Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 101


__ADS_3

Haris beranjak dari duduknya dan mematikan semua lampu ruangan, dan semua orang hanya fokus kepada sebuah layar putih yang terbentang di depan mereka.


Haris menekan tombol enter di laptopnya, dan di sana terpampang jelas wajah Bima, semua orang di dalam menjadi ricuh, termasuk Bima sendiri yang terlonjak kaget melihat wajah nya di depan layar.


" Apa maksudnya ini Pak Aditya? " tanya salah satu kolega bisnis Aditya.


" hal inilah yang akan saya tanyakan kepada Pak Bima? "


" Bagaimana Pak Bima, apa perlu saya lanjutkan, atau Pak Bima sendiri yang harus menjelaskan kepada mereka? " tanya Aditya sinis.


Bima hanya diam, ia berusaha menahan amarahnya.


" Baiklah, karena tidak ada jawaban, saya akan melanjutkan nya sendiri " ucap Aditya sembari tersenyum.


layar putih di depan mereka yang semula terpampang foto Bima, kini beralih ke bukti - bukti lain mengenai kejahatan Bima, Aditya terus saja berbicara hingga membuat Bima sudah tidak bisa lagi menahan emosinya, Bima benar - benar di buat malu di depan semua kolega bisnis nya.


" HENTIKAN !!! " teriak Bima.


" Ini semua omong kosong, apa maksud mu Aditya? " ucap Bima.


Semua orang menatap ke arah Bima, ada yang menatap dengan penuh emosi, ada juga yang menatap dengan perasaan penuh tanda tanya, dan ada juga sebagian dari mereka tidak menyangka jika Bima bisa melakukan hal sejahat itu.


" Tenang - tenang Pak Bima, masih ada satu hal lagi yang harus di ketahui " ucap Aditya santai dan penuh kemenangan.


Dan terakhir Aditya membeberkan bukti dimana pertemuan Bima waktu itu dengan mantan istrinya.


" Kalian semua bisa lihat, dari topi dan jaket yang di pakai Pak Bima ini sama persis seperti yang di pakai seorang lelaki yang ada bersama mantan istri saya ini "


" Saya sudah bertemu dengan mantan istri saya itu, dan dengan sangat jelas ia benar mengakui jika Pak Bima lah yang sudah mempengaruhinya dengan iming-iming membayar semua hutang nya dan memberinya sejumlah uang agar ia mau mengaku jika anaknya itu adalah anak saya, padahal bukan"


Semua orang hanya bisa menggeleng - geleng kan kepala mereka melihat itu, mereka benar-benar tidak menyangka jika Bima lah yang selama ini menjadi dalang dari masalah yang menimpa Aditya, yang juga berdampak kepada pemasaran produk - produk yang mereka jual.


" Ti... tidak... itu semua tidak benar, kalian harus percaya kepadaku, Aditya hanya mengarang semua ini, saya juga salah satu rekan bisnis Aditya, saya tidak mungkin melakukan itu, ini semua hanya akalan Aditya karena dia tidak menyukai ku "ucap Bima beralih.

__ADS_1


" Jangan beralih Pak Bima, saya percaya dengan semua yang di terangkan oleh Pak Aditya, dan tampak dengan jelas sekali bukti - bukti yang di paparkan itu Pak, saat masalah itu pertama kali beredar, bukannya Bapak juga pernah menghasut kami semua untuk tidak lagi bekerja sama dengan Pak Aditya kan, bukan Pak Aditya yang jahat dan tidak menyukai bapak, tapi Pak Bima lah yang jahat dan ingin menghancurkan Pak Aditya " ucap Pak Iwan salah satu kolega bisnis Aditya yang waktu itu sempat memberi tahu Aditya mengenai kejahatan Bima yang telah menghasut mereka.


Bima kembali terdiam mendengar ucapan Pak Iwan, kali ini ia tidak bisa berkutik, Bima mulai gemetaran, sungguh di luar dugaannya, ia ingin melihat Aditya dalam keadaan kacau, namun kini malah ia yang di buat kacau malu di depan semua orang.


" Baiklah jika kalian tidak percaya kepadaku, aku akan memberikan buktinya nanti kalau memang Aditya lah yang bersalah di sini " ucap Bima beranjak dari duduknya lalu pergi dari ruangan kantor di susul dengan asisten pribadinya.


Melihat itu Haris mencoba bangkit dari duduknya berniat menahan Bima, namun isyarat tangan dari Aditya membuat Haris kembali duduk, Aditya sengaja membiarkan Bima keluar begitu saja.


