Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 104


__ADS_3

" Cepat hubungi anggota lain dan paramedis, kita harus segera mengevakuasi nya,dan jangan lupa hubungi keluarganya " ucap komandan polisi kepada anggota nya yang lain.


" Siap komandan "


Polisi segera menghubungi kedua orang tua Bima, Mama dan Papa Bima bagai di sambar petir ketika mendengar anaknya mengalami kecelakaan, dan lebih parah lagi polisi mengatakan kemungkinan nyawa Bima tidak selamat karena mobil nya terbakar setelah jatuh dari jurang...


" Papa ini gak mungkin.. hiks.. hiks.. hiks.. Bimaaa... " teriak Mama Bima dan tak lama jatuh pingsan, untung saja suaminya dengan sigap menopang tubuh istrinya itu sehingga jatuh ke pelukannya.


" Mama bangun ma... Mama.. " ucap Papa Bima.


Berita kecelakaan Bima juga sampai di telinga Aditya, Aditya yang baru saja sampai di rumah juga ikut terkejut mendengar berita dari pihak polisi yang baru saja menghubunginya.


" Ada Apa Mas? " tanya Nabila.


" Bima mengalami kecelakaan, ia berusaha kabur dari kejaran polisi, dan mobilnya masuk ke jurang "


" Innalillahi wainna ilaihi rojiun " ucap Nabila.


" Kamu tunggu di sini ya sayang, Mas mau kesana " ucap Aditya.


" Iya Mas, Mas hati - hati ya " ucap Nabila.


Aditya mengecup kening Nabila lalu pamit keluar menuju tempat kejadian kecelakaan Bima.


Aditya mencoba menghubungi Haris dan juga Rona dan mengabarkan jika Bima kecelakaan, Haris dan Rona pun segera menyusul Aditya ke lokasi.


Sekitar 2 jam lamanya, Aditya baru sampai di lokasi, cukup jauh karena tempatnya berada jauh dari kota.


" Selamat sore Pak Aditya " ucap Komandan polisi sembari berjabat tangan dengan Aditya.


" Sore Pak, bisa ceritakan kepada saya bagaimana ceritanya " ucap Aditya dan polisi itu pun menceritakan kronologis kejadiannya.


Tak lama setelah Aditya datang, Haris dan juga Rona sampai di lokasi, mereka langusng menemui Aditya yang sedang berbincang dengan salah satu komandan polisi.


" Haris, Rona " ucap Aditya.


Rona dan Haris melihat kebawah, mobil Bima sudah sangat hancur dan hanya tinggal kerangkanya saja karena polisi dan pemadam kebakaran sudah mematikan apinya.


" Apa Bima masih hidup? " tanya Rona.


" Bima meninggal Ron, polisi sudah membawa jasadnya " ucap Aditya.


" Malang sekali nasib mu Bima, itulah balasan karena kau sudah berbuat jahat " ucap Rona.


" Oh ya Pak, apa keluarga nya Bima sudah di beritahu " tanya Aditya.


" Sudah Pak, oh ya Pak Aditya, apa kah sebelum nya perusahaan Pak Bima ini pernah bekerja sama dengan perusahaannya Bapak? " tanya Pak Polisi.


" Dia memang bekerjasama dengan perusahaan saya Pak, baru beberapa bulan ini "


" Bukan Pak, maksud saya sebelumnya, sewaktu perusahaan Bapak di pimpin oleh Pak Prakasa, Papa anda " tanya Pak polisi.


" Sebelumnya pernah Pak, cuman hanya sementara karena perusahaan Bima yang dulu masih di pimpin oleh Papa nya pernah melakukan kecurangan dan Papa saya langsung memutus kerja sama itu "


" Memangnya ada apa ya Pak? " tanya Aditya.


" Begini Pak, kami mempunyai informasi jika Papa nya Pak Bima itu juga punya keterkaitan mengenai masalah ini, namun kami masih berusaha mengumpulkan bukti nya "


" Apa !! " ucap Aditya terkejut.


" Bisa jadi Papa nya Bima itu dendam terhadap Papa mu Dit, dan sekarang menyuruh Bima untuk meneruskan dendamnya itu " ucap Rona.


" Benar apa yang di katakan Pak Rona, bukannya mata - mata yang bekerja di perusahaan kita di Jepang itu sudah lama bekerja Tuan, dia bekerja di perusahaan Tuan saat Papa nya Bima yang masih menjadi pimpinan di perusahaan yang Bima kelola sekarang "


" Kenapa aku baru menyadarinya sekarang " ucap Aditya setelah memikirkan apa yang di katakan oleh Haris dan Rona.


" Kalau begitu saya permisi ya Pak, karena saya masih harus bertugas lagi " ucap Pak Polisi.


