Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 124


__ADS_3

Karena sudah larut malam, Risa akhirnya pamit dari rumah Nabila, dan di antar oleh Pak Bagas atas perintah Nabila.


Setelah mendengar nasihat dari Nabila, Risa akhirnya bisa sedikit tenang, dan mencoba ikhlas menerima semuanya.


" Sudah selesai? " tanya Aditya.


" Sudah Mas " ucap Nabila lalu berbaring di atas ranjang, sedangkan Aditya masih duduk dan bersandar di sandaran ranjang.


Aditya menarik selimut untuk menutupi tubuh Nabila, lalu ia ikut berbaring dan kini mereka saling berhadapan.


" Kamu habis nangis? " tanya Aditya mengelus lembut pipi Nabila.


" Iya Mas, aku sedih dengar cerita Risa, Risa itu udah kayak saudara kau sendiri Mas, aku gak bisa kalau liat dia sedih kayak gitu "


" Ingat sayang, kamu itu lagi mengandung, gak boleh banyak pikiran, emangnya kenapa dengan Risa? "


" Tu karena Kak Rona "


" Rona, memangnya dia buat salah apa sama Risa? "


" Malas ah jelasin sama Mas Adit, ntar Mas Aditya gak dengerin lagi aku cerita " ucap Nabila.


Aditya mencium kening Nabila, Nabila begitu menggemaskan baginya kalau ngambek seperti ini.


" Ya udah kalau gak mau cerita, mending kamu tidur sekarang, sudah malam "


" Tapi pijitan pinggang aku Mas, pinggang aku pegel rasanya " ucap Nabila dan langsung berbalik badan membelakangi suaminya.


" Yang ini " ucap Aditya sembari memijit pinggang Nabila.


" Iya Mas, pijitin terus sampai aku tidur ya Mas "


Aditya terus memijit pinggang Nabila, dan tanganya mulai nakal, pijitan nya kini mulai turun hingga menyentuh pan tat Nabila, dan mere mas nya.


Plak.. Nabila menepuk pelan tangan Aditya.


" Mas Adiitt... tangannya jangan nakal, yang bener pijit nya "


" Hahaha.. iya sayang " ucap Aditya lalu kembali memijit pinggang Nabila hingga Nabila tertidur.


Setelah Nabila tertidur, Aditya mengambil ponselnya di atas meja, lalu ia mengubungi Rona.


" Assalamu'alaikum Dit, ada apa? "


" Ada apa.. ada apa.. kamu apain anak orang sampai nangis - nangis di rumah aku " ucap Aditya.


" Hah.. maksud kamu Risa? "


" Iya, dia datang kesini dan cerita sama istriku "


" Hehehe... aku bahagia banget Dit, ternyata Risa juga cinta sama aku, dia tadi aku suruh pulang, dan bilang kalau dia harus ikhlas menerima perjodohan nya, walaupun sebenarnya dia cinta nya sama aku Dit, padahal Risa gak tau aja kalau orang yang di jodohkan sama dia itu aku Dit "


" Kamu ni Ron, kenapa gak jujur aja sih, pake drama - drama segala "

__ADS_1


" Kan aku dah bilang mau kasih suprise buat Risa "


" Kasih suprise sih suprise, tapi istri aku jadinya ikut sedih, dan kepikiran masalah kamu sama Risa, malahan dia habis nangis bareng sama Risa tadi "


" Yang bener Dit, maaf deh kalau gitu, tapi jangan kasih tau Nabila dulu ya yang sebenarnya Dit, dua minggu lagi aku juga udah nikah kok sama Risa "


" Hmm... iya " ucap Aditya lalu memutuskan sambungan teleponnya.


" Adit.. Adit.. belum selesai aku ngomong udah di matiin aja "


******


Dua minggu berlalu, tanpa ada pertemuan antar keluarga lagi, kini pernikahan Risa dan Rona langsung di gelar, Risa hanya mengikuti saja perintah dari kedua orang tua nya, mulai dari memilih gaun pengantin, undangan, semua ia serahkan kepada kedua orang tuanya.


Risa benar - benar tidak semangat, ia tidak berniat mencari tahu mengenai calon suami nya itu, bahkan nama calon suaminya saja ia tidak tau, Risa hanya berharap semoga ada keajaiban yang bisa membuat pernikahan nya ini batal.


" Mas, tulisannya.. Risa dan Rona? " tanya Nabila kepada Aditya begitu melihat tulisan besar yang terpampang di tenda pernikahan yang di selenggarakan sederhana di kediaman Risa.


" lelaki yang di jodohkan sama sahabat kamu itu, adalah sahabat aku sayang, Risa dan Rona "


" Iih Mas Adit, Mas Aditya udah tau tentang hal ini, sejak kapan? kenapa gak kasih tau aku sih Mas "


" Hahaha... kata Rona ini suprise sayang "


" Dasar Kak Rona, Mas Aditya juga nyebelin " ucap Nabila lalu meninggalkan Aditya.


" Sayang kamu mau kemana?


