
Hoek.. hoek.. hoek..
Seperti biasa setiap hari Nabila selalu mengalami morning sickness, bahkan di saat kandungannya sudah memasuki bulan kelima pun mual dan muntah masih saja melanda nya.
" Dimana Nabila? " batin Aditya begitu terbangun dari tidurnya, ia tidak melihat istrinya di samping Hafidz yang masih tertidur, semalaman mereka tidur di kamar Zahira dan Hafidz, Zahira tidur bersama Aditya, sedangkan Hafidz tidur seranjang dengan Nabila.
Semalaman Aditya menjaga Zahira, sesekali mengompres kening Zahira karena suhu badan Zahira yang masih turun naik, dan Zahira juga sesekali masih mengigau sehingga membuat Aditya semakin khawatir, demam Zahira baru mulai turun sekitar jam 2 pagi, dan saat itulah Aditya baru bisa memejamkan kedua matanya.
Sedangkan Nabila lebih dahulu tertidur, Aditya sengaja menyuruh Nabila untuk beristirahat dan tidak bergadang, Aditya juga tidak ingin Nabila menjadi lelah apalagi ia sedang mengandung, maka dari itu Aditya lah yang menjaga Zahira.
Walaupun Zahira dan Hafidz bukan darah daging Aditya, tapi Aditya juga sangat mencintai mereka, dan ia akan berusaha menjadi Ayah yang terbaik dan selalu berusaha menjaga Zahira dan Hafidz.
" Cucu Oma " ucap Mama Maya begitu melihat Zahira yang masih tertidur.
" Mama jangan berisik " ucap Aditya.
" Apa Zahira masih demam, kenapa tidak memberitahu Mama Dit, Mama sangat khawatir, Mama kesini memang mau menjenguk Zahira dan Hafidz, tapi begitu sampai di sini, Nabila bilang kalau Zahira demam "
" Maaf Ma, Aditya lupa, lagian Zahira juga sudah gak demam lagi Ma, oh ya Ma, Nabila di mana? "
" Nabila tadi ke kamar kalian Dit, kamu kayaknya kurang tidur, mata kamu udah kayak mata panda "
" Iya Ma, Aditya masih ngantuk, soalnya semalaman jagain Zahira "
" Ya sudah kalau gitu kamu lanjut tidur aja di kamar kamu sana, biar Mama yang jagain Zahira sama Hafidz "
" Ya Ma "
Aditya beranjak dan berjalan menuju kamarnya.
" Tidak ada orang? " ucap Aditya begitu membuka pintu kamar.
Aditya berjalan ke arah kamar mandi, begitu ingin membuka pintu kamar, ternyata Nabila sudah terlebih dahulu membuka pintu dan Aditya terkejut melihat Nabila keluar hanya berbalut handuk dengan rambut yang masih basah, namun wajah Nabila terlihat pucat dan terlihat lemah, Aditya sudah bisa menebak jika istrinya mengalami mual dan muntah lagi pagi ini.
" Mas "
Aditya langsung menggendong Nabila dan membawa nya ke atas ranjang, Nabila hanya diam saja dan mengalungkan kedua tangannya di leher Aditya.
" Kamu habis muntah lagi? " ucap Aditya mengusap lembut pipi Nabila.
" Ya Mas " jawab Nabila sembari tersenyum kepada suaminya.
" sini " ucap Aditya membawa Nabila ke dalam pelukan nya.
" Apa rasanya lebih baik? " tanya Aditya sembari memijit - mijit punggung Nabila dan tangan sebelahnya membelai lembut perut Nabila yang membuncit.
__ADS_1
" Ya Mas, bahkan rasa nya lebih nyaman seperti ini "
" Mas sangat khawatir melihat mu seperti ini sayang, apa kita harus periksa kan kepada dokter Rossa? "
" Tidak perlu Mas, ini hal biasa bagi ibu hamil, Mas tidak perlu khawatir, nanti juga kalau udah lahiran mual dan muntah nya hilang Mas "
Nabila mendongakkan kepalanya menatap suaminya yang tampak kurang tidur dan kelelahan.
" Mas pasti cape kan, semalam juga pasti kurang tidur karena jagain Zahira, sekarang Mas istirahat aja, gak usah turun kerja "
" Iya sayang, Mas juga mau istirahat hari ini, karena mulai besok Haris dan Lula sudah mulai cuti, dan sepertinya Mas akan sibuk "
" Cuti? memang nya mereka mau kemana Mas? "
" Mereka akan menikah sayang "
" Menikah.. alhamdulillah, akhirnya mereka bersama dan bersatu dalam ikatan pernikahan "
" Mas juga senang sayang,Mas tidak menyangka jika mereka berdua malah berjodoh " ucap Aditya.
" Jodoh,rejeki,dan umur gak ada yang tau Mas,begitu pula dengan kita berdua,tidak pernah terpikir kan Mas,jika akhirnya kita bisa bersama dan saling mencintai,dan aku sangat bersyukur akan hal itu,bisa di pertemukan dan menikah dengan seorang CEO dingin yang ternyata sangat mencintai ku " jelas Nabila,yang membuat Aditya bahagia mendengar penuturan dari istrinya itu.
