Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 141


__ADS_3

Siang hari, Aditya sudah sampai di tempat tujuan, Aditya menginap di hotel bersama Haris. Aditya merebahkan sejenak tubuh nya di atas tempat tidur, lalu ia mengambil ponsel yang ada di saku celana, dan segera menghubungi Nabila.


Tut.. tut.. tut.. setelah dering telpon yang ketiga, barulah suara yang di rindukan terdengar.


" Assalamu'alaikum, Mas Aditya "


" Waalaikumsalam, sayang "


" Mas udah sampai? "


" Sudah, maka dari itu Mas telpon kamu "


" Alhamdulillah, udah siang Mas, Mas Aditya udah makan belum? "


" Belum sayang, sebentar lagi Mas keluar buat makan siang, kamu sendiri juga udah? "


" Sudah Mas "


" kalau kamu pengen sesuatu bilang aja ke Mama ya, sayang "


" Siap Mas, Mama juga bilang gitu tadi "


" Iya sayang, Mas jadi kangen sama kamu "


Ting..tong..ting..tong... Haris datang dan memencet bel pintu kamar dari luar.


" Sebentar sayang " Aditya beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu untuk Haris.


" Tuan, saatnya makan siang!! "


" Baiklah "


" Sayang, Mas mau makan siang dulu, nanti Mas hubungi lagi, I love you sayang "


" Love you too Mas "


" Assalamu'alaikum "


" Waalaikumsalam "


Sambungan telepon terputus, Nabila bernafas lega karena suaminya sudah sampai di tujuan.


****


Selesai makan siang, Aditya berencana mengunjungi pabrik sore harinya, karena semakin cepat semakin baik, Aditya ingin segera pulang, ia selalu memikirkan istrinya Nabila.

__ADS_1


Sesampai di pabrik, Aditya di sambut oleh Pak Dadang yang tak lain adalah penanggung jawab di pabrik tersebut, kedatangan Aditya di sambut hangat oleh Pak Dadang dan juga beberapa karyawan di sana. Beberapa karyawan di sana saling berbisik, mereka mengagumi sosok Aditya, Sosok tampan yang begitu kharismatik, selama ini mereka hanya mendengar berita dan melihat di sosial media saja bagaimana sosok Aditya, dan ternyata setelah melihat secara langsung, mereka semakin mengagumi sosok seorang Aditya Wijaya Prakasa.


Sekitar dua jam lebih, akhirnya acara kunjungan selesai, Aditya dan Haris memilih untuk kembali ke hotel, karena besok masih banyak kegiatan dan berbagai acara yang harus mereka ikuti.


Sekitar pukul sebelas malam, Aditya terbangun dari tidurnya, Aditya menoleh kesamping, ia kembali teringat akan Nabila, biasanya jam segini istrinya akan membangunkan nya untuk mengajak Aditya keluar rumah mencari makanan atau minuman yang di inginkan istrinya, ya lebih tepat baby twins mereka yang meminta.


Karena rindu, Aditya mencoba mengubungi istrinya, namun sudah ketiga kalinya di hubungi, suara yang di rindukan tidak terdengar, Nabila tidak mengangkat telpon dari Aditya.


" Sepertinya istriku sudah tidur " batin Aditya.


Aditya berusaha tidur lagi setelahnya, namun tidak bisa. Karena belum bisa tidur, Aditya memilih untuk bersantai di teras kamar dan menikmati pemandangan malam yang terlihat masih sangat ramai di luar sana.


Bukan hanya Aditya yang ada di luar sana, ternyata di sebelah kamar Aditya ada seorang wanita yang juga belum tertidur dan sedang duduk santai di teras kamar hotel.


Awalnya wanita itu hanya menatap sekilas Aditya, namun semakin lama, semakin di lihat wanita itu seperti mengenal sosok Aditya. Dan setelah benar - benar memastikan nya, wanita itu yang semula duduk, kini berdiri dan mencoba menyapa Aditya.


" Aditya..!!! " Wanita itu memanggil nama Aditya dengan suara yang cukup keras.


Aditya menoleh ke samping, hanya menatap wanita itu sekilas, lalu mengabaikannya.


" Aditya...!!! " panggil wanita itu lagi, karena merasa Aditya mengabaikannya.


Aditya kembali menoleh ke samping, dan melihat wanita yang melambaikan tangan kepadanya.


" Aditya.. Aditya Wijaya kan? aku Putri, masih ingat? " tanya wanita itu.


Dan ternyata malam ini mereka kembali di pertemukan, Putri tidak menduga akan hal ini, setelah bertahun - tahun lamanya ia akhirnya kembali bertemu dengan Aditya.


