
Flasback on
Mama Maya sudah tidak sabar lagi menunggu Aditya, ia ingin segera bertemu dengan calon menantunya, seseorang yang sudah bisa meluluhkan kembali hati seorang Aditya.
Karena rasa penasaran nya yang begitu mendalam, ia memerintahkan Alex untuk menyelidiki kekasih Aditya plus calon menantunya itu, ia sudah mencoba bertanya dengan Haris, namun Haris mengatakan jika tidak tau menau mengenai itu.
" Alex, apa kau tau kekasih Aditya sekarang, atau wanita yang saat ini sedang dekat dengannya"
" Saya tidak pernah tau kekasih yang dekat dengan Tuan, tetapi waktu itu Tuan pernah mengantarkan seorang wanita pulang dari Rumah sakit Nyonya"
" Rumah sakit, mungkin wanita itu yang semalaman di temani oleh Aditya " batin Mama Maya.
" Apa kau kenal wanita itu Alex?? "
" Saya rasa Nyonya juga mengenalnya, dia wanita yang waktu itu menolong Aldo Nyonya "
" Apa!! Nabila maksud mu?? " ucap Mama Maya yang masih mengingat akan Nabila.
" Iya benar Nyonya, saya juga ikut bersama Tuan mengantarkan wanita itu "
" Tapi, wanita itu sudah punya anak Lex, pasti dia sudah punya Suami, oh Adit, gak mungkin dia menyukai istri orang " ucap Mama Maya.
" Sepertinya dia itu sudah bercerai dengan suaminya Nyonya, karena saya tidak melihat ada laki - laki di Rumah itu "
" Kalau begitu segera selidiki"
" Baik Nyonya " ucap Alex kemudian pergi meninggalkan Mama Maya.
Flasback on
Semenjak kemarin, pikiran Mama Maya tidak tenang dan bahkan semalaman susah tidur karena memikirkan Aditya dan Nabila, di satu sisi ia senang jika memang wanita yang di cintai Aditya adalah Nabila, karena sejak pertama kali bertemu Nabila, Mama Maya merasa Nabila adalah orang yang baik, namun di satu sisi lagi, Nabila sudah punya anak dan pasti statusnya sebagai istri orang.
Kini Alex sudah sampai di Rumah Mama Maya, belum sempat Alex duduk, Mama Maya dan Salsa sudah menyambar nya dengan berbagai pertanyaan.
Alex menarik nafas panjang, dan mulai bercerita tentang kehidupan awal Nabila hingga sekarang, sesuai informasi yang ia dapat dari Sumi.
Senyum lebar terukir di wajah Mama Maya dan Salsa, pertanyaan - pertanyaan yang memenuhi otaknya sedikit demi sedikit terjawab, apalagi mendengar Alex berkata jika Nabila sudah bercerai dan bukan status sebagai istri orang.
" Mama seneng banget dengarnya Sal,kalau begitu ayo antar aku ke Rumah Nabila sekarang Lex" ucap Mama Maya bangkit dari duduknya ingin segera menemui Nabila.
" Eh.. eh Ma.. tunggu, jangan buru - buru Ma, kita paksa aja Kak Adit bawa Kak Nabila ke Rumah kita Ma, ntar kalau Mama langsung ke Rumah Kak Nabila, bisa - bisa dia kaget liat kita tiba-tiba ke sana "
" Lagian ntar siang kita harus jemput Suami Salsa di bandara Ma" ucap Salsa karena hari ini suami nya akan datang ke Indonesia.
" Benar Nyonya, lebih baik kita tunggu saja Tuan Aditya " ucap Alex membenarkan ucapan Salsa.
Mama Maya kembali duduk, ia mengurungkan niatnya untuk menemui Nabila karena apa yang di katakan oleh Alex dan juga Salsa benar.
