
Selesai membersihkan diri, Aditya keluar dari kamar berniat untuk menemui Mama, Adik dan juga keponakannya.
Namun di ruang tamu Aditya tidak mendapati Mama atau Adiknya itu, Bi Inah yang melihat Aditya segera mendatanginya.
" Tuan, Nyonya dan juga Mba Salsa sudah pulang, tadi titip salam untuk memberi tahu Tuan kalau mereka sudah pulang "
" Oh ya Bi Terima kasih " ucap Aditya kemudian kembali ke kamar nya.
Sesampai di kamar, Aditya meraih ponsel nya yang terletak di atas meja tepat di samping tempat tidur, Aditya duduk di atas ranjang dan berniat untuk mengirim pesan kepada Nabila.
" Kamu sedang apa "
Ting.. suara pesan masuk di ponsel Nabila, Nabila saat ini sedang berbaring di sofa menemani Zahira dan Hafidz menonton televisi.
" Saya sedang menemani anak - anak menonton televisi Pak, bapak sedang apa, sudah makan?? " balas Nabila.
" Belum "
" Kenapa belum makan?? "
" gak selera soalnya gak ada kamu yang nemenin aku makan"
Glekk...
Nabila terkejut melihat balasan pesan Aditya, Nabila yang awalnya berbaring santai di atas sofa kini sudah bangkit dan duduk di lantai.
" Ini Pak Aditya kan, apa dia sakit, kenapa pesan nya jadi ngegombal gini " batin Nabila tidak percaya.
" Gombal 😜 " balas Nabila.
" Aku serius, oh ya mulai sekarang jangan panggil aku dengan sebutan Pak, berasa tua banget aku di panggil gitu"
"Kan bapak emang udah tua 😜"
" Bercanda 😆"
" Terus mau di panggil apa, kan Pak Aditya atasan saya Pak "
" Kalau di kantor atau di luar bersama orang lain kamu boleh panggil saya Pak, tapi kalau hanya kita berdua aku mau kamu panggil aku dengan sebutan lain "
" Hmm.. okelah.. gimana kalau kakak.. sama seperti saya memanggil kak Rona"
" gak.. saya gak mau.. saya gak mau di samakan sama dia "
" Gimana kalau abang 😜 "
" emangnya Abang cilok 😔"
" gak 😒 "
" Hmm.. Mas Aditya.. gimana 🙂 "
" Boleh juga 😏 "
" Kamu sudah minum obat, besok gak usah kerja aja, istirahat dulu sehari "
" Sudah Mas, baru aja minum obat, aku sudah sehat Mas, besok aku bakalan turun kerja "
" Gak usah, ini perintah "
" Iya.. iya.. tapi gak janji ya Mas ☺ "
" Ya sudah, tidur sana istirahat "
" Siap bos, bapak juga ya.. eehh Mas Adit maksudnya 😅, jangan lupa makan dulu sebelum tidur "
" Iya "
Begitulah isi pesan Nabila dan juga Aditya, selesai berbalas pesan, Nabila masuk ke kamarnya duduk di tepi ranjang, melihat - lihat lagi isi pesan yang di kirim Aditya, ia masih tidak percaya dengan isi pesan itu, Aditya yang selama ini cuek dan dingin juga terkadang sering berubah - ubah kini menjadi perhatian dan mengirim pesan seperti tadi, ada juga perasaan bahagia di hati Nabila saat ini.
" Aku akan membuka hati ku sekarang, terutama untuk mu Nabila, aku yakin kamu adalah wanita terakhir yang di kirimkan Tuhan untukku, aku juga akan membuat mu yakin mengenai perasaan ku ini, maafkan atas kelakuan ku yang sedikit kasar terhadap mu, aku menyukai mu Nabila, aku harap kamu juga menyukaiku" batin Aditya kemudian mulai memejamkan kedua matanya dan tertidur.
__ADS_1
Keesokan harinya..
Tante Yuni sedang duduk di teras rumahnya, di tangannya memegang sebuah buku rekening, ia melihat tulisan saldo terakhir di buku itu yang hanya bertuliskan tiga juta rupiah, itu adalah sisa uang terakhir yang ia punya, tidak ada lagi yang bisa ia jual untuk melunasi semua hutang almarhum suami nya.
Pikiran Tante Yuni semakin kalut karena tinggal 2 minggu ia sudah harus memulasi hutang itu, ia bingung harus mencari uang kemana lagi, ia tidak mau jika Nabila tau akan semua ini.
Air mata mulai membendung di mata nya dan seperti ingin tumpah, namun segera ia tepis karena mendengar suara Nabila yang datang mengunjunginya.
"Assalamu'alaikum Tan "
" Waalaikumsalam " jawab Tante Yuni sembari dengan cepat menyembunyikan buku rekening tadi di balik saku celana nya.
