Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 138


__ADS_3

Setelah selesai sholat subuh bersama, Risa kembali melanjutkan tidurnya, sedangkan Rona sibuk bermain dengan ponselnya, ia ingin melihat - lihat jadwalnya hari ini, karena rencananya Rona akan pulang lebih awal, ia akan membawa Risa ke dokter kandungan.


Tak terasa matahari sudah menampakkan cahaya nya, Rona yang sudah terlebih dahulu mandi berniat membangunkan istrinya yang masih saja tertidur.


" Sayang, bangun udah siang ni " Rona membangunkan Risa dengan lemah lembut.


" Hmm.... Malas Mas " jawab Risa masih dengan kedua mata yang tertutup.


" Bangun udah siang, habis itu mandi, Mas sebentar lagi mau berangkat kerja "


Riaa terpaksa bangung dan duduk, namun masih dengan kedua mata terpejam, Risa mencoba mengumpulkan nyawanya.


Cup... Morning kiss ucap Rona mengecup bibir Risa.


" Mas ah, aku belum sikat gigi, bau tau Mas, masih bau ileran " ucap Risa yang sudah membuka kedua matanya.


" belum gosok gigi, belum mandi, atau ileran gak jadi penghalang untuk Mas cium kamu " ucap Rona sembari terkekeh.


" cepat mandi "


" Ahh... malas Mas, dingin.. ntar aja aku mandi nya " Risa malah bergelayut manja di lengan Rona.


" Kan bisa pake air hangat, sayang "


" Gak Mas, tetap dingin "


" Ya udah, kalau gitu sarapan aja, Mas udah buatin sarapan buat kamu, tapi gosok gigi dulu ya "


" Males Mas "


Rona tersenyum sembari menggeleng - geleng kan kepalanya melihat kelakuan manja Risa. Risa juga tidak mengerti dengan dirinya, menurutnya ia malas sekali, ia malas ngapa - ngapin, mau nya tidur saja.


" Kalau gitu mau Mas bantui sikat giginya? "


" Gak Mas, kayak anak kecil aja aku jadinya, ntar aja Mas, Mas berangkat aja yuk aku antar sampe depan, ntar habis itu aku mandi terus sarapan "


" Mas gak mau berangkat kerja kalau kamu belum sarapan " ucap Rona.


" Ntar Mas telat Mas, kasian pasien - pasien Mas udah nunggu "


" Mas tetap gak mau, cepat bangun Mas bantu sikat gigi " belum sempat Risa menjawab, Rona langsung menggendong Risa dan membawa Risa menuju kamar mandi.


" Mas ih maksa , Keluar sana Mas aku mau buang air kecil dulu "


" Mas disini aja, lagian gak pa - pa juga Mas liat "


" Terserah " ucap Risa, lalu tanpa malu buang air kecil di depan suaminya, Rona hanya senyum - senyum melihat Risa.


" Aduh dingin.. " teriak Risa begitu membasuh kepemilikannya dengan air.


" Masak dingin yank, gak tu " ucap Rona.


" Dingin Mas, ni rasain " ucap Risa sembari menyemprot kaki Rona dengan air.


" Gak ah biasa aja "


" Ihh... dingin banget Mas, yuk keluar Mas " ucap Risa.


" Gosok gigi dulu " Rona mengambil sikat gigi Risa dan memberinya sedikit pasta gigi.


" Mas mau ngapain? "


" Bantu kamu sikat gigi, kumur dulu "


" Dingin Mas "


" sedikit aja sayang " Risa membuka mulutnya, dan berkumur lalu setelah itu Rona menggosok gigi Risa.


" Udah Mas biar aku aja " Risa meraih sikat giginya lalu dengan cepat menggosok giginya, ia ingin cepat selesai karena menurutnya dingin sekali berada di kamar mandi.


" Cepat banget sikat gigi nya yank "


" Dingin Mas " lagi - lagi Risa kedinginan.

__ADS_1


Habis di kamar mandi, mereka langsung ke dapur, di sana Rona dan Risa sarapan, dan Rona lah memasak, Rona memasak bubur ayam untuk Risa.


" buburnya enak Mas " ucap Risa sembari tersenyum kepada suaminya.


" Lain kali Mas bangunin aku dong Mas, biar aku bisa masak buat Mas, bukan Mas yang harus masak buat aku, aku kan gak mau jadi istri durjana Mas "


" Durhaka maksudnya... hahahaha " Rona tertawa mendengar ucapan Risa.


