
Dritt.. Dritt... Dritt.. dering ponsel Risa berbunyi, Risa yang sedang merias wajahnya mendengus kesal karena suara dering ponsel mengganggunya, dan dengan malas ia beranjak dan berjalan menuju ranjang untuk mengambil ponsel nya yang sudah ia masukkan ke dalam tas.
" Nabila " ucap Risa begitu melihat Nabila yang menghubungi nya.
" Assalamu'alaikum Bil, ada apa? "
" Waalaikumsalam Sa, Sa aku gak ngampus hari ini "
" Ya Bil, aku ngerti, gimana keadaan Zahira? "
" Alhamdulillah udah gak demam lagi Sa "
" Syukur deh kalau gitu, kamu tenang aja, ntar aku ijinin sama dosen "
" Iya Sa, aku sebelumnya udah telpon Bu Dewi juga, ntar materi nya kirim ke aku ya Sa "
" Siap Bil "
" Oke Bye Sa, Assalamu'alaikum "
" Waalaikumsalam "
Sambungan telepon Risa dan Nabila terputus. Dan Risa kembali duduk di meja Rias, dan kembali memoles wajahnya.
Dritt.. Dritt.. Dritt.. dering ponsel Risa kembali berbunyi.
" Siapa lagi sih, pasti Nabila lagi "
Risa meraih ponsel nya di atas meja rias tanpa melihat siapa yang menelpon.
" Hallo, kenapa lagi Bil? " ucap Risa sembari tangan sebelah menyapukan bedak di pipi mulus nya.
" Budeg ini aku "
" Hah Masgal " batin Risa begitu mendengar suara lelaki yang sangat ia kenali itu.
" Hmm, cepat keluar "
" Keluar, maksud nya? "
" Kamu kuliah kan hari ini, aku antar, cepetan!! "
Risa beranjak dari duduknya menuju jendela, Risa membuka sedikit tirai jendelanya, dan melihat mobil Rona yang sudah terparkir di depan rumahnya.
" Astaga, beneran itu Masgal " batin Risa dan kembali menuju meja Rias, dan secepat kilat merias wajahnya.
" Budeg, kamu dengar gak? "
" i.. I.. ya Masgal "
Risa lalu buru - buru mengambil almamater dan juga tas nya di atas ranjang, lalu berlari keluar untuk menemui Rona.
" Risa, kamu gak sarapan dulu? " tanya Mama Risa yang kebetulan lewat di depan Risa.
" Gak Ma, ntar sarapan di kampus aja, Papa mana Ma? "
" Papa lagi di toilet, kenapa sih buru - buru banget Sa?? "
__ADS_1
" Teman Risa udah jemput Ma, Risa pamit ya Assalamualaikum, bilangin sama Papa Ma " ucap Risa sembari mencium punggung tangan Mama nya lalu berlari keluar.
" Temen, tumben " ucap Mama Risa.
" Huh " ucap Risa sembari mengatur nafasnya yang tersengal - tersengal karena harus berlari dan buru - buru menemui Rona.
" Cepat masuk? " ucap Rona.
" I.. i.. ya Masgal "
Rona pun melajukan mobilnya menuju kampus Risa, sejak semalam Rona telah memikirkan matang - matang dan siap menerima perjodohan nya dengan Risa, dan hari ini ia sengaja menjemput Risa, bahkan mungkin akan terus mengantar dan menjemput Risa.
" jam berapa masuk kuliah nya? " tanya Rona.
" Masih sekitar setengah jam lagi "
" Kalau gitu kita sarapan dulu ya, kamu pasti belum sarapan kan? "
" Masgal kok aneh banget hari ini ya, dia juga bisa tau kalau aku belum sarapan " batin Risa.
" Budeg, kamu gak dengar aku ngomong " ucap Rona membangunkan Risa dari lamunan nya.
" De.. dengar kok Masgal, ia aku memang belum sarapan " ucap Risa, Risa merasa Rona sangat aneh hari ini, Risa merasakan sesuatu yang mencurigakan dari Rona.
Rona menghentikan mobilnya di pinggir jalan tepatnya di depan gerobak bubur ayam langganan nya, ia biasa makan di sana bersama Aditya sewaktu SMA dulu hingga sekarang, namun sekarang Rona dan juga Aditya jarang makan di sana karena kesibukan masing - masing.
" Kita sarapan bubur ayam saja, ayo turun "
Risa hanya manggut - manggut dan menurut saja apa yang di katakan Rona.
" Wah Mas Rona, sudah lama gak kesini "
" Iya Bang, kangen sama bubur ayam nya Bang Jaja "
" Pacarnya ya Mas? " tanya Bang Jaya begitu melihat Risa.
