
"Assalamu'alaikum "
" Waalaikumsalam "
" Nabila.. kamu sudah datang nak, bagaimana kamu sudah baikan " ucap Tante Yuni sembari memeluk Nabila.
" Alhamdulilah Nabila sudah baikan Tan "
" Anak - anak mana Tan " tanya Nabila.
" Oh iya sampe lupa... Zahira.. Hafidz.. Bunda sudah datang ni "
Zahira dan Hafidz sedang asyik menonton televisi, Zahira menonton sambil duduk di sofa sedangkan Hafidz menonton sambil berbaring dan tak lupa dengan dot yang menempel di mulutnya. Mendengar teriakan Tante Yuni, Zahira segera keluar bersama Hafidz yang menyusul nya dari belakang.
" Bunda "
" Bunda "
Teriak kedua anak Nabila bahagia melihat kehadiran Bundanya yang semalam tidak pulang.
Zahira dan Hafidz memberi pelukan hangat kepada Nabila, Nabila pun juga begitu mempererat pelukannya karena juga merindukan kedua anak nya itu.
" Bunda.. adek cayii.. cayii Bunda.. Bunda ndak ada tadi malam" ucap Hafidz masih belum fasih berbicara.
" Iya sayang, maafin Bunda ya dan sekarang jangan sedih Bunda gak akan ninggalin Hafidz lagi " ucap Nabila sembari mengelus - ngelus lembut kepala anaknya.
Selesai melepas rindu, Zahira dan Hafidz melepas pelukan Nabila dan pandangan mereka beralih kepada Aditya yang sudah sejak tadi berdiri di samping Nabila.
" Om ini siapa Bunda " tanya Zahira.
" Bunda jadi lupa.. he.. he.. he.. ini Om Baik sayang, nama nya Om Aditya yang Bunda ceritain waktu itu yang sudah belikan Zahira sama Hafidz mainan "
Aditya tersentak mendengar penuturan Nabila yang mengatakan ia Om baik, padahal selama ini sikap Aditya cukup dingin, cuek dan juga sedikit keras kepada nya.
" Oh ya Tante, kenalin ini Pak Aditya bos nya Nabila di tempat magang Tan "
" Saya Aditya Bu " sapa Aditya sembari mengulurkan tangannya kepada Tante Yuni.
" Kenalkan saya Wahyuni Tante nya Nabila " ucap Tante Yuni membalas uluran tangan Nabila.
" Eh.. anak - anak, ayo sekarang salim sama om Adit " ucap Nabila menyuruh kedua anaknya untuk bersalaman kepada Aditya, namun kedua anak nya terlihat takut dan malu untuk bersalaman.
Melihat tingkah Zahira dan Hafidz, Aditya kemudian berjongkok menyamakan tinggi badannya setara dengan Zahira dan Hafidz.
" Hai sayang, ayo kenalin Om nama nya Aditya, kalian bisa panggil Om Adit " ucap Aditya sembari tersenyum ramah kepada Zahira dan Hafidz.
Melihat keramahan Aditya, Zahira dan Hafidz yang semula takut dan sedikit malu akhirnya luluh dan langsung menyambut hangat aluran tangan Adirya.
" Nama aku Zahira Om "
" Kalau atu Hafidz Om "
Aditya terkekeh melihat kelucuan Hafidz karena bicara nya yang masih belum fasih.
" Terima kasih ya sayang, jangan takut ya sama Om " ucap Aditya sembari mengelus - ngelus lembut kepala Zahira dan Hafidz.
__ADS_1
" Di balik sifat nya yang dingin dan cuek, ternyata Pak Aditya bisa sehangat ini ya kalau sama anak - anak " batin Nabila.
" Nak Aditya, ayo silahkan duduk, oh ya Sumi cepat buatkan minuman untuk Nak Aditya " ucap Tante Yuni dan di balas anggukan oleh Sumi.
Mereka pun melangkah menuju sofa yang berada tidak jauh dari pintu depan dan dekat dengan kamar Nabila, dari ruang tamu itu kita dapat dengan jelas melihat kedai Nabila yang berada di depan Rumah nya.