" Sudah ingat? bagaimana kabar mu sekarang Dit? "


" Baik " ucap Aditya dingin.


" Dingin sekali sikapnya, sudah berbeda " batin Putri.


" Kamu ngapain di sini? liburan? "


" Tidak "


" Oh, terus ngapain di sini? "


" Kerja "


Putri mulai kesal dengan jawaban Aditya yang hanya menjawab pertanyaan dengan satu kata, dulu sewaktu berpacaran dengannya, Aditya tidak sedingin ini, bahkan sangat lemah lembut, ya Putri kembali mengingat masa itu.


" Aku mau masuk dulu " pamit Aditya lalu berlalu begitu saja dan kembali masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


Putri menghembuskan nafas kasar, ia kecewa karena sebenarnya masih ingin berbicara banyak dengan Aditya, namun Aditya lebih memilih pergi.


****


Aditya sudah siap untuk kegiatan paginya hari ini, dan saat ini Aditya sedang duduk santai di sofa sembari berbicara di telpon dengan sesorang, yang tak lain adalah Nabila. Nabila terlebih dahulu menghubungi nya, karena semalam Nabila sudah tertidur, pagi hari begitu melihat panggilan tak terjawab dari suaminya, Nabila segera menghubungi balik Aditya.


Aditya senang sekali mendapat telpon dari Nabila, ia jadi tambah semangat bekerja setelah mendengar suara dari wanita yang sangat ia cintai, menjadi obat penyemangat sendiri buat Aditya.


Ting.. tong.. ting.. tong...


Aditya mengakhiri sambungan telponnya, karena ia yakin jika Haris sudah menunggu nya di luar. Aditya beranjak dari sofa dan membuka pintu kamar. Aditya terkejut, karena bukan Haris yang ada di depannya, melainkan seorang wanita cantik dengan pakaian yang cukup minim, dengan pakaian yang sedikit memperlihatkan belahan dadanya.


Wanita itu bukan lain adalah Putri, Aditya menarik nafas panjang karena kembali bertemu dengan putri. Sebenarnya ia tidak menginginkan hal ini, ia sudah melupakan masa lalu nya bersama putri.


" Hei Dit, apa kabar? " sapa Putri.


" Baik, mau apa kau ke sini? "


" Aku hanya ingin berkunjung dan bertanya kabar, aku tidak menyangka jika kita bisa bertemu lagi " ucap putri.


" Kita kan masih hidup, wajar saja jika suatu saat kita masih bertemu " jawab Aditya dingin.


" Dingin banget sih jawabnya Dit, kita kan lama gak ketemu, oh ya Dit, kamu gak ngajakin aku masuk, capek berdiri terus di sini Dit "


" Permisi Tuan, kita berangkat sekarang? " tanya Haris yang tiba - tiba datang di antara putri dan Aditya.


Putri menatap Haris dari ujung kepala hingga ujung kaki, namja Haris tetap biasa saja, dan pandangannya saat ini hanya fokus kepada tuannya.


Aditya menutup pintu kamarnya, dan langsung pergi meninggalkan Putri.


" Eh.. Aditya kamu mau kemana? "


" Maaf Putri, aku pergi dulu " ucap Aditya.


" Aditya... nyebelin banget sih " ucap Putri lalu dengan hati kesal Putri kembali ke kamarnya.


Sepanjang perjalanan Aditya hanya diam, Haris sebenarnya ingin bertanya mengenai wanita itu, tapi tidak ia lakukan karena sepertinya Aditya dalam mood tidak baik.


" Merusak suasana saja " batin Aditya.


" Ris, setelah ini kita ganti hotel, aku tidak nyaman berada di sana " ucap Aditya dan di balas anggukan oleh Haris.


Aditya bukannya sombong, ia hanya ingin menghindari hal - hal yang tidak di inginkan, dan sepertinya Putri itu tidak tau jika Aditya sudah menikah. Dan putri itu orangnya keras kepala, barbar dan juga pemaksa, Aditya tidak nyaman jika terus berada dekat dengan Putri. Ia juga ingin menjaga perasaan istrinya, walaupun jauh dan Nabila tidak bisa melihat, tapi tetap saja Aditya harus menjaga perasaan Nabila, dan menjaga hatinya untuk Nabila.


**Bersambung...

__ADS_1


Sepertinya ada yang ketemu mantan ya gaes.. tapi tenang aja, gak akan jadi pelakor kok😂😂


Selamat pagi, ntar siangan akuhh up lagi yahh... stay tune, jangan lupa mampir ke novel kedua kau ya...😘😘**


__ADS_2