" Ya sudah, nanti Mama coba hubungi kakak kamu"
__ADS_1
" Terima kasih ya Alex"
" Sama - sama Nyonya "
Di Perusahaan Mega group, Bima sudah siap untuk bertemu dengan Aditya, bersama dengan sekretaris dan juga asistennya, Bima berangkat menuju perusahaan Prakasa Jaya.
Di sisi lain, Nabila hari ini tidak turun ke kantor, karena ia dan Risa harus ke kampus bertemu dengan dosen pembimbing mereka.
" Mas, aku ke kampus dulu karena ada bimbingan dari dosen, kopi udah aku buatin dan dah aku taruh di atas meja, terus bekal makan siang Mas udah aku titipkan sama Mba Lula, jangan lupa di makan ya Mas, semangat kerjanya ☺ " isi pesan Nabila kepada Aditya.
Aditya yang masih dalam perjalanan, senyum - senyum sendiri melihat isi pesan itu, Haris pun juga ikut tersenyum melihat kebahagiannya Tuannya itu.
Rapat yang di tunggu - tunggu akhirnya di mulai, sejak awal kedatangan Bima, Aditya hanya memasang wajah cueknya sampai Bima selesai menyelesaikan persentasi nya di hadapan Aditya dan terakhir di tutup dengan saling berjabat tangan di antara keduanya.
Setelah rapat, Aditya memilih untuk kembali ke ruangan, sedangkan Bima, tidak langsung pulang melainkan naik ke lantai atas untuk menemui Aditya.
Melalui persetujuan Aditya sendiri, akhirnya Bima di perbolehkan Lula untuk masuk ke dalam ruangan Aditya, hitung-hitung Aditya ingin berbicara kepada Bima agar menjauh dari Nabila.
Sesampai di dalam, Bima langsung duduk di sofa dengan santainya.
" Ada perlu apa lagi kau kesini " ucap Aditya dingin.
" Santai Bro, aku cuma ingin melihat - lihat kantor mu saja, ternyata ruangan kerja mu cukup besar " ucap Bima sembari melihat- lihat sekeliling ruangan kerja Aditya.
" Tidak usah bertele - tele, cepat katakan maksud kedatangan mu" ucap Aditya mulai kesal dengan Bima.
" Oke.. oke.. aku mau bilang, kalau sepertinya aku tertarik dengan calon istri mu itu.. dan sepertinya dia juga menyukai ku" ucap Bima yang alhasil membuat hati Aditya panas mendengarnya.
" DAN JANGAN PERNAH BERHARAP JIKA NABILA MENYUKAI MU" ucap Aditya terpancing emosi mendengar perkataan Bima.
" Santai... santai Dit, oke aku akan keluar, tapi aku tidak berbohong dengan ucapan ku, kalau tidak percaya kau bisa datang ke BM resto n cafe nanti malam pukul 9,dan kau akan percaya jika Nabila memang menyukai ku " ucap Bima kemudian meninggalkan Aditya.
" SHTTT... kurang ajar kau Bima, tidak puas kah kau mengganggu ku dulu " ucap Aditya mengepalkan kedua tangannya kemudian memukul meja kerjanya sendiri.
Haris yang baru masuk keruangan terkejut melihat Aditya yang terlihat sangat marah.
" Tuan.. apa Tuan baik - baik saja " tanya Haris.
" klien penting kita sudah datang Tuan "
Mendengar Haris berbicara, Aditya mencoba menahan emosinya, Aditya menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskannya dengan perlahan.
" Baik, aku segera keluar " ucap Aditya.
" Ha.. ha.. ha.. aku puas, baru segitu saja kau sudah di landa emosi yang besar Aditya, tunggu saja saatnya nanti, aku yakin kau akan melepas Nabila dan merelakannya untukku " ucap Bima penuh kemenangan.
Sepanjang rapat, Aditya tampak tidak fokus, ia hanya melamun saja dan tidak memperhatikan persentasi dari klien nya.