" Tunggu sebentar di sini ya, Bunda mau ke belakang dulu " pamit Nabila sehingga hanya tersisa mereka berempat di ruang tamu.
" Nak Aditya, Tante berterima kasih sudah menemani Nabila di Rumah sakit dan juga sudah mengantar Nabila jauh - jauh pulang ke Rumah ini. Tante sebenarnya kemarin ingin pergi ke Rumah Sakit menemani Nabila, namun Nabila menolak dan menyuruh Tante menunggu saja di Rumah sembari menjaga Hafidz dan juga Zahira "
" Iya tidak apa - apa Bu, sudah seharusnya saya melakukan hal ini Bu "
" Nak Aditya ini sepertinya orang yang baik dan juga seperti memiliki perasaan kepada Nabila, dari tatapan nya saja kepada Nabila berbeda " batin Tante Yuni.
" Om, Terima kasih ya buku cerita nya Zahira suka " ucap Zahira yang kini sudah tidak takut dan malu lagi berbicara kepada Aditya.
"Adek uga cuka" susul Hafidz.
" Bener kalian suka, nanti kapan - kapan Om ajak kalian beli mainan lagi ya, kalian yang pilih deh "
" Bener Om, oh ya tunggu sebentar Zahira mau tunjukin buku nya sama Om " ucap Zahira kemudian pergi mengambil buku cerita nya di susul Hafidz yang juga tidak mau kalah membawa mainan yang di belikan Aditya.
" Ini Om buku cerita nya " ucap Zahira sembari mengibaskan buku cerita itu di depan Aditya.
" Wah.. coba sini cerita sama Om, Zahira suka cerita yang mana" ucap Aditya kemudian menggendong Zahira di atas pangkuannya.
Zahira mulai menceritakan kisah nya kepada Aditya, sedangkan Hafidz juga sedang asyik memainkan mainan nya sembari duduk di atas pangkuan Aditya juga.
Aditya merasa kehangatan yang dalam bersama Zahira dan Hafidz, begitu pun pula dengan Tante Yuni yang melihat mereka bertiga.
" Sumi, biar Mba yang antar minuman ini, kamu buat lagi dua ya untuk Pak Haris dan juga Alex di depan " ucap Nabila membawa nampan yang sudah berisi beberapa cangkir teh hangat.
" Zahira dan Hafidz terlihat bahagia sekali, aku juga bahagia sekali melihat mereka seperti ini, apa benar ya Allah sosok ayah selama ini memang sangat mereka rindukan " batin Nabila mencoba menahan air mata nya yang ingin jatuh karena terharu melihat kebahagian kedua anaknya.
" Zahira sama Hafidz terlihat akrab sekali dengan nak Adit, biasanya mereka tidak seperti itu nak kalau baru bertemu orang yang baru di kenal, dulu pernah teman Nabila ke sini cowok juga tapi Zahira sama Hafidz cuma cuek aja nak malahan lari di ajak saliman sama temannya Nabila "
" Nama nya.. nama nya Bara kalau gak salah ingat "
" Bara lagi..Bara lagi.. ternyata dia sudah pernah kesini.." batin Aditya kesal mendengar Tante Yuni mengucap nama Bara.
" Ehhmm... Hmm.. jangan melamun ntar dingin tuh teh nya Mba"
" Eh..iya Mi, ya sudah cepat antar kedepan teh nya " ucap Nabila sembari menghapus air mata yang sedikit jatuh dan mengalir di kedua pipinya, dan kemudian melangkah keluar di susul Sumi di belakang nya.
" Minumannya sudah siap, ayo diminum dulu Pak "
" Wah.. ada teh.. ayo minum dek "
Zahira dan Hafidz segera turun dari pangkuan Aditya dan menyambar secangkir teh di depannya, karena masih sedikit panas Zahira dan Hafidz mengurungkan niat nya untuk mengambil gelas itu.
