Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 66


__ADS_3

Tak lama setelah keluarga Aditya pulang, Rona dan Tante Zulfa juga pulang ke Rumah mereka karena ada hal penting yang ingin Tante Zulfa dan juga Om Alex bicarakan dengan Rona.


" Assalamu'alaikum Papa" sapa Rona sembari memeluk Papa nya.


" Waalaikumsalam Ron" ucap Om Alex sembari membalas pelukan hangat dari anaknya itu.


" Bagaimana kabarmu Nak, semenjak menggantikan posisi Papa di Rumah sakit, sepertinya kau sibuk sekali dan jarang pulang ke rumah"


" Iya Pa, Ma, Rona memang sibuk sekali Pa, apalagi Rona pemimpin baru di sana, jadi begitu banyak hal-hal yang harus Rona pelajari Pa"


Semenjak menjadi direktur Rumah sakit, Rona menjadi sangat sibuk, karena itu ia memilih untuk membeli sebuah apartemen yang berada tak jauh dari Rumah sakit nya, sehingga jika ada sesuatu mendesak di Rumah sakit, ia dengan cepat sampai kesana, jika ia tinggal di Rumah kedua orang tuanya, pasti akan butuh waktu yang cukup lama untuk sampai di Rumah sakit itu.


" Ron, sebenarnya ada sesuatu yang Mama dan Papa ingin bicarakan"


" Sesuatu, kayaknya penting banget ni Pa, Ma"


" Begini Ron, Papa berencana ingin menjodohkan kamu dengan anaknya sahabat Papa "


" Benarkah Pa, apa wanita yang di jodohkan dengan Rona orangnya cantik dan seksi Pa "


Tante Zulfa dan Om Alex saling tatap, mereka mengira Rona akan marah-marah atau menolak perjodohan ini, namun malah sebaliknya.


" Kamu setuju Ron? "


" Hahaha... Papa sama Mama tertipu, ya Rona gak mau lah Pa, Rona udah dewasa Pa, Rona bisa mencari calon istri sendiri Pa, gak usah di jodoh-jodohkan segala"


" Kamu tu Ron, Mama sama Papa serius, kamu malah bercanda" ucap Tante Zulfa.


" Mau ya Nak, Papa sama Mama sudah gak sabar pengen nimang cucu Ron, lagian umur kamu kan juga udah matang banget Ron, apalagi sih yang di tunggu Ron"


" Emangnya wanita yang Mama sama Papa jodohin umurnya berapa? "


" Umurnya 23 tahun Ron"


" Apa Ma!! masih bocah gitu, gak mau ah Rona Ma"


" Dia bukan bocah Ron, umur segitu kan juga sudah pas untuk menikah, orangnya juga cantik Ron"


" Gak Ma, sekali gak ya gak, Rona gak mau, lagian Rona udah punya calon sendiri Pa, Ma" ucap Rona berbohong.


" Benarkah, bawa dia besok ke Rumah, Papa dan Mama ingin bertemu dengannya"


" I..i... i.. tu.. dia gak ada di sini Pa, dia sedang kuliah di luar negeri" ucap Rona kembali berbohong, ia bingung harus bilang apa kepada kedua orang tuanya.


" Kamu pasti berbohong kan, Papa gak mau ada alasan lagi Ron, pokoknya kamu harus segera menikah dengan anak teman nya Papa"


" Astaga, kenapa Papa bisa menebak kalau aku sedang berbohong" batin Rona.


" Please ya sayang, kamu coba ketemu aja dulu ya, kenalan aja dulu, Mama yakin kamu pasti menyukainya Nak"


Melihat Mama nya yang begitu memohon kepadanya dan terlihat ingin menangis, Rona jadinya tidak bisa menolak lagi dan akhirnya menyetujui kemauan kedua orang tua nya itu.


" Baiklah Pa, Ma, Rona mau "


" Yes, kalau begitu nanti Mama sama Papa akan atur jadwal kamu untuk kita sekeluarga bertemu" ucap Tante Zulfa semringah begitu juga dengan Om Alex.


" Ya sudah, Rona mau pulang dulu "

__ADS_1


" Lo Ron, kamu gak nginep di sini"


" Gak ah Ma, Rona jadi gak mood" ucap Rona kemudian mencium punggung tangan kedua orang tuanya itu dan keluar dari Rumahnya.


" Shttt.... "


" Aku harus gimana, aku gak mungkin menikah dengan orang yang gak aku cintai " umpat Rona merasa kesal akan perjodohan ini.


" Aku perlu mendinginkan otak ku dulu" ucap Rona yang mencoba mengarahkan mobilnya menuju ke sebuah mini market yang berada di pinggir jalan untuk membeli minuman dingin.


" Begitu masuk kedalam, Rona mengambil beberapa botol minuman dingin dan menuju kasir untuk membayarnya"


" Kenapa antriannya panjang begini" ucap Rona melihat beberapa orang sedang mengantri di kasir.


" Mba, total belanjanya 150 ribu" ucap pelayan kasir.


" Risa membuka tas selempangnya dan mencoba mengambil dompet, wajah Risa tampak panik karena ternyata dompetnya tidak ada"


" Aduh, dimana Dompetku" batin Risa mencoba mengingat dimana ia menaruh dompetnya.


