Janda Muda Vs Duda Tampan

Janda Muda Vs Duda Tampan
Bab 103


__ADS_3

Kedatangan polisi ke kantor Bima tak lain adalah untuk menangkap Bima dan memasukkan ke dalam penjara,bukti - bukti yang sudah ada dan juga akurat menjadi patokan dari pihak kepolisian untuk langsung menjadikan Bima sebagai tersangka, terlebih lagi Bima juga sudah di curigai jadi dalang meningggalnya salah satu karyawan Aditya di perusahaan nya di Jepang, yang tak lain juga adalah orang suruhan dari Bima.


" Saya sudah katakan jika anak saya tidak ada di kantor ini Pak " ucap Papa Bima berusaha meyakinkan pihak polisi.


" Kami akan melihatnya sendiri Pak " ucap salah satu polisi itu, dan polisi itu beserta teman polisinya yang lain bergegas ke ruangan kerja Bima dan di susul oleh Papa Bima dan juga asisten Bima di belakang mereka.


CEKLEK.. pintu terbuka dan Bima tidak ada di sana.


Ketiga polisi itu masuk kedalam dan mulai menyebar untuk mencari keberadaaan Bima, Bima juga tidak ada, Papa Bima menghela nafas panjang begitu tau Bima sudah tidak ada di ruangannya.


" Tidak apa komandan " ucap salah satu dari polisi itu kepada komandan mereka.


" Saya sudah bilang kan Pak, anak saya tidak ada di kantornya " ucap Papa Bima.


" Ini surat penangkapan Pak Bima, kami akan terus mencarinya, dan kami harap Bapak jangan coba - coba untuk menutupi keberadaan anak Bapak " ucap polisi itu tegas lalu pergi.


" Dimana Bima? " tanya Papa Bima kepada sekretaris Bima.


" Saya melihat Pak Bima keluar dari pintu darurat Pak "


" Untung saja di bergerak cepat " ucap Papa Bima lalu ia memutuskan untuk kembali ke rumah, karena ia yakin jika Bima ada di sana.


Bima saat ini berada di parkiran mobil, dengan mengendap - endap Bima mencoba masuk ke dalam mobilnya dan ingin melarikan diri.


" Huff akhirnya aku bisa kabur " ucap Bima.


Bima ingin menyalakan mesin mobilnya, dan tiba - tiba saja tiga orang polisi itu lewat di depan mobilnya, Bima refleks menundukkan wajahnya sehingga polisi itu tidak melihatnya.


" aahh sial " umpat Bima.


Setelah ketiga polisi itu pergi, perlahan Bima menyalakan mobilnya, dan pergi dari sana. Bima sangat bingung, pikiran nya sangat kacau, ia sekarang sudah jadi seorang buronan.


" Aku harus pulang ke rumah, aku akan mengambil barang-barang ku, lalu aku pergi dari kota ini " batin Bima.


Sesampai di rumahnya, Bima tidak bisa berkutik, sudah ada beberapa orang polisi yang berdiri dan berjaga di depan rumahnya, dan mau tidak mau Bima harus putar balik dan mengurungkan niatnya untuk pulang ke Rumah.


Hiks.. hiks... Hiks.. Mama Bima tidak hentinya menangis.


" Sudah Ma jangan menangis " ucap Papa Bima.


" Terus Mama harus apa Pa, kita tidak tau sekarang Bima ada dimana, dan Papa lihat di luar banyak sekali polisi, oh Tuhan aku tidak pernah menyangka jika anakku harus bernasib seperti ini "


Papa Bima memeluk istrinya itu, ia berusaha tegar walaupun sebenarnya ia juga sedih dengan semua ini.

__ADS_1


" Maafkan Papa Ma, seandainya saja Papa tidak berambisi untuk menghancurkan perusahaan Aditya, mungkin Papa tidak akan memaksa Bima melakukan ini, Papa juga tidak menyangka jika Bima malah terlibat dalam sebuah pembunuhan " batin Papa Bima.


Papa Bima menyadari jika semua ini juga ada sangkut paut dengan dirinya, karena ia lah yang menyuruh Bima untuk menghancurkan perusahaan Aditya.


Bima menghentikan mobilnya di tepi jalan, ia mencoba mengaktifkan ponselnya, dan banyak sekali pesan masuk dan juga panggilan tak terjawab dari Papa nya dan juga Sasha.


Ya Sasha, salah satu sahabat Bima yang sangat mencintai Bima, namun Bima tidak pernah tau akan perasaaan cinta yang di miliki Sasha kepadanya, padahal Sasha sudah menunjukkan banyak perhatian dan kasih sayangnya kepada Bima, namun Bima masih saja tidak mengerti dan hanya menganggap nya sebagai sahabat.


" Aku minta bantuan Sasha saja " ucap Bima yang segera menghubungi Sasha.


" Hallo Bima " ucap Sasha semringah karena akhirnya Bima mengangkat telpon darinya, melihat berita di TV dan media sosial membuat Sasha panik dan khawatir terhadap Bima.