" Apa menurut mu Mas sedingin itu? "
" Ya, bahkan mengalahkan dingin nya es di Kutub Utara, bahkan Mas sering memanggilku dengan sebutan bodoh " ucap Nabila mengingat pertemuan nya dulu dengan Aditya, dan senyum - senyum sendiri di buatnya jika mengingat hal itu.
" Hehehe.. ia Mas, Oh ya Mas,berarti Mas perlu sekretaris baru dong Mas untuk membantu Mas sementara waktu? "
" Ya benar sayang, tapi Mas masih bingung siapa yang akan menggantikan Lula sementara, walaupun Haris tidak ada, setidaknya posisi sekretaris tidak boleh kosong "
" Kalau begitu Mas harus cari sekretaris yang cowo Mas, kalaupun cewe harus yang berumur lebih tua dari Mas "
" Kenapa harus begitu? " apa kau cemburu sayang? Hmm? "
Wajah Nabila memerah ketika Aditya menyebutnya cemburu.
" Bukan cemburu Mas, tapi takut, aku akan gak mau kalau sampe suami ku yang tampan ini di goda oleh wanita lain " tegas Nabila.
Aditya tersenyum mendengar penjelasan Nabila.
" Jangan khawatir sayang, Mas tidak akan tergoda dengan wanita manapun "
" Yakin? " tanya Nabila menggoda.
" Ya sayang, karena di hati Mas cuma ada kamu, hanya mencintai kamu " ucap Aditya lalu mengecup pucuk kepala Nabila.
__ADS_1
Nabila semringah mendengar ucapan cinta dari suaminya, Suaminya yang terkenal dingin dan cuek dan selalu di segani orang ternyata memiliki sifat yang sangat penyayang, ketika bersama dengan orang yang ia cintai, ia tidak akan segan atau ragu untuk mengungkapkan rasa cinta nya.
" Oh ya Mas, ada Mama tadi, Mama marah karena kita tidak memberitahu jika Zahira sedang sakit "
" Mama sedang menjaga Zahira sekarang, Mama juga memarahi Mas tadi, semenjak pulang dari luar negeri, Mama semakin cerewet " ucap Aditya.
Nabila hanya terkekeh mendengar ucapan suaminya.
" Mas, nanti kita beli hadiah yuk buat pernikahan nya Mba Lula dan Pak Haris "
" Mas sudah mengirimkan uang kepada Haris sayang, dan Mas berencana membelikan mereka sebuah rumah dan juga memberi mereka hadiah perjalanan ke luar negeri untuk berbulan madu "
Menurut Aditya itu sudah sepantasnya ia berikan kepada Lula dan Haris, karena begitu banyak jasa yang sudah di berikan Haris dan Lula kepada nya semasa bekerja selama bertahun-tahun bersama nya.
" Suami ku ini memang yang terbaik " ucap Nabila menangkup wajah Aditya lalu mengecup lembut bibir Aditya.
Semenjak Hamil, Nabila memang agak agresif, namun Aditya menyukai itu.
Nabila melepas ciuman nya dan menatap suami tampan nya itu.
" Yuk sarapan Mas, mandi, terus habis itu Mas istirahat lagi "
" Mas gak mau sarapan sayang, Mas mau sarapan sama bibir kamu aja " ucap Aditya dan langsung menyambar bibir istrinya itu.
Nabila pun membalas ciuman mesra suaminya, bahkan ciuman mereka semakin dalam dan menuntut.
CUP
CUP
Berulang kali Aditya mengecup bibir ranum Nabila, dan kemudian melepaskan ciuman nya dan beranjak ke kamar mandi.
" Mas? " ucap Nabila sembari cemberut, nafsu nya sudah meningkat dan berharap akan melakukan olahraga pagi dulu bersama suaminya, tapi kenyataan nya tidak.
" Kenapa sayang? Hmm? " ucap Aditya sembari tersenyum dan kembali duduk di samping Nabila.
" Gak pa - pa Mas, sudah mandi sana " ucap Nabila.
" Apa kau menginginkan nya? "
" Mas ah malu, Mas juga tu mulai, sudah mandi sana? ucap Nabila sembari mendorong - dorong tubuh Aditya dengan bantal.
" Ntar malam ya sayang, kamu tadi habis muntah - muntah, pasti kondisi mu masih lemah sekarang, Mas gak mau kamu dan baby kita kenapa - kenapa, lebih baik sekarang kamu makan yang banyak,biar siap ngeladeni Mas ntar Malam " ucap Aditya menggoda Nabila dan juga mencoba menahan nafsu nya, sebenarnya ia juga sudah tidak tahan dan ingin segera menerkam istrinya itu, namun ia tidak egois, ia tau jika kondisi Nabila pasti lemah sekarang.
" Ya Mas " ucap Nabila lalu keluar dari kamar untuk menyiapkan sarapan pagi untuk Aditya,
__ADS_1
**Bersambung..
jangan lupa like, vote dan singgah di kolom komentar 😊**