Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 142


__ADS_3

Aditya begitu bersemangat hari ini, karena setelah lima hari lamanya, ia akhirnya bisa pulang. Semua urusan nya di kota tersebut telah usai, dan hari ini ia sudah bersiap pulang.


Sebelum pulang, Aditya menyempatkan diri untuk mampir sebuah toko yang menjual beragam oleh - oleh khas dari kota tersebut. Aditya ingin membawakan oleh - oleh untuk keluarga nya, apalagi mengingat Nabila yang sekarang ini sedang hamil dan suka sekali dengan cemilan.


Aditya sengaja tidak memberitahukan kepulangan nya hari ini karena ingin memberi kejutan untuk Nabila, dan bahkan semalam Aditya mengatakn kepada istrinya jika urusan pekerjaan nya masih belum usai, dan kemungkinan akan lebih dari seminggu.


" Aditya " Aditya mendengar suara seorang wanita yang tidak asing baginya.


Aditya menoleh kebelakang, karena wanita itu menepuk pundaknya, dan wanita itu adalah putri.


" Adit, eh kita ketemu lagi "


Aditya kembali bertemu putri, Aditya merasa ia sial sekali hari ini, padahal sudah berapa hari ini ia sangat nyaman karena tidak lagi bertemu putri, dan ternyata harus bertemu lagi di sini.


Aditya hanya tersenyum tipis melihat putri, lalu kembali membelakangi putri dan memilih berbagai cemilan yang sudah tertata rapi di depannya.


" Dit, kamu pindah hotel ya? " tanya Putri, karena semenjak ia tau Aditya se hotel dengan nya, ia jadi ingin terus bertemu Aditya, putri sudah mencoba mengunjungi Aditya di kamarnya, namun tidak ada jawaban, dan begitu bertanya kepada pihak resepsionis, ternyata Aditya sudah cek out dari hotel.


" Iya " jawab Aditya dingin.


" Hmm.. kamu beli oleh - oleh nya banyak banget Dit, kamu tinggal di mana sekarang, terus ini oleh - oleh buat siapa? "


" Buat keluarga "


Putri terus menjejali Aditya dengan berbagai pertanyaan, dan Aditya juga selalu menjawab pertanyaan putri dengan satu kata, dan Aditya juga mempercepat gerakannya agar ia segera pergi dari tempat itu.


****


Risa dan Nabila baru saja keluar dari kelas, walaupun merasa tidak enak badan hari ini, Nabila tetap turun kuliah, dan akan mengambil ijin setelah ia melahirkan. Seperti biasa setelah dari kelas, mereka akan pergi ke kantin.


" Sa, duluan aja ke kantin ya, aku mau ke toilet dulu "


" kalau gitu aku temenin Bil "


" Gak usah Sa "


" Gak pa - pa Bila, ntar kalau kamu kenapa - kenapa gimana, aku harus jagain kamu, kan kamu itu tinggal nunggu hari aja Bil, ntar tiba - tiba brojol di toilet gimana? " Risa sangat perhatian kepada Nabila, apalagi mereka sekarang sama - sama sedang mengandung, Risa merasa sekali bagaimana susah dan senang nya menjadi ibu hamil.


" Huss.. sembarangan aja kamu tu kalau ngomong, jangan doain aku brojol di toilet dong Sa "


" Hehehe.. maaf ya Bil, ya udah yuk kita ke toilet " Risa menggandeng lengan Nabila menuju toilet.


Semenjak masuk kelas tadi, Nabila merasakan nyeri di bagian pinggangnya, dan ia merasa jika kepemilikannya basah, seperti ada sesuatu yang keluar, maka dari itu Nabila ingin ke toilet, memeriksa apa yang terjadi dan sekalian buang air kecil.


Begitu ingin buang air kecil, Nabila terkejut karena di cela na dalam nya terhadap sedikit darah yang menempel, pantas saja jika Nabila merasa tidak nyaman. Nabila tersenyum, dan mengelus - elus perutnya.


" Akhirnya waktu yang di tunggu - tunggu sudah datang, sebentar lagi kita akan bertemu sayang " ucap Nabila, karena sudah mengerti jika itu adalah pertanda bahwa sebentar lagi ia akan melahirkan.


Setelah buang air kecil, Nabila keluar dari toilet.


" Sa, sepertinya aku mau melahirkan "


" APA BIL?? MELAHIRKAN!! " Risa terkejut, dan Risa mulai panik, ia tidak tau harus bagaimana.


" Aduh gimana Bil, kamu kok bisa tau kamu mau lahiran, yang mana yang sakit Bil,aduh.. gimana.. eh.. aku harus telpon suami aku.. eh bukan, kok malah suami aku sih, telpon suami kamu maksudnya.. " Risa panik dan tidak hentinya mengoceh.


Nabila tekekeh melihat tingkah Risa, padahal yang mau melahirkan dirinya, tapi malah Risa yang terlihat panik dan ke takutan, Nabila tidak bisa membayangkan jika saja nanti tiba waktunya Risa melahirkan, pasti Risa bakalan bikin heboh.


