Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 89


__ADS_3

Nabila berada di depan ruang kerja Aditya, perlahan ia membuka pintu, dan hanya ada Aditya di sana, Aditya duduk di kursi kerja nya, Aditya menundukkan kepalanya yang bertumpu di atas kedua tangannya yang berada di atas meja, Aditya tidak menyadari kedatangan Nabila.


Nabila mengelus - elus lembut pundak suaminya itu.


" Mas Aditya "


Aditya menoleh ke samping kiri dan melihat istrinya itu, lalu ia memundurkan kursinya, dan membalikkan duduknya menghadap Nabila, Aditya memeluk dan membenamkan kepalanya di perut Nabila.


Nabila mengelus - elus lembut kepala suaminya, Nabila sangat mengerti perasaan Aditya sekarang.


" Mas, kenapa menanggung semua nya sendiri "


Aditya mendongakkan kepalanya dan menatap Nabila.


" Apa maksud mu sayang? "


" Aku sudah tau semuanya Mas, kenapa Mas Adit merahasiakannya dariku? "


" Nabila tau dari mana? " batin Aditya.


" Maafkan Mas, sayang. Mas hanya tidak ingin kau khawatir " ucap Aditya dan kembali memeluk dan membenamkan kepalanya di perut Nabila.


" Aku mengerti jika Mas mengkhawatirkan ku, tapi bukan begini Mas, kita ini suami istri, sudah seharusnya semua masalah yang ada di rumah tangga kita ini, kita hadapi dan kita pikul sama - sama, seberat apapun atau sepahit apapun masalah yang akan kita hadapi Mas, aku tidak ingin Mas menanggung semuanya sendiri "


Hati Aditya begitu tersentuh mendengar penuturan istrinya, ia melepas pelukan nya kepada Nabila, berdiri dan menangkup wajah Nabila, mengecup bibir istrinya itu dengan lembut, kemudian mel*matnya


" Sshh.. ahhhh... " de*ah keduanya.


" Terima kasih sayang " ucap Aditya menghentikan sejenak ciumannya, dan kemudian kembali mencium bibir istrinya itu.


Nabila membalas ciuman suaminya dengan mesra, kini lidah mereka saling berpagutan, Aditya memasukkan lidahnya ke dalam rongga mulut Nabila, menjelajahi setiap inci didalamnya, mereka bercumbu semakin mesra, dengan saling menye*sapi bibir mereka yang basah.


" Cup "


" Cup "


Aditya melepaskan ciumannya, dan menggendong istrinya, Nabila merangkulkan tangannya ke leher Aditya, Aditya menggendong Nabila hingga mereka sama-sama kembali ke kamar.


Aditya kembali mencumbu mesra istrinya itu, ia begitu sangat merindukan istrinya, na*su Aditya mulai meningkat begitu juga dengan Nabila, namun Aditya teringat akan pesan Dokter Rossa untuk tidak dulu menggauli istrinya karena kesehatan dan kandungan Nabila yang masih lemah.


" Mas, kenapa berhenti? " tanya Nabila ketika Aditya berhenti melakukan ciumannya.


Aditya tersenyum melihat istrinya yang semenjak hamil ini begitu agresif kepadanya.


" Cukup ya sayang, Mas takut gak tahan, nanti ribet jadinya "


Nabila terkekeh mendengar ucapan Aditya, dan memeluk suaminya itu.


" Mas, aku.. aku gak keberatan kalau memang Mas mau melakukan tes DNA itu "


" Tidak sayang, Mas tidak akan melakukan itu "


" Tapi Mas, kalau anak itu benar anak Mas gimana, aku akan menerimanya dengan lapang dada Mas, Mas saja mau menerima Zahira dan Hafidz, menyayangi mereka dengan tulus, aku pun juga akan melakukan hal yang sama Mas, jika memang anak itu adalah anaknya Mas Aditya "

__ADS_1


" Jangan katakan itu lagi ya sayang, sampai kapanpun Mas tidak akan melakukan itu, anak itu bukan anaknya Mas, anak Mas itu adalah anak yang sekarang tumbuh di dalam perut kamu ini, calon buah hati kita " ucap Aditya sembari mengelus - elus lembut perut Nabila.


Mendengar penjelasan Aditya, Nabila mempererat pelukannya kepada suaminya itu.


" Mas, saat ini Mas pasti tertekan sekali kan melihat berita itu, banyak orang yang menghujat Mas Aditya "


" Mas tidak peduli dengan semua itu sayang, mereka semua tidak tau apa yang sebenarnya terjadi " ucap Aditya.


" Tidak usah memikirkan itu lagi ya, lebih baik sekarang kamu tidur "


" Iya Mas "


Aditya mengecup lembut kening Nabila, berada di dekat Nabila, membuat pikiran dan perasaaan nya jauh lebih tenang.