" Kamu dimana Bima, aku khawatir " ucap Sasha.


" Aku lagi di jalan, aku perlu bantuan mu? " ucap Bima.


" Bantuan apa, katakan padaku " ucap Sasha.


" tolong belikan aku beberapa pakaian dan juga tas ransel untuk menaruhnya, kita bertemu di tempat biasa " ucap Bima.


" Buat apa itu Bima? " ucap Sasha.


" aku tidak ada waktu untuk cerita sekarang, aku tunggu kamu di tempat biasa " ucap Bima lalu mengakhiri telponnya.


Bima sering bermain di sana.


Sekitar satu jam lebih, Sasha sampai di tempat itu, dimana Bima sudah menunggunya.


" Ini pesanan yang kamu mau " ucap Sasha memberikan sebuah ransel yang didalamnya sudah terdapat beberapa pakaian untuk Bima.


Sasha menatap lekat wajah Bima yang kini di tutupi dengan masker, Sasha sangat prihatin dengan keadaan Bima.


" Bima, buat apa semua ini, dan.. apa berita itu semua nya benar "


" Aku saat ini berusaha kabur dari kejaran polisi Sasha "


" Apa !!! berarti berita itu benar " ucap Sasha.


" Aku sudah sering menasehati mu Bima, dan kau tidak pernah mendengarkan ku, dan sekarang begini kan jadinya " ucap Sasha.


" Maafkan aku Sasha, aku harus pergi sekarang, Terima kasih atas bantuannya " ucap Bima lalu berlalu meninggalkan Sasha.


Sasha hanya mematung dan terus menatap kepergian Bima, dan tanpa sadar air matanya keluar dan mengalir begitu saja.

__ADS_1


" Sampai saat ini pun kau masih tidak mengerti dengan perasaan ku Bima, aku mencintaimu, tidak bisa kah kau melihat itu, hati ku hancur melihat kau seperti ini, bahkan ketika kau bilang menyukai istri Aditya itu, sampai saat ini pun aku masih mencintaimu " batin Sasha.


Bima berlalu begitu saja meninggalkan Sasha, ia tidak menyadari jika polisi sudah mengintainya sejak tadi, karena begitu Bima mengaktifkan ponselnya, Polisi sudah mendapat sinyal keberadaan Bima.


" Aku harus kemana sekarang " batin Bima.


" Semua tempat pasti saat ini sudsh di jaga polisi " ucap Bima.


Bima melirik ke arah kaca spion mobilnya, ia mencurigai mobil hitam yang sejak tadi mengikutinya.


" Sial.. itu pasti polisi " ucap Bima lalu melajukan mobilnya.


" Pak, sepertinya dia tau keberadaan kita, dia melajukan kecepatan mobilnya " ucap salah satu polisi di dalam mobil yang mengejar Bima.


Polisi itu pun ikut melajukan mobilnya, kejar- kejaran pun terjadi antara Bima dan juga pihak polisi, dan mobil polisi yang mengejar Bima semakin bertambah, Bima semakin tersudut, bahkan Polisi sudah memberi nya peringatan, Bima tetap tidak bergeming dan terus melajukan kendaraannya.


Di kediaman orang tua Bima, Papa Bima shock mendapat kabar dari asisten Bima jika saat ini semua kolega bisnis mereka mencabut saham dari perusahaan Bima, mereka tidak mau lagi bekerja dengan perusahaan Bima karena Bima ternyata seorang penjahat dan juga pembunuh.


" Ada Apa Pa? " tanya Mama Bima.


" Kita bangkrut Ma " ucap Papa Bima terkulai lemas dan duduk di sofa.


Hiks.. Hiks.. Hiks.. Mama Bima kembali menangis.


" Pasti ini terjadi Pa, kita harus bagaimana sekarang, bagaimana Pa " ucap Mama Bima sembari menarik - narik lengan suaminya.


Bima terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dengan sesekali melirik ke belakang melihat mobil polisi yang masih mengejarnya.


" Saudara Bima berhenti, atau kami akan melakukan tindakan tegas " teriak polisi dengan menggunakan pengeras suara. "


Bima tetap tidak menghiraukan ucapan dari kepolisian, hingga kepolisian sengaja menembak ban mobil Bima, membuat mobil Bima oleng, dan Bima membanting stir mobilnya begitu saja ke arah kanan, dimana akhirnya mobilnya masuk kedalam jurang, karena posisi mereka masih jauh dari kota.


Mobil yang di kendarai Bima terguling - guling dan masuk ke jurang, mobilnya rusak parah dan jurang itu cukup jauh.


BOOOMMM...


Mobil Bima yang sudah jatuh ke jurang itu tiba - tiba saja terbakar, dan api memakan habis kendaraan Bima, begitu pula dengan Bima yang ikut tewas di dalamnya..


**Bersambung...


Masih bercerita tentang Bima ya readers, balasan akan kejahatan Bima kepada Aditya..


Tunggu up selanjutnya..

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian 😍😍**


__ADS_2