
" Kenapa cemberut "
" Mas kenapa sih bilang kayak gitu sama temannya Mas tadi"
" bilang apa"
" Itu.. kenapa bilang kalau aku calon istrinya Mas"
" Kan memang benar"
" Hah.. maksud Mas"
" Sudah.. mana bekal yang kamu bawa, cepat keluarkan" ucap Aditya mengalihkan pembicaraan.
Nabila mengeluarkan bekal makanan yang ia bawa dan menaruhnya di atas meja, Aditya sudah tidak sabar ingin menikmati masakan Nabila.
" Mas, emangnya gak di marahin ya kalau kita bawa bekal makanan sendiri, kan gak enak Mas kesini malah gak makan cuma minum doang" ucap Nabila sembari menyusun rapi bekal makanan yang ia bawa.
" Mereka gak bakalan marah, kan udah pesan minuman"
Aditya pun segera mengambil sendok dan mencoba mencicipi makanan tersebut, namun tangannya segera di tepis oleh Nabila.
" Mas.. baca doa dulu, jangan buru - buru gitu" ucap Nabila.
" Iya - iya " ucap Aditya sembari berdoa dalam hati kemudian mulai mencicipi masakan Nabila, Aditya sekarang sangat mencintai masakan Nabila.
Sembari makan, kedua mata Nabila melihat - lihat ke semua sisi ruangan restaurant itu, Nabila tercengang melihat restaurant yang terlihat mewah dan terkesan romantis.
" Besar sekali tempatnya, kira - kira ada terima lowongan gak ya, pasti gajihnya lumayan kalau bisa kerja di sini" batin Nabila.
" Mas, aku mau ke toilet ya "
" Hmm.. jangan lama-lama "
" Iya Mas"
Selesai dari toilet, kebetulan Nabila bertemu dengan salah satu pelayan yang ada di restaurant itu dan Nabila mencoba bertanya sesuatu kepada pelayan itu.
" Mba.. Mba tunggu "
" Iya ada apa "
"Mba saya mau tanya, kira - kira ada lowongan kerja gak ya di sini tapi jam kerjanya dari sore sampai malam Mba"
" Hmm.. kayaknya ada deh Mba, soalnya baru - baru ini ada yang berhenti kerja, Mba coba aja tanya langsung ke atasan saya aja nama nya Mba Sasa"
Senyum bahagia terukir di wajah Nabila, karena ia merasa punya kesempatan untuk bekerja di restaurant ini.
" Oke kalau gitu Terima kasih ya Mba"
" Iya sama - sama "
Setelah bertanya sedikit kepada pelayan restaurant, Nabila bergegas mendatangi Aditya,
" Mas, kok makannya gak habis "
" Aku nungguin kamu Nabila, aku gak mau makan sendirian"
" Maaf ya Mas, ya udah ayo kita makan"
" Oh ya Mas, cowok yang barusan itu temannya Mas ya?? "
" Bukan"
" Terus kenapa dia kenal sama Mas, dan Mas dulu emangnya kutu buku banget ya Mas.. he.. he.. he.. " tanya Nabila sembari terkekeh.
" Gak usah ketawa, aku gak mau bahas tentang dia" ucap Aditya kesal.
" Gitu aja marah Mas.. bercanda.. lagian gak ada yang salah sama kutu buku Mas, malah bagus berarti Mas orangnya cerdas dong suka baca, mereka aja yang iri Mas jadi ngatain Mas gitu" ucap Nabila.
Aditya yang semula kesal kini perasaan kesal nya itu menjadi bahagia karena Nabila justru membela nya, bukan meledek nya seperti yang di katakan Bima dan juga teman - teman SMA nya dulu, hanya karena Aditya kurang bergaul dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan membaca buku, mereka jadi mengolok - ngolok nya dan menyebut dirinya sebagai kutu buku.
__ADS_1
" Aku senang Nabila, itu yang aku suka dari kamu, kamu selalu bisa menyenangkan hati ku, batin Aditya.
Selesai acara makan siang, Nabila dan Aditya langsung kembali kekantor, sesampai di kantor Nabila dan Aditya kembali ke tempat kerja mereka masing - masing.
" Bila, Mba minta tolong ya kamu antarkan berkas ini ke Bu Andin di lantai 10, soalnya kerjaan Mba lagi banyak ni Bila gak bisa di tinggal " pinta Lula.
" Baik Mba " ucap Nabila mengambil berkas yang di berikan oleh Lula dan bergegas turun ke lantai 10 menuju tempat kerja Bu Andin dan tempat magang Risa.