" Iya maksudnya itu Mas, hehehe "


" Ya gak lah sayang, kan Mas yang mau, bukan kamu yang maksa "


"Kalau gitu Mas mau berangkat ya, Mas udah selesai sarapannya, kamu habis ini jangan lupa mandi "


" Bentar Mas " Risa menciumi aroma tubuh Rona, dan bau yang semalam sudah tidak ada lagi, Risa malah senang dengan aroma parfum Rona saat ini.


" Mas pake parfum apa, baunya enak Mas, gak kayak kemarin Mas bau "


Rona menarik nafas panjang, padahal parfum yang ia pakai kemarin sama saja seperti yang sekarang, tidak ada perubahan, bisa - bisa nya istrinya ini bertanya seperti itu.


" Sepertinya aku harus memeriksa kan nya ntar malam " batin Rona.


" Mas ih malah melamun "


" Gak.. gak sayang, ya sudah Mas berangkat, Assalamu'alaikum " Rona pamit dan sebelumnya sudah mengecup kening Risa.


" Waalaikumsalam "


Setelah suaminya pergi, Risa membuka pintu kulkas, ia melihat makanan nya semalam yang tidak ia habiskan, lalu ia ambil kembali dan langsung memakan semua nya, tidak perlu di hangatkan lagi, semua sudah habis di makan oleh Risa.


Dan setelah itu Risa kembali ke kamar, bukannya mandi, ia malah berbaring di tempat tidur, dan tak lama kembali tertidur pulas.


*****


Sore harinya Rona pulang dari rumah sakit, ia sudah mengatur jadwalnya dan sengaja pulang lebih awal.


Ceklek... pintu terbuka.


" Mas "


" Hehehe.. Malas Mas "


" Astaga, kenapa istriku jadi jorok begini? " batin Rona.


" Cepat mandi sayang, Mas mau ajak kamu jalan - jalan "


Mendengar kata jalan - jalan, Risa semringah dan secepat kilat menuju kamar mandi, dan dalam sekejap sudah telihat cantik dengan baju kaos dan celana kulot nya.


" Sudah siap Mas "


" Kalau gitu Mas mandi dulu "


Setelah semua siap, Rona dan Risa bergegas turun dan menuju parkiran mobil, dengan kedua tangan yang tak lepas saling menggengam.


" Kita mau jalan - jalan kemana Mas? "


" Ada deh "


Risa tersenyum, ia senang sekali karena suaminya pasti membawa nya ke suatu tempat yang romantis.


" Sudah sampai, ayo turun "


Risa cemberut, bayangan tempat romantis hilang seketika, di gantikan sebuah bangunan rumah sakit yang ada di depan nya, kembali lagi ke rumah sakit milik suaminya.


" Kenapa cemberut? "


" Kalau Mas masih mau kerja kenapa pulang, mending tadi gak usah pulang ke rumah, kalau ujung - ujung nya balik lagi ke sini "


" Mas ke sini bukan mau kerja, Mas mau periksa "


" Periksa? Mas sakit, sakit apa Mas, yang mana, yang mana yang sakit? " Risa sibuk memeriksa tubuh Rona.


" Bukan Mas yang mau periksa, tapi mau periksa kamu? "

__ADS_1


" Aku? " Risa mendongakkan kepalanya menatap suaminya dengan tatapan tidak mengerti.


" Iya, Mas mau periksa kamu, soalnya istri Mas ini sekarang jadi pemalas, jorok, terus cerewet nga nambah jadi seratus persen "


" Apaan sih Mas, mulai kan ngeledek " ucap Risa sembari memanyunkan bibirnya.


" Ayo masuk " Rona menautkan jemarinya tangan dengan jemari Risa, ia menggenggam jemari tangan istrinya sepanjang perjalanan masuk kedalam rumah sakit.


" Selamat malam dokter " sapa beberapa staff rumah sakit mulai dari rekan semasa dokter Rona, perawat dan beberapa OB yang sudah mengenal sekali sosok pimpinan rumah sakit mereka.


" Malam " ucap Rona sembari tersenyum ramah kepada beberapa staf dan rekan sesama dokter, dan Risa juga melempar senyum kepada mereka.


Mereka saling berbisik, dan menatap kagum kepada pasangan yang sangat terlihat serasi yang kini sedang bergandengan tangan berjalan masuk kedalam dan kini sudah berada di depan ruangan dokter Rossa, dokter kandungan yang juga dokter yang sama yang memeriksa kandungan Nabila.


