Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 57


__ADS_3

" Mas Aditya " ucap Nabila begitu mendengar teriakan seseorang yang sangat ia rindukan.


Nabila mencoba berdiri, namun tangannya di tahan oleh Bang Jono, sedangkan di luar anak buah Bang Jono berusaha menghalangi langkah Aditya untuk masuk kedalam.


" Ayo Pak penghulu, segera kita lanjutkan " ucap Bang Jono.


Nabila tidak tinggal diam, begitu Bang Jono lengah, ia dengan sigap berdiri kemudian berlari ke arah pintu depan untuk menemui Aditya, namun Nabila juga sudah di hadang oleh anak buah Bang Jono ketika sudah berada di depan pintu.


" Mas Aditya" teriak Nabila.


Aditya melihat ke arah Nabila kemudian dengan sigap Aditya menghajar salah satu anak buah Jono yang berusaha menghalangi nya, anak buah Bang Jono berusaha melawan, namun Aditya tak kalah hebat, dengan mudah ia berhasil menghindari pukulan - pukulan yang di berikan oleh anak buah Bang Jono.


Alex dan juga Haris tak tinggal diam, mereka segera membantu Aditya dan menghajar satu persatu anak buah Bang Jono.


Tidak butuh waktu lama, anak buah Bang Jono akhirnya terkapar tak berdaya di tanah akibat ulah Alex dan juga Haris.


Bang Jono berusaha menarik Nabila agar kembali duduk bersamanya di depan penghulu, sedangkan Aditya berusaha melumpuhkan satu orang lagi anak buah Bang Jono yang kini mencoba menghalangi Aditya tepat di depan pintu masuk.


Namun, hanya dengan sekali pukulan, anak buah Bang Jono itu jatuh ke lantai.


Nabila yang melihat itu segera melepaskan tangan Bang Jono dan berlari memeluk Aditya.


" Mas Adit.. Hiks.. Hiks..akhirnya kamu datang Mas" ucap Nabila memeluk Aditya.


Aditya membalas pelukan hangat dari Nabila, dan mengelus - elus lembut pucuk kepala Nabila.


" HEI.. SIAPA KAMU? BERANI SEKALI MENGGAGALKAN PERNIKAHAN KU" ucap Bang Jono emosi karena Aditya sudah menggagalkan rencana pernikahannya bersama Nabila.


Aditya melepas pelukannya, kemudian menggenggam erat tangan Nabila.


" Nabila adalah calon istriku, kau tidak berhak untuk dia, lebih baik kau pergi sekarang, atau kau mau hidup mu tidak panjang lagi"


Bang Jono melirik sebentar ke arah luar, nyalinya sedikit ciut ketika melihat semua anak buahnya sudah terkapar di lantai.


" Oke, aku akan mengalah, tapi aku ingin uang ku kembali"


" Dasar penjahat tua, lebih baik kau masuk penjara sekarang"


" Alex, Haris, bawa dia ke polisi"


" Hei.. tunggu.. apa maksud mu, mereka berhutang kepada ku, kenapa jadi aku yang harus masuk penjara"


" Aku akan membayar semua hutang keluarga Nabila kepadamu, tapi kau harus tetap masuk penjara karena ulah mu yang sudah melukai orang yang aku cintai dan juga mencoba menipu mereka dengan memberi bunga lebih, sehingga keluarga Nabila harus terjerat hutang yang begitu banyak"


" Ta.. ta.. ta.. pi.., aku benar tidak bersalah, jangan buat aku seperti ini" teriak Bang jono berusaha melawan Alex dan Haris yang ingin membawa nya ke kantor polisi.

__ADS_1


" Hu.. Hu.. Hu.. rasain lu, makanya udah tua gitu harusnya banyak - banyak tobat, bukannya nambah dosa" ucap Salsa kesal ketika melihat Bang Jono di tarik paksa oleh Haris dan juga Alex.


" Sudah sayang, biarin aja gak usah ngomong gitu" ucap Jason suami dari Salsa.


" Habisnya Mas dia tu ngeselin Mas"


" iya.. iya.. ya sudah ayo kita masuk, kita susul Mama "ucap Jason.


" Mas Aditya, maafin aku Mas.. hiks.. hiks.. " ucap Nabila sembari menangis.


Aditya meraih wajah Nabila dengan kedua tangannya, dan menghapus air mata yang membasahi pipi Nabila.


" Jangan nangis ya, kamu gak salah, Mas yang salah karena bodoh gak mengerti dengan keadaan kamu"


" Bunda.. Bunda.. " Teriak Hafidz dan juga Zahira datang memeluk Nabila.


" Nabila" ucap Mama Maya datang dan langsung memeluk Nabila juga.


" Tante.. tante bukannya yang waktu itu " ucap Nabila ketika baru bertemu dengan Mama nya Aditya.