" Aku mencintaimu sayang, Terima kasih atas pengertianmu, Mas sangat beruntung bisa memilikimu " batin Aditya.


********


Keesokan harinya.......


Tut... tut.. tut..


Ameliya berusaha menghubungi sekongkolan nya itu.


" Hallo, ada apa? "


" Jadi ini rencanamu, aku sudah melihatnya di TV " ucap Ameliya.


" Menarik, terus apa yang harus aku lakukan selanjutnya? "


" Tunggu saja kabar dariku "


" Baiklah, oh ya.. hmm.. bisakah kau mengirimi ku uang? " tanya Ameliya.


" Tunggu saja, nanti aku akan mentransfer kan uang ke rekening mu "


" Oke Terima kasih " ucap Ameliya semringah dan menutup sambungan teleponnya.


" Yes, habis ini aku bisa shopping lagi deh, sudah lama banget aku gak merasakan ini, dan kalau aku bisa mendapatkan Aditya lagi, aku yakin anakku dan juga aku akan hidup sejahtera"


*******


Nabila bangun terlebih dahulu dari pada suaminya, ia merasa ada sesuatu yang mengganjal di lehernya, perutnya juga terasa tidak enak, Nabila sudah tidak tahan lagi dan berlari ke kamar mandi.


Hoek... Hoek.. Hoek.. Nabila memuntahkan isi perutnya.


Mendengar itu, Aditya terbangun dari tidurnya, dan beranjak menemui Nabila di dalam kamar mandi.


" Sayang, kamu kenapa? " tanya Aditya tampak terkejut melihat Nabila yang terkulai lemah.


" Aku cuma mu... "


Hoek... Hoek.. Hoek..

__ADS_1


" Mas akan panggil dokter "


Nabila meraih lengan Aditya, dan menghentikan langkah Aditya untuk segera menghubungi dokter.


" Gak usah Mas, ini sudah biasa, aku baik - baik saja Mas "


" Baik - baik gimana, muka kamu pucat gitu " ucap Aditya panik.


Nabila membasuh mulutnya dengan air, ia sudah tidak muntah lagi, sudah banyak cairan kuning yang ia keluarkan dari mulutnya.


" Jangan khawatir Mas " ucap Nabila.


" Sudah gak muntah lagi, ayo kita kembali ke ranjang " ucap Aditya kemudian menggendong Nabila.


" Kamu yakin gak pa-pa sayang? "


" Iya Mas, kalau ibu hamil biasa mengalami hal ini, ini namanya morning sickness, mual dan muntah yang biasa terjadi pada bu hamil di pagi hari "


Aditya menganggukan kepalanya tanda mengerti, kemudian mengelus lembut perutnya istrinya itu.


" Anak - anak ayah, jangan nakal ya, jangan buat Bunda kesusahan, Ayah menyayangi kalian dan juga Bunda " ucap Aditya di perut Nabila.


Setelah itu Aditya mengambil minyak kayu putih yang berada di atas nakas.


" Buat apa Mas? "


" Hadap sana sayang, biar Mas pijitin belakang kamu pakai ini "


Nabila mengikuti saja perintah suaminya, memiringkan badannya dan membelakangi Aditya.


Aditya menyungkap baju Nabila keatas, Aditya menelan ludah melihat punggung istrinya yang tampak putih dan mulus, kemudian secara perlahan Aditya mengusap dan memijit - mijit punggung Nabila dengan minyak kayu putih.


Nabila terpejam merasakan pijatan dari Aditya, dan memang benar, perasaannya kini lebih tenang, dan tubuhnya berasa hangat, rasa mual yang tadi masih melanda, mulai menghilang.


Aditya memijat punggung Nabila begitu lembut, Aditya sangat merasakan betapa mulusnya kulit punggung istrinya itu, dan akhirnya membuat na fsu nya meningkat.


" Terus Mas.. terus.. enak.. " de sah Nabila.


" Akhh sial, kenapa kamu mende sah sayang " batin Aditya yang tidak tahan mendengar desa han Nabila.


Merasa miliknya mulai tegang, Aditya menghentikan pijatan nya, dan beranjak dari duduknya.


" Lo Mas, kenapa berhenti, itu Mas mau kemana? " tanya Nabila.


" Tau ah,, Mas mau ke kamar mandi dulu " ucap Aditya bergegas menuju kamar mandi.


" Hahahaha... Mas Aditya " tawa Nabila sembari menggeleng - geleng kan kepalanya.


**Bersambung...


jangan lupa vote, like, dan beri hadiah sebanyak - banyaknya ya.. 🙏🙏


Terima kasih bagi yang sudah melakukannya, tetap stay tune 😘😘**

__ADS_1


__ADS_2