
Sesampai Di rumah, Hafidz tampak asyik dengan mainan barunya begitu pun Zahira yang sedang asyik membaca buku cerita, Nabila juga tampak bahagia melihat kedua anak nya itu.
" Bunda bahagia jika melihat kalian bahagia nak "
" Pak Aditya tau dari mana ya kalau aku sudah punya anak, tapi kenapa begitu perhatian dengan anak - anak ku " batin Nabila.
Ting... suara chat masuk di ponsel Nabila kemudian Nabila membaca isi pesan tersebut.
" Kamu sudah sampai " tanya Aditya.
" Sudah Pak, sudah dari tadi " balas Nabila.
" Syukurlah " balas Aditya.
" Zahira, Hafidz, coba sini nak liat ke kamera, bunda mau foto kalian " ucap Nabila.
" 1,2,3..senyummm.." ucap Nabila sembari memotret kedua anaknya.
"Sudah, makasih ya sayang " ucap Nabila dan kedua anaknya itu kembali bermain.
Nabila kemudian mengirimkan foto kedua anaknya itu kepada Aditya dengan menambahkan pesan di bawahnya.
" Terima kasih Pak, Zahira dan Hafidz sangat senang dengan mainan pemberian Pak Aditya " ucap Nabila.
Ting.. chat masuk di ponsel Aditya, Aditya langsung membuka isi pesan dari Nabila dan tersenyum melihatnya.
" Jadi ini anak - anak nya Nabila, cantik dan tampan " ucap Aditya.
" Sama - sama Nabila, anak - anak mu cantik dan tampan, Zahira cantik sama seperti dirimu " balas Aditya.
Melihat balasan pesan dari Aditya, Nabila tertawa sendiri karena Aditya secara tidak langsung mengatakan bahwa ia cantik.
" Haha.. ini bener yang balas Pak Aditya, gak salah apa ya, Pak Aditya kok bisa ngegombal gini " ucap Nabila.
Sedangkan di sisi lain, Aditya tiada henti - henti nya memukul kepala nya sendiri dan mengatakan bahwa ia bodoh karena secara tidak langsung sudah memuji kecantikan Nabila.
" Sial.. bagaimana ini kenapa aku bisa balas chat nya begitu,sudah terlanjur di baca lagi sama Nabila " ucap Aditya merasa malu kepada Nabila.
" Maksud ku Zahira yang cantik bukan kamu " ucap Aditya mengirim pesan kembali kepada Nabila.
" Masak sih 😜 " balas Nabila.
" Iya 😐 " balas Aditya.
" Bilang aja kalau saya cantik Pak, gak usah pura - pura salah ketik 😜 " balas Nabila.
" Terserah " jawab Aditya.
"😂😂 ia Pak, saya cuma bercanda, ya sudah sekali lagi Terima kasih Pak, selamat malam 😊 " balas Nabila.
" Iya selamat malam " balas Aditya.
" mau bilang aku cantik aja pakai gengsi segala " ucap Nabila.
Nabila teringat akan pembicaraan Lula waktu itu yang mengatakan jika Aditya menyukai nya.
" Di pikir - pikir.. apa bener ya Pak Aditya suka sama aku, tapi rasanya gak mungkin deh, Pak Aditya itu jauh banget derajatnya sama aku, gak mungkin Pak Aditya suka sama aku " batin Nabila.
" Haaa... jangan melamun " teriak Sumi mengagetkan Nabila.
__ADS_1
" Hus... kamu ni Mi bikin kaget Mbak " ucap Nabila.
" Mbak sih melamun aja dari tadi, nanti kesambet " ucap Sumi.
" O ya Mbak, tau gak hampir setiap hari Bang jono tu ke sini cariin Mbak " ucap Sumi.
" Ngapain dia cariin Mbak terus Mi " tanya Nabila.
" Biasa Mbak, paling mau ngerayu Mbak terus buat jadi istri ke empat " ucap Sumi.
" Makanya Mbak, cepet nikah lagi dong biar gak di gangguin sama Bang Jono atau sama om - om di kampung ini Mbak " ucap Sumi
" Mbak masih belum kepikiran buat nikah lagi mi, tapi doakan aja ya Mi semoga nanti Mbak bisa dapat calon Imam terbaik buat Mbak juga buat Zahira dan Hafidz " ucap Nabila.
" Iya Mbak, Sumi selalu doakan yang terbaik buat Mbak, Zahira dan Hafidz pasti butuh sosok seorang ayah sekarang ini Mbak " ucap Sumi.
Nabila kembali melamun mendengar ucapan Sumi yang bisa di bilang ada benarnya juga.
" Ya Allah apa yang di katakan Sumi benar, semenjak bercerai dari Mas Fajar, Mas Fajar tidak pernah ada kabar lagi, dia gak pernah bertanya mengenai kabar anak - anak, mungkin dia sekarang sudah bahagia dengan selingkuhannya " batin Nabila.
" Mbak.. Mbak.jangan melamun. " ucap Sumi sambil menggoncang - goncang tubuh Nabila.
" eehh.. ii ya Sumi " jawab Nabila.
" Ya sudah Mbak, Sumi mau keluar dulu banyak pelanggan " ucap Sumi kemudian meninggalkan Nabila.
" Sumi tunggu " ucap Nabila.
" Iya ada apa Mbak " tanya Sumi.