" Shittt... sial " bentak Bima begitu keluar dari ruangan.


" Bagaiman Pak, apa yang harus kita lakukan " ucap asisten Bima.


" Diam kau " umpat Bima kesal lalu berjalan menuju lift untuk turun dan pergi dari perusahaan Aditya.


Sesampai di bawah, Bima kembali di buat terkejut karena begitu banyak wartawan yang sudah menunggunya di depan pintu lobi.


" Itu dia Pak Bima " salah satu wartawan yang melihat kedatangan Bima.


" Sial.. apalagi ini " batin Bima.


" Pak Bima, bisa di jelaskan tentang video dan berita yang beredar hari ini Pak? " tanya salah satu wartawan.


Bima mengerinyit, ia benar - benar tidak tau mengenai berita apa yang wartawan itu maksud.


" Maaf berita apa ya maksud anda " ucap Bima mencoba santai di depan semua wartawan.


" Bapak belum tau mengenai hal itu, di berita itu mengenai pengakuan mantan istri Pak Aditya yang mengaku jika Pak Bima lah yang menyuruhnya untuk mengaku - ngaku jika anaknya adalah anak Pak Aditya, padahal sebenarnya itu tidak benar "


Bima kembali dibuat shock mendengar penuturan wartawan itu, ia tidak menyangka jika perbuatan jahatnya ini di ketahui semua itu.


" Pak, bisa jelaskan, apa benar Bapak dalang dari semua ini? "


" Pak Bima, apa benar bapak melakukan ini hanya karena persaingan bisnis?

__ADS_1


" Pak Bima, apa benar yang di katakan mantan istri Pak Aditya itu?


" Pak "


" Pak "


Begitu banyak pertanyaan wartawan yang mereka tujukan kepada Bima, Bima yang awalnya mencoba tenang kini tidak bisa berkutik lagi, ia langsung saja menerobos semua wartawan dan masuk ke dalam mobilnya.


" Sial.. Sial.. Sial " umpat Bima beberapa kali di dalam mobil, wajahnya terlihat kacau saat ini.


Dritt.. Dritt.. Dritt.. dering ponsel Bima berbunyi, dan di layar kaca ponsel itu tertulis nama Papa, Bima pun segera mengangkat telpon dari Papanya.


" Bima dimana kamu !!! bentak Papa Bima.


" Ada apa Pa, kenapa membentak ku seperti itu " ucap Bima.


" Seharusnya Papa yang bertanya kepadamu, kamu lihat berita yang menggemparkan hari ini, kau sudah membuat malu keluarga kita, mencoreng nama Baik Papa dan juga kau Bima "


" apa benar kau yang melakukannya, Papa memang menyuruhmu untuk menghancurkan perusahaan Aditya, tapi bukan bertindak bodoh seperti ini, kau tidak pintar Bima "


Bima langsung saja mematikan ponselnya, padahal percakapannya dengan Papa nya itu belum usai.


Bima mengutak atik ponselnya, ia mencoba mencari berita mengenai dirinya itu, dan betapa kejutanya Bima ketika melihat video pengakuan Amelia mengenai kerja sama mereka itu, Bima tidak terpikir sebelumnya akan hal ini.


Bima kemudian melihat - lihat komentar dari orang - orang yang sudah melihat video itu, di dalam komentar itu semua berisi hujatan dan makian untuk Bima, mereka sangat merutuki perbuatan yang di lakukan Bima, sama seperti halnya dulu yang pernah Aditya rasakan, namun kini lebih parah, yang di rasakan Bima lebih menyakitkan.


Bima hanya bisa menggigit jari - jari tangannya melihat video dan juga komentar - komentar pedas dari orang - orang itu, saat ini Bima benar - benar malu, dan ia tidak tau jika semua ini tidak berhenti di sini, masih ada hal lain yang akan menantinya.


**Bersambung..


Satu Bab dulu untuk pagi hari ini ya... 😁


jangan lupa kasih like, vote dan juga kasih hadiah yang banyak buat aku..

__ADS_1


jangan lupa singgah juga di kolom komentar, biar aku tambah semangat nge up nya 😘


Dan Othor ucapkan Terima kasih atas yang kalian beri, Othor doain semoga kalian selalu sehat yah.. dan selalu di mudahkan rejekinya.. aamiin... 🙏🙏☺**


__ADS_2