" Nabila kok kamu malah senyum - senyum sih, aku lagi panik ni "


" Tenang.. tarik nafas.. hembuskan.. tarik.. hembuskan.. " Risa mengikuti saran Nabila.


" Ihh Bila.. kok jadinya kayak aku yang mau melahirkan " Risa baru tersadar, seharusnya dia yang memberi saran dan mengajari Nabila seperti ini, bukan sebaliknya.


" Hahaha... habis nya kamu tu lucu sih, tenang aja Sa, aku gak pa - pa, aku masih bisa santai "


" Kamu udah mau lahiran Bil, bisa nya bilang santai, kalau gitu cepat kita ke rumah sakit "


" Oke.. oke "


Risa menggandeng Nabila dan membawa Nabila menuju parkiran mobil, namun belum sampai mobil, Nabila menghentikan langkahnya, dan menggengam kuat tangan Risa,dan memegangi perutnya. Nabila mulai merasakan nyeri hebat, dan mulai kontraksi.


" Nabila.. aduh Nabila kamu gak pa - pa kan " Risa kembali panik.


Pak Bagas yang melihat Nabila dan Risa dari kejauhan, dengan sigap keluar dari mobil dan menemui mereka.


" Ada apa Nyonya, Mba Risa? "

__ADS_1


" Nabila mau melahirkan Pak, ayo cepat bawa Nabila ke rumah sakit "


Risa dan Pak Bagas menuntun Nabila berjalan, kali ini gerak jalan Nabila sedikit lambat, dan setelah sampai di dalam mobil, Pak Bagas segera melajukan mobil mereka menuju rumah sakit.


Risa berniat mengabari Aditya, namun Aditya tidak bisa di hubungi, lalu ia menghubungi Mama Maya, dan setelah itu mengubungi suaminya.


" Assalamu'alaikum sayang " sapa Rona dengan senyum yang mengambang di wajahnya.


" Walaikumsalam Mas, Mas aku lagi di jalan mau ke rumah sakit, Nabila mau melahirkan "


" Apa? kamu mau melahirkan " Rona tidak mendengar Risa menyebut nama Nabila, hanya melahirkan saja yang dia dengar.


" Tu kan Mas Rona, sering ngatain aku budeg sih, kualat jadinya, bukan aku yang melahirkan Mas, tapi Nabila... NABILA!!! " jelas Risa.


" Nabila.. astaga.. Mas gak dengar sayang.. kalau gitu Mas tunggu kalian di UGD "


" Oke Mas, Assalammualaikum "


" Waalaikumsalam "


" Sabar ya Bil, bentar lagi kita sampai " Risa mencoba menguatkan Nabila, dan Nabila hanya tersenyum kepada Risa.


Sesampai di rumah sakit, Pak Bagas langsung menuju UGD, di sana Rona dan anggotanya sudah menunggu kedatangan Nabila, Dokter Rossa juga ada di sana.


Nabila langsung di bawa ke ruang bersalin dan pastinya dengan fasilitas VVIP, karena Rona sudah menyiapkan semuanya.


Dokter Rossa mulai memeriksa Nabila, dan juga detak jantung bayi mereka, dan alhamdulillah masih normal, dan Nabila sudah mencapai pembukaan tiga.


" Bagaimana Dok? " tanya Rona.


" Sudah pembukaan tiga Dokter, dan detak jantung bayi juga masih normal "


" Bu Nabila rileks ya,ini bukan yang pertama kan,saya yakin Bu Nabila pasti kuat " ucap Bu Rossa mencoba memberi semangat kepada Nabila.


" Terima kasih dokter " Nabila tersenyum kepada Dokter Rossa.


" Aditya udah di hubungi Bil? " tanya Rona.


" Sudah Mas, tapi Pak Aditya gak bisa di hubungi, ponsel nya gak aktif " Risa langsung menjawab.


" Gimana sih nih Adit " Rona mencoba menghubungi Aditya namun tetap saja, Aditya masih belum bisa di hubungi.


" Tenang ya sayang, jangan sedih, nanti kita coba hubungi Aditya lagi "


" Kalau Bu Nabila masih kuat, lebih baik di bawa jalan - jalan aja dulu Bu, biar proses pembukaan nya cepat " saran Dokter Rossa.


" Baik Dok "


Nabila beranjak dari tempat tidurnya, dan di bantu oleh Dokter Rossa dan juga Risa, Nabila berjalan berkeliling kamar, tidak perlu sampai keluar kamar, karena di dalam saja ruangan nya cukup besar.


" Nabila " Mama maya datang bersama Zahira, Hafidz dan juga Sumi.


" Sayang, are you okey? sabar ya sayang, yang kuat "


Nabila hanya mengangguk - anggukan kepalanya, dan tersenyum kepada Mama Maya.


" Bunda kenapa Oma? " tanya Zahira.


" Bunda mau melahirkan sayang, sebenar lagi kita ketemu sama adek bayi "


" adek bayi? hore.. hore.. " teriak Zahira dan Hafidz.


