
Risa mencoba untuk menghubungi Rona, namun Rona tidak mengangkat telponnya, Risa berpikir sejenak, ia bingung harus mencari Rona kemana.
" Masgal sekarang pasti di Rumah sakit, aku ke sana aja " ucap Risa lalu memberi tahu supir taksi alamat rumah sakit Rona.
" Aku harus cari Masgal di mana ya? " batin Risa sembari celingak celinguk melihat sekelilingnya.
" Permisi Mba, bisa saya bertemu dengan direktur utama Rumah sakit ini? " tanya Risa kepada resepsionis yang berada tak jauh dari pintu masuk utama Rumah sakit.
" Sebelumnya sudah buat janji? " tanya resepsionis itu.
" Belum Mba "
" Nama Mba siapa? "
" Risa "
" Tunggu sebentar Mba " ucap Resepsionis itu kepada Risa, dan terlihat ia sedang menelpon seseorang.
" Maaf mbak, Dokter Rona sedang tidak ada di tempat "
Risa kecewa, dan setelah berterima kasih kepada resepsionis, ia berniat untuk menemui Rona di kediaman kedua orang tuanya.
Sesampai di sana hasilnya juga nihil, pembantu yang bekerja di kediaman kedua orang tua Rona mengatakan jika kedua orang tua Rona dan juga Rona tidak ada di Rumah.
" Aku harus cari kemana lagi? " batin Risa, kedua mata Risa mulai berkaca - kaca.
" Apartemen, ya benar, Masgal waktu itu pernah cerita kalau dia biasa tinggal di apartemen nya, hmm.. tapi aku gak tau alamat nya? Nabila.. ya Nabila.. aku tanya Nabila " ucap Risa lalu segera menghubungi Nabila.
Drit.. Dritt.. Dritt.. dering ponsel Nabila berbunyi.
" Hallo " ucap Aditya, saat ini Nabila berada di kamar Zahira dan Hafidz, ponsel nya ia tinggal di kamar, sehingga Aditya lah yang mengangkat telpon dari Risa.
" Pak Aditya ya? Nabila nya ada Pak? " tanya Risa.
" Nabila sedang bersama Zahira dan Hafidz, ada apa? "
" Hmm gimana ya? apa aku tanya Pak Aditya aja " batin Risa.
" Hei ada apa? " tanya Aditya lagi karena Risa hanya diam.
" Gini Pak, apa bapak tau alamat apartemen nya Mas Rona? " tanya Risa.
" Tau, hanya ingin tanya itu? "
" Ya Pak "
" Setelah ini aku akan kirimkan alamatnya? " ucap Aditya.
" Terima kasih Pak " ucap Risa semringah.
Sambungan telepon Risa dan Aditya terputus, Aditya langsung mengirim alamat apartemen Rona kepada Risa, setelah pesan nya masuk, Risa bergegas menuju apartemen Rona.
" Ada yang telpon Mas? " tanya Nabila baru saja datang dan melihat suaminya sedang mengutak atik ponselnya.
" Risa, sahabat kamu "
" Risa? kenapa dia telpon Mas? "
" Dia tanya alamat apartemen Rona, tapi sudah Mas kirim alamatnya ke dia "
__ADS_1
" Risa pasti pengen ketemu Kak Rona " ucap Nabila lalu duduk di samping suaminya.
" Memangnya kenapa sayang? "
" Jadi begini Mas cerita nya... " Nabila panjang lebar menjelaskan semuanya kepada Aditya.
" Gitu Mas ceritanya, jadi ya aku saranin aja buat Risa tanya langsung dan bicara serius sama Kak Rona, biar semua nya jadi jelas Mas, menurut Mas gimana? " ucap Nabila lalu menatap ke arah Aditya.
" Mas Adit " ucap Nabila membangunkan Aditya dari lamunan nya, Aditya bukan nya fokus mendengarkan Nabila, malah fokus menatapnya saja.
" Hah... iya sayang, kamu tanya apa? " ucap Aditya.
" Mas gak dengerin aku cerita dari tadi? " ucap Nabila kesal.
" Mas denger kok kamu cerita apa " ucap Aditya.
" Cerita apa, coba ulangi aku cerita apa tadi? "
" Hmm... cerita Rona sama Risa kan? "
" iya benar memang cerita tentang mereka, terus apalagi?"
" Hmmm... "
" Tu kan, Mas gak dengerin, udah capek - capek ngomong tapi gak di dengerin " ucap Nabila sembari memanyunkan bibirnya.
" Hehehehe... maaf ya sayang, habisnya kamu gemesin sih kalau lagi cerita gitu, apalagi ini... " ucap Aditya belum selesai berbicara namun ia sudah menarik Nabila lalu menyambar bibir istrinya yang selalu membuat nya candu.
CUP
" Mas ih.. nyebelin, lagi kesal juga "
" Tapi Mas.. Risa itu sahabat aku, aku juga gak bisa diam kalau liat dia di gituin sama Kak Rona, terus Kak Rona kan sahabat nya Mas juga, kasih tau dia Mas, kasih saran gitu yang baek buat dia "
" Iya.. iya.. ntar Mas kasih tau, sudah jangan ngambek ya.. Mas minta maaf " ucap Aditya dan membawa Nabila ke dalam pelukannya.
Nabila hanya manggut - manggut dan diam merasakan hangat pelukan dari suaminya itu.
