
Tak terasa, sudah hampir 2 Minggu Nabila bekerja di Restaurant milik Bima, selama 2 Minggu itu pula Bima mencoba mendekati Nabila namun hasilnya nihil.
Bima hampir di buat frustasi oleh Nabila, Bima bingung cara bagaimana lagi yang harus ia lakukan agar ia bisa meluluhkan hati Nabila.
" Shttt... cara apa lagi yang bisa aku lakukan agar kamu menyukai ku Nabila"
" Kau selalu saja bertingkah biasa dan selalu punya cara untuk menghindar dari ku"
" Aditya.. Aditya.. sial.. apa yang kau cintai darinya Nabila, aku lebih baik dari pada lelaki kutu buku itu" umpat Bara kesal.
Tok.. Tok.. Tok.
" Masuk"
" Permisi Pak, rencana kerja sama bersama perusahaan Prakasa Jaya sudah diterima Pak, dan saya sudah mengatur jadwal Bapak untuk bertemu dengan pimpinan Perusahaan itu" ucap sekretaris Bima.
" Bagus, kapan kita bisa bertemu dengan pimpinannya" tanya Bima.
" Besok Pak, tepat pukul 9 pagi"
" Baik, kau boleh pergi"
" Baik saya permisi Pak" ucap Sekretaris Bima keluar dari Ruangan.
Senyum terukir di wajah Bima, langkah awal nya untuk bekerjasama dengan perusahaan milik Aditya akhirnya berhasil.
" Mungkin aku bisa memulai menghancurkan hubungan Aditya dan Nabila lewat kesempatan ini, aku akan menghancurkan Aditya dulu, dan setelah itu merebut Nabila darinya.. Haha.. haha" ucap Bima penuh kemenangan.
Di tempat lain, ponsel Sumi tidak berhenti berdering, Sumi sengaja tidak mengangkat telepon itu karena tidak ada nama yang tertera di nomor itu.
" Sumi.. ponsel kamu bunyi terus tu dari tadi kenapa gak di angkat" ucap Tante Yuni.
" Biar aja Tante, gak tau nomor gak jelas gak dikenal" ucap Sumi.
Akhirnya ponsel Sumi berhenti berdering, namun setelah itu muncul notifikasi pesan yang masuk dari Alex.
" Angkat gak, kalau gak di angkat aku laporin kamu ke polisi"
Sumi terkejut melihat isi pesan itu, awalnya ia mengabaikan isi pesan dari Alex, namun ia teringat akan Alex, ya laki-laki yang waktu itu sempat di pukuli Sumi karena sudah salah paham dan menuduh Alex sebagai pencuri.
Ponsel Sumi pun kembali berdering, dan Sumi langsung mengangkat telepon dari Alex.
" Assalamu'alaikum "
"Waalaikumsalam, harus di ancam dulu ya baru di angkat telpon nya" ucap Alex.
" Aku juga bisa laporin Mas, karena selalu mengancam ku" ucap Sumi gak mau kalah.
Alex terkekeh mendengar ucapan Sumi, ia tidak menyangka jika Sumi sifatnya benar-benar mirip dengan calon tunangan nya dulu, orang yang sangat ia cintai.
Flasback on
__ADS_1
Alex nampak menunggu seseorang di sebuah taman indah yang di kelilingi oleh banyak bunga, dengan senyum yang selalu nampak dari wajah lelaki itu.
Betapa tidak, karena tinggal menunggu beberapa hari lagi Alex akan menikahi wanita pujaan nya itu.
Alex adalah anak yatim piatu, ia menyukai seorang wanita yang juga sama - sama yatim piatu karena mereka di besarkan bersama di sebuah yayasan.
Mereka berteman dari kecil hingga dewasa, hingga setelah ia mendapat kerjaan sebagai security di sebuah bank dan setelah beberapa tahun bekerja dan mengumpulkan uang akhirnya Alex berencana untuk menikahi Kanya.
Sudah sekitar dua jam Alex menunggu, namun kanya tak kunjung datang, tak lama ponsel Alex berdering dan senyum kembali datang di wajah Alex karena menerima telpon dari Kanya.
Ketika mengangkat telpon dari Kanya, betapa terkejutnya hati Alex mendengar jika yang berbicara di telepon itu bukan Kanya melainkan seorang perawat Rumah sakit yang mengatakan jika Kanya mengalami kecelakaan dan meninggal dunia.
Semenjak kepergian Kanya itulah, Alex sudah tidak punya semangat hidup dan mencoba bunuh diri, namun langkahnya terhenti ketika Aditya datang dan menyelamatkannya.
Sampai akhirnya Alex mulai melupakan kejadian yang menimpa Kanya dan memulai hidup barunya.
Alex merasa beruntung sekali bisa bertemu Aditya dan juga merasa sangat berhutang budi atas semua yang Aditya berikan padanya, mulai dari mengajak nya tinggal bersama hingga menjadikannya seorang bodyguard pribadi keluarga Aditya.
Dan pada saat pertemuan pertamanya dengan Sumi, Alex merasa jika Tuhan telah mengirim kembali Kanya melalui sosok seorang Sumi karena wajah Sumi dan Kanya sangatlah mirip.