" Nabila, sedang apa disini emangnya kamu gak turun kerja Nak"
" Gak Tan, sebenarnya tadi mau turun kerja cuma tiba - tiba kepala Nabila pusing makanya gak jadi Tan"
" Terus sudah baikan sekarang "
" Sudah Tan "
Tante Yuni kembali melamun, ingin rasanya ia memberitahukan semua ini kepada Nabila, tapi ia masih ragu karena takut jika Nabila akan membenci nya dan kecewa.
" Tante kenapa melamun, Tante ada masalah " tanya Nabila.
" Oh.. i.. i.. tu gak pa - pa Nak, Tante gak ada masalah apa - apa Bila"
Ketika asyik mengobrol, apa yang selama ini di khawatirkan oleh Tante Yuni terjadi. Segerombolan laki - laki seperti preman datang ke kediaman Tante Yuni dan sontak saja membuat Nabila dan Tante Yuni shock.
"Wahyuni... aku mau tagih janji mu sekarang " ucap Harun anak buah Bang Jono dan alhasil membangunkan para tetangga yang ikut menonton mereka.
" Harun, tolong jangan sekarang ya kan masih ada beberapa minggu lagi "
" Tante, ada apa ini " tanya Nabila mulai cemas.
" Gak pa- pa Nak, ini urusan Tante mending kamu pulang sekarang ya "
" Hei Nabila.. kebetulan sekali kamu ada di sini sekalian saja aku jelaskan semua kepadamu "
" Jangan Harun.. aku mohon jangan.. " ucap Tante Yuni ingin menangis mencoba memohon kepada Harun agar tidak menceritakannya kepada Nabila.
Mendegar ucapan Bang Harun, Nabila merasa seperti di sambar petir, hatinya begitu sakit, rasanya ingin marah kepada Tante Yuni namun Nabila sadar jika Tante Yuni tidak salah akan hal ini.
" Tante.. apa benar yang di katakan Bang Harun"
" Benar Nabila... Hiks.. Hiks.. Hiks.. maafkan Tante, Tante berusaha untuk menceritakan kepada mu Nak tapi Tante takut, Tante juga sudah cari uang kemana - mana tapi gak ada yang bisa bantu Tante dengan uang sebanyak itu Bila" ucap Tante Yuni sembari duduk bersujud di depan Nabila.
" Sebenarnya hutang almarhum om kamu cuma 100 juta Nabila, tetapi karena Tante gak sanggup bayar dan tidak tepat waktu setiap bulan, akhirnya bunga nya terlalu banyak"
" Apa ini sudah berlangsung lama Tan"
" Sudah lama Nabila, semenjak kepergian om mu Nak, maafkan Tante menyembunyikan semua ini dari mu Bila.. Hiks.. Hiks.. "
" Sudah cukup nangisnya, sekarang aku minta kalian bayar hutang nya, ayo cepat " ucap Bang Harun sedikit meninggikan volume suaranya.
" Tolong beri saya waktu Bang, saya janji akan melunasi semua nya " pinta Nabila.
" Sudah banyak waktu yang aku berikan untuk Tante kamu ini Nabila, sudah terlalu lama"
" Atau ada cara lain agar semua hutang kalian di anggap lunas dan rumah kalian tidak kami sita "
" Apa itu Bang " tanya Nabila.
" KAU HARUS MENIKAH DENGAN KU" ucap seorang lelaki tua dari kejauhan.
" Bang Jono, jadi semua ini ulah Bang Jono" batin Nabila.
Bang Jono mulai melangkahkan kaki nya perlahan mendekat ke arah Nabila dengan tatapan mesum nya.
" Jangan terkejut begitu sayang" ucap Bang Jono ingin menyentuh wajah Nabila namun tangan Mas Jono segera di tepis oleh Nabila.
" Aku akan melupakan semua hutang Yahya kalau kau mau menikah dengan ku "
__ADS_1
" Dasar mesum kau Jono, tidak puas kah kau dengan ketiga istrimu, jahat sekali kau menjebak kami seperti ini" ucap Tante Yuni marah karena tau jika Bos dari Harus adalah Bang Jono.
" Sampai kapan pun aku gak akan sudi menikah dengan Bang Jono" ucap Nabila.
" Benarkah, silahkan pilih, menikah dengan ku atau Rumah kalian aku sita dan kalian akan hidup luntang lanting di jalanan, Ck.. kau tidak mau kalau anak mu sampai tidak punya Rumah kan Nabila.. Ha.. ha.. ha.. " ucap Bang Jono tertawa penuh kemenangan.
" Aku sudah cukup sabar meminta mu menikah dengan ku dengan cara baik - baik, dan kurasa inilah kesempatan terbaiknya"
" Aku tidak akan menikah dengan Bang Jono, tolong beri kami waktu lagi untuk melunasi nya Bang "
" Baik, aku akan memberikan kalian waktu sebulan.. INGAT SATU BULAN, kalau dalam waktu itu kalian tidak bisa melunasi nya maka tinggal pilih saja menikah denganku atau Rumah kalian aku sita"
"Harun ayo kita pulang"
" Baik Bos " jawab Bang Harun dan kemudian mereka semua meninggalkan Nabila dan Tante Yuni.