Sesampai di lantai 10,suasana tampak sepi, tidak ada satu orang pun di sana, Nabila terus berjalan menuju ruangan Bu Andin dan disana ternyata Bu Andin juga tidak ada.
Tok.. Tok..
" Permisi Bu, saya mau antar berkas dari Mba Lula" ucap Nabila namun tidak ada jawaban.
" Hei Janda genit " sapa Cindy kebetulan datang dan menghampiri Nabila.
Nabila menarik nafas dalam- dalam, ia harus kuat bila berhadapan dengan Cindy.
" Kamu lagi cari Bu Andin ya"
" Iya Mba"
" Itu berkas buat Bu Andin kan, sini biar aku taruh di dalam" ucap Cindy sembari ingin merebut berkas yang ada di tangan Nabila namun Nabila segera menghindarkan tangannya ke kanan untuk mencegah Cindy mengambil berkas itu.
" Kenapa, kamu gak yakin sama aku, dengar ya Nabila, aku memang gak suka sama kamu, tapi dalam hal pekerjaan aku profesional, aku gak bakalan bawa - bawa perasaan dalam hal ini" ucap Cindy mencoba meyakinkan Nabila.
Nabila berpikir keras, ia merasa tidak yakin dengan apa yang di katakan oleh Cindy, namun Nabila mencoba berpikir positif tentang Cindy dan kemudian memberikan berkas itu kepadanya.
" Ini Mba" ucap Nabila sembari memberikan berkas itu dan Cindy langsung masuk kedalam ruangan Bu Andin kemudian menaruh berkas di atas meja dan kembali keluar menemui Nabila.
" Sudah kan, aku gak bohong sama kamu, sudah kamu pergi sana" ucap Cindy.
" Iya Terima kasih Mba" ucap Nabila kemudian kembali ke lantai atas untuk melanjutkan pekerjaan nya.
Flashback on
Tok.. Tok..
" Permisi Bu Andin, saya mau mengantar laporan ini " ucap Cindy dan Bu Andin hanya menganggukan kepalanya dan tangannya menunjuk ke arah meja, memberi isyarat kepada Cindy untuk menaruh laporan itu di atas meja, di karenakan Bu Andin sedang menelepon.
" Nabila, baik Lula suruh saja dia ke ruangan ku dan bawakan berkas itu " ucap Bu Andin.
Mendengar itu, muncul lah ide licik Cindy untuk mengerjai Nabila, saat itu semua karyawan di lantai 10 sedang melakukan rapat dan Cindy berpura-pura keluar dari ruangan untuk ke toilet, padahal ia ingin kembali ke tempat kerjanya untuk menemui Nabila.
Flashback off
Setelah yakin Nabila pergi, Cindy kembali masuk keruangan Bu Andin dan mengambil berkas yang ia bawa tadi dan membawa berkas itu keluar, mencoba melihat isi dari berkas itu dan kemudian membuangnya ke tempat sampah yang jauh dan bukan tempat sampah yang ada di lantai 10,karena jika di buang di tempat sampah di lantai 10,Cindy takut jika ada yang curiga.
" Rasakan kamu Nabila, itu pelajaran untuk kamu karena tidak mendengar peringatan dari ku" ucap Cindy dengan senyuman licik nya.
Selesai rapat dengan semua karyawan, Bu Andin akan mengadakan rapat lagi bersama beberapa orang klien penting dan memerlukan berkas yang di bawa Nabila.
" Dimana berkasnya, seharusnya sudah ada di atas meja sekarang " ucap Bu Andin kemudian mencoba menghubungi kembali Lula.
" Halo Lula, segera berkasnya di antar ya, saya akan rapat sebentar lagi"
Lula menoleh ke arah Nabila, ia bingung dengan ucapan Bu Andin Barusan, padahal berkas tadi baru saja di antar oleh Nabila, tapi kenapa sekarang Bu Andin malah menanyakan berkas itu.
" Maaf Bu Andin, Nabila sudah mengantarkan berkas itu dan seharusnya sekarang sudah ada di atas meja Bu Andin"
"Tapi Lula, berkasnya tidak ada sama saya" ucap Bu Andin mulai khawatir karena waktu rapat sebentar lagi tiba.
" Sebentar ya Bu saya tanya Nabila dulu"
" Baik " ucap Bu Andin kemudian bergegas naik ke lantai atas untuk segera menemui Nabila dan Lula.
