Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 140


__ADS_3

Aditya tersenyum memandangi wajah cantik istrinya yang sedang tertidur pulas, rasanya pasti berat sekali, karena Aditya sebelumnya tidak pernah meninggalkan Nabila lama, dan hari ini ia harus ke luar kota untuk menyelesaikan pekerjaan nya.


Aditya menciumi perut Nabila, ia juga pasti akan merindukan Babil twins ini, dan benar - benar sudah tidak sabar untuk bertemu mereka.


" Baby twins ayah, hari ini ayah akan kerja jauh, ayah pasti merindukan kalian, kalian jangan buat Bunda kesusahan ya nak" oceh Aditya.


Setelah puas mengajak baby nya berbicara, Aditya kembali memandangi wajah Nabila, dan mengecup lembut kening istrinya.


" Aku pasti akan merindukan mu sayang "


Ciuman Aditya turun ke bibir Nabila, semakin dalam, dan membuat Nabila terbangun dari tidurnya.


" Eughh... Mas " Ucap Nabila begitu melihat Aditya dan kembali menutup kedua mata nya.


" Sayang, lagi yuk " Aditya kembali meminta hak nya, karena kebetulan Nabila juga sudah terbangun, padahal semalam Aditya dan Nabila juga sudah melakukan nya.


" Lagi, semalam belum puas Mas " ucap Nabila sembari tersenyum kepada suaminya.


" Belum sayang, kan cuma sekali, ntar Mas lama gak ketemu kamu, jadi Mas mau puas - puas dulu "


" Mas ih mesum, emangnya sekarang jam berapa Mas?" ucap Nabila sembari tersenyum.


" Jam tiga subuh, Boleh ya sayang, Mas akan melakukannya pelan "


Nabila hanya menganggukkan kepalanya, dan melihat itu Aditya semringah, ia mulai meluncurkan aksinya, kembali me lu mat bibir Nabila, Nabila juga ikut membalas ciuman suaminya.


Tangan Aditya tak kalah nakal, tangan nya mulai mulai meremas buah dada Nabila yang semakin hari semakin membesar, dan setelah puas dengan bibir istrinya, ciuman Aditya terus turun hingga sampai di tempat favoritnya, Aditya mulai menyusu kiri dan dan kanan secara bergantian, Nabila tidak hentinya mendesah merasakan lu matan dan sesapan yang di berikan suaminya.


" Sekarang ini terlihat sangat besar sayang, kalau anak kita sudah lahir, aku terpaksa harus membagi ini untuk mereka "


Nabila tersenyum mendengar ocehan konyol dari suaminya.


Aditya terus saja menyesapi buah dada Nabila dan memberikan tanda kepemilikannya di sana, dan setelah itu ciuman Aditya kembali turun menuju daerah kedua favoritnya, Aditya memperbaiki posisi tubuh Nabila, dan membuka kedua kaki Nabila lebar - lebar, Aditya semakin bernafsu melihat kepemilikan istrinya yang terlihat semakin tembem, dan tanpa menunggu lama, Aditya mulai bermain di sana, mengecup, menjilat, menyesapi setiap inci kepemilikan istrinya.


" Mas.. aku udah gak tahan "


" Baiklah, lets play baby " Aditya memulai aksinya, perlahan ia mulai memasukkan kepemilikannya kedalam kepemilikan istrinya, perlahan sekali, dan setelah berhasil masuk, Aditya diam sejenak, merasakan sensasi mengigit dan merasakan kepemilikan nya yang terasa terhisap ke dalam.


" Arghhh... " de sah Aditya dan perlahan mulai menghentakkan miliknya.


" Aku pasti sangat merindukan mu sayang " ucap Aditya dan kembali me lu mat bibir istrinya, dan di bawah sana juga terus bergerak maju dan mundur.

__ADS_1


" Terus Mas.. terus... " racau Nabila yang membuat Aditya semakin semangat menghentakkan kepemililkannya.


" Mas.. arghh... " Nabila mencapai puncak nya, namun Aditya belum, ia bersemangat sekali, hingga Nabila telah mencapai puncak ketiga kalinya baru lah Aditya juga mencapai puncaknya dan ambruk di samping istrinya.


" Terima kasih sayang " Aditya mengecup kening Nabila, dan tak lama setelah itu mereka mandi dan melaksanakan sholat subuh berjamaah.