Semua yang ada di sana tersenyum melihat tingkah Zahira dan Hafidz.


" Mas Adit udah coba Mama telpon gak Ma? " tanya Nabila.


" Sudah sayang, tapi ponsel Aditya gak aktif "


" Ya sudah gak pa - pa Ma, anak - anak mending pulang aja ya, nanti kalau dedek bayi udah lahir, baru ke sini lagi "


" Tapi Bunda, Zahira sama Hafidz mau tetap di sini, mau tungguin adek bayi "


Zahira dan Hafidz merengek untuk tetap tinggal, namun setelah di beri pengertian, mereka kembali pulang kerumah bersama sumi, Nabila hanya tidak ingin kedua anaknya menunggu terlalu lama di rumah sakit, karena waktu melahirkan tidak bisa di prediksi, bisa cepat dan bisa juga lambat.


" Risa, Terima kasih ya nak udah bawa Nabila ke sini "


" Sama - sama tante "

__ADS_1


" Kalau gitu saya mau antar Risa pulang dulu tante " ucap Rona.


" Kok pulang Mas, Nabila gimana? "


" Ada tante di sini Risa, kamu tenang saja, kamu juga lagi Hamil kan? kamu harus banyak istirahat "


" Gak pa - pa ni Bil kalau aku tinggal? " tanya Risa.


" Santai aja Sa, ada Mama aku di sini, Dokter Rossa juga ada, lagian dedek bayi belum tentu cepat juga keluarnya, ntar kamu kelamaan nunggu disini "


" Benar kata Nabila, sayang. Kita pulang dulu, nanti kalau dedeknya udah lahir kita kembali lagi "


" Ya deh, aku pamit ya Bil, tan "


Risa dan Rona berpamitan pulang dan kembali ke apartemen mereka.


" Coba hubungi Pak Aditya lagi Mas "


" Masih gak aktif sayang "


" Pak Haris coba, kan Aditya sama Pak Haris "


" Astaga!!! kenapa gak kepikiran dari tadi ya, tante Maya juga kayaknya gak kepikiran telpon Haris, ya udah Mas coba telpon "


Tut.. Tut.. Tut..


" Assalammualaikum, ada apa Pak Rona? "


" Waalaikumsalam , Alhamdulillah di angkat, Aditya mana Ris? "


" Ada, sebentar Pak " Haris memberikan ponselnya kepada Aditya.


" Kenapa Rona? "


" Kenapa - kenapa, ponsel kamu mana, kenapa gak aktif, istri kamu mau melahirkan Dit "


" APA!!! melahirkan " Aditya panik.


" Iya benar, cepat pulang, Nabila sudah dirumah sakit "


" Terima kasih Ron "


Aditya langsung memutus sambungan teleponnya, saat ini Aditya dalam perjalanan pulang, Aditya meraih ponselnya, dan ternyata ponselnya mati karena kehabisan batrai, semalam ia lupa mengisi baterai ponselnya.


" Pinjam Ponsel mu Ris " Haris segera memberikan ponselnya kepada Aditya, Aditya mencoba menghubungi Mama nya.


" Assalamu'alaikum Ma "


" Waalaikumsalam, ini Aditya kan? Alhamdulillah, Aditya kamu kenapa di hubungi gak bisa, Mama juga lupa sama Haris, tadi gak coba telpon Haris "


" Maaf Ma, ponsel Aditya mati kehabisan batrai, Nabila mana Ma? "


" Sebentar " Mama Maya memberikan ponselnya kepada Nabila.


" Hallo "


" Sayang "


" Mas Aditya "


" Kamu baik - baik saja kan? "


" Baik Mas, Mas jangan khawatir, Mas selesaikan saja kerjaan Mas di sana, sudah ada Mama juga yang temani aku di sini Mas, doakan aja semoga persalinan ku lancar, dan anak kita lahir dengan selamat " Nabila sebenarnya ingin Aditya bersama nya sekarang, wanita mana yang tidak ingin suaminya ada di saat ia ingin melahirkan, pasti semua ingin kan? hanya saja Nabila tidak mau egois, ia tau suaminya sekarang sedang sibuk bekerja, dan itu pun Aditya lakukan untuk mereka, Nabila juga pernah melahirkan dan berjuang sendiri, jadi tidak masalah baginya, sudah ada Mama Mertua nya saja itu sudah cukup buat Nabila.


" Jangan begitu sayang, Mas sudah dalam perjalanan pulang "


" Tapi kerjaan Mas gimana, bukannya masih belum selesai "


" Maaf aku bohong sayang, sebenarnya sudah selesai " batin Aditya.


" Jangan memikirkan itu, kamu yang lebih penting sekarang "


" Baiklah Mas, kalau gitu hati - hati di jalan "


Nabila merasa bahagia, karena Aditya sudah dalam perjalanan pulang dan akan menemui nya di rumah sakit.


**Bersambung..

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, kritik dan juga sarannya.. 😘


Maaf baru up sekarang ya, soalnya tadi siang lagi sibuk.. 😊**


__ADS_2