pa-pa Sa, ada yang mau aku tanyakan aja " ucap Risa bingung harus bicara apa dengan Nabila.
" Tanya tentang apa? " tanya Nabila kembali yang membuat Risa tambah bingung.
" Hmm tentang sakit lambung yang sering aku alami beberapa hari ini Bil, dia kan dokter, jadi aku coba tanya aja sama dia " ucap Risa berbohong.
" Bener, gak ada yang lain,atau jangan-jangan... " ucap Nabila mulai menggoda Risa.
" Oh ya Bil, menurut kamu Masgal itu seperti apa sih? " tanya Risa penasaran.
" Masgal, siapa tu Masgal? "
" Rona, maksud ku dia Bil, Masgal itu kepanjangannya Mas galak, habisnya dia tu galak sih " ucap Risa.
" Ciee.. sudah punya panggilan sayang nih " ledek Nabila.
" Kamu ni Bil, ngeledek terus "
" Hahahaha.. becanda Sa, jangan ngambek dong, aku tu gak teralu dekat banget sih sama Kak Rona, pernah sesekali aja ketemu, tapi orangnya baik kok Sa, lagian dia kan sahabatnya suami aku, dan aku yakin dia juga sama baiknya seperti Mas Aditya "
" Selamat pagi anak - anak " dosen killer Nabila dan Risa tiba-tiba saja datang menyapa.
Nabila dan Risa pun berhenti mengobrol, mereka merapikan duduk mereka, begitu juga dengan teman-teman mereka yang lain, mereka langsung fokus mendengarkan penjelasan dari dosen mereka itu.
Selesai kuliah, Nabila berniat langsung pulang karena ia merasa sangat lelah, entah mengapa hamil anak ketiganya ini membuat ia lebih sering lelah.
__ADS_1
*****
Tok.. Tok... Tok.. Haris mencoba mengetuk pintu Rumah Ameliya, begitu di buka, kevin terkejut dengan kedatangan tiga orang pria yang kini ada di depannya. Haris, Rona dan Aditya juga di buat terkejut karena ternyata Kevin yang selama ini mereka cari - cari ada di depan mereka.
" Siapa kalian " tanya Kevin.
" kamu Kevin kan " tanya Rona balik.
" Ya benar, dan kamu " ucap Kevin begitu melihat Aditya.
" Dimana Ameliya? " tanya Aditya.
" Dia pergi, baru saja "
" pergi kemana dia "
" Aku tidak tau, tadi pagi dia pergi, lalu kembali, dan sekarang pergi lagi, katanya hanya sebentar, ada urusan yang ingin ia selesaikan "
" Selama ini kami juga mencarimu, kami ingin dengar penjelasan darimu, dan kami yakin jika anak yang di akui Ameliya sebagai anak Aditya itu adalah anak mu kan? " ucap Rona.
" Ya benar " ucap Kevin tegas.
Aditya menghela nafas lega, karena akhirnya yang semua sudah terbongkar, dan yang membuat ia sangat lega karena memang benar jika anak yang di akui Ameliya itu bukan anaknya.
" Sebelumnya aku ingin minta maaf kepada mu Dit, atas semua yang kulakukan dulu, merebut Ameliya dari mu, dan kini Ameliya juga ingin menghancurkan kehidupan mu "
" Jadi sebenarnya begini " Kevin mencoba menjelaskan kepada Aditya, Haris, dan Juga Rona.
Dan setelah mendengar penjelasan Kevin, mereka bertiga kembali bernafas lega, karena akhirnya semua sudah terselesaikan, tinggal menunggu penjelasan dari Ameliya.
" Tapi apa kau tau, siapa yang ada di balik Ameliya, karena kami yakin jika Ameliya tidak melakukan ini sendiri " ucap Rona.
" Kalau itu aku tidak tau, Ameliya tidak menceritakan apa-apa, cuman tadi pagi ia bilang jika ingin menemui seseorang,dan tadi juga ia mengatakan akan kembali menemui seseorang itu dan menyelesaikan masalahnya, dan setelah itu ia akan pergi bersama ku kembali ke Surabaya"
" Pasti Bima Dit " ucap Rona.
" Kau tau Ameliya pergi kemana "
Kevin hanya menggeleng - geleng kan kepalanya, ia benar tidak tau jika Ameliya pergi kemana.
" Kalau begitu kami akan pergi mencari Ameliya, Terima kasih sudah menjelaskan semua kepada kami, dan kami masih membutuhkan mu untuk menjelaskan semua ini kepada awak media nanti " ucap Rona.
" Aku siap " ucap Kevin.
Haris, Aditya dan juga Rona meninggalkan kevin, mereka melajukan mobil mereka tanpa arah, mereka masih bingung harus mencari Ameliya kemana.
" Aku sebenarnya takut Dit " ucap Rona.
" Takut kenapa "
" kurasa nyawa Ameliya terancam sekarang, dia pasti marah besar kepada Ameliya karena telah memutus kerjasama dengannya, dan kau tau, jika Bima bisa melakukan apa saja "
Aditya hanya diam mendengar penjelasan Rona, dan apa yang di katakan oleh Rona benar.
**Bersambung. .
sudah up lagi, masih nanggung kayaknya ya..
sabar ya readers, InsyaAllah di usahakan up lagi..
__ADS_1
tetap stay tune ya.. 😘😘**