" Baiklah Pak, Terima kasih sekali lagi atas kerja samanya, hubungi saya saja jika perlu sesuatu atau jika Bapak mendapat informasi terbaru mengenai kasus Bima ini " ucap Aditya.

__ADS_1


" Siap Pak " ucap Pak Polisi.


Setelah itu Aditya, Haris, dan juga Rona kembali pulang, Haris pulang membawa mobil sendiri, sedangkan Rona semobil dengan Aditya.


" Dit, buat apa sih kamu harus ke sana tadi, gak penting juga kan, lagian Bima sudah meninggal sekarang " ucap Rona.


" Aku hanya ingin memastikan jika Bima benar - benar meninggal Ron, aku tidak ingin jika ia kelak kembali lagi dan mengusik kehidupan ku " ucap Aditya.


" Hmm benar juga sih " ucap Rona.


******


Nabila sedang menyiapkan makan malam, Zahira dan Hafidz sudah siap di meja makan.


" Bunda.. kapan ayah pulang, Zahira udah laper ni "


" Atu juga udah laper Bunda " ucap Hafidz.


" Kamu tu lucu banget sih fidz " ucap Sumi sembari mencubit pipi Hafidz.


" Atit tau Mba Cumi "


" Hahahaha.. " tawa Zahira dan juga Sumi yang tertawa mendengar Hafidz menyebut Sumi dengan kata Cumi.


Nabila hanya mengulum senyum melihat tingkah lucu dari Hafidz.


" Assalamu'alaikum cucu - cucu oma " ucap Mama Maya yang tiba - tiba saja datang.


" Mama "


" Omaaaa " teriak Hafidz dan juga Zahira berbarengan dan langsung menghambur berlari ke arah Mama Maya dan memeluk oma nya itu.


" Cucu oma, Oma kangen banget tau " ucap Mama Maya.


Nabila dan juga Sumi menyalami tangan Mama Maya, Mama Maya menyambut uluran tangan mereka dan memeluk Sumi dan juga Nabila bergantian.


" Apa kabarmu sayang, aduh.. ini cucu oma juga, udah mulai besar ya, udah gak sabar rasanya nunggu kalian keluar " ucap Mama Maya mengelus - elus perut Nabila.


" Mama udah sampai dari tadi siang Bil, cuma Mama istirahat bentar di Rumah terus habis itu baru ke sini, Mama gak mau ngerepotin kalian, apalagi..nanti aja deh Mama ngomongnya gak enak nanti di dengar sama anak - anak " ucap Mama Maya yang sebenarnya sudah begitu banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan kepada Nabila terutama Aditya mengenai masalah Ameliya dan Bima "


" Oh ya Aditya mana " tanya Mama Maya.


" Pak Bima kecelakaan Ma, jadi Mas Aditya kesana "


" Innalillahiwainnailaihirojiun " ucap Mama Maya.


" Baru aja meninggalnya? "


" Baru Ma karena kecelakaan, kata Mas Aditya dia berusaha menghindari dari kejaran polisi Ma dan mobilnya masuk kejurang terus terbakar Ma "


" Tragis banget ya Bil, mungkin itu balasan yang Allah berikan untuk dia karena dia udah jahat sama kalian "


Nabila hanya mengulum senyum mendengar ucapan Mama Maya, ia hanya berdoa didalam hati agar Bima bisa tenang dan semua amal ibadahnya di terima di sisi Allah SWT.


" Bunda.. masih lama gak ayah datang " tanya Zahira kembali karena ia sudah sangat lapar, ia tidak bisa menunggu ayahnya lagi.


" Cucu Oma sudah lapar ya, sini Oma suapin ya, gak usah tunggu Ayah, Ayah pasti sedang sibuk sekarang " ucap Mama Maya beranjak dari duduknya, dan duduk di dekat Hafidz dan juga Zahira.


" Oma, atu juga mau di cuapin " ucap Hafidz.


" Hahahaha..." semua yang ada di sana kembali tertawa mendengar ucapan Hafidz yang masih belum fasih berbicara.


" Assalamu'alaikum.. ada apa ni pada bahagia banget kayaknya " ucap Aditya yang datang langsung mengecup pucuk kepala istrinya lalu mengulurkan tangannya untuk mencium punggung tangan Mama Maya.


" Eittttt... Adit.. no.. no.. " ucap Mama Maya menahan tubuh Aditya yang ingin mencium Zahira dan juga Hafidz.


" Kenapa Ma, kan Aditya mau cium Zahira dan Hafidz "


" Mandi dulu sana, kamu habis dari luar, setelah mandi balik lagi ke sini makan baru boleh cium cucu oma "

__ADS_1


" Hmm Mama.. biasanya juga gak pa-pa " ucap Aditiya.


" Kamu habis dari perjalanan jauh kan, pasti banyak kuman dan virus tu yang menempel di baju dan tubuh kamu, mandi dulu sana, Mama gak mau ntar cucu Oma sakit gara - gara kamu " ucap Aditya.