" Ia sayang, Tante ini Mama nya Aditya, Tante senang nak ternyata kamu wanita yang selama ini bisa meluluhkan hati Aditya"


" Iya kak Bila, kami sekeluarga senang banget kalau tau ternyata kekasih kak Aditya selama ini ternyata adalah kak Bila"


Mereka berdua memang saling mencintai, namun salah satu di antara mereka belum ada yang mengatakan cinta mereka masing-masing.


" Hmm.. maaf semuanya, bagaimana ini pernikahannya ya? " tanya penghulu.


" oh tunggu sebentar Pak" ucap Aditya kemudian meraih tangan kanan Nabila.


" Nabila, AKU MENCINTAIMU, MAU KAH KAU MENIKAH DENGANKU" ucap Aditya sembari duduk bersujud di hadapan Nabila.


Nabila merasa bahagia sekali, ternyata Aditya juga memiliki perasaan yang sama dengannya, dan dengan mengucapkan Basmallah, Nabila menerima lamaran Aditya.


" Iya Mas, aku mau menikah sama Mas Aditya " ucap Nabila sembari mengusap air mata nya yang tiba-tiba saja turun membasahi pipi Nabila karena terharu.


" Terima kasih Nabila" ucap Aditya kemudian kembali berdiri dan membisikkan sesuatu di telinga Nabila.


" Oh ya sayang, kalau Mas kawinnya uang aja gak pa-pa ya, soalnya dadakan, Mas gak sempat siapkan apa-apa" bisik Aditya.


" Iya Mas terserah Mas aja" ucap Nabila.


Aditya kemudian merogoh dompet yang ada di sakunya, mengeluarkan beberapa lembar uang kemudian menyuruh Haris untuk mengambil sepasang cincin yang sudah ia beli di Jepang.


Flashback on

__ADS_1


Aditya sudah tidak sabar untuk pulang ke indonesia, ia sangat merindukan Nabila, sebenarnya ia ingin sekali pulang, namun mata-mata yang sekarang berada di perusahaan nya itu belum tampak gerak-gerik nya dan Aditya juga Haris harus bekerja lebih ekstra untuk menemukannya.


Setelah berhasil menemukan orang itu, tepat sehari sebelum kepulangan ke Indonesia, Aditya berencana menemui dan menikahi Nabila.


Malam harinya, Adtya ditemani Haris berkeliling kota Jepang, mobil mereka berhenti di sebuah toko perhiasan yang besar.


Aditya melangkahkan kakinya masuk dan di sambut hangat oleh pelayan toko.


Aditya di suruh untuk memilih cincin yang ia inginkan, dan pilihannya adalah sebuah cincin emas yang terdapat beberapa berlian kecil yang membalut seluruh permukaan cincin.


Sedangkan untuk Aditya sendiri, ia memilih sebuah cincin perak yang sederhana.


Uang yang harus Aditya keluarkan untuk membeli cincin pun tak tanggung - tanggung, ia harus mengeluarkan uang sebesar 200 juta untuk membeli sepasang cincin itu.


Setelah mendapatkan yang ia mau, Aditya dan Haris segera kembali ke apartemen menyiapkan diri untuk kepulangan nya besok.


Flashback off


" Mas, sudah beli cincin? " tanya Nabila ketika melihat Aditya membawa sebuah kotak cincin yang di berikan Haris.


" Ia sayang, kalau ini Mas sudah mempersiapkannya" ucap Aditya sembari tersenyum kepada Nabila.


" Adit, ayo cepat, penghulunya udah nungguin tu " ucap Mama Maya.


Aditya dan Nabila pun duduk bersebelahan dan penghulu berada di depan mereka, Mama Maya duduk di sebelah Aditya, Zahira, Hafidz dan Tante Yuni duduk di belakang Nabila, Salsa, Aldo berserta Jason juga duduk berdekatan dengan Mama Maya, Haris duduk di dekat pintu, sedangkan Alex memilih duduk di samping Sumi dan juga terdapat beberapa saksi.


"*Bismillahhirahmanirrahim.. Ananda Aditya Wijaya Prakasa Jaya, saya nikahkan engkau dengan Nabila Sanjaya Binti almarhum Sanjaya, dengan Mas kawin sebesar lima ratus ribu rupiah, di BAYAR TUNAI! "


" saya Terima nikah dan kawinnya Nabila Sanjaya Binti Almarhum Sanjaya, dengan Mas kawin tersebut di BAYAR TUNAI! "


" Sah? "


" SAH" sahut saksi.


" Alhamdulillah" ucap Penghulu kemudian melantunkan doa.


Semua yang ada di sana turut berbahagia melihat pernikahan Aditya dan Nabila walaupun dengan serba dadakan.


***Bersambung..


Akhirnya SAH.. SAH..


yang menunggu Aditya dan Nabila di persatukan akhirnya sudah terjawab ya..


Terima kasih selalu setia menunggu cerita ku, jangan lupa like dan vote yang banyak.. 😘😘***

__ADS_1


__ADS_2