" Besok kan tanggal merah, kedai kita tutup aja ya Mi, besok Mbak mau ajak kamu sama anak - anak ke kota kita jalan - jalan " ucap Nabila.
" Yang bener Mbak, asyik.. udah gerah juga ni Mbak pengen jalan - jalan " ucap Sumi.
Sumi pun segera menuju keluar rumah untuk menyapa pelanggan, Nabila memang sesekali mengajak anak - anak nya ke kota untuk jalan - jalan dan tidak pernah lupa membawa Sumi karena ia ingin Sumi juga sesekali refresing agar tidak bosan karena setiap hari hanya berkutat melayani pelanggan di kedai mereka.
Di Kediaman lain, tampak seorang lelaki paruh baya sedang duduk santai di depan rumah dengan di kelilingi beberapa orang lainnya seperti seorang penjaga.
" Bagaimana Harun, kau sudah urus semua nya " ucap seseorang itu.
" Sudah Bos, saya yakin kali ini Nabila tidak akan menolak permintaan Bos " ucap seseorang lelaki lain yang tampak lebih muda dari lelaki paruh baya itu.
" Bagus, kita tunggu saja saatnya tiba " ucap lelaki paruh baya itu.
Dikediaman Mama Maya...
" Ma, besok kan kita shopping yuk " ucap Salsa.
" Hayuk, Mama juga udah lama gak shopping nih " ucap Mama Maya.
" Kita ajak Kak Adit juga ya Ma, besok kan tanggal merah pasti dia libur kerja Ma " ucap Salsa.
" Iya, coba kamu telepon kakak kamu " ucap Mama Maya.
Drit... Drit... suara ponsel Aditya berbunyi.
" Assalamu'alaikum kak " ucap Salsa.
" Waalaikumsalam " jawab Aditya.
__ADS_1
" Kak, besok temani aku sama Mama shopping yuk kak, besok kan tanggal merah juga pasti kakak gak kerja kan " ucap Salsa.
" Besok kakak ada janji ketemu sama client di luar Sal " ucap Aditya.
" Ihh kakak, pasti gak bisa terus " ucap Salsa kecewa.
" Kamu berdua aja sama Mama ya, nanti kakak transfer uang aja buat kamu sama Mama shopping, palingan juga kalau kakak ikut cuma buat bawa barang belanjaan kamu sama Mama " ucap Aditya.
" Ha.. ha.. kakak tau aja " ucap Salsa tertawa.
" Makanya kak, cepet dong carikan aku kakak ipar biar aku bisa dia ajak shopping bareng sama Mama biar tambah rame " ucap Salsa.
" Itu lagi.. itu lagi.. sudah ya kakak sibuk " ucap Aditya mengakhiri teleponnya.
" Kak Adit gak bisa katanya Ma sibuk, cuman katanya nanti kakak transfer uang ke Mama buat shopping Ma " ucap Salsa.
" Kakak kamu pasti gak bisa terus, gimana kalau kita ajak Nana sama Mama nya Sal " ucap Mama Maya.
" Sekalian kamu ketemu sama Nana, kan katanya kamu pengen ketemu sama dia tu, biar kamu kasih penilaian deh kira - kira udah cocok gak buat Kakak kamu " ucap Mama.
" Boleh - boleh Ma, coba Mama telepon " ucap Salsa.
Mama Maya merogoh ponselnya dan menelepon Nana.
Drit.. Drit.. suara ponsel Nana berbunyi, Nana begitu bahagia ketika melihat layar kaca ponselnya bertuliskan Tante Maya.
" Mama.... Mama... " teriak Nana.
" Ada apa sih Na teriak - teriak " ucap Tante Dinda.
" Ini Mama nya Aditya telpon " ucap Nana.
" cepat.. cepat di angkat " ucap Tante Dinda.
" Hallo Tante, apa kabar, ada apa menelepon Tan " ucap Nana.
" Begini Nana, besok Tante rencananya mau shopping, Nana mau gak ikut shopping, ajakin Mama kamu sekalian Na " ucap Mama Maya.
" Bisa.. bisa banget Tante " ucap Nana kegirangan.
" Oke kalau gitu sampai ketemu besok ya " ucap Mama Maya mengakhiri teleponnya.
" Ma, Mama nya Adit mau ngajakin kita shopping besok Ma " ucap Nana.
" Wah kebetulan banget tu Na, besok kesempatan kamu buat cari perhatian sama Mama nya Aditya " ucap Tante Dinda.
" Iya Ma, tapi Mama besok ikut ya " ucap Nana.
" Besok kamu aja yang ikut ya, soalnya Mama ada arisan sama teman - teman Mama besok " ucap Tante Dinda.
" Iya gak pa-pa deh Ma, kalau gitu aku mau siapin baju deh buat besok Ma, besok Aditya juga pasti ikut, aku harus terlihat cantik di depan Aditya Ma " ucap Nana yang mengira jika Aditya juga ikut bersama nya besok.
" Betul tu, pinter banget sih anak Mama ini " ucap Tante Dinda.
" Iya Ma, aku ke kamar dulu ya " ucap Nana berlalu meninggalkan Mamanya.
***Bersambung...
Hayoo... kira - kira ntar Nabila sama Mama Aditya ketemu gak ya readers kuh..
__ADS_1
Terus siapa ya kira - kira lelaki misterius yang menyebut - nyebut Nama Nabila tadi... 🤔🤔
Tetap stay tune ya readers ku sayang... jangan lupa like, comment dan vote 😍😍***