" Iya.. iya Ma " ucap Aditya sembari cemberut.


Nabila hanya terkekeh melihat tingkah anak dan Mama nya itu.


" sayang, ayo temani Mas " ucap Aditya.


" Manja banget sih kamu Di " ucap Mama Maya.


" Mama ni habis makan apa ya, kok habis dari luar negeri tambah cerewet gini " batin Aditya.


" Bener tu Mas kata Mama, mandi sendiri sana, habis itu kita makan sama - sama " ucap Nabila.


" Baiklah " ucap Aditya sembari berjalan lunglai menuju kamar.


" Ma, Nabila nyusul Mas Aditya dulu ya " ucap Nabila.


" Iya sayang " ucap Mama Maya sembari masih menyuapi makan Zahira dan Hafidz.


Aditya melepas semua pakaian yang ada di tubuhnya, hanya handuk saja yang tersisa yang ia lilitkan di tubuhnya.


Aditya berdiri di bawah shower, ia begitu menikmati kucuran air yang turun membasahi kepalanya dan tubuhnya, ia sangat lega sekarang, akhirnya masalahnya usai, Bima sudah tiada, dan istri yang sangat ia cintai itu sudah tidak lagi marah padanya.


" Pasti di kamar mandi " ucap Nabila sembari memunguti pakaian kerja suaminya yang berserakan di lantai, lalu ia masukkan ke dalam keranjang baju kotor.


" Mas Aditya ni kebiasaan pakaian kotor gak di taruh di tempatnya " ucap Nabila.


Setelah itu Nabila menyiapkan pakaian ganti Aditya yang ia letakkan di atas ranjang.


" Sudah selesai mandinya Mas " ucap Nabila ketika mendengar suara pintu kamar mandi di buka.


" Cepat pakai baju terus habis itu.. " ucapan Nabila terhenti ketika menatap Aditya yang sedang berdiri di depan pintu dengan hanya memakai handuk yang melingkar di pinggangnya.


Rambut Aditya yang masih basah, terus tubuh Aditya yang begitu atletis membuat Nabila terkesima, apalagi melihat perut Aditya yang berbentuk kotak - kotak itu, membuat Nabila kembali terkesima melihat ketampanan Suaminya.


" Sudah puas liatnya Hmmm " ucap Aditya yang kini sudah di depan Nabila, dan sudah memeluk erat tubuhnya Nabila, deru nafas dan aroma sabun dari tubuh Aditya pun dapat Nabila rasakan.


Nabila menggeleng - geleng kan kepalanya, tersadar dari lamunannya tadi sehingga tidak menyadari jika suaminya itu sudah berada di depannya.


" Hah.. gakk.. gak.. Mas pede banget sih " ucap Nabila mencoba mengalihkan pandangannya.


" pake jaim segala, sentuh sayang, ini milikmu " ucap Aditya mengarahkan kedua tangan Nabila ke dada bidangnya lalu turun ke perut sispek nya itu.


Wajah Nabila memerah menahan malu, sebenarnya yang di katakan suaminya itu benar.


" Sudah Mas, cepat pakai baju, Mama sama yang lain pasti udah nunggu kita " ucap Nabila melepas tangan Adiitya yang melingkar di pinggangnya.


" Biar saja mereka sayang, Mama pasti ngerti kok, Mas kangen sama kamu " ucap Aditya kembali memeluk Nabila dengan posisi Nabila yang membelakangi nya, Aditya menaruh dagunya di pundak Nabila.


" Baby twins kita pasti pengen di jenguk ni " ucap Aditya menggoda Nabila sembari mengelus - elus lembut perut istrinya itu lalu semakin lama elusan nya turun ke bawah ke bagian mahkota Nabila yang masih tertutup dengan pakaiannya.


" akhh Mas " de sah Nabila.


" aku merindukan mu sayang " bisik Aditya di telinga Nabila lalu mulai menaik turunkan jarinya di bawah sana.


Nabila kemudian tersadar, lalu mencoba melepas tangan suaminya yang masih menyentuh mahkota nya itu.


" Mas, jangan mulai ah.. kita makan dulu ya " ucap Nabila lalu pergi meninggalkan Aditya.


Aditya yang sudah mulai menegang kini menciut lagi karena istrinya menghentikan aksinya itu.


" Jangan lupa cuci tangan dulu " ucap Nabila berhenti di depan pintu dan setelah itu keluar dari kamar.


Aditya hanya garuk - garuk kepala dan kembali ke kamar mandi untuk mencuci tangannya dan setelah itu memakai pakaiannya dan turun ke bawah menemui istri, anak dan juga Mama nya.


**Bersambung..

__ADS_1


Babang Adit memang suka meresahkan Nabila ya... 😂😂


jangan lupa tinggalkan jejak kalian.. 😘😘**


__ADS_2