" Panas ya, coba sini Om tiupin biar dingin ya jadi kalian bisa minum " ucap Aditya meniup - niup secangkir teh itu kemudian meminumkan nya bergantian ke Zahira dan Hafidz.
Nabila yang melihat adegan itu kembali tersentuh hatinya melihat kelembutan dan keramahan yang Aditya lakukan, begitu pula dengan Tante Yuni yang juga ikut terbawa suasana hangat melihat Zahira, Hafidz dan juga Aditya.
" Permisi, ini minum nya Mas " ucap Sumi menyodorkan dua cangkir teh hangat di depan Haris dan Alex sembari menunduk.
__ADS_1
" Maaf nama nya siapa ya " tanya Haris.
" Saya Sumi Mas "
" Oh Sumi, saya mau ke toilet dimana ya " tanya Haris.
" Di samping Rumah ini ada Mas, lewat samping aja terus dikit terus toilet nya ada di sebelah kiri "
" Oke Terima kasih " ucap Haris kemudian berjalan menuju toilet meninggalkan Sumi dan Alex.
Sepeninggal Haris ke toilet, terjadi keheningan di antara Alex dan Sumi, Sumi bingung ingin memulai pembicaraan dari mana, ia ingin minta maaf atas kejadian tadi kepada Alex, namun juga masih malu terhadap Alex.
Sumi tidak menyadari jika Alex sejak tadi selalu memperhatikan nya, karena bingung Sumi memilih untuk kembali ke dalam namun langkahnya terhenti mendengar suara Alex.
" Mau kemana "
" I.. i.. tuu.. mau masuk kedalam Mas " ucap Sumi terbata - bata.
" Gak mau minta maaf sama aku, udah pukulin aku tadi, sakit tau " ucap Alex.
Mendengar ucapan Alex, Sumi mencoba membalikkan tubuhnya perlahan dan memberanikan diri melangkah menuju Alex dan duduk di samping Alex.
" Hmm.. saya minta maaf ya Mas, saya gak tau kalau Mas anak buah nya Pak Aditya, soalnya Mas juga sih gayanya mencurigakan " ucap Sumi.
" Ni " ucap Alex menyodorkan ponsel nya kepada Sumi.
" Apa ini Mas "
" Masukkan nomor ponsel kamu sekarang, atau gak aku gak mau maafin kamu dan aku bakalan laporin kamu ke polisi atas tuduhan perbuatan tidak menyenangkan dan merugikan " ucap Alex blak - blakan dan mencoba menahan tawa nya melihat tingkah Sumi yang ketakutan.
Mendengar kata polisi, Sumi dengan sigap mengambil ponsel Alex dan memasukkan nomor ponsel nya di dalam ponsel Alex, setelah selesai Alex pun menyimpan nomor Sumi dengan menuliskan Nama My Lovely di kontak ponsel nya.
" Oke aku maafin kamu "
" Te.. ri.. ri makasih Mas " ucap Sumi terbata - taba kemudian berlari masuk kedalam meninggalkan Alex.
Alex pun tidak bisa lagi menahan tawanya, ia tertawa melihat tingkah Sumi dan juga senang karena sudah berhasil mendapat nomor ponselnya Sumi.
Alex adalah bodyguard kepercayaan Aditya, Alex memiliki wajah yang juga tak kalah tampan, di balik itu walaupun seorang bodyguard yang dimana biasa nya seorang bodyguard menunjukkan sisi seram dan juga selalu serius, berbeda dengan Alex yang orang nya supel dan juga suka bercanda.
Ini Author kasih visual dari Alex ya..
dan ini Sumi yang jadi lovely nya Alex
dan tak lupa si Pak Haris kesayangan Lula
***Bersambung..
Akhirnya Aditya ketemu juga ya sama anak nya Nabila, jadi terharu author mah liat kebersamaan Aditya dengan kedua anak Nabila ☺
__ADS_1
Mas Alex juga mau maafin Sumi aja pake modus ya.. 😁😁
jangan lupa like, vote dan juga singgah di kolom komentar ya teman - teman 😍😍***