" Nabila, berkas tadi sudah kamu antar kan" tanya Lula.
" Sudah Mba, emangnya kenapa? "
" Kata Bu Andin berkasnya gak ada Bila"
__ADS_1
Glekk.. mata Nabila melotot, ia yakin jika Cindy lah yang mengambil berkas itu.
" Astaga, aku bodoh, mudah sekali aku mempercayai begitu saja perkataan Mba Cindy " batin Nabila.
Tak lama Bu Andin tiba di ruangan kerja Nabila dan Lula di susul oleh Cindy yang membuntuti nya dari belakang karena ia yakin sekarang Nabila akan di marahi oleh Bu Andin habis - habisan dan juga Aditya pasti akan ikut memarahi nya.
" Lula, bagaimana?? " tanya Bu Andin baru saja tiba.
" Gini Bu, kata Nabila ia sudah mengantarkan berkas itu "
" Sudah bagaimana, buktinya berkasnya tidak ada"
" Tapi saya sudah berikan berkas itu kepada Mba Cindy Bu, saya liat sendiri Mba Cindy masuk kedalam ruangan ibu dan menaruhnya di dalam" bela Nabila.
" Ck.. berani sekali dia menyebut namaku " umpat Cindy.
" ini gak mungkin Nabila, Cindy ikut rapat bersama kami, tidak mungkin saat itu dia ada" ucap Bu Andin.
" Tapi Bu, saya tidak berbohong "
Mendengar keributan di luar, Aditya dan Haris bergegas keluar ingin melihat apa yang terjadi.
" Ada apa ini?? " tanya Aditya.
" Eh.. Pak Aditya, maaf Pak saya hanya marah kepada Nabila karena dia sudah menghilangkan berkas penting dan berkas itu diperlukan untuk rapat penting sebentar lagi Pak "
" Wah.. kesayangan aku.. akhirnya keluar juga. Rasain kamu Nabila, pasti Pak Aditya bakalan marah besar sama kamu" ucap Cindy.
" Apa benar itu Nabila " tanya Aditya.
" Tidak Pak, saya tidak menghilangkannya, saya sudah memberikannya kepada Mba Cindy "
" Sialan, ngapain lagi nyebut nama aku di hadapan Pak Aditya " batin Cindy.
" Tapi Pak, pada saat itu Cindy sedang rapat bersama kami " ucap Bu Andin.
" Batalkan rapat itu dan kamu Lula buatkan kembali berkas ulang, dan Nabila akan membantu mu "
" Tapi Pak.. ini rapat yang sangat penting "
" Ini perintah, saya tidak mau ada keributan di sini, cepat kembali ke ruangan anda Bu Andin " ucap Aditya tegas.
Bu Andin pun kembali ke ruangannya dan segera membatalkan rapat penting yang sudah di rencanakan dengan sangat matang sebelumnya.
Cindy tidak menyangka jika Aditya berkata seperti itu, Aditya tidak sama sekali marah kepada Nabila.
" Kenapa jadi begini, aku maunya Pak Aditya marah besar kepada Nabila, kenapa jadi secepat ini masalahnya selesai " ucap Cindy kesal.
Cindy pun ikut kembali ke ruangan kerjanya dengan perasaan yang sangat kesal.
" Haris, apa Cindy itu salah satu karyawan yang bertugas di lantai 10?? " tanya Aditya.
" Sepertinya benar Tuan"
" Coba kamu selidiki, apa benar Nabila sudah memberikan berkas itu kepadanya, kalau memang benar berarti ini memang bukan salah Nabila"
" Baik Tuan"
Di luar, Nabila dan Lula mulai mengerjakan kembali dan mengumpulkan data - data yang tadi hilang.
" Mba, maafin Nabila ya, tapi benar Nabila gak bohong Mba"
" Iya Nabila, Mba percaya sama kamu, yang penting sekarang kita harus segera menyelesaikan ini dan mengumpulkan kembali berkas itu kepada Bu Andin.
" Terima kasih ya Mba "
***Bersambung...
Cindy udah mulai beraksi tu gaes.. untung aja Aditya pengertian ya, gak langsung gegabah dan langsung marah - marah kayak dulu.. eitss.. karena cinta dapat mengubah segalanya.. 😊
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers setia kuh..
__ADS_1
insyaallah author bakal up lagi besok pagi - pagi.. kalau gak kesiangan yakk.. 😂😂
like dan vote yang banyak.. okeh.. 😍😍***