" Astaga, pasti ketinggalan, Risa... Risa.. kenapa selalu lupa sih" ucap Risa menepuk jidatnya dengan telapak tangan ketika menyadari jika tadi ia buru - buru sehingga ia lupa memasukkan dompetnya ke dalam tas.


" Mba, kalau saya cancel gimana Mba, soalnya dompet saya ketinggalan " ucap Risa kepada pelayan kasir.


" Maaf gak bisa Mba"


" Hmm... terus gimana ya Mba, rumah saya jauh lagi dari sini Mba, atau Mba bisa cash bon dulu Mba"


" Maaf Mba gak bisa, liat banyak orang yang ngantri di belakang Mba, atau jangan-jangan Mba mau nipu kami saja ya"


" Jangan sembarangan ya kalau ngomong Mba, saya punya uang tapi ketinggalan"


Risa mulai panik, ia menengok ke belakang, Risa di buat tambah panik melihat antrian yang lumayan panjang.


" Aduh gimana nih" batin Risa sembari menggaruk-garuk kepalanya.


" Wanita itu, sepertinya aku pernah melihatnya" batin Rona ketika melihat wajah Risa sekilas.


Rona pun berjalan ke depan menemui Risa yang tampak panik karena tidak bisa membayar belanjaannya.


" Ada apa ini Mba? "


" Ini Mas, Mba nya belanja tapi gak punya uang"


" Enak aja, saya punya uang Mba, tapi ketinggalan " ucap Risa kesal dengan ucapan pelayan kasir.


" Berapa semuanya? "


" 150 Mas"


Rona mengeluarkan beberapa lembar uang di dompetnya dan memberikannya kepada pelayan kasir.


" Sekalian tambahkan sama belanjaan saya ini" ucap Rona menyodorkan beberapa botol minuman dingin yang ingin ia beli.


Risa tersenyum bahagia, akhirnya ada seorang penyelamat yang sudah membantu nya.


" Ini struk nya Mas"

__ADS_1


" Kasih aja sama dia" ucap Rona kemudian meninggalkan Risa.


" Ehh.. Mas.. Mas.. tunggu" ucap Risa mencoba mengejar Rona.


Rona menghentikan langkahnya mendengar Risa yang berteriak memanggil namanya.


Begitu Rona berbalik badan, sepasang mata mereka saling bertemu,keheningan sesaat yang terjadi di antara mereka.


" Ehem... Ehem.. " ucap Rona mencoba menyadarkan Risa yang masih bengong menatap Rona.


" Ya Allah.. cowok ini ganteng banget,tapi sepertinya aku pernah melihatnya" batin Risa mencoba mengingat.


" Hei Budeg.., rupanya kamu memang budeg ya" ucap Rona sedikit keras sehingga Risa tersadar dari lamunannya.


" Hah.. apa!! kamu bilang aku budeg"


" Iya, memang kamu budeg kan, di panggil-panggil gak dengar"


Mendengar ucapan Rona, Risa baru ingat jika ia pernah bertemu Rona di restaurant milik Bima waktu itu, Rona juga pernah menyebutnya budeg.


Melihat Risa yang tidak berbicara, Rona berniat meninggalkan Risa dan kembali ke mobilnya.


" Ehh.. ehh.. tunggu" ucap Risa mencoba menghentikan langkah Rona.


" Apa lagi? "


" Hmm... Terima kasih ya sudah membantu ku, nanti aku akan ganti uangnya" ucap Risa.


" Gak perlu, uangku masih banyak " ucap Rona dengan sombongnya kemudian pergi meninggalkan Risa.


" Sombong amat sih " batin Risa.


" Ehh.. ehh.. Mas galak tunggu " ucap Risa kembali menghentikan langkah Rona.


" Bisa kah aku minta tolong satu lagi" ucap Risa memohon.


" Apalagi, kau ini sudah budeg, menyusahkan lagi"


" Enak banget ya ni orang ngata-ngatain aku, kalau bukan karena aku butuh bantuan dia, udah ku jambak-jambak ni cowok, sabar.. sabar.. Risa.. ntar kalau kamu gak bisa tahan emosi, kamu gak bakalan bisa pulang ke Rumah"


" Bisa kah aku meminjam uang, kan kamu tau dompet ku ketinggalan, aku gak punya uang buat bayar taksi pulang kerumah, atau mungkin kamu mau mengantar ku pulang "


" Ck.. aku gak sudi semobil sama kamu, ni ambil uangnya" ucap Rona memberikan dua lembar uang seratus ribu kepada Risa.


Risa pun menyambut uang yang di berikan oleh Rona dengan semringah, Rona masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Risa.


" Terima kasih Mas galak, nanti aku bakal ganti uangnya kalau kita ketemu lagi" teriak Risa sembari melambaikan tangannya ke arah mobil Rona.


" Dasar wanita aneh " umpat Rona.


***Bersambung..


ini author kasih visual Rona dan juga Risa ya teman-teman..


jangan lupa singgah di kolom komentar, like dan vote yang banyak yahh.. 😍😍


Ntar malam author update lagi.. 😊***

__ADS_1




__ADS_2