" Iya Bang " ucap Rona gamblang.
Risa langsung menatap Rona, ia terkejut Rona berkata seperti itu kepada abang tukang bubur itu, Risa benar - benar merasa aneh dengan sikap Rona hari ini.
" Pacar Abang cantik, cocok sama Mas Rona yang ganteng " ucap Bang Jaja dan alhasil membuat wajah Risa merah merona.
" Abang Jaja bisa aja, kalau gitu saya tunggu di dalam ya Bang "
" Siap Mas "
Risa dan Rona duduk saling berhadapan, Risa menatap wajah Rona dalam sembari menyipitkan mata sebelah nya, ia ingin mencari celah dari wajah Rona, ia curiga jika Rona punya maksud untuk mengerjai nya lagi.
" Kamu kenapa ngeliatin aku kayak gitu " ucap Rona yang sadar jika Risa menatap nya sejak tadi.
" Aku melihat sesuatu mencurigakan dari wajah Masgal "
" Mencurigakan apa nya? "
" Masgal aneh hari ini, gak kayak biasa nya, Masgal sakit ya, oh atau Masgal punya niat ngerjain aku ya hari ini "
" Kamu nya yang aneh, aku nya biasa aja kok, emangnya aneh gimana? "
__ADS_1
" Ya aneh, buat apa Masgal jemput aku, terus kenapa tadi bilang sama abang tukang bubur itu kalau aku benar pacarnya Masgal "
" Emang nya kenapa kalau aku ngomong gitu, kamu gak suka? "
Risa terdiam, sebenarnya Risa tidak keberatan Rona mengatakan itu, malahan ada rasa senang di hati Risa, tapi Risa tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Rona.
" Tidak.. Tidak suka, nanti kalau kita pulang bilang yang sebenarnya sama Abang tukang bubur itu,kalau aku bukan pacarnya Masgal " ucap Risa berusaha membohongi dirinya sendiri.
" Oke " jawab Rona singkat.
Dan tak lama dia mangkuk bubur ayam pesanan mereka datang, dan mereka berdua mulai memakan bubur ayam itu.
"Masgal, aku kirain Masgal gak bisa makan dia pinggir jalan kayak gini "
" Emangnya kenapa? "
" Kan Masgal dokter, ya menurut aku biasa nya dokter itu kan selalu mengutamakan kesehatan dan kebersihan, ya ku pikir Masgal gak suka makan di pinggir jalan gini "
" Gak semua kayak gitu, aku sudah biasa makan di sini, dulu sewaktu masih SMA, aku sering makan di sini bareng Aditya, lagian tempatnya juga gak kotor - kotor amat, dan Bang Jaja itu juga selalu mengedepankan kebersihan "
Risa hanya manggut - manggut dan terus melahap bubur ayam nya sampai habis, begitu pula dengan Rona.
Selesai sarapan, mereka berdua kembali menemui Bang Jaja.
"Berapa Bang? " tanya Rona.
" Biasa Mas "
" Masgal gak usah, biar aku aja yang bayar,gantian Mas " ucap Risa menahan Rona yang sedang mengambil dompet di saku celananya.
" Gak perlu, biar aku aja " ucap Rona lalu memberikan uang seratus ribu kepada Bang Jaja.
" Kembalian nya ambil aja Bang "
" Bener Mas, makasih ya Mas, Neng "
" Sama - sama Bang, oh ya Bang, wanita yang ada di samping saya ini bukan pacar saya " ucap Rona dan membuat Risa lega.
" Jadi gitu Mas, terus siapa nya Mas Rona? "
" Calon istri Bang " ucap Rona sembari tersenyum lalu pergi meninggalkan Bang Jaja dan Risa yang masih mematung karena ucapan Rona.
" Calon istri nya Mas Rona ya Neng, duh selamat ya Neng " ucap Bang Jaja.
" I.. ii.. ya Bang " ucap Risa dengan wajah yang memerah karena menahan malu di depan Bang Jaja.
" Masgaaaaalll.... " teriak Risa lalu berlari mengejar Rona.
Bang Jaja hanya menggeleng - geleng kan kepala nya melihat Risa dan Rona.
Sedangkan Rona senyum - senyum sendiri sembari berjalan santai menuju mobilnya.
**Bersambung...
Ciehh Babang Rona kayaknya udah mulai bikin hati Risa klepek - klepek ya readers... 😊😊
tetap stay tune jangan lupa like, vote dan singgah di kolom komentar**.
__ADS_1