Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 64


__ADS_3

Selesai membeli pakaian untuk Nabila, Mama Maya membawa Nabila ke tempat yang terdapat berbagai pakaian anak-anak, sesampai di sana, Mama Maya juga sangat antusias membelikan pakaian untuk Zahira dan Hafidz, dan tak lupa juga membelikan sepasang pakaian untuk Aldo.


" Ma, Nabila mau ke toilet sebentar ya Ma"


" oh ia sayang"


" Alex kamu mau kemana? "


" Saya mau menemani Nyonya ke toilet" ucap Alex yang juga ikut bersama mereka mengawal Mama Maya dan Nabila.


" Gak usah Lex, aku sebentar aja, kamu temani Mama disini"


" Baik Nyonya"


Nabila pun bergegas mencari toilet yang berada di toko itu karena tidak bisa menahan untuk buang air kecil.


Melihat Nabila yang tengah sendiri, Nana mendapat kesempatan untuk mengikuti Nabila ke toilet, Nana memang sejak tadi diam-diam membuntuti Nabila dan Mama Maya.


" PLAKK"


Nabila terkejut dengan tamparan yang baru saja mendarat di pipinya, ia baru saja keluar dari toilet, ia tidak bisa menghindar lagi karena Nana sudah berada di depan dan menamparnya.


" Apa yang kau lakukan Nana" ucap Nabila sembari mengelus - ngelus pipinya yang tampak memerah.


Nana bersiap mengangkat tangannya berniat menampar wajah Nabila untuk kedua kalinya, namun dengan sigap Nabila menahan tangan Nana dan menarik rambut panjangnya.


" AAWW " pekik Nana merasa sakit karena rambutnya di tarik oleh Nabila.


" PLAKK "


" AAWW "


Nana kembali menjerit kesakitan akibat tamparan balasan yang di berikan Nabila kepada Nana.


" Itu balasan karena berani menampar ku " ucap Nabila.


" Sial, ternyata wanita ini tidak seremeh yang aku pikirkan" batin Nana.


" lepaskan aku Nabila " ucap Nana karena Nabila masih memegang tangan Nana dan memilinnya ke belakang, sedangkan tangan Nabila yang satu lagi masih menarik kuat rambut Nana.


" Alex, cepat susul Nabila ke toilet, aku merasa khawatir kenapa dia tidak kembali juga dari tadi" ucap Mama Maya dan di balas anggukan oleh Alex.


Alex bergegas menyusul Nabila, dan ia berhenti di depan toilet yang bertuliskan toilet khusus wanita, Alex menggaruk-garuk kepalanya, ia bingung harus masuk atau tidak.


Melihat Nana yang tampak kesakitan, perlahan Nabila melepaskan genggaman tangannya dari Nana.


" Dasar wanita jal*ng, gara-gara kamu Mama ku marah besar kepada ku Nabila" ucap Nana.

__ADS_1


" Bukan aku yang jal*ng, tapi kamu Nana, sebenarnya aku tidak ingin mengatakan itu di depan Mama mu, aku terpaksa karena


kamu dan Mama mu itu berani menghina suami dan mertua ku"


" Lebih baik sekarang kamu pergi " ucap Nabila kemudian ingin pergi meninggalkan Nana.


Baru sekali melangkah, Nana menarik kerudung Nabila dari belakang kemudian menendang kaki Nabila dan mendorong Nabila sehingga Nabila jatuh ke lantai.


Nabila tidak tinggal diam, ia berusaha bangkit kemudian meranik rambut Nana dan kembali menggenggam dan memilin tangan Nana ke belakang.


Mendengar kegaduhan di dalam toilet, Alex segera masuk kedalam dan tercengang melihat Nana yang tidak berdaya di tangan Nabila.


" Aku peringatkan kamu ya Nana, mulai sekarang jangan berani mengganggu keluarga ku dan juga suami ku, kalau itu sampai terjadi, kamu akan merasakan sakit yang lebih dari ini" ucap Nabila kemudian melepas Nana dan berjalan keluar toilet.


" Ayo Alex kita pergi"


" I..i.. ya Nonya" ucap Alex terbata-bata, ia tidak menyangka jika Nabila bisa sekejam itu juga.


" Nyonya, apa Nyonya baik-baik saja" ucap Alex sedikit khawatir melihat pipi Nabila sebelah kanan yang tampak memerah.