*****
Sampai di alamat yang di tuju, Risa bergegas masuk dan harus menempuh 20 lantai karena tempat tinggal Rona berada di lantai paling atas.
Tiingg... pintu lift terbuka
Risa berada di lantai 20, degup jantung Risa mulai berdetak tidak menentu, ia melangkah kan kaki nya perlahan, Risa melihat sekelilingnya, begitu banyak pintu kamar dan nomor yang tertera di depan pintu kamar, Risa menatap ponselnya sejenak, melihat isi pesan dari Aditya yang memberi tahu nomor pintu kamar Rona.
Setelah itu Risa perlahan melangkah kan kakinya dan melihat satu persatu nomor yang tertera di pintu kamar, hingga akhirnya Risa menemukan apa yang ia cari.
" Nomornya sesuai "
" Jantungku " batin Risa sembari mengelus - elus dadanya.
Risa menarik nafas panjang, lalu memberanikan diri untuk memencet bel yang tertempel tepat di depan pintu.
Ting.. Tong.. Ting.. Tong..
Ting.. Tong.. Ting.. Tong..
" Masgal ada gak ya? kenapa pintu nya gak di buka "
__ADS_1
Risa kembali memencet bel, namun pintu kamar tidak kunjung di buka, Risa kembali menelan kekecewaan, dan kedua matanya kembali berkaca - kaca.
Risa mencoba menghubungi Rona, namun kembali lagi Rona tidak mengangkat telpon darinya.
" Masgal, Masgal di mana? " batin Risa, menyandarkan tubuhnya di depan pintu kamar dengan posisi membelakangi pintu.
" Ya Allah, aku harus cari Masgal kemana lagi? " ucap Risa kemudian duduk di depan pintu, kepalanya ia tundukkan, dan kedua lututnya menahan kedua tangannya yang ia lipat dan kepala nya ia sandarkan di kedua tangannya itu.
Risa terdiam sejenak, bahkan air matanya mulai menetes, ia tidak dapat menahan tangisnya.
Sekitar 20 menit menunggu dengan posisi yang sama, akhirnya Risa bisa mendengar suara bariton dari seorang laki - laki yang sangat ia hafal suaranya itu.
" Kamu ngapain di sini? " tanya Rona.
Risa menyeka air mata yang membasahi kedua pipinya, lalu ia mendongakkan kepalanya, melihat sumber suara, dan ternyata orang yang ingin sekali ia temui berada tepat di depannya.
" Masgal " ucap Risa lalu berdiri.
" Masgal dari mana aja? aku udah cariin Masgal kemana - mana? aku juga udah nunggu lama di sini " ucap Risa.
Rona hanya memasang wajah datarnya, ia berusaha menyembunyikan perasaan rindunya, sebenarnya ia sangat rindu dengan Risa karena sudah dua minggu lebih ia tidak bertemu secara langsung dengan wanita yang ia cintai itu.
" Masuk " ucap Rona setelah membuka pintu kamar apartemennya.
Risa menuruti apa yang di katakan Rona, ia pun ikut mengekor di belakang Rona dan masuk kedalam apartemen, Risa melihat sekeliling nya, apartemen Rona cukup besar, dengan furnitur yang lengkap, cat dinding, wallpaper, furniture, hampir semua berwarna putih, semua barang tertata rapi, dan terlihat bersih.
" Ada apa kesini? " tanya Rona seperti tidak ada sesuatu yang terjadi.
Pandangan Risa kembali kepada Rona, yang bertanya maksud ia kesini, dengan posisi Rona yang membelakangi nya, dan menghadap ke arah jendela sembari melihat pemandangan dari luar.
" Masgal, bisakah berbalik badan dan menatap ku, aku ingin membicarakan hal serius " ucap Risa.
Rona menarik nafas panjang, ia berusaha mengatur detak jantungnya yang juga berdetak tidak menentu sejak pertama bertemu Risa di depan pintu kamar apartemennya.
Rona menoleh ke belakang, lalu berjalan ke arah Risa, dan kini mereka saling berhadapan, masih dalam posisi berdiri, jarak di antara mereka juga cukup dekat.
Kedua nya masih belum bisa mengontrol irama jantung mereka, yang kini malah semakin berdetak kencang.
" Apa yang ingin kau bicarakan? " tanya Rona dan melepas keheningan di antara mereka.
" Hmm... "
" Hmm... "
" Hmm... "
Sebelum bertemu Rona, bahkan sepanjang perjalanan menuju ke apartemen Rona, Risa sudah menyusun rapi pertanyaan apa saja yang akan ia tanyakan nanti jika bertemu dengan Rona, bahkan rasanya ia ingin meluapkan semua isi hatinya jika ia bertemu dengan Rona nantinya, namun di saat bertemu dan saling tatap seperti ini, lidah Risa terasa kelu, belum lagi irama jantung nya yang berdetak kencang.
" Hmm.. Hmm.. Hmm.. saja, apa itu saja yang ingin kamu katakan? " ucap Rona lalu berbalik badan dan kembali membelakangi Risa.
Risa memejamkan kedua matanya, menarik nafas panjang lalu memberanikan diri untuk bertanya sesuatu kepada Rona.
" APA MASGAL MENCINTAIKU?? "
GLEKK...
Rona membulatkan kedua matanya begitu mendengar pertanyaan dari Risa.
**Bersambung...
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini... 😘😘**