" Mau datangin Risa, Mas "


Nabila masuk kedalam kamar Risa, Risa tampak cantik dengan balutan kebaya putih, dan hiasan bunga melati di rambutnya.


" Nabila "


" Risa kamu cantik sekali "


Kedua mata Risa kembali berkaca - kaca, rasanya Nabila ingin sekali memberitahu kepada Risa jika sebenarnya lelaki yang akan menikah dengannya adalah orang yang sangat ia cintai.


" Risa, mempelai Pria sudah datang, kita keluar sekarang " ucap Mama Risa.


" Jangan Nangis Risa, nanti make-up kamu luntur, bismillah oke " ucap Nabila mencoba menenangkan Risa.


Risa hanya manggut - manggut, ia keluar dari kamar bersama Mama nya dan juga Nabila, semua orang melihat kedatangan Risa, terutama Rona yang sudah tampak gagah dengan kemeja putih dan balutan jas hitam yang ia pakai.


Risa hanya menundukkan kepalanya, mulai dari keluar kamar hingga ia harus duduk dan terpaksa bersanding dengan calon suami yang berada di sampingnya.


Papa Risa mengulum senyum kepada Rona, lalu ia mengajak Rona untuk berjabat tangan.


" Risa, jangan tunduk terus " bisik Mama Risa di telinga Risa.


Risa tidak memperdulikan bisikan Mama nya, rasanya ia tidak sanggup, ia berharap semua ini hanyalah mimpi, dan sangat berharap jika Rona datang dan membatalkan pernikahannya ini.


Bismillahirrahmanirrahim...

__ADS_1


" Saya nikahkan dan kawinkan engkau Saudara Rona sahputa Pratama Adi Wijaya Kusuma Bin Alex Wijaya Kusuma, dengan anak saya yang bernama Risa Andriani Putri dengan Mas kahwin nya berupa uang tunai sebesar lima juta rupiah dan seperangkat alat shalat, tunai "


Mendengar kata Rona, Risa membulatkan kedua matanya, dan langsung menoleh ke samping, dan melihat Rona yang tampak dan saat ini berjabat tangan dengan Papa nya, dan dengan lantang menyebut ijab kabul.


" Saya Terima nikahnya dan kawinnya Risa Andriani Putri binti Bayu Setiawan dengan maskawin nya yang tersebut, tunai. "


" Bagaimana para saksi, SAH?? "


SAH..SAH.. SAH.. ucap para saksi dan beberapa orang yang ada di sana, semua mengucap syukur, Nabila dan juga Aditya sangat bahagia melihat pernikahan sahabat mereka.


" Masgal " ucap Risa masih tidak percaya.


" Risa, dia Rona, lelaki itu anak sahabat Papa, yang di jodohkan sama kamu, dan sekarang sudah menjadi suami kamu " bisik Mama Risa di telinga Risa yang masih tidak percaya.


Rona mengulum senyum saat menatap Risa, lalu ia meraih jemari tangan Risa, menyematkan cincin di jemari manis Risa.


Risa masih saja mematung, ia masih tidak percaya.


" Sayang, ini aku Masgal, cepat masukkan cincin ini di jemari tangan ku, jangan diam saja " bisik Rona di telinga Risa.


Risa akhirnya tersadar, lalu ia memukuli Rona, Risa kesal karena Rona sudah mengerjai nya.


Plak.. Plak.. Plak..


" Aduh.. Aduh.. Aduh..sudah sayang.. " ucap Rona.


" Masgal jahat " ucap Risa sembari menangis.


" Mama, Papa,jangan bilang Mama sama Papa juga sudah tau, dan ikut membohongi Risa "


Mama dan Papa Risa hanya mengulum senyum, lalu tatapan Risa beralih kepada Nabila dan Aditya.


" Nabila,, jangan bilang kamu juga sudah tau tentang ini? "


" Hmm.. gak.. gak Sa,, aku gak tau apa - apa " ucap Nabila mencoba menahan tawanya.


" Jangan salahkan mereka, ini semua ide ku, maafkan aku, dan ini suprise buat kamu " ucap Rona lalu meraih kedua tangan Risa.


" Tapi tetap aja, Masgal nyebelin "


" Tapi cinta kan? cepat masukin cincin kawinnya di jari kau, atau kamu mau wanita lain yang masukin cincin nya? " goda Rona.


" Hah.. gak mau " ucap Risa lalu menyematkan cincin kawin di jemari manis Rona.


Rona mencium kening Risa, lalu membawa Risa dalam pelukannya. walaupun kesal, tapi sebenarnya Risa sangat bahagia, akhirnya ia bisa menikah dengan orang yang ia cintai.


**Bersambung...


Tiga Bab langsung malam ini sampai pagi buat kalian readers setia kuhh... 😘


Pertanyaan kalian kapan Risa dan Rona menikah akhirnya terbayar ya.. 😊


Tunggu kelanjutan selanjutnya..

__ADS_1


Rencana nya aku mau buat novel kedua ku ni readers, masih cari inspirasi dan netapin judulnya 😅


Ada yang mau kasih saran**??


__ADS_2