" Aku baik-baik saja Alex, tolong jangan ceritakan hal tadi kepada suami ku ya, aku tidak mau membuatnya khawatir"


" Baik Nyonya"


" Satu lagi Alex, jangan panggil aku Nyonya, panggil aku Mba saja seperti pertama kau memanggil ku dulu"


" Gak pa-pa Lex, walaupun aku sekarang berstatus istri Mas Aditya, tidak ada yang berubah Lex, anggap aku sebagai kakak mu saja, kau mengerti "


" Iya Mba aku mengerti"


Mereka kembali menemui Mama Maya yang sudah lama menunggu dan tampak khawatir.


" Nabila.. kenapa lama sekali Nak" ucap Mama Maya khawatir.


" Maaf ya Ma "


" Pipi kamu kenapa Nabila, kenapa merah sebelah begini" ucap Mama Maya sembari mengelus-elus kedua pipi Nabila.


" Alex, ada apa ini? "


" Tadi di toilet, wanita yang sempat bertemu dengan Nyonya juga Mba Nabila di depan butik,juga ada di toilet bersama Mba Nabila, sepertinya dia sudah lama membuntuti kita Nyonya"


" Apa benar Nabila, jangan bilang kalau ini perbuat dia, apa Nana yang melakukannya" ucap Mama Maya khawatir.


" Iya Ma, Nana tadi menamparku Ma, karena aku baru keluar dari pintu, aku tidak sempat untuk menghindar Ma"


" Kurang ajar sekali Nana, berani sekali dia berbuat itu kepadamu Nabila, sekarang dia dimana, ayo kita harus membalasnya" ucap Mama Maya Kesal.

__ADS_1


" Sudah.. sudah Ma, Nana nya sudah pergi Ma, Nabila gak pa-pa Ma"


" Tadi Mba Nabila sudah memberikan pelajaran kepada wanita itu Nyonya, wanita itu tampak meringis kesakitan saat Mba Nabila memilin tangannya dan menarik rambutnya Nyonya, Mba Nabila hebat " ucap Alex menjelaskan kepada Mama Maya dan menaruh kagum kepada Nabila.


" Benarkah itu Nabila, tapi tetap saja ini sudah kelewatan batas dan Nana harus mendapat ganjarannya, Mama akan memberi tahukan ini kepada Aditya "


" Mama.. Mama tolong ya, gak usah kasih tau Mas Aditya, Nabila gak mau buat Mas Aditya khawatir Ma, please ya Ma" ucap Nabila memohon.


" Baiklah Nak, Mama gak akan cerita kepada Aditya, tapi lain kali Mama mau kamu harus selalu di temani Alex atau bodyguard lain kalau kamu ingin keluar atau kemana-mana ya nak, Mama gak mau hal ini terjadi lagi sama kamu" ucap Mama Maya sembari memeluk Nabila.


" Iya Ma, Terima kasih" ucap Nabila membalas pelukan Mama mertuanya itu, ia merasa bersyukur mempunyai Mama mertua yang begitu sangat menyanyangi nya.


Nana telah sampai di rumah, kedatangan nya ternyata sudah di tunggu - tunggu oleh Mama dan Papanya.


" Nana, Papa dan Mama mau bicara sama kamu" ucap Papa Nana.


Nana segera duduk di sofa menghadapi kedua orang tuanya yang sudah memasang wajah amarah.


" Mama sudah bercerita semua kepada Papa, apa itu semua benar? "


" Maafin Nana Pa, Hiks.. Hiks.. "ucap Nana sembari menangis.


" Mama dan Papa sangat kecewa dengan kelakuan kamu, kamu sudah membuat Papa dan Mama malu, terlebih di depan keluarga Aditya.


" Mulai sekarang, Papa akan menarik semua kartu kredit mu dan juga akan membatasi semua gerak mu"


Nana terkejut mendengar perkataan Papa nya, ia tidak menyangka jika Papa dan Mama nya tega melakukan ini padanya.


" jangan Pa, please maafin Nana Pa"


" Mama, tolong Ma, Nana janji gak akan ngelakuin hal itu lagi Ma"


" Maaf Nana, ini memang yang terbaik untuk kamu.. hiks.. hiks.. " ucap Mama Maya sembari menangis, ia sebenarnya tidak tega dengan Nana, tapi ia dan suaminya ingin memberi Nana sedikit hukuman agar Nana mau berubah.


" Kalian JAHAT!! Mama sama Papa gak sayang sama Nana " bentak Nana kemudian berlari menuju kamarnya.


" Hiks... Hiks.. Hiks.. awas kamu Nabila, ini semua gara-gara kamu" ucap Nana yang masih saja menyalahkan Nabila atas semua kesalahan yang ia perbuat sendiri.


***Bersambung...


Nana gak ada kapok-kapok nya ya teman-teman..


Gak takut sama Babang Aditya... 😅


jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini ya..


Ntar sore Author up satu Bab lagi... 😍😍***

__ADS_1


__ADS_2