" Hiks.. Hiks.. Hiks.. Maafkan Tante Nabila.. Maafkan Tante,Tante juga awalnya terkejut mendengar ini Bila,Tante tidak habis pikir jika almarhum Yahya bisa melakukan semua ini"ucap Tante Yuni masih tersimpuh di kaki Nabila.
Nabila menarik kedua tangan Tante Yuni perlahan, dan kemudian membawa Tante Yuni kedalam pelukannya, dalam pelukan itu Nabila menangis sejadi - jadi nya.
" Hiks.. Hiks.. Hiks.. "
" Sudah Tan, Tante gak salah, ini semua sudah terjadi, Nabila memang kecewa dengan Tante karena sudah menyembunyikan semua ini dari Nabila, tapi Nabila percaya kalau Tante gak ada sangkut paut dalam hal ini karena semua ini kesalahan om Yahya yang berakibat kepada kita Tan" ucap Nabila.
" Sudah Tante jangan nangis ya, nanti kita cari sama - sama jalan keluarnya, Nabila akan cari uang dan pinjaman Tan"
" Ini ambil Nabila, Tante cuma punya uang segini, hanya itu yang tersisa Nabila " ucap Tante Yuni sembari mengeluarkan buku rekening yang sebelumnya ia sembunyikan dari Nabila.
" Iya Tan, Tante simpan aja dulu, sekarang Nabila mau pulang dulu ya Tan" ucap Nabila kemudian berlari menuju Rumahnya tanpa memperdulikan orang - orang sekitar yang mulai menggunjing nya karena hal tadi.
Sesampai di Rumah, Nabila langsung berlari kedalam kamar tanpa menjawab sapaan Sumi yang sedang membersihkan meja di kedai mereka.
" Mba Nabila kenapa, kok gak jawab sapaan aku dan sepertinya habis nangis" batin Sumi.
Didalam kamar, Nabila kembali menangis sejadi-jadinya karena masih terpukul atas kejadian tadi.
Tok.. Tok..
"Mba.. Mba gak kenapa - kenapa kan, Sumi masuk ya" ucap Sumi kemudian langsung masuk kedalam kamar Nabila karena tidak ada jawaban dari dalam.
Nabila segera menghapus airmata nya ketika melihat Sumi masuk ke dalam kamar dan langsung duduk di sampingnya.
" Mba.. Mba kenapa, cerita ya sama Sumi"
Nabila pun mulai bercerita akan kejadian tadi kepada Sumi, Sumi pun ikut shock mendengar penjelasan dari Nabila.
" Ya Allah Mba, kalau begini kita harus gimana Mba"
"Mba juga masih memikirkan gimana caranya melunasi hutang itu Mi, doakan saja semoga semua ini cepat terselesaikan ya Mi"
" Iya Mba, maafin Sumi gak bisa bantu apa-apa " ucap Sumi sembari memeluk Nabila, ia merasa malu karena di saat seperti ini ia tidak bisa membantu apa-apa untuk Nabila.
" Iya gak pa-pa Mi, ini biar jadi urusan Mba, ya sudah kamu lanjutin lagi kerjaan kamu ya"
" Iya Mba" ucap Sumi kemudian meninggalkan sendiri Nabila dikamar.
" Kasian sekali Mba Bila, aku bisa bantu apa ya, mau jual barang berharga aku gak punya, simpanan juga gak punya, mau bantuin cari pinjaman tapi kemana" batin Sumi.
Didalam kamar, Nabila mencari - cari buku rekening nya yang ia taruh di dalam sebuah tas yang memang khusus berisi berkas - berkas penting.
Di buku rekening itu, tertulis jika saldo rekening Nabila hanya ada 20 juta, itu pun sebentar lagi akan ia gunakan untuk membayar kuliah.
" Masih gak cukup kalau segini, Ya Allah bantu aku agar bisa membayar semua hutang nya almarhum Om Yahya, aku tidak mau menikah dengan Bang Jono, dan aku juga tidak mau Rumah terakhir dan satu - satunya peninggalan ayah dan ibu di sita oleh mereka, bagaimana dengan Sumi dan anak - anak ku, kami akan tinggal dimana nantinya " batin Nabila.
Sementara di sisi lain, Bang Jono tengah merayakan pesta kemenangan yang sebentar lagi akan terwujud.
" Aku yakin kamu tidak akan bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu satu bulan, Ha.. Ha.. Ha.. sebentar lagi kau akan jadi milik ku Nabila" ucap Bang Jono tertawa bahagia.
***Bersambung..
Mas Aditya kayaknya udah yakin banget sama Nabila, kasih semangat deh buat Mas Aditya semoga bisa menyakinkan perasaan Nabila untuk nya ya..
__ADS_1
Terus Bang Jono.. aduh jahat banget memang nih sih Abang..
jangan lupa like, vote dan singgah di kolom komentar ya.. 😍😍***