Haris merasakan ada sesuatu yang aneh dari Tuannya itu.
__ADS_1
Setelah melalui rapat yang panjang, Aditya berniat untuk langsung pulang ke Rumah.
Di rumah, Aditya tampak gusar, ucapan Bima selalu terbayang di pikirannya, ia berusaha untuk percaya kepada Nabila, namun hati dan pikirannya tidak sejalan, apalagi ketika ia mencoba menghubungi Nabila namun telponnya tidak kunjung di angkat.
Aditya melirik jam tangannya, dan sudah menunjukkan pukul 8 lewat 30,Aditya yakin jika Nabila sekarang sedang di Rumah dan mungkin saat ini sedang sibuk melayani pelanggan di kedainya.
Hati Aditya masih tidak tenang, dan akhirnya ia meraih jaket dan kunci mobil yang ada di atas meja kemudian keluar untuk memastikan apa yang di katakan oleh Bima.
Di Restaurant Bima, Nabila tampak bersiap pulang, namun Bima tiba - tiba datang dan mencoba menahan Nabila.
" Pak Bima, ada apa Pak?? "
" Begini Nabila, bagaimana kita makan malam dulu, ayolah Bila, masih belum larut malam ni" ucap Bima.
" Maaf ya Pak, saya sudah bilang kalau saya gak bisa Pak" ucap Nabila sudah siap naik ke atas motornya.
" Ehh Nabila tunggu dulu, ada yang ingin saya bicarakan " ucap Bima sembari matanya melihat sekeliling parkiran, memastikan jika Aditya sudah sampai di Restaurant nya.
Mendengar ucapan Bima, Nabila turun dari motor dan mencoba mendengarkan apa yang ingin di sampaikan Bima, dan benar saja ketika mobil Aditya telah sampai di depan, Bima langsung memeluk Nabila.
" Nabila, aku menyukai mu.. " ucap Bima sembari memeluk erat Nabila.
" Pak..apa yang Bapak lakukan, HENTIKAN!! " ucap Nabila berusaha mendorong tubuh Bima.
" NABILA.... " teriak Adit dari kejauhan dan melepaskan pelukan Bima kepada Nabila kemudian menghajar Bima hingga bibir Bima luka dan mengeluarkan sedikit darah.
" Mas Adit " ucap Nabila terkejut.
" Jadi benar apa yang di katakan Bima, apa kau menyukainya Ha.. kenapa kau lakukan ini Nabila, dan apa yang kau lakukan di restaurant ini, ini sudah malam Nabila "
" Mas, tunggu aku bisa jelaskan Mas, maaf aku gak jujur sama Mas, aku sebenarnya bekerja di sini Mas " ucap Nabila mencoba menahan tangisnya.
" Apa.. bekerja disini, jangan katakan kalau beberapa Minggu ini kamu sibuk di hubungi bukan karena sibuk di Rumah, melainkan sibuk bekerja di Restaurant ini"
Nabila mencoba menahan air matanya, ia mencoba mengatur detak jantungnya dan nafas nya yang begitu sesak.
" Katakan Nabila, kenapa diam"
" AKU KECEWA Nabila, AKU KECEWA" ucap Aditya kemudian pergi meninggalkan Nabila.
" Mas.. Mas Adit tunggu, dengarkan penjelasan ku Mas.. hiks.. hiks.. " ucap Nabila sembari menangis.
" Mas.. Mas TUNGGU aku Mas " teriak Nabila sembari mengejar mobil Aditya dari belakang, namun Aditya terus saja menjalankan mobilnya hingga tak tampak lagi dan Nabila pun terjatuh saat mengejar mobil Aditya.
" Hiks.. Hiks.. Hiks... Mas.. Maafkan Aku " ucap Nabila sembari duduk berlutut di jalanan.
***Bersambung..
Sambil nulis, author juga ikut sedih gaess...
__ADS_1
Jangan lupa berikan jejak kalian di sini ya☺