Flashback off
" Nanti sore, aku mau ajak kamu jalan, kamu harus siap-siap oke"
" Emangnya aku mau, gak"
" Oke kalau kamu gak mau aku.. " ucap Alex yang terhenti karena Sumi terlebih dahulu menyela perkataan nya.
" Gak usah pakai ancam - ancam lagi Mas,aku gak takut sekarang, aku juga gak kenal sama Mas, baru juga sekali ketemu, ngapain ngajak aku jalan"
" Karena itu kita harus saling ketemu biar saling kenal" ucap Alex blak-blakan.
" Ihh ni orang kok gak di pikir-pikir dulu ya kalau ngomong, pemaksaan " batin Sumi.
" Sudah ya Mas, aku sibuk bye" ucap Sumi kemudian mematikan sambungan teleponnya.
" Tunggu aja ntar sore, aku bakalan jemput kamu" ucap Alex.
Dan benar saja, tepat pukul 5 sore Alex datang ke Rumah Nabila ingin menemui Sumi.
" Sumi " panggil Tante Yuni.
" Iya Tan ada apa" ucap Sumi yang sedang mencuci piring di dapur.
" Ada tamu di depan Mi, katanya mau ketemu sama kamu"
Sumi berhenti sejenak dari aktifitasnya mencuci piring dan langsung menuju kedepan untuk menemui seseorang yang sudah menunggunya.
Mata Sumi terbelalak ketika melihat Alex sedang duduk manis di atas sofa di Ruang tamu dengan senyum yang merekah di wajahnya ketika melihat Sumi datang.
" Mas Alex ngapain ke sini " tanya Sumi kemudian duduk di sofa yang berbeda dengan Alex.
__ADS_1
" Mau jemput kamu"
" Jemput, kan aku dah bilang gak mau, lagian gak bisa Mas, gak liat tu.. tu.. didepan banyak pelanggan" ucap Sumi menunjuk ke arah kedai dimana cukup banyak orang sedang makan dan minum.
" Kedai tutup jam berapa "
" jam 11 malam " ucap Sumi berbohong, sebenarnya kedai tutup jam 9 malam, hanya saja ia sengaja berbohong agar Alex cepat pulang.
" Baik aku tunggu" ucap Alex.
" Duh ni Mas Alex kok kekeh banget ya, gimana caranya supaya dia cepat pulang" batin Sumi.
" Ya udah, tunggu aja di situ sampai jam 11 malam " ucap Sumi kemudian masuk kembali kedapur menyelesaikan mencuci piring.
" Rasain, tunggu aja di situ sampai karatan" ucap Sumi.
Setelah selesai mencuci piring, Sumi kembali kedepan tepatnya ke kedai untuk mengambil piring - piring dan gelas yang kotor.
" Mas Alex, ini silahkan di minum" ucap Tante menyodorkan secangkir kopi untuk Alex.
" Kalau boleh tau, nak Alex ada apa ya mau bertemu Sumi"
" Saya mau ajak Sumi jalan keluar sebentar Tan, cuma kata Sumi gak bisa karena harus jaga kedai, dan kedai tutup jam 11 malam"
" Sepertinya Sumi sengaja berbohong " batin Tante Yuni.
" Ha.. ha.. nak Alex, sebenarnya kedai tutup Jam 9 malam, kayaknya Sumi sengaja membohongi nak Alex"
" Jadi begitu ya Tan.. haha.. haha.. gak pa-pa Tan, Alex akan tetap tunggu " ucap Alex yang juga ikut tertawa.
" Ya sudah kalau begitu, nak Alex tunggu aja ya, Tante mau masuk kedalam dulu" ucap Tante Yuni kemudian meninggalkan Alex.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, seharusnya kedai sudah tutup, dan terlihat pelanggan juga sudah tidak ada lagi.
Namun Sumi tampak acuh terhadap Alex,sengaja memperlambat gerakannya, bahkan piring- piring kotor di atas meja saja sengaja di biarkan oleh Sumi. Melihat itu Alex lalu bangkit dari duduknya kemudian keluar menuju kedai untuk membantu Sumi membersihkan kedai.
" Eh Mas ngapain.. " ucap Sumi.
" Kamu gak liat, bantuin kamu lah, biar cepat selesai, biar kita cepat jalan, kan Kedai seharusnya sudah tutup jam segini"
" gawat, kok dia bisa nebak kalau jam segini memang kedai sudah seharusnya tutup" batin Sumi.
Alex tampak cekatan membantu Sumi, dan dengan waktu sebentar saja semua sudah selesai di bersihkan oleh Alex.
Melihat Alex yang rela menunggu nya cukup lama kemudian membantunya di kedai, Sumi akhirnya luluh dan merasa kasihan terhadap Alex.
Dan Akhirnya Sumi menerima tawaran Alex, ia pun jalan keluar bersama Alex, dengan tak lupa sebelumnya berpamitan kepada Tante Yuni.
***Bersambung..
Eaa... eaa.. akhirnya kesabaran Alex berbuah manis ya..
__ADS_1
kita dengar cerita manis dulu dari pasangan Sumi dan Alex ya readers.. jangan lupa like dan Vote yang banyak okehh😍😍***