*****


Semua kebutuhan Aditya sudah Nabila siapkan sejak kemarin, dan semua sudah di masukkan kedalam mobil suaminya.


" Mama mana ya sayang, kenapa belum datang juga "


" Mungkin Mama masih sibuk Mas, Mas berangkat aja, kan perjalanan nya cukup jauh, ntar Mas kemalaman nyampe nya "


" Mas mau tunggu Mama dulu "


" Assalamualaikum " yang di tunggu - tunggu akhirnya datang.


" Wa'alaikumussalam "


" Ma, dari mana aja kok lama datang nya "


" Tau ni Ma, Mas Adit nungguin Mama katanya "


" Nungguin Mama? "


" Iya Aditya mau nungguin Mama, Aditya mau Mama jagain Nabila ya selama Aditya pergi, gak boleh pulang sebelum Aditya datang, Nabila kan bentar lagi mau lahiran Ma, Aditya takut kenapa - kenapa, ntar kalau ada apa - apa cepat hubungi Aditya ya Ma "


" Jadi mau ngomong itu aja, kalau itu juga udah pasti Dit, gak usah kamu ngomong Mama pasti jagain Nabila "


" Terima kasih Ma, kalau gitu Aditya pamit "


" Hati - hati sayang " Aditya mencium kening dan punggung tangan Mama nya.


" Anak - anak ayah, jagain Bunda juga ya selama ayah pergi "


" Siap ayah "


" Ciap ayah "


Setelah itu Nabila mengantar Aditya sampai di teras depan.

__ADS_1


" Baik - baik di rumah ya sayang, jangan kemana - kemana tanpa persetujuan Mas "


" iya Mas, Mas juga baik - baik di sana, jangan telat makan, terus jaga hati Mas buat aku " ucap Nabila sembari tersenyum kepada suaminya.


" Mas akan selalu menjaga hati Mas, karena ini sudah milik kamu "


" Ya Mas, aku percaya " ucap Nabila lalu memeluk suaminya.


Aditya mencium kening Nabila, lalu mengecup sejenak bibir istrinya, yang akan ia rindukan nanti.


Nabila melambaikan tangannya ke arah Aditya yang juga ikut melambaikan tangannya kepada Nabila, dan setelah mobil suaminya sudah tidak terlihat, Nabila menangis.


" Hiks.. Hiks.. Hiks.. aku pasti merindukan Mas Adit " ucap Nabila. Sebenarnya Nabila mencoba menahan air matanya, karena ia tidak mau menangis di depan suaminya, ia takut jika Aditya sedih dan tidak jadi berangkat hanya karena melihat nya menangis.


" Kamu menangis Bil " Mama Maya tiba - tiba saja datang dan melihat menantu nya itu menangis.


" Nabila sebenarnya sedih di tinggal Mas Adit, Ma "


" Sini sayang " Mama Maya memeluk Nabila, ia mengerti perasaan Nabila, karena dulu sewaktu Papa Aditya masih hidup, Mama Maya juga sering di tinggal keluar kota oleh suaminya, dan saat itu juga sedang mengandung Aditya.


" Jangan sedih ya sayang, ada Mama di sini, cuman seminggu, ntar juga Aditya udah balik "


" Iya Ma, Nabila ngerti kok, makanya tadi Nabila coba tahan biar gak nangis di depan Mas Adit, Nabila gak mau kalau Mas Adit liat Nabila sedih "


" Ya sayang, kalau gitu kita masuk yuk, Mama tadi ada bawa cake kesukaan kamu


" Yang bener Ma, makasih ya Ma, Nabila juga sebenarnya dari kemarin pengen beli, tapi Nabila gak tega mau nyuruh Mas Adit beliin Ma, soalnya besok nya kan Mas Adit udah mau berangkat keluar kota "


" Jadi gitu, wah berarti Mama hebat ya, Mama bisa tau kemauan cucu Mama yang di dalam perut nih " ucap Mama Maya sembari mengelus perut Nabila.


" Mama memang hebat Ma, makasih ya Ma, Nabila sayang sama Mama "


" Mama juga sayang, kamu itu anak Mama, ntar kalau kamu mau apa - apa bilang aja sama Mama ya "


" Iya Ma "


Nabila dan Mama Maya kembali ke dalam rumah dan bersama - sama menyantap cake kesukaan Nabila.


**Bersambung...


jangan lupa like, vote, kritik dan saran 😊**

__ADS_1


__ADS_2