" Dokter kandungan? apa ada yang salah dengan rahim ku " batin Risa, ia tidak sempat bertanya lagi kepada suaminya, karena Rona langsung menariknya masuk kedalam ruangan dan kini sudah berada di depan Dokter Rossa.


" Selamat malam Dokter Rona, Bu Rona " sapa Dokter Rossa.


" Ihh dokter, jangan panggil ibu dong Dok, kan saya masih muda " protes Risa.


" Sayang diam aja kenapa, banyak protes, maaf ya dok " ucap Rona.


" Gak pa - pa Dokter Rona, kalau gitu kita langsung saja ya, mari mba silahkan ikut saya "


" Mas, aku mau di apain, ada masalah ya sama rahim aku " Risa panik.


" Iya ada masalah, makanya harus di periksa "


Kedua mata Risa tampak berkaca - kaca, ia takut kalau memang ada masalah dengan rahimnya, tapi bagaimana bisa suaminya tau, ia takut sekali, ia takut kalau sampai ada masalah, ia tidak bisa memberikan anak untuk suaminya.


" Hiks.. Hiks.. Hiks.. " Risa menangis.


" Kenapa menangis Mba? " tanya Dokter Rossa.


" Sayang jangan nangis, rileks aja " ucap Rona sembari membantu menyingkap sedikit baju kaos Risa ke atas agar Dokter Rossa bisa leluasa memeriksa kandungan Risa.


" Hiks.. Hiks... saya takut dokter, saya takut kalau rahim saya kenapa - kenapa " ucap Risa.


Dokter Rossa dan Rona saling tatap, dan mereka saling melempar senyum melihat tingkah Risa.


Risa merasakan dinginnya gel yang di semprotkan Dokter Rossa di perutnya, dan perlahan Dokter Rossa mulai memeriksa, dan begitu sudah menemukan yang ingin di lihat, dokter Rossa menatap Rona dan melempar senyum, Rona yang memang sudah bisa membaca dan melihat lingkaran kecil yang ada di layar monitor dan ada titik di tengahnya, Rona tau sekali jika itu adalah calon buah hatinya, dan Rona tidak bisa menahan air matanya, air mata Rona menetes, dan melihat itu Risa juga ikut menangis.


" Hiks.. Hiks.. hiks.. Mas kenapa ikut nangis, pasti ada sesuatu kan? Dokter, jelasin dok, ada sesuatu ya sama rahim aku " ucap Risa yang takut sekali.


Rona menghapus air matanya, dengan perlahan ia membungkukkan badan nya lalu mengecup lembut kening Risa, Dokter Rossa tersenyum melihat Rona, Rona tidak malu untuk mengumbar keromantisan nya di depan dokter Rossa.


" Sayang coba lihat itu " ucap Rona lalu menujukkan tangannya ke arah monitor dimana Risa ikut melihat ke sana.


" Apa itu Mas? " ucap Risa, pikirannya saat ini benar - benar kalut, padahal ia pernah melihat hasil USG Nabila, dan mirip seperti yang ada di layar monitor itu, tapi ia tidak berpikir di sana, ia malah berpikir jika itu sebuah tumor atau apalah itu.


" Itu anak kita sayang, calon baby kita " ucap Rona sembari mengelus lembut pucuk kepala Risa.


" Hah " Risa terdiam sejenak.


" Anak, baby, aku hamil Mas? " tanya Risa dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


" Benar Mba Risa, ini adalah kantong nya, dan titik ini adalah calon anak Mba dan juga dokter Rona, di perkirakan usia kandungan Mba baru dua minggu "


" Alhamdulilkah ya Allah, Mas aku hamil " ucap Risa.


" Ya sayang "


" Setelah ini saya akan memberi resep vitamin untuk Mba Risa, jangan lupa diminum setiap harinya ya, nanti kita ketemu dan bulan lagi "


" Makasih dok " ucap Risa dan Rona secara bersamaan.


Setelah selesai memeriksa kandungan, Rona dan Risa memilih untuk langsung pulang dan Sepanjang jalan pulang mereka tidak hentinya -hentinya saling melemparkan senyum dan Rona tidak hentinya menggengam tangan Risa dengan sesekali menciumi tangan istrinya sembari tangan sebelahnya fokus untuk menyetir mobil.


" Mas, aku bahagia banget "


" Ya sayang, Mas juga "


**Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa kritik dan sarannya ya gaes... 😊


double up buat kalian.. 😘**


__ADS_2